Sunday, June 18, 2017

Berpetualang di Kidzania - 3rd

Tak terasa sudah melewatkan 3 tahun setelah terakhir mengunjungi Kidzania di tahun 2014.
Ceritanya di sini:
http://www.warnawarnikami.com/2014/06/berpetualang-di-kidzania.html
http://www.warnawarnikami.com/2014/07/berpetualang-di-kidzania-2nd.html

Promo tiket masuk anak dan dewasa adalah Rp. 75,000.
Harga tiket normal untuk hari biasa: Usia <6 150="" 50.000="" 6-16="" dan="" tahun="Rp." usia="">16 tahun = 100,000.
Untuk Weekend, harga tiket masing-masing naik Rp. 50,000 dari Harga Normal.
Untuk Hari Libur Nasional, harga tiket naik lagi Rp. 50,000 dari Harga Weekend.

Kali ini Abi berpetualang bersama teman-teman tanpa aku mendampinginya.


Dari awal mengantri di depan loket bersama grup untuk mendapatkan gelang sebagai tiket masuk, lalu melewati security check point dengan bekalnya, dan kemudian memilih wahana yang dapat dimainkan dalam waktu 5 jam.

Beberapa wahana sudah dicoba Abi ketika berpetualang 3 tahun lalu dan ternyata dia masih ingat. Dari cerita Abi yang sangat berapi-api, dia menunjukkan kebanggaannya ketika sanggup berpencar dari temannya karena memilih wahana berbeda. Walaupun sempat panik karena agak tersesat, tapi akhirnya Abi menemukan kembali grupnya.

Petualangan Abi adalah sebagai berikut:

1. Wahana BRI Banking, belajar menabung dan membuat ATM.

2. Wahana Aqua, belajar tentang proses penyulingan air dari gunung hingga menjadi air minum yang diminum oleh masyarakat pada umumnya.

3. Wahana Kompas, menjadi reporter dan belajar membuat berita yang kemudian dicetak dalam bentuk surat kabar.

4. Wahana Motor, membuat SIM C dan belajar naik motor.

5. Wahana Mobil, membuat SIM A, karena SIM yang dulu entah kemana.

6. Wahana Farmasi, belajar memilih racikan obat dan cek apakah obat ini cocok atau sesuai dengan resepnya.

7. Wahana Metro TV, belajar menjadi reporter untuk tayangan televisi.

8. Wahana Cleaning, Abi mengulang lagi membersihkan kaca. Katanya, "mumpung kosong dan masih ada sisa waktu".


Berhubung sendirian di dalam, jadi tidak ada dokumentasi deh.
Namun aku salut dengan keberaniannya dalam mengambil keputusan di setiap wahana yang dipilihnya termasuk bagaimana mengurus diri sendiri di dalam tempat bermain tersebut.


Image may contain: 14 people, people smiling
Photo is taken from FB Stephanie Marvella



Kapan-kapan kita main berempat ya Mas..


-Tuhan Memberkati-


Wednesday, June 14, 2017

Anin Suka Menyanyi

"Panteeesssss.... kan mama papanya suka nyanyi..."
Begitulah reaksi spontan kebanyakan orang ketika mendengar Anin menyanyi.
Ya mungkin memang begitu. Sejak dalam kandungan, Anin kuajak mondar-mandir melatih paduan suara dan vokal grup di beberapa tempat. Dari latihan hingga tampil di acara pernikahan ataupun misa syukur. Bahkan sampai Anin lahir, masih juga digendong kemana-mana untuk bernyanyi.

Di usia 1 tahun, Anin menunjukkan kesukaannya pada musik melalui mata dan goyangan sederhana badannya. Dia akan terhenti sejenak dari kegiatannya ketika ada musik lalu bergoyang. Seolah merasakan "oh ada musik..." (menurutku sih).

Anin mulai menyanyi ala kadarnya menjelang usia 2 tahun dan sekarang ini sudah lebih lancar untuk lagu-lagu anak baik Indonesia maupun Inggris. Sebagian Anin belajar dari video youtube dan lainnya belajar dari kami.

Nada yang dinyanyikan Anin pun pas dengan lagunya. Ekspresi dalam bernyanyi jangan ditanya deh. Kadang berlebihan sampai alisnya naik-naik begitu. Kalau diminta untuk menyanyi lebih keras, mulutnya ikut mringis. Hanya saja. ketika lagunya bernada minor atau sedih, maka otomatis Anin akan gagal menyanyi dan memilih menangis. Hehe..

Anak-anak memang suka menyanyi pada dasarnya. Apalagi kita mengajak mereka dengan menyanyi disertai mimik muka yang heboh, pasti lebih suka. 
Membaca di https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.co.id/2013/03/manfaat-menyanyi-untuk-anak.html, salah satu hal yang menarik adalah bahwa menyanyi ternyata sangat baik untuk kesehatan anak. 

