Friday, May 12, 2017

Compassionate Parenting with Gobind Vashdev


Setelah sekian lama, akhirnya kami dipertemukan dengan Pak Gobind Vashdev beserta keluarganya, Mba Tika dan Rigpa. Dan seperti rumor yang terdengar bahwa beliau tidak mengenakan alas kaki, itu sangat benar. 5tahun sudah beliau menjalaninya. Juga termasuk tidak lagi menggunakan bahan kimia sabun dan shampo untuk membersihkan diri.

Aku diberi kesempatan oleh alam semesta untuk menyegarkan kembali dan menimba ilmu pengetahuan baru \tentang pola asuh anak atau parenting. Materi yang dibawakan Pak Gobind adalah Compassionate Parenting, atau jika dibahasa-Indonesiakan kurang lebihnya adalah "Pola Asuh Anak yang Welas Asih".

Welas Asih, jika diartikan word by word adalah penuh kasih sayang.
Namun justru dibalik dua kata itu mengandung pengertian bahwa welas asih tidak berarti kasih sayang yang lemah lembut melainkan bisa cinta yang tegas dan kuat.


"FOCUS ON YOURSELF"
Dalam seminar ini bukan lalu ujug-ujug membahas tips dan trik menghadapi anak kita dalam keseharian. Namun yang lebih digarisbawahi adalah penguasaan diri kita sebagai orang tua (ayah dan ibu) dan faktor apa yang mempengaruhi.

Sebenarnya, yang menjadi hambatan besar atau munculnya sebuah kejadian tidak nyaman antara kita dan anak-anak adalah diri kita sendiri.

Diri kita dengan berbagai ekspektasi, adanya doktrin/program yang kita percayai sejak kita masih kecil, yang kemudian dibungkus dengan berbagai emosi.

Sehingga, semakin kita fokus pada diri kita sendiri, kita semakin memahami kontrol diri, maka semakin kita dapat memperbaiki diri dalam menemani anak kita menjalankan fitrahnya.



 Inti dari sharing Pak Gobind adalah :
"WHAT WE ARE ... WHAT WE EAT"
Dalam hal ini bukan "eat" yang dalam arti harafiah berarti "makan", melainkan lebih pada arti "konsumsi". Bukan juga hanya melulu melalui mulut, namun juga melalui mata, telinga, dan hidung.

Ketika kita mengkonsumsi tontonan yang kurang memberdayakan, sebagai contoh sinetron yang bercerita tentang kedengkian, maka secara tak sadar kejadian-kejadian yang terkait dengan kedengkian pun akan hadir menemani kita secara nyata dalam keseharian. Termasuk mempengaruhi sikap kita dan bagaimana kita dalam mendidik anak setiap harinya.

Satu lagi yang sangat benar adalah : PERILAKU ITU MENULAR
Aku lebih memahaminya sebagai intensi yang tak sadar.  Sebagai contoh, melanjutkan contoh di atas, ketika sering menonton sinetron bertemakan kedengkian, maka intensi kita tanpa sadar akan berulang tentang hal yang sama. Jadilah perilaku orang di sekitar kita bahkan sangat mungkin tanpa sadar kita pun akan terbawa oleh apa yang kita intensikan tersebut.


"GROUNDING IS NEEDED INDEED"
GROUNDING adalah salah satu action yang bisa membantu kita untuk lebih fokus terhadap perkembangan diri kita sebagai orang tua dan akan lebih seru juga ketika bersama anak-anak.
Belakangan ini kita lebih banyak menerima ion positif dari sang matahari sementara dari bumi sudah sangat berkurang. 

Menurut penelitian yang disampaikan Pak Gobind :


Penting untuk lebih sering Grounding/Earthing nih....



"KNOWING YOUR LEARNING STYLE"
Mengenal LEARNING STYLE ANALYSIS (LSA) juga menjadi bekal yang tak kalah penting untuk amunisi kita berinteraksi dengan mereka. Perkembangan penelitian tentang gaya belajar ini sangat pesat. LSA tidak hanya terpaku pada otak kiri dan otak kanan, namun juga teranalisis dalam berbagai sudut pandang.


