Friday, August 25, 2017

Education Website sebagai Sarana Belajar

Sebagai homeschooler apa saja dapat menjadi sarana dan prasarana belajar. Termasuk belajar melalui online atau website yang menyediakan fitur-fitur mata pelajaran baik berbayar maupun gratis.

Abimanyu mencoba beberapa education website sejak usia 4tahun. Berganti-ganti tentu saja, karena masing-masing website mempunyai model tampilan dan sistem belajar berbeda. Setiap anak akan menyesuaikan dengan kenyamanannya mempelajari sesuatu melalui website ini.

Tak hanya si anak yang belajar sebenarnya. Pendamping atau orang tua lebih baik terlibat ketika anak sedang berpetualang di dunia maya ini. Banyak game seru yang mengasah kemampuan berimajinasinya yang nantinya akan membentuk logika dengan baik ketika orang tua ikut menjelaskan.


Image result for online learning children
taken from "baystateparent Magazine"


Berikut contoh beberapa education website yang mungkin bisa dicoba.


KOMPLIT:
http://www.abcmouse.com/

http://www.edu-games.com/

http://www.education.com/

http://www.khanacademy.com/

http://www.brainpop.com/

http://www.raz-kids.com/


MATH & SAINS
http://www.sciencekids.co.nz/

http://www.funbrain.com/

http://www.turtlediary.com/

http://www.ixl.com/


MEMBACA:
http://www.letteroftheweek.com/

http://readingeggs.com/

http://www.rif.org/kids/leadingtoreading/en/leadingtoreading.htm (0-5yo)

http://www.rif.org/kids/readingplanet.htm (6-11yo)

http://www.scholas@c.com/readeveryday/

http://www.starfall.com/

http://more.starfall.com ($ 35/tahun)


MENULIS:
http://www.learningpage.com/free_pages/galleries/basics.html

http://www.enchantedlearning.com/themes/abc.shtml

http://www.enchantedlearning.com/languagearts/

http://www.enchantedlearning.com/le"ers/


MENGETIK:
http://www.bbc.co.uk/guides/z3c6tfr


MEWARNAI:
http://lessonplancentral.com/lessons/Fun_and_Games/Coloring_Books/index.htm

http://www.enchantedlearning.com/coloring/

http://www.freeprintable.com/free--‐printable--‐coloring--‐pages

http://www.drewsanimals.com/coloring.php?recordID=4 (hewan)

http://www.coloring.ws/

http://www.sofschools.com/coloring_pages/



DOT TO DOT:
http://www.enchantedlearning.com/connectdots/



MENGGAMBAR:
http://www.enchantedlearning.com/connectdots/



KONSEP:
ANGKA:

http://www.lessonsense.com/numbers/index.html

http://www.dltk--‐teach.com/numbers/index.html

BENTUK:

http://www.lessonsense.com/shapes/downloads.html

BESAR--‐KECIL:

http://www.montessorimom.com/big--‐and--‐small/

WARNA:

http://www.lessonsense.com/colour/downloads.html



LEMBAR KERJA USIA DINI:
http://www.freeprintable.com/free--‐printable--‐preschool--‐worksheets

http://www.freeprintable.com/free--‐printable--‐kindergarten--‐worksheets


CHARLOTTE MASON
http://homeschoolhighlights.com/

http://pennygardner.com/

http://homepages.rootsweb.ancestry.com/~cheps/sitemap.html



ONLINE STORY TELLING
http://www.storylineonline.net/

http://www.tvokids.com/

http://storynory.com/

http://www.storyplace.org/preschool/other.asp



Yuk ikut berpetualang bersama anak-anak di online learning mereka.


-Tuhan Memberkati-


Thursday, August 24, 2017

DK: Grafitti - Membaca Lantang & Narasi - Membuat Es Krim


Hari Rabu ini dikejutkan dengan agenda dadakan yang diciptakan sendiri oleh the boys. Setelah berkumpul, mereka langsung asyik sendiri mengagumi gambar grafiti huruf yang dibuat Josh. Serta merta dengan sendirinya mereka saling menantang diri masing-masing dan meminta Josh untuk mengajarkan grafiti kepada mereka.

Wah... memang ya, ketika anak-anak diberi ruang luas mereka akan beradaptasi dengan sendirinya dan mampu menyerap ilmu baru dengan cepat dan sangat efektif.
Hanya dalam hitungan detik saja, tampak mereka sudah berkumpul di meja bundar di samping rumah Kaplongan dengan selembar kertas dan spidol warna-warni. Entah kapan dan dari mana mereka mempersiapkan semuanya itu.
Terkadang terdengar Josh menjelaskan bagaimana memulai menuangkan ide ke dalam grafitti itu, di lain waktu terdengar gelak tawa mereka mungkin karena hasil gambar yang lucu hingga saling meledek. Tak apalah...