Professor Graham Welch, seorang Profesor dari sekolah musik di Institut Pendidikan, Universitas London, Inggris, mengungkapkan: 
"bernyanyi ternyata merupakan kegiatan yang menyehatkan bagi seseorang"

Bernyanyi itu menyehatkan, karena :
  • Bernyanyi merupakan sebuah aktivitas senam yang mampu meningkatkan pasokan oksigen ke aliran darah di seluruh tubuh dan meningkatkan efisiensi sistem kadiovaskular (jantung), sehingga menyehatkan jantung.
  • Ketika bernyanyi aliran oksigen mengalir lebih lancar ke seluruh tubuh anak,  meningkatkan kemampuan refleks dan kewaspadaan anak.
  • Saat bernyanyi, hampir sebagian besar otot-otot di sekitar perut (diafragma) akan bekerja dan ini dianggap sebagai latihan yang sangat baik untuk otot tubuh bagian atas, termasuk latihan pernafasan dan latihan pada otot jantung dan paru-paru.
  • Dengan bernyanyi, ekspresi anak muncul, lebih lega dan semangat lagi. Aktivitas bernyanyi juga mampu menurunkan tingkat stres anak melalui kerja sistem endokrin tubuh anak yang berhubungan dengan perasaan merasa nyaman, hangat, dan lebih baik. 
  • Bernyanyi mampu membuat perasaan lebih baik karena dilepaskannya hormon endorfin ke seluruh tubuh saat anak bernyanyi dengan ceria, sehingga sangat baik bagi kesehatan psikis anak.
  • Di US Journal of Behavioral Medicine (berdasarkan studi di Universitas Frankfurt, Jerman) menyebutkan bahwa menyanyi dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Para peneliti melakukan tes darah pada anggota kelompok paduan suara profesional di Frankfurt, tes darah dilakukan 60 menit sebelum dan sesudah latihan menyanyi. Dari penelitian tersebut, diperoleh bahwa konsentrasi imunoglobulin A, protein yang ada dalam sistem imun tubuh manusia yang berfungsi sebagai antibodi ternyata meningkat dengan signifikan selama kegiatan menyanyi berlangsung. Hal ini tentunya juga terjadi terhadap anak-anak, dengan kegiatan menyanyi mereka akan meningkatkan daya tahan tubuh mereka terhadap penyakit.

Selain itu, bernyanyi juga bermanfaat sebagai terapi. Terapi apa saja?
  1. Menyanyikan "vokal a" pendek misalnya "aahh" selama 2 – 3 menit dapat membantu mengusir kegundahan. Menyanyi akan melepaskan oksigen keseluruh tubuh, melepaskan hormon endorfin yang bisa memperbaiki mood.
  2. Menyanyikan "vokal e" panjang dapat menstimulasi kelenjar pineal, kelenjar yang mengontrol jam biologis tubuh manusia dan dapat meningkatkan kewaspadaan.
  3. Menyanyikan "vokal e" pendek dapat menstimulasi kelenjar tiroid yang dapat mensekresi hormon yang mengatur kecepatan sistem pencernaan dalam tubuh.
  4. Menyanyikan "vokal o" panjang di lautan dapat menstimulasi pankreas yang mengatur gula darah. Hal ini berarti menyanyi juga dapat menurunkan kadar gula darah.
  5. Menyanyikan "vokal double O" (O dua kali) dapat memperkuat imunitas dan mengaktifkan limpa yang mengatur produksi sel darah putih.

Wah, ternyata banyak sekali ya manfaatnya, tidak hanya untuk anak-anak namun juga untuk kita yang dewasa. Yuk kita bernyanyi!


video
Anin yang tidak tahan untuk tidak bergoyang saat mendengar lagu


video
Anin 2.5th menyanyikan Lagu "If You're Happy" sambil bergoyang


video
Anin 2th menyanyikan Lagu Topi Saya Bundar & Finger Family



-Tuhan Memberkati-

Tuesday, June 13, 2017

Belajar Melalui Sebuah Proyek di Gunung Mas Puncak

Salah satu proses belajar dalam keseharian homeschooling Abimanyu adalah belajar melalui sebuah proyek.

video

 
Sebelum memulai sebuah proyek, kami akan berdiskusi bersama tentang topik proyek yang akan dilakukan. Beberapa waktu lalu Abi menyampaikan kepada kami bahwa dia ingin jalan-jalan ke kebun teh. Weekend kemarin keinginan itu bisa terwujud.

Kami memilih tempat di Graha Gunung Mas di Puncak. Tempat menginap yang asri dan bisa langsung jalan-jalan ke kebun teh di sekitar villa. Ketika aku mencoba menghubungi pihak Gunung Mas tentang tempat menginap, ternyata ada diskon 50% dalam promo ramadhan mereka. Wah, kebetulan sekali ini.