Dengan memahami LSA, kita bisa lebih mudah mengajak anak untuk berkomunikasi yang tepat sasaran. Sebagai contoh, anak yang kinestetik akan lebih mudah diberi pengertian dengan kondisi sambil bergerak. Atau juga anak bertipe visual dan alone, akan lebih mudah dan cepat menerima pengetahuan baru dengan menggambarkannya di saat nyaman sendirian.

"CRITICAL THINKERS CHILDREN"
Kemudian, apa yang membuat hubungan kita dengan anak-anak itu adem ayem?
Tidak lain tidak bukan adalah ketika ada PENGERTIAN/UNDERSTANDING.

Maka ketika menghadapi suatu kejadian dengan anak, bukan solusi yang dicari melainkan pengertian di balik kejadian tersebut. Dengan begitu solusi akan datang dengan sendirinya.

Walaupun memerlukan waktu lebih, mencari tahu bersama sebuah pengertian dari suatu kejadian dapat menjadi sarana untuk mengajak anak sebagai "Critical Thinkers".



"REMOVE PROGRAM AND JUDGEMENT"
Pengertian yang dimaksud di atas adalah murni obyektif dan logis tanpa ada asumsi dan persepi yang memihak sebuah program/doktrin tertentu.
Kita perlu cek kembali hidup kita sendiri terkait dengan program/doktrin yang kita terima sejak kita masih kecil.
Apakah masih valid untuk diajarkan bahkan dilakukan oleh anak-anak kita di masa perkembangan mereka? Apakah membawa hal positif bagi hidup mereka?

Selama ini mungkin kita sering masuk pada lingkaran pemikiran yang tidak diperlukan.
Diawali dengan asumsi yang kemudian persepsi dan menghasilkan ekspektasi lalu berakhir dengan sebuah tindakan.  Sementara, asumsi adalah suatu pemikiran yang tidak didukung dengan data yang valid.

So, examine our life anytime. Bagaimana caranya?
Long Life Learning itu terbagi dua, yaitu Dari Luar - mendapatkan pengetahuan dan Dari Dalam - mendapatkan pencerahan.
Pembelajaran dari luar, sangat banyak sumbernya, bisa dari internet, CD, buku, diskusi, pengalaman orang, seminar dan alam semesta.
Pembelajaran dari dalam, bisa dilakukan dengan hening, merenung, meditasi, taffakur, dan atau saat teduh.


"INVOLVE MORE AT THE MOMENT"

Terlibat langsung secara sadar dan nyata di saat anak membutuhkan akan membuat anak semakin nyaman bercerita apapun kepada kita. Bahkan ketika mereka mengahadapi sebuah pengalaman baru entah itu menyenangkan atau tidak.

Komunikasi yang baik antara kita dan anak sangat perlu dijaga. Menatap mata dan menyentuh sambil mendengarkan cerita, membuat mereka merasa dihargai dan didengarkan.

Kita juga bisa lebih fokus untuk meniti setiap kata mereka untuk kemudian sampai tahapan diskusi terkait pengalaman yang dialaminya.
Selain itu, selalu gunakan kata positif dan spesifik.


Bekal terakhir adalah mengajak anak untuk menerima diri sendiri apa adanya. Kita perlu memberikan contoh dalam hal ini, yaitu contoh diri kita sendiri.


Bahwa setiap manusia berbeda dan memiliki kekuatan masing-masing, tidak perlu dibandingkan.
Bahwa setiap manusia memiliki pilihan hidup masing-masing dan berhak memberi perubahan yang baik dalam hidupnya.

"The purpose of our life is for being AWARE"
Dalam bahasa Jawa biasanya disebut ELING LAN WASPADA.




Fiuh.. PRnya banyak ya. :)


So, poin penting dengan porsi besar yang perlu kita dengungkan senantiasa adalah:
1. What we are -  What we eat
2. Focus on yourself
2. Pengertian lebih utama ketimbang solusi
3. Rombak program jaman dulu
4. Hilangkan judgement (asumsi dan persepsi)
5. Terlibat & Be here at the moment
6. Examine your life
7. Jadilah Fasilitator Pembelajar bukan Pelindung

Mari terus belajar...
Tidak ada kata terlambat untuk berubah...




