Thursday, December 19, 2013

KlubOASE: PerPusNas Medan Merdeka

Kegiatan membaca yang seru sebaiknya ditanamkan sejak kecil ya.
Tidak hanya meminta anak lihat-lihat dan baca-baca.. tapi kita sendiri pun membiasakan dan memberikan lingkungan yang kondusif untuk kegiatan membaca seru ini.
Papa Abi sih hobby sekali baca buku. Buku setebal apapun dilahapnya.
Sedangkan aku, baru mulai belajar membiasakan diri untuk membaca buku tanpa gambar xixixi..
Harap maklum ya, tipe diriku ini visual sekali.. kalo tidak bergambar dan berwarna seolah tidak ada artinya bagiku.. (gubrak!)
Abi sendiri makin kesini makin senang dibacakan buku cerita sebelum tidur.
Bukunya masih tahap beginner ditambah dengan koleksi ensiklopedia junior.

Hari Rabu, tanggal 18 Desember 2013 kemarin, kami join Klub OASE untuk Field Trip ke Perpustakaan Nasional di Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Hari itu hujan deras merata di seluruh area di Jakarta, yang seperti biasa dan pastinya menyebabkan kemacetan yang berlebihan dimana-mana. Namun tidak menyurutkan kami untuk terus berjuang menuju lokasi field trip, walaupun alhasil terlambat setengah jam dari yang disepakati.

Sampai disana,
kami langsung menuju ke Ruang Baca Anak.
Wow! Buku yang ada bagus-bagus, ruang membacanya juga nyaman buat anak-anak.
Hanya saja sepertinya kurang ditata kembali setiap harinya, karena beberapa buku tidak sesuai dengan judul rak. Tapi itu hal biasa terjadi hehehe...

 

Hebatnya lagi.. kita bisa membuat kartu anggota secara gratis via online.
Semangat deh, mendaftar online dan segera membuat kartu anggota.. and done! selesai mendaftar dan terdaftar, aku pun lapor ke petugas.

Sayangnya, tinta untuk print kartu anggota habis. Dan itu sangat membutuhkan waktu untuk menunggu tintanya datang. Sehingga aku batal punya kartu anggota.

Sedangkan teman lain yang sudah punya anggota, berniat meminjam buku sesuai dengan ketentuan yaitu 3 buku dalam 1 minggu. Ketika akan dicatat, ternyata kita diminta untuk meninggalkan kartu identitas asli bukan copy. Hehehe... sepertinya batal meminjam deh.

Berita sedih lagi..
Perpustakaan ini akan ditutup 2 bulan mendatang.
Menurut informasi yang diterima, mereka sedang menyiapkan gedung baru.
Semoga gedung baru.. petugas juga semakin baru.. fasilitas pun baru.. dalam arti yang benar.
Sukses dengan rencana yang akan dilaksanakan ya Bu.

courtesy of klubOASE member

Kami?
Tetep seneng-seneng aja deh hehehe..  yang penting kumpul bareng ..
Dan mendapat pengetahuan baru hari ini.

-Tuhan Memberkati-


Monday, December 16, 2013

Amazing Body

Pengalaman baru tentang bagaimana tubuh kita itu sungguh luar biasa terjadi padaku kira-kira seminggu yang lalu.

Ketika itu, kami sedang jalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaan.
Tujuan awal adalah mencari kebutuhan untuk perform Abi di malam natal besok.
Sebelum ke tempat membeli tujuan awal tadi, aku dan Abi mampir dulu tempat permainan yang uda dimintakan-ijin Abi sebelum sampai tempatnya hehehe..

Abi memintaku untuk mendapatkan sebuah mainan di box dan aku pun menyanggupinya.Sementara Abi berlari kesana kemari, aku berkonsentrasi pada mainan yang diminta Abi.
Tiba-tiba dia mendatangiku sambil berlari dan menanyakan apakah sudah berhasil atau belum.
Insiden yang sungguh di luar dugaan terjadi. Cepat sekali..
Abi mendadak mengaduh kesakitan di bagian matanya, jari kelingkingku mengenainya.
Dengan kata lain, Abi keculek.
Arrrghhh! panik sepanik-paniknya deh..