Abi memutuskan trip ke kebun teh di Gunung Mas ini sebagai proyeknya.
Caranya adalah dengan mem-video-kan apa saja yang ada di Gunung Mas.
Abi belajar cara memotret, cara membuat video, bercerita dengan runtut, lalu mengenal obyek yang ada di sekitar Gunung Mas tersebut.
Lalu nantinya Abi belajar mengedit video yang kemudian akan diunggah ke media sosial.

Salut juga dengan Abimanyu yang dengan gigih mencoba mendokumentasikan setiap obyek yang ditemuinya juga mencari tahu informasinya di google atau bertanya kepada orang. Termasuk menceritakan dengan detil apa obyek tersebut.


Suasana asri di sekitar penginapan Gunung Mas sangat indah

Proses Abi membuat video

Abi bertanya kepada petugas hotel tentang angkutan umum yang lewat

Gunung Mas ini sangat asri dan sejuk juga tenang.
Cocok bagi tujuan liburan keluarga yang ingin "lari" sejenak dari rutinitas kota.
Ada kamar hotel standar dan VIP yang cukup lebar untuk 4 orang, ada juga bentuk rumah tersendiri yang cukup untuk 8-10 orang.
Untuk grounding anak dan orang dewasa juga sangat aman dan nyaman.

Spot di dekat kantor marketing yang bagus juga untuk foto
Penginapan Gunung Mas dikelilingi oleh perkebunan teh. Ada yang di atas, ada juga yang di bawah. Perkebunan di atas petaknya kecil-kecil dan kita melewati desa penduduk terlebih dahulu.  Sementara perkebunan teh di bawah lebih luas.

Berfoto di perkebunan teh yang terletak di dekat penginapan

Perkebunan teh yang ada di seberang penginapan


Kami menginap di sana saat bulan puasa, sehingga tidak mendapatkan kesempatan untuk merasakan menu masakan ala Gunung Mas. Namun secara keseluruhan Gunung Mas ini sangat recommended untuk berlibur, bermain dan belajar.


-Tuhan Memberkati-

Monday, May 29, 2017

Boys Sale Charity Project 2

Boys Sale Charity Project (BSCP) 2 merupakan aksi lanjut dari BSCP 1 yang diceritakan di sini.

Turut senang ketika anak-anak sangat menikmati proses belajar ini.
Walaupun lelah karena mengukur sebuah pakaian membutuhkan mata teliti dan jeli saat menggunakan metelin.
Ketika menuliskan ukuran-ukuran tersebut di setiap pakaian juga memerlukan ketekunan yang tidak sebentar.
Dan tak jarang the boys ini saling berdebat antara ukuran yang benar, atau cara melipat yang benar, atau juga siapa yang sudah melipat siapa yang sudah mengukur. Begitulah..

Para pemesan sangat berminat dengan proyek ini dan menyampaikan untuk diadakan lagi.
Di saat yang bersamaan, ada cerita dari Ibu Ines Setiawan yang beberapa waktu sebelumnya berkunjung ke Kepulaian Mentawai bersama timnya.

Mendengarkan cerita Ibu Ines, tak hanya the boys, namun para emak pun tersentuh.
Dengan harapan dapat membantu teman-teman di Mentawai melalui BSCP, maka the boys pun mengadakan BSCP2.

Pakaian layak pakai dari beberapa teman pun dikumpulkan.
Prosedur BSCP pun dilakukan the boys seperti proyek yang sebelumnya.

Pakaian dan sepatu layak pakai sebagian dimasukkan dalam proyek BSCP2 dan sebagian lagi akan langsung dikirimkan untuk teman-teman di Mentawai.
Juga buku-buku pelajaran dan pengetahuan dikumpulkan dari beberapa relasi untuk belajar teman-teman di Mentawai.

Pengiriman paket ke Mentawai mencapai 5 kardus sedang, akan dijalankan di awal Juni 2017.
Semoga menjadi berkat bagi teman-teman di sana.

video

Mari terus berbagi...


-Tuhan Memberkati-


Sunday, May 28, 2017

Ketika Tantrum Anin Datang

Usia 2-3tahun adalah masa dimana sang anak mulai mengenal berbagai macam emosi yang bergejolak terasa di dalam tubuhnya, termasuk emosi kekecewaan.
Terkadang kita sebagai orangtua lebih banyak memandangnya dan memberinya label bandel, nakal, ribet, dan berakhir dengan merepotkan dan melelahkan.
Sementara, sang anak sedang berusaha keras dalam proses belajarnya.