-Tuhan Memberkati-

Sunday, April 9, 2017

Raport Homeschooling Abimanyu 2016

Di raport Tahun 4 ini melihat kembali perjalanan proses belajar Abi di usia 7 tahun.
Raport Abimanyu Tahun 1 (2013) ada di sini, Tahun 2 (2014) ada di sini, dan Tahun 3 (2015) ada di sini.

Ketika Abi berusia 4 tahun, kebetulan ada pameran pendidikan yang salah satu boothnya menyediakan jasa finger print dengan harga promo. Sebagai orang tua baru yang ingin tahu (a.k.a kepo), kami pun mencoba melakukannya ke Abi. Dari hasil finger print test dapat diketahui apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan Abi, juga tipe gaya belajar dari analisa kecerdasan tersebut.
Memang tidak mutlak penilaian ini, namun setidaknya cukup sebagai bekal evaluasi di masa mendatang. Dan ternyata hasil ini bermanfaat di Raport Tahun 4 ini. Saat itu ada 8 jenis kecerdasan yang dianalisa, berdasarkan penelitian dari Dr. Howard Gardner.

Tiga Kekuatan Abi secara berurutan dari yang terkuat adalah:
1. Verbal Linguistic ((kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat -kalimat, presentasi, pidato, diskusi, tulisan)
2. Visual Spacial (kemampuan berpikir tiga dimensi)
3. Naturalis (kemampuan untuk dekat dengan tanaman, hewan, dan bagian lain dari alam semesta)

Sementara kekuatan lain yang mengikuti di bawahnya adalah:
4. Mathematic Logic (kemampuan mencari solusi matematika dan berpikir logis)
5. Kinesthetic Body (kemampuan menggunakan gerak tubuh dalam berekspresi)
6. Musical (kemampuan menggunakan musik sebagai komunikasi dan ungkapan ide)

Dan kekuatan yang paling rendah adalah:
7. Interpersonal/Sosial (kemampuan mengamati dan memahami motivasi dan maksud orang lain)
8. Intrapersonal/Pribadi (kemampuan memahami kemampuan diri dan menghargai diri) 

Namun ada 1 kekuatan yang belakangan ini tampak menonjol di Abi. Menurut yang aku baca di http://mytalentimpact.com/?s=pembelajar+afeksi, ada Kecerdasan Eksistensi.
Kecerdasan Eksistensi disebutkan juga sebagai Kecerdasan Moral atau Spiritual atau Rohaniah di artikel lain, yang mana didasari juga oleh penelitian Dr. Howard Gardner.

9-types-of-intelligence-infographic

Dari jenis kecerdasan di atas, perjalanan Tahun 4 ini menunjukkan dengan pasti bahwa memang sesuai "His Three Top Intelligences" berhasil dijalankan. Hasil "kerja" Abi ketika membuat presentasi dengan power point atau kumpulan video atau juga edit foto dengan berbagai aplikasi tampak semakin baik dan sangat suka bereksplorasi. Pemilihan warna dan huruf semakin variatif dan cantik.

Kemampuan membuat bermain dengan Lego Lasy Bricks semakin rumit. Bahkan ketika dihadapkan dengan Lego Technic. Dia berusaha tekun membuatnya dengan petunjuk yang ada. 
Gaya bahasa di blog Abi sekarang semakin runut dan jelas dibandingkan sebelumnya.
Juga, Abi mulai suka berpetualang dengan angka dan hitungan. Setiap waktu menghitung apapun yang dia rasa menarik. Seringkali tiba-tiba bertanya, "Mama, 4 dikali 4 itu 16 ya? ... Mama, 100 tambah 50 itu 150 ya?" dan seterusnya. Untuk menambah pengetahuan tentang matematika, Abi belajar bersama education.com.