Aku minta Abi merem.
Tapi karena Abi mengeluh seperti ada yang mengganjal dan gatel, maka terpaksa aku buka perlahan matanya untuk cek. Padahal memang kita sebaiknya menghindari tindakan ini. Apalagi kalo kita bukan dokter ahli mata ya.
Aku lihat sekilas goresan di bola mata Abi. Huaaaaaaaaa...... mewek sejadinya dalam hati!!
Segera kami bawa Abi ke RS Premier Bintaro, sambil jalan sambil daftar.
Puji Tuhan Alam Semesta... sungguh! Alam sungguh membantu kami.
Abi sudah urutan terakhir dan dokternya sudah habis jam prakteknya, tapi sampai sana kami masih diterima. Abi diperiksa seksama oleh dokter, dan benar memang ada goresan.
Hasil analisa dokter, Abi perlu pakai contact lens untuk melindungi dari debu dan kuman selama masa pemulihan sambil diberikan tetes mata untuk antibiotik mata dan penyegar mata.
Dan goresan ini masih bisa pulih kembali dengan tahapan pemulihan sesuai anjuran dokter.
Bersyukur untuk kesekian kalinya mendengar hal ini.
Juga bersyukur Abi hanya perlu waktu 10detik saja untuk dipasangi contact lens.
Dokter pun menyampaikan hal ini kepada kami, biasanya anak 4 tahun butuh waktu berjam-jam untuk pasang contact lens.
Memang kamu anak hebat mas..

Semalam penuh kami lakukan semua anjuran dokter.
Abi pun sangat kooperatif untuk  banyak tidur dan diberi tetesan mata.
Paginya kami kontrol kembali.
Ajaib dan sungguh luar biasa. Dokter pun sempat terhenyak ketika memeriksa mata Abi dengan alat seperti kaca pembesar. Goresan-nya sudah hilang. Matanya jernih lagi.
Dalam hati aku tak henti-hentinya bersyukur sekaligus kagum dengan kehebatan tubuh kita.
Contact lens pun dilepas dalam waktu 5 detik saja.
Dan hari ini, seminggu sudah.. Mata Abi sudah bisa kembali normal digunakan.

Sebenarnya kalo diamati kondisi diatas, selesai sudah apa yang dianggap mengkuatirkan.
Lagi-lagi terjadi sesuatu. Namun bukan bagian badan Abi, melainkan badanku.
Setelah kejadian itu, bahu kanan dan tangan kananku langsung nyeri seperti pegel tapi sangat.
Padahal capek juga tidak terlalu seingatku.
Dibantu Papa Abi, dirunut-runut kenapa... yang muncul adalah perasaan bersalah karena kejadian keculek itu. Selama 2 hari belum pulih benar. Malah datang tamu tak diundang lagi yaitu diare dan datang bulan. Lumayan juga sakitnya.. :p
Lalu aku sharing juga dengan senior kami, Mba Tiwi, seorang healer.. dan aku diingatkan untuk berdialog fisik dengan tangan juga perut. Kemungkinan dalam hati aku menyalahkan tanganku, kenapa bisa sampai mengenai mata Abimanyu-ku. Ucapan terimakasih tidak boleh dilupakan.
Akhirnya aku berdialog terus, dan berusaha menerima juga meyakini bahwa Abi tidak apa-apa.
Dan semuanya memang baik-baik saja. Setelah itu ... langsung hilang!...



Hebat ya tubuh kita.

Aku menemukan image ini dari internet yang kurasa pas banget.
Dari artikel http://thedinfographics.com/2011/11/16/amazing-facts-about-human-body-easiest-way-possible/.


Kurang pas mengelola pikiran dan perasaan pun akan membuat tubuh kita merespon.

Mari kita belajar mengelola hati dan pikiran supaya tubuh kita sehat.


















-Tuhan Memberkati-

Sunday, December 15, 2013

Face Painting (1) & Lego w/ Prita & Miss Endah

Kebetulan ada acara mendadak di rumah Miss Endah di Bungur, kami pun "hijrah" ke sana.
Berangkat dari vale jam 4 sore diiringi hujan gerimis.
Disana ketemu deh sama dek Prita yang super gemesin dengan celotehnya yang rame banget.