Sayang ada yang belum sempat terabadikan hasil karya grafiti dadakan ini.


Menjelang pukul 11.00, aku menemani anak-anak untuk Read Aloud atau membaca lantang dan menceritakan isi cerita tersebut atau Narasi.
Jika mengacu pada metode pengasuhan Charlotte Mason, narasi adalah hal yang sangat penting dan efektif bagi anak-anak dan kita juga sebagai orang dewasa dalam memahami sebuah bacaan. Narasi dapat mengajak anak untuk mengungkapkan dengan bebas isi pikirannya terkait dengan cerita yang selesai dibacanya.
Dan tentunya sangat cocok ketika dipadukan dengan Read Aloud, dimana anak-anak diajak untuk mengenal tanda baca di dalam cerita tersebut, sehingga dapat membacakan cerita tersebut dengan penuh suara berekspresi.

Anak-anak diberi kebebasan untuk memilih buku bacaannya, kemudian secara bergantian diminta untuk read aloud lalu bernarasi. Sementara teman-temannya belajar juga untuk mengenal sikap toleransi - menghargai apa yang sedang dilakukan temannya - dalam proses ini dengan mendengarkan lebih tenang lagi.




Selesai membaca dan bernarasi rasanya anak-anak perlu break sebentar... hehe..
Segeralah mereka berlarian keluar, main bola, main sepeda, main petak umpet, seru pokoknya.

Panas terik siang itu adalah waktu yang cocok untuk belajar membuat es krim vanilla sendiri.
Agenda berikutnya pun dieksekusi. Dengan perlengkapan yang telah disediakan masing-masing, mereka semua mendengarkan arahan dari Mama Laura for each step.

Senangnya melihat anak-anak ini sangat bersemangat namun mampu untuk saling berbagi dan membantu teman yang belum paham. Ketika eskrim saatnya dibekukan, mereka berlarianlah ke halaman lagi. Bahagia sekali tampaknya ya di masa anak-anak ini.

Termasuk si kicik baby ini, Anin, dia sangat menikmati proses pembuatan eskrimnya.
Selamat menikmati sayang...



Sampai Jumpa Lagi!



-Tuhan Memberkati-


Thursday, August 17, 2017

Jakarta Walking Tour with Jakarta Food Traveler


Selasa 15 Agustus 2017 kami bergabung dengan Jakarta Food Traveler yang mengadakan agenda Jakarta Walking Tour yang mengulik seluk beluk Menteng. Hampir semua yang dikunjungi berhubungan dengan Presiden.

Rutenya adalah:
Museum Naskah Proklamasi - Gereja Ayam- Taman Surapati - Sekolah Obama + Jajan2 ala sekolahan - Rumah Dinas Gubernur DKI - Rumah Cendana Soeharto - Martha Cake Shop (cake shop langganan pejabat2) - Tugu Kunskring.


Jam 9.00 kami siap di depan gedung apartemen untuk menunggu jemputan grab.
Kami berangkat bersama Annette dan Domi dari Kelapa Gading.
Sementara itu Abi dan Anin cemal-cemil sarapan sembari menunggu.

Tak hentinya Abi bertanya tentang rute perjalanan JWT kali ini. Sementara Anin tak hentinya mondar-mandir, lompat-lompat, naik turun di konblok dan rerumputan sekitar situ. Yah biarlah heboh sendiri.


Titik kumpul pertama JWT, sebagai destinasi pertama, adalah di Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jl. Imam Bonjol. Perjalanan dari Green Pramuka ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi sekitar 20menit. Sesampainya di sana sudah hampir semua peserta JWT berkumpul. Setelah briefing, kami bersama-sama memasuki museum.



 


Di sini kami diajak untuk mengenang kembali momen bersejarah Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Negara Indonesia, negara kita tercinta.
Ada Kak Ari yang sangat menyenangkan sekali dalam menjelaskan sejarah tersebut termasuk segala benda sejarah yang ada di dalam museum yang ternyata adalah rumah asli dari Laksamana Muda Tadashi Maeda di tahun 1920.
Nuansa rumah ini bergaya Eropa dengan pilar besar,Interior di lantai 1 sudah merupakan replika yang diambil dari kondisi sebenarnya di masa itu. Sementara di lantai 2 masih banyak peninggalan asli milik para pahlawan kita.