Perkembangan gerak tubuh semakin banyak dengan renang, stretching, dan mencoba parkour.
Konser musik di Yamaha beberapa kali menjadi pengalaman berharga bagi Abi. Lagu baru berhasil diciptakan Abi dan yang membuatnya semakin tertantang adalah memainkan lagu umum berdasarkan kemampuan hearing, baik dari leading note juga chordnya. Abi sedang menikmati eksplorasi di situ.

Sementara, kemampuan interpersonal dan intrapersonal sangat kami amati di tahun ini. Bagaimana Abi menghadapi dengan kondisi yang ada dan kemajuan apa yang Abi tunjukkan dibandingkan tahun lalu. Lambat tak jadi masalah, justru menjadi pembelajaran penting kesabaran, terutama untukku. 

Dan yang menonjol seperti yang disebutkan di atas, Abi seringkali menanyakan tentang diri sendiri, bagaimana manusia muncul, bagaimana alam semesta ini terbentuk, hubungan dengan manusia lain. 


*Perkembangan Fisik Motorik

MOTORIK KASAR 
Pencapaian besar di tahun 2016 adalah Abi bisa berenang dengan usaha dan caranya sendiri. Sampai sekarang, dia masih terus berusaha berenang dengan berbagai gaya. Good Job Abi!
Bersepeda, main sepak bola/futsal, main petak jongkok dan berbagai permainan strategi cukup nyaman Abi lakukan. Melompat dan berlari masih terus dilakukan Abi. Maksud hati bergaya parkour, tapi karena belum paham tekniknya jadilah sering jatuh. Tapi usaha sangat oke.
Koordinasi tangan dan kaki semakin baik, walaupun terkadang masih perlu ditingkatkan.

MOTORIK HALUS
Umumnya masih sama dengan Tahun 3. Namun Abi mendapatkan kebanggaan untuk dirinya sendiri dari hasil permainan electone yang lebih baik belakangan ini. Membuat prakarya/crafting sudah sangat jarang dilakukan sendiri.


*Perkembangan Kognitif

Beberapa pencapaian ditunjukkan Abi di berbagai bidang.
Saat ini Abi sudah lancar sekali membaca. Abi mulai beralih ke buku-buku petualangan dengan banyak teks dan minim gambar, namun buku masa kecilnya tetap saja menjadi bacaan selingan.
Abi sudah bisa menciptakan lagu, membuat cerita karangan, dan menceritakan kembali apa yang sudah dibacanya atau film yang sudah ditontonnya, kemudian mengajak kami berdiskusi untuk mengambil hikmah pembelajaran dari cerita tersebut.

*Perkembangan Moral dan Spiritual

Belajar hening kembali digiatkan setelah beberap waktu di tahun lalu terhenti. Mulai "memanggil" kembali sensor dalam tubuh/diri Abi melalui lontaran pertanyaan yang ditujukan sebagai refleksi diri. Diskusi lebih dalam tentang alam semesta dan isinya yaitu makhluk hidup lebih sering dilakukan. Yah tentu saja Abi mulai suka bertanya-tanya tentang sejarah manusia, planet dan tata surya, mengapa kita di bumi, atau mengapa galaksi kita dinamakan Bima Sakti.

*Pertumbuhan Psikologis

Gigi susu Abi mulai tanggal dan gigi permanen mulai tumbuh. Daya ingat Abi juga semakin kuat, terutama ketika bepergian, Abi lebih sering mengingatkanku tentang jalan mana yang dilalui. Sifat keras kepala mulai berkurang dan lebih dapat menerima/pengertian karena kemampuan logikanya mulai berkembang.




TANTANGAN DI 2017

Sepertinya sudah saatnya untuk mengerucutkan proses pembelajaran Abimanyu di tahun 2017.
Abi sempat mengungkapkan kepada kami bahwa dia sangat ingin menambah kemampuannya dalam bergerak secara fisik di awal tahun 2017. Gerak fisik yang dimaksudkan Abi adalah sports dan dance. Kita lihat review-nya tahun depan.