Dikutip dari Colorado State University Extension, R.J. Fetsch and B. Jacobson mengatakan bahwa tantrum biasanya terjadi pada usia 2 sampai 3 tahun ketika anak-anak membentuk kesadaran diri. Balita belum cukup memahami kata "aku" dan "keinginan dirinya" tetapi sangat mudah untuk tahu bagaimana memuaskan apa yang diinginkan. Tantrum adalah hasil dari energi tinggi dan kemampuan yang tidak mencukupi dalam mengungkapkan keinginan atau kebutuhan "dalam bentuk kata-kata"




Tahun ini Anin menginjak usia 2 tahun.
Dengan sifat Anin yang gigih dan teguh, tantrumnya lebih sering muncul dibandingkan dengan kakaknya di usia yang sama. Ketika keinginannya belum dapat terpenuhi maka Anin akan berusaha dengan segala upaya untuk terpenuhi, apalagi jika kondisi tubuh dan mood sedang kurang nyaman.
Tantrum Anin terbilang tidak terlalu parah. Biasanya sikap tantrum Anin adalah berteriak, menangis, dan terakhir kadang-kadang menarik bajuku.





Aku membiasakan untuk selalu menomorsatukan memeluk, diskusi, dan tatap mata.
Terutama saat menghadapi situasi tantrum ini.


Diskusi dalam hal ini adalah mengajaknya bicara dengan kata-kata singkat, to the point, pertanyaan pilihan, dan berakhir dengan kesepakatan sesuatu hal.
Ketika melanggar kesepakatan biasanya aku akan mengajak Anin menenangkan diri terlebih dahulu beberapa saat dan aku menemaninya.
Sesaat kemudian, biasanya Anin akan tenang dan mengajakku berbicara.
Diskusi dan tatap mata kembali dilakukan dan diakhiri dengan pelukan.

Jika level tantrum lebih tinggi, biasanya aku tunggu hingga Anin tenang.
Memeluk atau hanya memandangnya, tergantung sikap tubuh Anin akan mengiyakan atau tidak.  Yang penting hanyalah menemani ketika Anin sedang menangis sejadinya.

Kesabaran dan kekuatan hati memang menjadi bekal kuat di saat-saat ini.
Justru tugas kita adalah membantu anak-anak untuk menghadapi sesuatu yang baru yang terjadi dalam jiwa, pikiran, dan tubuh mereka.



-Tuhan Membekati-

Friday, May 12, 2017

Compassionate Parenting with Gobind Vashdev

Setelah sekian lama, akhirnya kami dipertemukan dengan Pak Gobind Vashdev beserta keluarganya, Mba Tika dan Rigpa. Dan seperti rumor yang terdengar bahwa beliau tidak mengenakan alas kaki, itu sangat benar. 5tahun sudah beliau menjalaninya. Juga termasuk tidak lagi menggunakan bahan kimia sabun dan shampo untuk membersihkan diri.

Aku diberi kesempatan oleh alam semesta untuk menyegarkan kembali dan menimba ilmu pengetahuan baru \tentang pola asuh anak atau parenting. Materi yang dibawakan Pak Gobind adalah Compassionate Parenting, atau jika dibahasa-Indonesiakan kurang lebihnya adalah "Pola Asuh Anak yang Welas Asih".

Welas Asih, jika diartikan word by word adalah penuh kasih sayang.
Namun justru dibalik dua kata itu mengandung pengertian bahwa welas asih tidak berarti kasih sayang yang lemah lembut melainkan bisa cinta yang tegas dan kuat.


"FOCUS ON YOURSELF"
Dalam seminar ini bukan lalu ujug-ujug membahas tips dan trik menghadapi anak kita dalam keseharian. Namun yang lebih digarisbawahi adalah penguasaan diri kita sebagai orang tua (ayah dan ibu) dan faktor apa yang mempengaruhi.

Sebenarnya, yang menjadi hambatan besar atau munculnya sebuah kejadian tidak nyaman antara kita dan anak-anak adalah diri kita sendiri.


Diri kita dengan berbagai ekspektasi, adanya doktrin/program yang kita percayai sejak kita masih kecil, yang kemudian dibungkus dengan berbagai emosi.

Sehingga, semakin kita fokus pada diri kita sendiri, kita semakin memahami kontrol diri, maka semakin kita dapat memperbaiki diri dalam menemani anak kita menjalankan fitrahnya.

Inti dari sharing Pak Gobind adalah :

"WHAT WE ARE ... WHAT WE EAT"
Dalam hal ini bukan "eat" yang dalam arti harafiah berarti "makan", melainkan lebih pada arti "konsumsi". Bukan juga hanya melulu melalui mulut, namun juga melalui mata, telinga, dan hidung.

Ketika kita mengkonsumsi tontonan yang kurang memberdayakan, sebagai contoh sinetron yang bercerita tentang kedengkian, maka secara tak sadar kejadian-kejadian yang terkait dengan kedengkian pun akan hadir menemani kita secara nyata dalam keseharian. Termasuk mempengaruhi sikap kita dan bagaimana kita dalam mendidik anak setiap harinya.

Satu lagi yang sangat benar adalah : PERILAKU ITU MENULAR

Aku lebih memahaminya sebagai intensi yang tak sadar. Sebagai contoh, melanjutkan contoh di atas, ketika sering menonton sinetron bertemakan kedengkian, maka intensi kita tanpa sadar akan berulang tentang hal yang sama. Jadilah perilaku orang di sekitar kita bahkan sangat mungkin tanpa sadar kita pun akan terbawa oleh apa yang kita intensikan tersebut.