Sambil menunggu acara dimulai, Abi (4th10bln) dan Prita (2thn) bermain bersama.
Dari nyanyi apapun bareng, rebutan mainan, lari sana lari sini.. sampai akhirnya bikin lego (block) bareng. Walaupun Abi harus susun ulang beberapa kali, karena begitu selesai pasti Prita heboh trus bongkar bangunan Abi hahaha.. lucu dan seru malahan...
Abi belajar berusaha tanpa henti.. Prita juga belajar toleransi dan menghargai usaha mas-nya.




Puas dengan membangun block..
Abi dan Prita kebagian isengnya Miss Endah deh.
Miss Endah lagu suka face painting. So, jadilah mereka berdua di-paint. hahaha..
Prita minta face painting princess, Abi minta arm painting ajah gambar kepala spiderman..





Sayangnya dek Prita belum jadi difoto deh hasil face paintingnya, uda lari sana sini..
Heboh pokoknya...

Dan Abi..
Tangannya dijagaiiiiiin terus... gak boleh ada yang pegang
"takut ilang nanti ma...", gitu katanya... Hahahaha...

Seru deh! Besok-besok lagi ya Missss...

-Tuhan Memberkati-

Thursday, December 5, 2013

The Book of The Right Brain Training

Salah satu buku luar biasa yang terbit bulan Desember ini..
Buku ini ditulis oleh AM. Rukky Santoso, seorang penggagas pelatihan otak kanan (Right Brain Training) satu-satunya di Indonesia, yang telah jungkir balik mengenal dan mengembangkan usaha di berbagai bidang dan menemukan formula kehidupan yang lebih baik.

Kita, atau tepatnya kebanyakan orang pada umumnya menganggap pola rasional dan logis adalah pola yang paling sempurna dan penting untuk menghadapi dan menyikapi realitas hidup sehari-hari. Dan kita tidak pernah membayangkan ada pola berpikir yang lain.
Sebenarnya kalau dilihat-lihat, saking rasional-nya, terkadang kita tidak bisa melihat atau memahami hal-hal supernatural, dan kemudian memilih untuk mencari bukti dan pembenaran melalui akal sehat.
Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari kita, tidak sedikit hal yang tidak bisa dicerna secara rasional.
Lalu apakah rasionalitas dan kelogisan itu salah?
Jelas tidak! Hanya saja, ada sesuatu yang terlewatkan.



Secara tidak sadar, kita sering mengalami sedikit tegang, stress, panik, tidak semangat, dll. Kita baru akan menyadari kalau hal ini menjadi sangat menganggu dan bahkan sudah tidak terkendali lagi.
Menurut buku ini, ketegangan yang kita rasakan tersebut timbul karena pola berpikir kita yang kurang seimbang yang mana terlalu banyak menggunakan otak kiri dan mengabaikan peran penting otak kanan.

Beberapa waktu lalu, aku ngobrol dengan PapaAbi, bahwa sebenarnya dominan otak kiri atau otak kanan tidak ada yang benar atau salah. Karena toh itu sudah design manusianya sendiri sejak lahir. Hanya saja yang perlu diperhatikan dalam perkembangan tubuh selanjutnya adalah mengembangkan dengan seimbang. Bisa menggunakan kehebatan masing-masing di waktu yang tepat.

Naaah itu diaaa... gimana caranya ya?


Buku ini menjelaskan bahwa pendapat otak kanan yang selama ini sering diabaikan oleh kebanyakan orang karena dianggap bahwa itu hanya untuk para seniman dalam berkreativitas, itu adalah salah.
Ternyata fungsinya tidak hanya itu. Ketika manusia dapat mengaktifkan dan mendayagunakan otak kanannya, maka kualitas hidup, fisik, dan psikis akan meningkat.
Hebat ya!



Buku ini telah tersedia di Gramedia pada awal Desember 2013.

Bagi yang berminat bisa menghubungi aku.
Akan ada forum Right Brain Training di Gramedia Matraman pada tanggal 14 Desember 2013 (ada fi gambar flyer di atas).