Sunday, January 29, 2017

Our Life Framework

Dalam membangun sebuah gedung pasti memerlukan rangka dan fondasi. Tak hanya itu, bahkan untuk menciptakan sesuatu seperti buku, lagu, pertunjukan, rangka atau batasan atau tema merupakan hal yang penting agar dapat menghasilkan sebuah karya seni yang indah dan tepat sasaran.

Namun sebelumnya, setiap manusia hebat sebagai pencipta lagu, buku, pertunjukan atau apapun hasil karyanya akan menjadi lebih hebat ketika fondasi dan rangka kehidupan pribadi dan keluarganya kuat.

Tak banyak dari kita yang menyadari betapa kuatnya rangka kehidupan tersebut sebagai pendukung kinerja kita dalam kehidupan sehari-hari. Aku pun masih belajar mengidentifikasi setiap elemen rangka kehidupan dan bagaimana mempertahankan rangka kehidupan yang cocok bagi keluargaku, yang mampu mendukung kinerja kami sesuai dengan porsi kami masing-masing untuk saling mengisi di dalam keluarga dan berbagi di sekitar kami.

Hasil obrolanku dengan Aji yang lebih aktif mencari ilmu di berbagai tempat, dapat disimpulkan bahwa ada 12 elemen rangka kehidupan yang terkelompokkan dalam 3 tahap.



TAHAP 1: EXPERIENCE/PENGALAMAN
Pengalaman disini lebih pada interaksi kita entah itu terhadap diri kita sendiri, anggota keluarga, dan orang-orang di sekitar kita.
Sebuah pengalaman tentang bagaimana kita mengenal diri kita sendiri, respon spontan apa yang kita biasa tunjukkan lalu bagaimana kita mengatasi apa yang terjadi di sekitar kita.
Menurut kami, tahap ini adalah yang utama untuk dikuatkan terlebih dahulu.
Elemen yang terkandung di tahap ini adalah:
1. Love relationship
2. Frienship
3. Environment
4. Adventure

TAHAP 2: GROWTH/PERTUMBUHAN
Setelah pengalaman dengan diri sendiri dan orang lain kuat, maka fokus selanjutnya adalah pertumbuhan yang mengikuti diri kita yang nantinya akan berguna tak hanya untuk diri sendiri melainkan untuk orang lain juga.
Elemen yang tercakup dalam tahap ini adalah:
5. Intellect
6. Health & Fitness
7. Skills
8. Spiritual Life

TAHAP 3: CONTRIBUTION/KONTRIBUSI
Maka dengan berbagi lengkaplah hidup ini, ungkapan yang sering terngiang dalam benakku.
Di tahap ini kita diajak untuk menyadari bagaiman kontribusi kita dalam keluarga dan sekitar kita juga terhadap diri sendiri.
Elemen yang mendetilkan tahap kontribusi ini adalah:
9. Creating Life
10. Career
11. Family Life
12. Community

Ada ungkapan tentang keluarga yang mengena sekali.
Aku menemukannya ketika menonton film Dian Sastrowardoyo dan Luman Sardi "7 Hari 24 Jam", bahwa: "The foundation of everything is a good family"



Amin. Amin. Amin.
Mampukan kami.

-Tuhan Memberkati-



Thursday, January 26, 2017

Junior Original Concert (JOC) Yamaha Abi Tahun Kedua

Di tahun ini, JOC yang diselenggarakan oleh Max & Jeanny Yamaha Music School terasa lebih "serius" dibandingkan tahun lalu di Gading Serpong. Dengan pendataan yang lengkap, panggung yang cantik, dan sebuah Grand Piano yang megah, lengkap dengan MC yang humoris ketika memanggil para peserta JOC.

Ini kali kedua Abi mengikuti JOC dimana Abi akan memainkan lagu ciptaan sendiri.
Cerita lagu ciptaan Abi yang pertama ada di sini: http://www.warnawarnikami.com/2016/01/junior-original-concert-joc-yamaha-abi.html.
Seringkali Abi memainkan keyboard di rumah sesuai dengan imajinasinya. Hanya saja aku kurang lengkap mendokumentasikan, sehingga belum tentu bisa menjadi 1 lagu karena Abi langsung lupa.