"GROUNDING IS NEEDED INDEED"
GROUNDING adalah salah satu action yang bisa membantu kita untuk lebih fokus terhadap perkembangan diri kita sebagai orang tua dan akan lebih seru juga ketika bersama anak-anak.

Belakangan ini kita lebih banyak menerima ion positif dari sang matahari sementara dari bumi sudah sangat berkurang.

Menurut penelitian yang disampaikan Pak Gobind :




Penting untuk lebih sering Grounding/Earthing nih....


"KNOWING YOUR LEARNING STYLE"
Mengenal LEARNING STYLE ANALYSIS (LSA) juga menjadi bekal yang tak kalah penting untuk amunisi kita berinteraksi dengan mereka. Perkembangan penelitian tentang gaya belajar ini sangat pesat. LSA tidak hanya terpaku pada otak kiri dan otak kanan, namun juga teranalisis dalam berbagai sudut pandang.





Dengan memahami LSA, kita bisa lebih mudah mengajak anak untuk berkomunikasi yang tepat sasaran. Sebagai contoh, anak yang kinestetik akan lebih mudah diberi pengertian dengan kondisi sambil bergerak. Atau juga anak bertipe visual dan alone, akan lebih mudah dan cepat menerima pengetahuan baru dengan menggambarkannya di saat nyaman sendirian.


"CRITICAL THINKERS CHILDREN"
Kemudian, apa yang membuat hubungan kita dengan anak-anak itu adem ayem?

Tidak lain tidak bukan adalah ketika ada PENGERTIAN/UNDERSTANDING.

Maka ketika menghadapi suatu kejadian dengan anak, bukan solusi yang dicari melainkan pengertian di balik kejadian tersebut. Dengan begitu solusi akan datang dengan sendirinya.

Walaupun memerlukan waktu lebih, mencari tahu bersama sebuah pengertian dari suatu kejadian dapat menjadi sarana untuk mengajak anak sebagai "Critical Thinkers".




"REMOVE PROGRAM AND JUDGEMENT"
Pengertian yang dimaksud di atas adalah murni obyektif dan logis tanpa ada asumsi dan persepi yang memihak sebuah program/doktrin tertentu.

Kita perlu cek kembali hidup kita sendiri terkait dengan program/doktrin yang kita terima sejak kita masih kecil.

Apakah masih valid untuk diajarkan bahkan dilakukan oleh anak-anak kita di masa perkembangan mereka? Apakah membawa hal positif bagi hidup mereka?

Selama ini mungkin kita sering masuk pada lingkaran pemikiran yang tidak diperlukan.

Diawali dengan asumsi yang kemudian persepsi dan menghasilkan ekspektasi lalu berakhir dengan sebuah tindakan. Sementara, asumsi adalah suatu pemikiran yang tidak didukung dengan data yang valid.

So, examine our life anytime. Bagaimana caranya?

Long Life Learning itu terbagi dua, yaitu Dari Luar - mendapatkan pengetahuan dan Dari Dalam - mendapatkan pencerahan.

Pembelajaran dari luar, sangat banyak sumbernya, bisa dari internet, CD, buku, diskusi, pengalaman orang, seminar dan alam semesta.

Pembelajaran dari dalam, bisa dilakukan dengan hening, merenung, meditasi, taffakur, dan atau saat teduh.


"INVOLVE MORE AT THE MOMENT"


Terlibat langsung secara sadar dan nyata di saat anak membutuhkan akan membuat anak semakin nyaman bercerita apapun kepada kita. Bahkan ketika mereka mengahadapi sebuah pengalaman baru entah itu menyenangkan atau tidak.

Komunikasi yang baik antara kita dan anak sangat perlu dijaga. Menatap mata dan menyentuh sambil mendengarkan cerita, membuat mereka merasa dihargai dan didengarkan.

Kita juga bisa lebih fokus untuk meniti setiap kata mereka untuk kemudian sampai tahapan diskusi terkait pengalaman yang dialaminya.

Selain itu, selalu gunakan kata positif dan spesifik.


Bekal terakhir adalah mengajak anak untuk menerima diri sendiri apa adanya. Kita perlu memberikan contoh dalam hal ini, yaitu contoh diri kita sendiri.





Bahwa setiap manusia berbeda dan memiliki kekuatan masing-masing, tidak perlu dibandingkan.

Bahwa setiap manusia memiliki pilihan hidup masing-masing dan berhak memberi perubahan yang baik dalam hidupnya.


"The purpose of our life is for being AWARE"
Dalam bahasa Jawa biasanya disebut ELING LAN WASPADA.