Semoga dengan membaca buku ini, semakin kita bisa memahaminya untuk meningkatkan kualitas hidup kita masing-masing. Kalau bukan kita sendiri lalu siapa lagi?

-Tuhan Memberkati-

Wednesday, December 4, 2013

Belajar Mengenal Kepribadian

Belakangan .... aku merasa tertantang untuk mengamati Abi juga kami berdua.. tentang kepribadian kami masing-masing.
Dulu.. memang sudah beberapa kali membaca, namun seiring berjalannya waktu, terasa berbeda dan sepertinya perlu menilik kembali seperti apa dan bagaimana menyikapinya.
Apalagi dengan adanya kehadiran Abi dalam kehidupan kami yang kemudian berkembang menuju tahap lepas balita tahun depan.

Bersyukur selalu, di era digital ini emang apapun bisa digali informasinya.
Banyak web yang mengulas tentang seluk belu kepribadian dan karakter anak.
Hanya saja pas cari, pas cocok ketemu dengan web www.pendidikankarakter.com, terima kasih ya atas tambahan pengetahuannya. Belajar juga dari http://khalisnatans.blogspot.com/2011/09/tipe-kepribadian-manusia-menurut.html yang mengulas detil juga tentang sejarah penemuan tipe kepribadian ini. Ditambah lagi cerita-cerita seru dari www.rumahinspirasi.com yang selalu kuikuti.
Buku Personality Plus juga mengupas banyak tentang hal ini.

Kepribadian manusia dibagi 2 kelompok besar yaitu EKSTROVERT dan INTROVERT.
Dari 2 kelompok besar ini terbagi lagi menjadi 4 tipe.
1. EKSTROVERT = KOLERIS dan SANGUINIS
2. INTROVERT = MELANKOLIS dan PHLEGMATIS
Pada kenyataannya, setiap manusia memiliki 4 kepribadian ini dengan kadar yang berbeda-beda. Hanya saja yang muncul adalah yang dominan ada dalam dirinya. Tidak ada manusia yang hanya murni (100&) memiliki 1 tipe kepribadian saja.

KOLERIS, Sang Pemimpin
Bisa dikatakan koleris adalah pemimpin secara alamiah.
Mereka tegas dan straight to the point (tidak bertele-tele).
Mereka cekatan, ingin segala sesuatu yang sudah terencana tsb tersedia dalam waktu cepat.
Dengan tipikal pemimpin kuat, maka ekstrimnya mereka dominan, terlalu mengatur/mengontrol. Terkadang hal ini membuat orang di sekitarnya kurang cocok.
Karena segala hal minta dengan cepat, kadang membuat mereka melupakan detil yang penting.
Koleris suka berpakaian praktis, simple, lebih mementingkan fungsi pakaian daripada modelnya.

Biasanya mereka duduk dan berjalan dengan sangat tegak dan kepala terangkat ke atas.
Seorang anak yang koleris, memiliki motivasi yang kuat dari dalam.
“Ku tahu yang Ku mau” itulah istilah yang tepat.
Ketika hendak mengarahkan mereka, tunjukan keuntungan yang baik bagi mereka untuk kemudian termotivasi melakukannya sendiri dan secara mandiri ke depannya.





SANGUINIS, Si Ceria yang Heboh
Sanguinis adalah orang yang cerah, ceria, lucu dan heboh sekali.
Suaranya akan terdengar lebih dulu sebelum orangnya tampak dan mereka suka bercerita.
Sehingga orang-orang sekitar akan menoleh dan memusatkan perhatian padanya.
Menjadi pusat perhatian adalah hobbynya (hehehe...).
Mereka suka sekali memakai pakaian berwarna cerah meriah dengan banyak aksesoris.
Sanguinis akan berjalan dengan gayanya yang ceria, menoleh ke kanan kiri, dan melempar banyak senyum kepada orang-orang di sekitarnya.
Seorang anak yang sanguinis, sangat senang bermain dan berkumpul dengan banyak teman.
Mereka senang dengan “outdoor activity” atau kebersamaan yang menyenangkan.
Untuk mengarahkan mereka, kita sebaiknya mengikuti "alur kehebohan"-nya terlebih dulu untuk kemudian memasukkan arahan yang ingin ditanamkan, kemudian tunjukkan bahwa yang akan mereka lakukan pun tidak kalah menyenangkan.



