Monday, December 4, 2017

Museum Kereta Api Ambarawa

Dalam perjalanan ke Jogja awal bulan Desember ini, kami sempatkan untuk mampir ke Museum Kereta Api di Ambarawa. Rencana dadakan ini justru kesampaian karena perjalanan dari Jakarta yang agak tersendat dan cukup membuat lelah hati (#eeaa).

Setelah sebelumnya mengisi perut supaya lebih "ceria" di Soto Selan, Depok - Semarang dan mampi juga ke Sam Poo Kong, pilihan destinasi selanjutnya adalah Museum ini. Dulu kami pernah mengunjungi ketika masih belum menikah. Setelah anak-anak besar justru belum pernah mampir ke sini.




Wednesday, November 22, 2017

DeKuLing: De Kaplongan Ngulik Homeschooling

DEKULING
De Kaplongan Ngulik Homeschooling

Lebih tepatnya adalah komunitas yang terbentuk di Jalan Kaplongan Raya yang kemudian lebih sering disebut "DeKaplongan" atau DK.
DK ingin berbagi cerita untuk mengulik (membahas) bersama lebih detil tentang apakah itu homeschooling, bagaimana memulainya, lalu apa yang menjadi kegalauan, pertimbangan, dan faktor penting dalam proses berjalannya homeschooling.

Dan hari ini kami ditemani oleh 20 teman dari berbagai area di Jakarta dan Tangerang bersama anak-anaknya mengulik tentang lika-liku Homeschooling.
Kalau tidak salah 18 teman yang masih dalam tahap menimbang homeschooling dan ingin tahu lebih detil bagaimana proses homeschooling ini berjalan.

Setelah berkumpul, Annette memulai berbagi cerita tentang latar belakang DeKuLing.
Dilanjutkan dengan menceritakan pengalaman homeschooling masing-masing keluarga DK, ditambah cerita dari Sukma dan Mba Dwi.

Hati ini rasanya bahagia penuh suka cita ketika dapat berbagi cerita yang kemudian dapat memberikan warna baru, pengetahuan baru, dan sesuatu yang diakhiri dengan "ooo yayaya...".

Aku mengambil informasi dari http://www.home-school.com/news/history-of-homeschooling.php tentang alasan orangtua di negeri seberang mengapa memilih homeschooling di bawah ini. Tampaknya relatif sangat familiar dengan alasan orangtua di Indonesia.




Monday, November 13, 2017

Singapore Johor Bahru Trip - Day 1

Pengalaman pertama kami sekeluarga berpetualang di negeri seberang. Singapore dan Johor Bahru terpilih sebagai destinasi luar negeri pertama keluarga kami.
Selama 6 hari, kami berangkat tanggal 6 Nov 2017 hingga 11 Nov 2017.

Petualangan ini menjadi salah satu resolusi keluarga di Tahun 2017 ini. Kesempatan yang mewujudkan hal ini pun datang tak terduga. Segalanya tampak sangat terbuka. Proses pembuatan paspor juga sangat cepat. Kami memilih membuat paspor melalui Kantor Imigrasi Khusus Kelas 1 di Warung Buncit. Prosedur di Kantor Imigrasi ini sangat tertata dan tertib, cukup 1 minggu paspor kami telah selesai.


Hari Pertama, 6 Nov 17

Kami terbang dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng menuju Bandara Changi Singapore pada pukul 8.25 dengan pesawat Garuda Indonesia.

Penerbangan Garuda Indonesia destinasi luar negeri ada di Terminal 3.



Monday, October 30, 2017

OASEKids: Juara 1 Lomba Dongeng Anak Nusantara


Sekitar awal Oktober 2017, flyer ini tersebar luas di medsos. Informasi tentang Lomba Dongeng Anak Nusantara pun sampai ke telinga para orang tua di seluruh penjuru, termasuk orang tua OASEKids.

OASEKids adalah anak-anak Pramuka usia Siaga yang berkegiatan bersama di Klub OASE di Rumah Inspirasi, Cipinang, Jakarta Timur.

Setelah sounding dan rembugan, akhirnya diputuskan untuk mengikuti Lomba ini walaupun dalam waktu yang singkat untuk mempersiapkan hal-hal penting terkait dengan persyaratannya.


OASEKids memilih judul Dongeng "Muzakir dan Dermawan". Dongeng ini dirasa sangat mengena makna ceritanya dan sangat lekat dengan keseharian di dunia nyata.


Saturday, September 30, 2017

DK: Emak Belajar Konsep Matematika

Selama 1 bulan di Bulan September ini, para emak DK diberi kesempatan untuk belajar tentang konsep matematika. Konsep matematika itu sangat berbeda dari yang kita tahu selama ini ternyata. Paling tidak bagi kami angkatan tahun 90-an hehe...
Belajar membongkar mindset yang selama ini melabeli "matematika" itu dengan semata-mata "hitungan" saja ternyata sangat membutuhkan waktu yang lumayan. Untung saja, BuCik Siti Andriani sangat sabar dan telaten berbagi ilmu luar biasanya kepada kami. Terimakasih ya Mba!