Destinasi kedua adalah Gereja Paulus Jakarta. Gereja ini dikenal juga sebagai Gereja Ayam, karena ada antena penunjuk arah di atas atap yang ujungnya diletakkan patung ayam.
Antena ayam ini tampak dari Museum Perumusan Pancasila Lantai 2.
Gereja Ayam ada dua di Jakarta, yang dekat Pasar Baru dan juga di Gereja Paulus ini.



Gereja ini memiliki orgel, alat musik gereja sejak abad ke-3 di Eropa, dan masih digunakan dalam kebaktian di gereja ini. Pada jaman penjajahan, gereja ini menjadi gereja pusat kota yang sangat ramai sebagai tempat berkumpulnya orang-orang penting Negara kita.
Saat ini masih ramai dikunjungi juga, termasuk beberapa pejabat dan artis ibu kota.

Destinasi ketiga, adalah Taman Surapati.
Taman ini dulunya adalah tempat berkumpul anak-anak muda pada tahun 1920.
Sangat strategis memang lokasi taman ini,  berada di antara tiga jalan utama, yaitu Jalan Teuku Umar, Jalan Diponegoro, dan Jalan Imam Bonjol.



Saat ini, Taman Surapati ini menjadi tempat berkegiatan umum setiap harinya. Paling ramai adalah di Hari Minggu, ada Komunitas Musik Kotaseni yang membuka pelatihan musik akustik seperti biola, gitar, dan perkusi di sore hari. Dan masih banyak komunitas lain dengan kegiatan yang seru lainnya.
Selain itu, banyak peninggalan patung artistik atau monumen yang merupakan hadiah dari pejabat luar negeri, namun ada 1 karya pemahat Tanah Air kita.

Dilansir dari Wikipedia, perancang monumen itu adalah sebagai berikut:
Monumen "Perdamaian, Harmonis, dan Bersatu" : Lee Kian Seng (Malaysia)
Monumen "Semangat ASEAN" : Wee Beng Chong (Singapura)
Monumen "Perdamaian" : Sunaryo (Indonesia)
Monumen "Persaudaraan" : Nonthivathn Chandhanapalin (Thailand)
Monumen "Keharmonisan" : Awang HJ Latirf Aspar (Brunei Darussalam)
Monumen "Kelahiran Kembali" : Luis E. Yee Jr. (Filipina)



Di sekitaran taman ini juga ada jajanan gerobak yang lumayan menggoyang lidah.
Biasanya di minggu sore ada tahu gejrot yang enak sekali.

Destinasi keempat adalah Sekolah mantan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama di SDN Menteng 01. Sempat menjadi perhatian orang-orang di sekitar tempat itu, karena heran anak usia sekolah ini malah jalan-jalan dan jajan-jajan di jam sekolah hehe...



Pada umumnya di depan sekolah banyak jajanan. Di sekolah ini juga ada.
Ada es doger yang sangat terkenal sejak dulu enaknya. Langsung deh kami beramai-ramai menghujani penjual es doger hingga kewalahan. Terik siang hari itu memang pas untuk disejukkan dengan es doger.
Ada juga somay dan sotomie yang tidak kalah enaknya. Selain itu di malam hari, ada penjual nasi goreng gila yang kono katanya juga super enak.


Destinasi kelima adalah mengunjungi Jalan Cendana dan Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta.
Sambil menuju ke destinasi keenam yaitu Martha Cake.


Jalan Cendana, adalah jalan yang sangat terkenal di jaman pemerintahan Pak Soeharto.
Konon katanya, jalan ini tertutup untuk umum dan hanya boleh dilewati sama keluarga Cendana dan tamu2 yang sudah ada janji.

Di jalan ini ada tukang baso tersohor juga, namanya Bakso Cendana.
Penjual-penjual inilah yang menjadi orang yang paling terupdate dengan kabar terbaru keluarga Cendana.
 


Berhubung di sepanjang jalan adalah rumah-rumah pejabat penting, maka kita dilarang untuk banyak berfoto. Perjalanan di destinasi ini lumayan menguras tenaga karena lebih jauh dari destinasi sebelumnya. Anak-anak yang sudah berjalan lebih dulu sampai merebahkan diri di trotoar sejenak.



Sampai juga ke destinasi keenam ini.
Martha Cake Shop ini katanya terkenal di kalangan pejabat dan sosialita.
Paling terkenal adalah Chocolate Mocha Nougat Lemon.