MELANKOLISTiti Teliti yang Rapi
Melankolis adalah seorang yang rapi, detil, dan teliti.
Tampak dari tulisannya yang rapi, catatan yang rajin dan lengkap, dan segala hal yang detil.
Dalam proses belajar, mereka suka menggunakan data/fakta lalu menganalisa dan merencanakan.
Kerapian mereka memang jempol, seperti meletakkan kembali barang-barang di tempat semula.
Mereka akan berdandan dengan sangat rapi, tidak ada satu helai rambut pun yang tidak tersisir.
Model pakaian yang mereka suka adalah warna senada/cocol atau "matching".
Segala sesuatu akan dipertimbangkan dengan detil dan teliti sebelum memutuskan/melakukan.
Mereka sangat suka memendam perasaan, sehingga tampak kurang ekspresif.
Seorang anak yang melankolis akan tampak sangat teratur, suka kerapian.
Anak melankolis sangat suka mengontrol semua sendiri, contohnya pakai baju apa, makan apa, dll. Mereka suka mengingatkan kita, jika keluar kamar lampu dimatikan, tv atau laptop dimatikan.



PHLEGMATIS, Pengikut Setia
Phlegmatis adalah tipe pengikut yang setia.
Mereka suka melakukan segala sesuatu berdasarkan urutan yang telah diberikan, dan apa yang diminta, tanpa berpikir mengapa atau berinisiatif.
Mereka bisa tahan duduk berjam-jam melakukan rutinitas dalam waktu lama.
Phlegmatis sangat bisa dipercaya untuk memegang rahasia.
Mereka sangat mudah diatur dan sangat toleran.
Seorang anda yang phlegmatis, kita cukup memberitahukan yang kita inginkan dengan tenang, merekapun akan segera melakukannya tanpa berdebat.
Anak phlegmatis biasanya cenderung diam dan mengalah untuk menghindari konflik.



SO? Hmmm... Let see... Dengan kadar berurutan dari yang paling besar (dominan) adalah...
Lia = dominan sanguinis lalu koleris diikuti melankolis lalu phlegmatis
Aji = dominan phlegmatis lalu koleris diikuti melankolis lalu sanguinis
Abi = dominan sanguinis lalu koleris diikuti phlegmatis lalu melankolis  

WaW! Persamaan kami adalah sama-sama dominan kedua KOLERIS.
Hahahaha... sepertinya akan begitu ya. Sifat anak tidak jauh dari sifat kedua orangtua-nya.

Iseng-iseng bukan berhadiah...
Eh berhadiah ding! Hadianya adalah tambahan pengetahuan tentang sifatku dalam The Big Five Personality Test. Dari yang taunya 4 kepribadian, kok jadi 5 ya?
Dan inilah hasilnya.
I'm a O53-C64-E86-A69-N27 Big Five!!

Naah..
Jadi bisa tahu celahnya untuk saling berkomunikasi dengan baik dalam keluarga harmonis.
Semoga membantu mereka yang membutuhkan informasi ini.

-Tuhan Memberkati-

Monday, December 2, 2013

LAPBOOK-4: LAMBHORGINI

Tema Lapbook ketiga yang dipilih Abi adalah Lambhorgini.
Abi suka sekali dengan Lambhorgini.
Abi selalu bilang: "Aku pengen punya mobil Lambhorgini besok kalo uda besar!".

Maka, jadilah kami membantu Abi membuat lapbook lambhorgini untuk mengetahui sejarahnya, juga jenis2 mobil ini.




Posting kali ini lain dari yang lain...
Menulis di blog yang biasanya mama sendiri, kali ini bareng Abi.
Abi juga yang minta edit fotonya pake PIXLR.
Jadi ya banyak gambar-gambar lain di fotonya hahahahaha....