Sebenarnya kata matematika itu sendiri mengandung makna yang sangat dalam.
Apa yang kita dapatkan dari belajar matematika?
1. kalkulasi
2. aplikasi
3. inspirasi
4. spiritual

Yang selama ini kita tahu matematika adalah hitung-menghitung semata, itu permulaan saja. Karena dari kalkukasi akan  memunculkan sebuah aplikasi. Sebagai contoh bahwa bilangan pangkat berasal dari proses pembelahan sel amoeba, dari 2 membelah 4 dst.
Kalau diceritakan secara gamblang kepada anak-anak, tampaknya akan lebih mudah melekat karena berawal dari sebuah pemahaman konsep ya.

Contoh lain juga adalah bentuk geometri. Bentuk geometri yang ada di bangunan-bangunan bersejarah jika diteliti akan memunculkan sebuah makna yang bisa disambungkan juga pada akhirnya kepada inspirasi dan spiritual yang berpengaruh kepada jiwa seorang manusia.

Belajar melihat sebuah pola merupakan hal mendasar yang sangat penting, terutama untuk anak-anak. Sebagai contoh adalah Deret Fibbonaci: 1, 1, 2, 3, 5, 8, ..... selisih angka-angka tersebut adalah 1,168 yang dikenal dengan sebutan Golden Ratio. Bilangan ini diaplikasikan di kerang, tulang, buah pinus, petal bunga matahari, capung, dan lebah.

Imajinasi yang luar biasa ya.



"Everybody born to be a math person" (Siti Andriani)

Friday, August 25, 2017

Education Website sebagai Sarana Belajar

Sebagai homeschooler apa saja dapat menjadi sarana dan prasarana belajar. Termasuk belajar melalui online atau website yang menyediakan fitur-fitur mata pelajaran baik berbayar maupun gratis.

Abimanyu mencoba beberapa education website sejak usia 4tahun. Berganti-ganti tentu saja, karena masing-masing website mempunyai model tampilan dan sistem belajar berbeda. Setiap anak akan menyesuaikan dengan kenyamanannya mempelajari sesuatu melalui website ini.

Tak hanya si anak yang belajar sebenarnya. Pendamping atau orang tua lebih baik terlibat ketika anak sedang berpetualang di dunia maya ini. Banyak game seru yang mengasah kemampuan berimajinasinya yang nantinya akan membentuk logika dengan baik ketika orang tua ikut menjelaskan.


Image result for online learning children
taken from "baystateparent Magazine"

Thursday, August 24, 2017

DK: Grafitti - Membaca Lantang & Narasi - Membuat Es Krim


Hari Rabu ini dikejutkan dengan agenda dadakan yang diciptakan sendiri oleh the boys. Setelah berkumpul, mereka langsung asyik sendiri mengagumi gambar grafiti huruf yang dibuat Josh. Serta merta dengan sendirinya mereka saling menantang diri masing-masing dan meminta Josh untuk mengajarkan grafiti kepada mereka.

Wah... memang ya, ketika anak-anak diberi ruang luas mereka akan beradaptasi dengan sendirinya dan mampu menyerap ilmu baru dengan cepat dan sangat efektif.
Hanya dalam hitungan detik saja, tampak mereka sudah berkumpul di meja bundar di samping rumah Kaplongan dengan selembar kertas dan spidol warna-warni. Entah kapan dan dari mana mereka mempersiapkan semuanya itu.
Terkadang terdengar Josh menjelaskan bagaimana memulai menuangkan ide ke dalam grafitti itu, di lain waktu terdengar gelak tawa mereka mungkin karena hasil gambar yang lucu hingga saling meledek. Tak apalah...




Thursday, August 17, 2017

Jakarta Walking Tour with Jakarta Food Traveler


Selasa 15 Agustus 2017 kami bergabung dengan Jakarta Food Traveler yang mengadakan agenda Jakarta Walking Tour yang mengulik seluk beluk Menteng. Hampir semua yang dikunjungi berhubungan dengan Presiden.

Rutenya adalah:
Museum Naskah Proklamasi - Gereja Ayam- Taman Surapati - Sekolah Obama + Jajan2 ala sekolahan - Rumah Dinas Gubernur DKI - Rumah Cendana Soeharto - Martha Cake Shop (cake shop langganan pejabat2) - Tugu Kunskring.


Jam 9.00 kami siap di depan gedung apartemen untuk menunggu jemputan grab.
Kami berangkat bersama Annette dan Domi dari Kelapa Gading.
Sementara itu Abi dan Anin cemal-cemil sarapan sembari menunggu.

Tak hentinya Abi bertanya tentang rute perjalanan JWT kali ini. Sementara Anin tak hentinya mondar-mandir, lompat-lompat, naik turun di konblok dan rerumputan sekitar situ. Yah biarlah heboh sendiri.


Titik kumpul pertama JWT, sebagai destinasi pertama, adalah di Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jl. Imam Bonjol. Perjalanan dari Green Pramuka ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi sekitar 20menit. Sesampainya di sana sudah hampir semua peserta JWT berkumpul. Setelah briefing, kami bersama-sama memasuki museum.