Lagu ciptaan kedua ini berjudul Anjing Lucu. Aku sendiri terkagum-kagum juga ketika Abi pertama kali menekan tuts do do do do mi mi mi  mi.... lalu memberikan judul Anjing Lucu. Sangat pas dan terasa sekali cerita seekor anjing yang lucu melompat ke sana ke mari.
Hebat kamu Mas.

Perjalanan membuat lagu ini agak berliku. Sempat membuatku kurang yakin bahwa Abi akan tampil memainkan lagu ini dengan semestinya. Sejak menginjak usia 7 tahun, tampaknya mood Abi sedang bertumbuh dan menyesuaikan dengan perasaan baru sehingga lebih sensitif.

Namun sungguh di luar dugaan, di atas panggung itu, Abi memainkan lagu dengan sangat tenang dan interpretasi lagu Anjing Lucu mampu diraihnya dengan baik.
Dan semakin membuatku terkejut, terharu, bahagia, tak terkatakan... Nama Abi dipanggil sebagai peringkat no. 5 dari 6 anak didik yang terpilih sebagai nominator yang nantinya akan mewakili JOC Yamaha Regional.

Pelajaran berharga!
Di perjalanan pulang, Abi bilang "Ma, aku bangga, makasih ya. Ternyata aku memang bisa kalo latihan baik". Hiks rasanya makin meleleh hati ini.

Terimakasih ya Mas, sudah selalu menberikan pengalaman terindah bagi Mama dan Papa.
Terimakasih Tuhan.




  video

-Tuhan Memberkati-

Friday, January 13, 2017

Nduk Anin Princess 2 tahun

Ingatan itu masih terbayang dan mungkin akan melekat terus hingga ia dewasa, bahkan ketika sudah berkeluarga.
Ingatan tentang perjalananku ke tempat Anin mengenal dunia ini untuk pertama kali, dimana aku sempat mampir makan ayam di HWTL Depok jam 21.00 karena kelaparan.
Ingatan tentang proses persalinan yang membahagiakan dan membuatku sangat kagum dengan sang pencipta alam semesta.

Sebagai ungkapan syukur bertambahnya usia Anin kedua atas berkat Tuhan Alam Semesta telah bertumbuh menjadi anak perempuan yang lucu sehat dan bahagia, maka ketika ada kesempatan berkumpul bersama di rumah Kaplongan sekalian saja doa dan makan bersama.
Doa penuh cinta dilantunkan Tante Annette dengan sangat indah.
Rejeki berupa bakso singkawang, mie ulang tahun, kuotie sangat nikmat dirasakan bersama.

Tak terasa 2 tahun sudah Anin mengenal dunia ini melalui keluarga kami, melalui aku sebagai ibunya. Perkembangan Anin secara keseluruhan sangat baik. Puji Tuhan.
Di usia 2 tahun ini Anin sudah banyak bicara, bahkan sangat banyak.
Bereksperimen dengan apapun akan dilakukan dengan senang hati.
Motorik kasar tampak dalam keseharian Anin dan dilakukannya dengan baik, seperti • melompat-lompat • berjalan mundur dan jinjit • menendang bola • memanjat meja atau tempat tidur • naik tangga dan lompat di anak tangga terakhir • berdiri dengan 1 kaki. Bahkan yang terakhir dilakukan, Anin sempat rolling depan yang membuatku jantungan.
Sementara motorik halus seperti • mencoret-coret dengan 1 tangan • menggambar garis tak beraturan • memegang pensil • belajar menggunting • melepaskan celana, Anin sudah bisa melakukan.

Beberapa perkembangan lain Anin itu adalah:
- mulai suka menyanyi lagu-lagu yang sering didengarnya atau yang pernah diajarkan.
- mengenal warna dan mengulang urutan warna, menunjukkan warna tersebut terhadap benda lain.
- mampu memahami kondisi dan sikap yang diperlukan ketika aku mintai tolong.
- sudah bisa difoto dengan senyuman.
- makan sendiri dan minum sendiri, memilih makanan dan minuman lalu menghabiskannya.
- mengatakan kalau perlu pipis/pup lalu ke kamar mandi.
- menjalani proses lepas ASI tanpa ada drama.
- memeluk sayang, meminta maaf, berterimakasih sudah bisa ditunjukkan Anin.