Tempatnya tersembunyi dan tidak terlalu luas sebenarnya. Bersambungan dengan rumah sang pemilik toko ini.

Destinasi ketujuh sebagai tujuan terakhir adalah Tugu Kunstkring Paleis, di jalan Teuku Umar.
Tak dikira, bahwa tugu ini telah berusia 100 tahun. Bangunan kuno Eropa yang sangat gagah dan elegan tampak indah dari luar. Di dalamnya dijadikan restoran kelas atas (fine dining restaurant) dan galeri seni. Menu restoran ini adalah nuansa barat, seperti steak dsb.
Sayang sekali kami tidak bisa melihat keindahan restoran karena sedang digunakan untuk acara rapat sebuah partai. Jadilah kami mengunjungi galeri seni saja yang ternyata cukup unik.
Dari tas, lukisan, pajangan mini dan besar, patung, gelas cantik, miniatur produk terkenal, dll.



Cukup panjang perjalanan kami kali ini bersama JWT.
Terhitung 4km kami berjalan kaki berpetualang dengan jalan-jalan dan bangunan-bangunan bersejarah di sekitarnya, termasuk wisata kuliner.
Thank you Ira Latief dan tim JWT yang mengajak kami berpetualang.
Sampai bertemu di petualangan selanjutnya.

-Tuhan Memberkati-


Thursday, August 10, 2017

DK: Upacara Bendera & Cinta Indonesia


Upacara Bendera biasanya dilakukan setiap Hari Senin di setiap sekolah.
Bagi anak-anak homeschooler, upacara dilaksanakan dengan cara yang berbeda.
Belajar mengenal upacara dan maknanya kami lakukan di Hari Rabu ini.
Untuk pertama kali mengalami proses upacara Bendera dengan tema peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 72, selain dari upacara pembukaan latihan pramuka.

Anak-anak dari usia 2.5 tahun hingga 12 tahun berkumpul bersama, saling mengingatkan dan saling memahami satu sama lain dalam pelaksanaan upacara. Pemimpin upacara adalah Domi (10 tahun) dan Pembina upacara adalah Mami Annette yang sedang hamil.
Upacara dilaksanakan di halaman depan rumah Kaplongan Raya 16, rumah Mama Laura.
Dan Bendera Merah Putih sudah dikibarkan sebelumnya dengan dipasang pada tiang bambu yang ditancapkan di batang pohon agak tinggi.





Banyak hal yang bisa dipelajari di Upacara Bendera.
- belajar menikmati alam semesta, dalam hal ini rumput dan matahari serta angin
- belajar makna Upacara Bendera dan arti Bendera Merah Putih
- belajar untuk menahan sikap selama upacara berlangsung dan toleransi
- belajar menyanyikan lagu Nasional Indonesia seperti Indonesia Raya dan Hari Merdeka
- belajar mendoakan secara khusus untuk Negara Indonesia
- belajar untuk konsentrasi terutama terhadap diri sendiri dan bukan ke orang lain
- belajar sikap badan dalam baris-berbaris
- ikut merasakan pengalaman bersejarah yang dialami oleh para pejuang di masa dulu

video


Urutan Upacara Bendera kami:
1. Pemimpin Upacara mempersiapkan peserta upacara
2. Pemimpin Upacara lapor kepada Pembina Upacara bahwa peserta upacara sudah siap
3. Pembina Upacara memasuki lapangan upacara
4. Penghormatan kepada Pembina Upacara
5. Penghormatan kepada Bendera Merah Putih
6. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
7. Mengheningkan Cipta
8. Pembacaan Pancasila
9. Amanat Pembina Upacara
10. Menyanyikan Lagu Hari Merdeka
11. Pemimpin Upacara lapor kepada Pembina Upacara bahwa upacara telah selesai
12. Penghormatan kepada Pembina Upacara
13. Pembina Upacara meninggalkan lapangan Upacara
14. Pemimpin Upacara membubarkan peserta upacara

Tampaknya menyenangkan untuk diulang lagi di lain hari dengan beberapa perbaikan di sana sini. Setelah Upacara Bendera, anak-anak diajak untuk saling mengungkapkan apa yang menjadi kebanggan mereka tinggal di Negara Indonesia. Sangat beragam celotehnya, namun ada satu hal yang sama yaitu makanannya enaaaaak... hehehe...