Berikut cerita Abi tentang lapbook lambhorgininya:



Good Boy!...
Hmmm..
besok lapbook apalagi ya...

-Tuhan Memberkati-

Saturday, November 30, 2013

Sharing with CAC

Bulan Juni 2013 lalu, kami diminta untuk sharing tentang Mimpi dan tentang Proses Belajar oleh CAC.
CAC merupakan singkatan dari Coin a Chance.
Suatu bentuk organisasi sosial dengan misi membantu keluarga kurang mampu untuk bisa mengenyam pendidikan, yang mana saat ini adalah kembali ke sekolah.
Informasi lebih detil tentang CAC bisa dilihat di http://coinforall.com/.
Kami memberi nama sharing ini "Dream and Learn".

Aku membuat video ini, secara khusus aku dedikasikan ke CAC dengan harapan bisa membuka mata teman-teman sebagai pelaku sosial yang berhubungan langsung kepada adek-adek asuh dan keluarganya. Membuka mata dalam hal ini adalah lebih memahami lagi sebenarnya arti pendidikan itu dalam kehidupan nyata kita di masa depan.




Thanks to CAC Jogja
sudah sharing bersama dengan kami juga
kami pun belajar dari kalian semua
dan sukses untuk karya kalian


-Tuhan Memberkati-

Thursday, November 21, 2013

Webinar#7 - Homeschooling Anak Usia Dini

Berbicara tentang Anak Usia Dini tidak ada habisnya. Apalagi ditambah penerapan HS bagi mereka.
Yang disebut anak usia dini kalau tidak salah adalah anak-anak berusia antara 3-5 tahun.
Pas banget nih dengan kondisi kami.. Thank you Pak Aar & Mba Lala...

Banyak sekali isu dan mitos tentang "mendidik anak" yang sebenarnya mungkin perlu kita cerna lebih dulu daripada langsung kita terapkan atau ucapkan atau arahkan dalam keluarga terutama dalam berinteraksi dengan anak-anak kita.
Semua isu dan mitos yang kita dapatkan sejak kecil membentuk mindset kita sampai saat ini.
Terkadang, keseharian kita berujung kepada benang kusut tanpa sadar karena mindset kita sendiri.
Dengan kebesaran hati kita bisa meng-update mindset "lama" ini menjadi lebih "baru" yang mengacu pada hukum alam semesta dan tambahan ilmu pengetahuan kita tentang sains, maka secara tak langsung mindset kita akan bergeser dan membuat kehidupan kita lebih baik.
Terutama dalam kaitannya terhadap anak dan keluarga kita sendiri.

Perubahan mindset ke arah lebih ini adalah bekal dalam menjalani HS, at least for my family.
Karena, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa PR terbesar praktisi HS adalah mendefinisikan HS, mau HS yang seperti apa, mau dibawa kemana anak kita dalam HS, dan menentukan jenis HS termasuk materi nanti pada saatnya.

The most important thing is bonding.
Hal ini yang selalu aku ingatkan pada diriku sendiri. Bahwa tiada yang lebih penting daripada menciptakan hubungan yang harmonis penuh kasih sayang kepada anak usia dini kita.
Ikatan yang kuat antara orangtua dan anak bukanlah hal yang sepele karena akan berdampak banyak nantinya pada saat anak remaja/dewasa.

Dengan ikatan yang kuat dan harmonis, bisa melakukan apa saja bersama, bisa membangun pondasi hidup sehat, pola belajar, pola pendidikan yang berkelanjutan.
Indikator sukses untuk anak usia dini adalah anak selalu aktif, selalu bertanya, eksploratif/banyak ingin tahu, mandiri, dan matanya selalu berbinar - bahagia - ceria - bersemangat setiap hari.
Tugas orangtua untuk anak usia dini adalah menemani bermain (sambil belajar) dan mengantarkan mereka untuk siap pada usia yang harus mulai dengan konten materi seperti di sekolah.