Sepertinya perlu eksplorasi ke arah fisik di waktu mendatang, melihat betapa lincahnya Anin.
Walaupun berat badan jauh lebih kecil jika dibandingkan Abi, namun daya tahan tubuhnya ternyata sangat kuat.

Selamat ya Nduk atas pencapaianmu.
Mama Papa Mas Abi selalu menemanimu.



-Tuhan Memberkati-

Tuesday, January 10, 2017

Tema Keluarga 2017

Untuk pertama kalinya aku dan Aji iseng-iseng berhadiah mencanangkan sebuah tema keluarga dalam perjalanan tahun 2017 ini.
Kilas balik pengalaman yang mampir dalam proses berkeluarga hingga detik ini, membawaku semakin memahami cara alam semesta bekerja.
Selain itu, apa yang terjadi seolah memberikan ruang yang sangat luas dan kesempatan lebar untuk membukakan mata Abimanyu tentang arti kehidupan. Sesuai dengan pemahaman anak-anak yang luar biasa logis dan polos. Bersamaan pula dengan proses pembelajaran aku dan Aji tentu saja.

Tahun 2017 ini tema baru dilemparkan.
Petualangan - Olah Raga - Berbagi.
Semoga berjalan sesuai rencana.

Petualangan...
Rasanya sudah tiba waktu kami untuk mengajak Abi mengenal berbagai tempat secara nyata. Anin juga sudah bisa diajak bekerja sama untuk mengerti situasi. Mengenal berbagai tempat kepada Abi dengan harapan pemaparan berbagai elemen kehidupan yang ada di tempat itu bisa diketahui dan dipahami oleh Abi. Kemudian ada kesempatan bagi Abi untuk belajar menarasikan hasil "analisa" tempat tersebut. Aku yakin akan ada banyak proses pembelajaran di petualangan ini.



Olah Raga...
Tema ini adalah milik Abi. Maksudnya, Abi yang memilih sendiri di tahun 2017 Abi ingin memperkaya bidang olah raga lebih banyak ketimbang di tahun sebelumnya. Maka kami pun mengikuti keputusannya. Anin sementara ini selalu mengikuti tingkah Abi. Cocoklah.



Berbagi...
Tema ini selalu muncul di benakku dan Aji setiap waktu. Selama kita bisa berbagi marilah kita berbagi. Apapun yang kita miliki dan bagikan pasti akan berguna untuk orang lain. Entah dalam sudut pandang yang seperti apa.



It seems a simple plan, but we'll see.
-Tuhan Memberkati-

Saturday, December 17, 2016

Abi dan Anin

Rasanya belum terlalu lama ketika aku masih bisa fokus menemani Abi sambil menggendong Anin atau menyusui Anin.
Menginjak Tahun 2016, seolah diriku menjadi dua.
Di satu sisi aku perlu fokus menemani Abi yang kegiatannya sudah mulai agak mendalam.
Sementara di sisi lain Anin mulai perlu ditemani juga all day long.

Memang waktu berlalu sangat cepat ya.
Hingga saat ini masih berusaha membagi dengan baik menjadi dua, baik porsi lahir maupun batin ke Abi dan Anin.
Sangat salut dengan para sahabat yang memiliki anak lebih dari dua.