-Tuhan Memberkati-


Sunday, July 30, 2017

Cooking Class STP Sahid


Memasak adalah salah satu dari berbagai kemampuan diri yang secara nyata akan ditantang dalam keseharian kita. Kemampuan memasak ini tidak perlu terfokus pada gender. Baik laki-laki maupun perempuan tidak ada salahnya untuk belajar memasak. Paling tidak kemampuan memasak yang paling mendasar, seperti merebus air, membuat telur, memasak nasi, memasak mie, menggoreng kentang, mengupas dan mengiris, mengocok dan mengaduk, dan teman-temannya.

Mendapat kesempatan untuk belajar memasak bersama seorang Koki Senior dari Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid sangat menarik. Kesempatan ini kutawarkan kepada Abimanyu, dan Abi mau mencobanya dengan alasan "kan aku suka makan.. hehe".
Kesukaan Abi untuk berwisata kuliner memang tidak perlu ditanya lagi. Suka sekali ketika diajak berpetualang dan ada mencoba makanan baru.

Program cooking class ini akan berjalan selama 10minggu dengan 1x ujian akhir.
Kelas dimulai sejak 15 Agustus 2017 dan berakhir pada 30 September 2017.
Materi yang diberikan dalam bentuk teori dan praktek.

Tampaknya dari sini Abi akan mendapatkan banyak pelajaran, tidak hanya tentang memasak.
Namun Abi memperoleh pengalaman untuk:
1. Bagaimana Abi bekerja sama dengan partner kerja (1 meja masak 2 anak) selama 10minggu
2. Bagaimana Abi mendengarkan instruksi dari Koki lalu mengaplikasikannya di meja masak
3. Bagaimana cara menyajikan makanan dengan baik termasuk alat-alat memasak
4. Konsistensi dan tanggung jawab Abi juga ditantang
5. Kemampuan untuk fokus/konsentrasi dan menahan sementara pikiran yang lain
6. Kemampuan motorik halus sangat ditantang juga
7. Bagaimana berinteraksi dengan orang lain yang lebih tua di dalam area "sekolah"
8. Abi belajar juga tentang ukuran dan satuan dan istila/kosa kata baru




Selain itu, ada 1 tugas sederhana yang diwajibkan untuk Abi, yaitu membuat worksheet 1 resep yang dilakukan di rumah. Dengan worksheet ini Abi secara otomatis belajar membuat portfolio untuk bidang memasak.
“...no one is born a great cook, one learns by doing.”
Julia Child, My Life in France


Begitulah kira-kira pepatah yang cocok dengan proses belajar Abi saat ini.
Selamat berpetualang dengan bahagia Mas.








-Tuhan Memberkati-


 

Thursday, July 27, 2017

Jakarta Aquarium Neo Soho


Ada destinasi wisata baru di Jakarta yang mirip dengan Sea World.
Jakarta Aquarium ini terletak di Neo Soho lantai Lower Ground (LG), Tanjung Duren, Jakarta  Barat. Bersebalahan dengan Mall Taman Anggrek dan Central Park.

Mengusung tema "swim down to the big aquarium", JA ini memberikan kemanjaan pada mata kita tentang berbagai macam hewan yang ada di laut. Banyak jenis ikan hias yang ditunjukkan di dalam aquarium besar, dengan desain sedemikian rupa mirip habitat aslinya.

JA buka setiap hari di jam 10.00 - 20.00 wib.
Harga Tiket untuk Reguler adalah Rp. 175.000,- dan Premium adalah Rp. 225.000,- baik untuk weekday maupun weekend.

Desain interior sangat keren dan indah. Membawa anak semakin semangat dan terpukau untuk mengenal hewan-hewan cantik ini. Keluarga Ikan Pari dan Ikan Hiu yang tampak jelas sekali di kaca akuarium membuat anak-anak betah berlama-lama memandangi mereka.
Satu lagi yang membuat anak-anak heboh adalah Ikan Kerapu Raksasa. 
Ada jellyfish yang memancarkan warnanya. Ada kuda laut juga, anemon, bintang laut.
Selain jenis ikan, JA mengajak kita juga untuk mengenal otter, iguana, landak, ular phyton, katak, dan masih ada beberapa hewan lain.

Lebih penasaran lagi anak-anak dibuatnya ketika melihat papan bertuliskan 5D.
Tak sabar pastinya mengajak ke sana, bahkan sampai 2x karena pengunjung tidak terlalu ramai. Seru mengikuti show 5D ini. Kita diajak masuk ke dasar laut yang dibuat animasinya oleh JA berdasar kondisi di lautan Raja Ampat.













Rekomendasi deh tempat ini.
Asyik untuk wisata keluarga ke sini.


-Tuhan Memberkati-