Fiuh.. PRnya banyak ya. :)

So, poin penting dengan porsi besar yang perlu kita dengungkan senantiasa adalah:

1. What we are - What we eat

2. Focus on yourself

2. Pengertian lebih utama ketimbang solusi

3. Rombak program jaman dulu

4. Hilangkan judgement (asumsi dan persepsi)

5. Terlibat & Be here at the moment

6. Examine your life

7. Jadilah Fasilitator Pembelajar bukan Pelindung


Mari terus belajar...
Tidak ada kata terlambat untuk berubah...



-Tuhan Memberkati-

Monday, April 24, 2017

Performance Week Rockstar Gym

Ketika memang sudah saatnya, maka kesempatan itu akan datang.
Abimanyu memberikan "his life plan" di tahun 2017 ini kepada kami dimana temanya adalah Sport and Dance. Setelah tertunda 1 tahun dan Abi telah berbesar hati untuk menunggu Anin dapat berkegiatan bersama, maka kami mencoba untuk memfasilitasinya.

Mereka berdua bergabung dengan Rockstar Gym di pertengahan February 2017.
2 bulan kemudian mereka mendapatkan kesempatan untuk menampilkan latihan-latihan yang mereka lakukan selama ini di Performance Week di depan orang tua.

Proses belajar yang dialami Abi dan Anin cukup banyak.
Tanggung jawab dan konsisten dalam menjalankan pilihannya, berani tampil di depan orang tua, rasa bangga atau mungkin menyesal dalam hatinya ketika berhasil atau belum berhasil menampilkan dari sudut penilaian mereka sendiri, juga toleransi dalam kelompok ketika tampil dalam format grup/tim.

Abi: Kelas Taekwondo White Belt

video



Anin: Baby Dance

video


Anin: Gymnastic - Jumper

video


Abi: Parkour

video


Anin: Baby Ballet

video



Abi: Tween Gymnastic

video



Cukup membuat hati ini terharu ketika melihat mereka berdua tampil dengan usaha namun juga semampunya dan menerima hasil kerja keras mereka selama 2bulan.

Terus semangat ya kalian...

-Tuhan Memberkati-





Sunday, April 9, 2017

Raport Homeschooling Abimanyu 2016

Di raport Tahun 4 ini melihat kembali perjalanan proses belajar Abi di usia 7 tahun.
Raport Abimanyu Tahun 1 (2013) ada di sini, Tahun 2 (2014) ada di sini, dan Tahun 3 (2015) ada di sini.

Ketika Abi berusia 4 tahun, kebetulan ada pameran pendidikan yang salah satu boothnya menyediakan jasa finger print dengan harga promo. Sebagai orang tua baru yang ingin tahu (a.k.a kepo), kami pun mencoba melakukannya ke Abi. Dari hasil finger print test dapat diketahui apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan Abi, juga tipe gaya belajar dari analisa kecerdasan tersebut.
Memang tidak mutlak penilaian ini, namun setidaknya cukup sebagai bekal evaluasi di masa mendatang. Dan ternyata hasil ini bermanfaat di Raport Tahun 4 ini. Saat itu ada 8 jenis kecerdasan yang dianalisa, berdasarkan penelitian dari Dr. Howard Gardner.

Tiga Kekuatan Abi secara berurutan dari yang terkuat adalah:
1. Verbal Linguistic ((kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat -kalimat, presentasi, pidato, diskusi, tulisan)
2. Visual Spacial (kemampuan berpikir tiga dimensi)
3. Naturalis (kemampuan untuk dekat dengan tanaman, hewan, dan bagian lain dari alam semesta)

Sementara kekuatan lain yang mengikuti di bawahnya adalah:
4. Mathematic Logic (kemampuan mencari solusi matematika dan berpikir logis)
5. Kinesthetic Body (kemampuan menggunakan gerak tubuh dalam berekspresi)
6. Musical (kemampuan menggunakan musik sebagai komunikasi dan ungkapan ide)

Dan kekuatan yang paling rendah adalah:
7. Interpersonal/Sosial (kemampuan mengamati dan memahami motivasi dan maksud orang lain)
8. Intrapersonal/Pribadi (kemampuan memahami kemampuan diri dan menghargai diri) 

Namun ada 1 kekuatan yang belakangan ini tampak menonjol di Abi. Menurut yang aku baca di http://mytalentimpact.com/?s=pembelajar+afeksi, ada Kecerdasan Eksistensi.
Kecerdasan Eksistensi disebutkan juga sebagai Kecerdasan Moral atau Spiritual atau Rohaniah di artikel lain, yang mana didasari juga oleh penelitian Dr. Howard Gardner.

9-types-of-intelligence-infographic

Dari jenis kecerdasan di atas, perjalanan Tahun 4 ini menunjukkan dengan pasti bahwa memang sesuai "His Three Top Intelligences" berhasil dijalankan. Hasil "kerja" Abi ketika membuat presentasi dengan power point atau kumpulan video atau juga edit foto dengan berbagai aplikasi tampak semakin baik dan sangat suka bereksplorasi. Pemilihan warna dan huruf semakin variatif dan cantik.