Menjelang 8 tahun usia Abimanyu, dengan tubuh yang besar alias bongsor seperti anak berusia 10 tahun, mulai menunjukkan kemandiriannya. Terutama dalam keseharian membantuku membereskan rumah, memasak, membantu membawa barang ketika berbelanja, dan membantu apa saja on the spot ketika hanya bertiga berpetualang.
Aku sangat bersyukur, Abi juga sabar menemani dan menjaga Anin ketika diperlukan.
Abi mengalah dan sangat mengerti ketika aku perlu fokus ke Anin lebih banyak di saat tertentu dan atau ketika aku perlu menjalankan kegiatanku. Terimakasih ya Mas.
Di usia 7 tahun akhir ini Abi mulai suka dengan kegiatan fisik. Entah itu olahraga multilateral, futsal, dance, kungfu, atau parkour. Menurut Abi kegiatan-kegiatan fisik itu sangat keren.
Ya! Abi sudah mulai mengenal dan selalu ingin menjadi anak yang cool. Lucu deh.
Abi menyatakan ingin meningkatkan kemampuannya di bidang-bidang tersebut di atas saat ini.
Baiklah, kami ikuti saja. Semoga membuahkan hasil baik.
Di bidang musik, Abi sudah bisa menciptakan beberapa lagu instrumen dengan keyboard. Akan lebih baik jika dimodifikasi dengan midi memang, sepertinya menjadi agenda tahun depan saja.Bidang otomotif sementara ini Abi masih meng-update pengetahuan tentang jenis mobil.
Sementara, game - code - typing - menulis - menggambar - narasi - read aloud - virtual travel saat ini seolah hanya mengikuti waktu kosong saja.
Aku mencoba mengikuti dulu saja kemana arah laku Abi.
Selain itu, Abi mulai mengungkapkan banyak pertanyaan mendalam seputar emosi manusia, norma sosial, hubungan antara manusia, ras suku dan agama. Memang sudah waktunya juga.
Waktu tepat mendisuksikan hal ini dengan Abi hanyalah di malam hari, ketika Anin sudah terlelap.
Dan kegiatan ini terkadang sebagai bedtime story kami ketika tidak membaca buku cerita alias si mama capek. Walaupun diskusi hal ini juga ternyata menguras energiku hehe..
Pemahaman tentang 4E mulai aku bagikan ke Abi. Bagaimana mencapai mimpi, apa saja yang perlu dilakukan mencapai mimpi baik secara teknis pengetahuan yang perlu dimiliki maupun secara psikologis body mind and spirit yang perlu diolah.
Menjelaskan ke Abi perlu menggunakan gambar, atau secara visual. Cara ini lebih memudahkan Abi untuk paham daripada hanya diucapkan.
Kami yakin setiap anak memiliki caranya sendiri untuk meningkatkan diri.


Menjelang 2 tahun usia Anindhita, memiliki tubuh yang tinggi diantara anak-anak seusianya namun lebih mungil jika dibandingkan Abi di usia yang sama.
Anin sudah makan apa saja yang kami makan dan masih menyusu ASI.
Walaupun saat mulai berjalan dulu agak lambat - sekitar 14 bulan jalan - perkembangan motorik Anin sangat cepat. Antara lain sudah bisa menuang air dari dispenser ke gelas, makan dengan sendok, lompat dan loncat, naik turun tangga, mengambil dan memasukkan benda kecil ke lubang, corat-coret, dan mandi.
Kemampuan berbicara Anin juga cepat. Hingga saat ini Anin sudah sangat banyak bicara dan mengerti ketika diajak bicara lalu menjawab. Mulai suka dan sering menyanyi sambil bergoyang menari, bahkan terkadang ikut berlatih dance bersama Abi.
Sudah mulai bisa mengatakan tidak suka dan memilih yang disukainya lalu mempertahankan keingingannya dengan menangis. Terkadang menangis dijadikan alat ampuh supaya terpenuhi.
Dan tingkah jahil mulai muncul di Anin. Hmm..
Peluru-peluru sabar sudah saatnya ditembakkan lebih sering sekarang.





















Sungguh banyak pelajaran yang Abi dan Anin berikan kepada kami berdua sebagai orangtua.
Namun kurasakan lebih dalam lagi untukku sebagai seorang ibu.
Di luar segala keisengan mereka sehari-hari, aku sungguh bersyukur mereka adalah anak-anak yang sangat mau mengerti dengan kondisi orangtuanya. Aku belajar banyak dari kesabaran mereka yang sebegitu besar.
Terimakasih Tuhan atas kesempatan menjadi orangtua mereka.

-Tuhan Memberkati-