Kemampuan membuat bermain dengan Lego Lasy Bricks semakin rumit. Bahkan ketika dihadapkan dengan Lego Technic. Dia berusaha tekun membuatnya dengan petunjuk yang ada. 
Gaya bahasa di blog Abi sekarang semakin runut dan jelas dibandingkan sebelumnya.
Juga, Abi mulai suka berpetualang dengan angka dan hitungan. Setiap waktu menghitung apapun yang dia rasa menarik. Seringkali tiba-tiba bertanya, "Mama, 4 dikali 4 itu 16 ya? ... Mama, 100 tambah 50 itu 150 ya?" dan seterusnya. Untuk menambah pengetahuan tentang matematika, Abi belajar bersama education.com.

Perkembangan gerak tubuh semakin banyak dengan renang, stretching, dan mencoba parkour.
Konser musik di Yamaha beberapa kali menjadi pengalaman berharga bagi Abi. Lagu baru berhasil diciptakan Abi dan yang membuatnya semakin tertantang adalah memainkan lagu umum berdasarkan kemampuan hearing, baik dari leading note juga chordnya. Abi sedang menikmati eksplorasi di situ.

Sementara, kemampuan interpersonal dan intrapersonal sangat kami amati di tahun ini. Bagaimana Abi menghadapi dengan kondisi yang ada dan kemajuan apa yang Abi tunjukkan dibandingkan tahun lalu. Lambat tak jadi masalah, justru menjadi pembelajaran penting kesabaran, terutama untukku. 

Dan yang menonjol seperti yang disebutkan di atas, Abi seringkali menanyakan tentang diri sendiri, bagaimana manusia muncul, bagaimana alam semesta ini terbentuk, hubungan dengan manusia lain. 


*Perkembangan Fisik Motorik

MOTORIK KASAR 
Pencapaian besar di tahun 2016 adalah Abi bisa berenang dengan usaha dan caranya sendiri. Sampai sekarang, dia masih terus berusaha berenang dengan berbagai gaya. Good Job Abi!
Bersepeda, main sepak bola/futsal, main petak jongkok dan berbagai permainan strategi cukup nyaman Abi lakukan. Melompat dan berlari masih terus dilakukan Abi. Maksud hati bergaya parkour, tapi karena belum paham tekniknya jadilah sering jatuh. Tapi usaha sangat oke.
Koordinasi tangan dan kaki semakin baik, walaupun terkadang masih perlu ditingkatkan.

MOTORIK HALUS
Umumnya masih sama dengan Tahun 3. Namun Abi mendapatkan kebanggaan untuk dirinya sendiri dari hasil permainan electone yang lebih baik belakangan ini. Membuat prakarya/crafting sudah sangat jarang dilakukan sendiri.


*Perkembangan Kognitif

Beberapa pencapaian ditunjukkan Abi di berbagai bidang.
Saat ini Abi sudah lancar sekali membaca. Abi mulai beralih ke buku-buku petualangan dengan banyak teks dan minim gambar, namun buku masa kecilnya tetap saja menjadi bacaan selingan.
Abi sudah bisa menciptakan lagu, membuat cerita karangan, dan menceritakan kembali apa yang sudah dibacanya atau film yang sudah ditontonnya, kemudian mengajak kami berdiskusi untuk mengambil hikmah pembelajaran dari cerita tersebut.

*Perkembangan Moral dan Spiritual

Belajar hening kembali digiatkan setelah beberap waktu di tahun lalu terhenti. Mulai "memanggil" kembali sensor dalam tubuh/diri Abi melalui lontaran pertanyaan yang ditujukan sebagai refleksi diri. Diskusi lebih dalam tentang alam semesta dan isinya yaitu makhluk hidup lebih sering dilakukan. Yah tentu saja Abi mulai suka bertanya-tanya tentang sejarah manusia, planet dan tata surya, mengapa kita di bumi, atau mengapa galaksi kita dinamakan Bima Sakti.

*Pertumbuhan Psikologis

Gigi susu Abi mulai tanggal dan gigi permanen mulai tumbuh. Daya ingat Abi juga semakin kuat, terutama ketika bepergian, Abi lebih sering mengingatkanku tentang jalan mana yang dilalui. Sifat keras kepala mulai berkurang dan lebih dapat menerima/pengertian karena kemampuan logikanya mulai berkembang.




TANTANGAN DI 2017

Sepertinya sudah saatnya untuk mengerucutkan proses pembelajaran Abimanyu di tahun 2017.
Abi sempat mengungkapkan kepada kami bahwa dia sangat ingin menambah kemampuannya dalam bergerak secara fisik di awal tahun 2017. Gerak fisik yang dimaksudkan Abi adalah sports dan dance. Kita lihat review-nya tahun depan.


Saturday, March 11, 2017

Boys Sale Charity Project (BSCP) 1

Ide ini tercetus di antara The Boys yang terdiri dari Magnus (11), Farrel (11), Domi (10), Abi (8), Fritz (8), dan Tongam (7) ketika mereka diajak berdiskusi tentang "Apa yang bisa kamu lakukan untuk berbagi?" di House of DK (De Kaplongan).

Mereka melakukan sendiri hal-hal yang perlu dipersiapkan. Dari langkah-langkah apa yang harus diambil, mana yang lebih dulu, pemilihan nama proyek, bagaimana membagi kelompok, dan siapa yang bertanggung jawab atas satu hal.

Penuh perdebatan? tentu saja hehe...
Namun kami memberikan ruang bagi mereka untuk berdebat dan saling menerima satu sama lain. Terkecuali di saat mereka sudah lelah lalu mendatangi kami - para emak - untuk meminta saran atau solusi.


Dan akhirnya dipilihlah nama Boys Sale Charity Project, disingkat BSCP. Berhubung pelakunya semua anak laki-laki. BSCP ini menyediakan pakaian dan sepatu layak pakai yang dijual dengan harga sangat rendah untuk tujuan amal.


Proyek perdana mereka ini menjadi media proses belajar yang cukup kompleks.
Langkah-langkah yang mereka lakukan adalah:
1. Berdiskusi tentang nama proyek dan pengelolaan hasil proyek
2. Mengumpulkan barang-barang yang akan dijual
3. Mensortir kelayakan barang
4. Mendokumentasikan dan mengukur kemudian memberi label tiap barang
5. Mengepak dan memberi nama alamat tujuan pengiriman

Selanjutnya, langkah mengunggah ke media sosial adalah tugas para emak.
Juga yang berhubungan langsung dengan para pemesan.

Hasil penjualan BSCP 1 ditujukan kepada Komunitas Musik Kotaseni Taman Surapati.
Musik Kotaseni ini awalnya berdiri karena kecintaan para seniman terhadap musik.
Mereka berkumpul dari berbagai kalangan untuk berlatih alat musik string seperti biola, cello dan gitar. Kemudian berkembang kecintaan mereka dengan mencoba membuka pelatihan untuk semua orang, baik anak2 hingga orang dewasa. 
Komunitas ini juga menerima anak2 berkebutuhan khusus untuk sama2 bisa menikmati musik di alam terbuka. Kecintaan terhadap musik terus berkembang hingga akhirnya mereka pun ingin agar semua orang di luar komunitas ini bisa menikmati alunan musik dengan mengadakan home concert.
Tujuannya adalah untuk memperkenalkan musik ke semua kalangan dan sebagai penilaian untuk anak2 yg berlatih. Mereka memiliki misi bahwa dengan musik mereka dapat menciptakan perdamaian dunia.


video 
Teaser Boys Sale Charity Project (BSCP)1




video 
Ucapan Terima Kasih Para Boys



Tampaknya proyek ini akan berlanjut.
Nantikan proyek kedua mereka.

-Tuhan Memberkati-

Friday, February 24, 2017

Abi dan RAFA International Dance School

Abi menunjukkan kehebohannya dalam seni gerak sejak kecil memang. Setiap ada lagu dengan beat pasti dia akan bergoyang. Lucunya, ketika Abi berusia 3-4 tahun, dia bergoyang menyesuaikan dengan beat musik tersebut. Ketika beat perlahan, Abi bergerak seolah-olah menampilkan gaya dengan tempo lambat (slow motion) dan ketika beat berubah menjadi cepat maka Abi langsung bergerak tak terarah kemana-mana dengan cepat.

Kemudian Abi mulai menyatakan dirinya tertarik dengan dance di usia 6 tahun. Namun saat itu di daerah Serpong, aku belum menemukan tempat untuk mengembangkan kemampuan gerak Abi ini. Dan di saat itu juga teralihkan dengan kehadiran Baby Anin.

Setelah pindah ke Jakarta Timur, sejak bulan September 2016 lalu, Abi bergabung dengan sekolah dance RAFA International Dance School. Abi memilih Hip Hop Dance. Abi senang sekali dan sangat bersemangat. Apalagi di kelas dia mendapatkan kursus private karena belum ada teman cowok di hari yang sama, hanya Abi sendiri.

Abi mendapatkan kesempatan untuk tampil juga bersama teman-teman kelas lain.
Abi anak cowok sendiri, tapi dia tampak percaya diri dengan gerakan-gerakan hip hop.
Syukurlah.

Belajar tampil dengan mempersiapkan segala perlengkapan sendiri didapatkan Abi ketika pertunjukan drama musikal di RAFA Annual Performance di Gedung Kesenian Jakarta.
Abi juga diajak tampil di Mall Grand Indonesia dalam rangka promosi RAFA.


video


Senangnya melihat Abimanyu semangat belajar sesuatu.
Terutama apa yang disukainya.



-Tuhan Memberkati-