Selain dari bonding tadi, sebagai orangtua kita musti mengetahui mengapa anak usia dini itu banyak bergerak kebanyakan. Anak usia dini menyimpan hal-hal baru or memorized all things dalam pergerakan sel-sel. Syaraf otak akan tersambung melalui stimulasi dan pergerakan otot.
Maka dari itu, sistem pendidikan yang mengatur anak usia dini untuk "duduk-diam-dengarkan" dalam menerima hal baru kurasa sangat kurang tepat bagi mereka. Banyak hal yang bisa mereka pelajari dalam kegiatan bermain dan tidak terstruktur.

Poin penting selanjutnya adalah pola pengasuhan yang baik.
Banyak sekali buku Parenting belakangan ini, baik yang ditulis oleh psikolog maupun yang ditulis oleh pelaku nyata yang sukses mendidik anaknya. Membaca dan mencari tahu ilmu parenting adalah tugas wajib sepertinya bagi kita, orangtua jaman sekarang hehehe...
Kekuatan psikologis yang dibangun dengan baik adalah tujuan terpenting dalam pola pengasuhan anak usia dini.


Pencerahan ini semakin menguatkan kami atas keputusan meng-HS-kan Abi.
Walaupun tantangan besar di depan mata bagi kami terutama respon keluarga dan lingkungan.
Namun kekompakan antara kami berdua yang kemudian bertumbuh pada kami bertiga akan semakin melancarkan proses HS ini.

Justru, menurutku, HS anak usia dini banyak kelebihannya, antara lain kita dapat:
- Membangun hubungan orangtua dan anak menjadi dekat
- Membangun pondasi kuat untuk pendidikan yang baik
- Membangun pola hidup dan pola kegiatan yang sehat
- Menguji kesiapan orangtua dan lingkungan untuk HS selanjutnya

Tidak sedikit yang bertanya-tanya, "loh trus nanti baca tulis gimana dong, belajar apa dong".
"Semua ada masanya"... quote ini adalah salah satu favorit kami dan yang selalu kami pegang dalam keseharian kami bersama Abimanyu. Kami sangat yakin tentang hal ini.
Konten masih bisa dipelajari nanti sesuai dengan kesiapannya (better late than early).
Karena penilaian yang sesungguhnya adalah nanti anak-anak bertumbuh menjadi besar dan yang diharapkan adalah menjadi "dewasa" ketika terjun dalam dunia nyata (masyarakat).
Nah, darimana kualitas diri anak yang baik ini diperoleh? Pastinya dari pendidikan/pengasuhan di usia sebelumnya - apa yang sudah ditanamkan.

Maka..
Tujuan yang harus kita garisbawahi dalam menjalani HS anak usia dini adalah:
- Menanamkan pola sehat 
Memberikan ASI, makan bergizi, tidur cukup, kegiatan fisik banyak, pola komunikasi penuh cinta (sejak dalam kandungan), lingkungan nyaman.
- Menciptakan kenangan bahagia 
Kenangan bahagia ke anak karena akan terbawa terus hingga dewasa.
- Mengajarkan kebiasaan baik
Membangun kebiasaan yang sesuai dengan nilai keluarga.
- Mengantarkan pada kemandirian
Melatih dan membantu anak untuk mengurus diri sendiri.
- Mengasah ketrampilan sosial
Membantu untuk mengungkapkan perasaan dan keinginan dan berinteraksi dengan orang lain.
- Membangun keingin-tahuan
Menciptakan ruang nyaman dan aman untuk eksplorasi, respon nyaman, apresiatif & toleransi.


Pola Kegiatan HS anak usia dini bisa dilakukan seperti ini:
Lebih baik adalah children-led learning dengan memanfaatkan apa saja yang ada di sekitar kita, (tidak ada hubungan antara harga yang tinggi/mainan mahal untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, yang penting adl perhatian), melakukan kegiatan khusus bersama anak, melibatkan anak pada kegiatan keluarga (cuci mobil/motor, masak, dll), sediakan sarana untuk melakukan kegiatan sendiri.
Sarana Belajar sangat luas: bisa di rumah, taman, lingkungan sekitar; bisa dengan orangtua, saudara, tetangga, teman; bisa menggunakan air, ember, komputer, printer, tv, radio, motor, kamera, hp, dll; bisa menggunakan buku, kertas, pensil, krayon, balok, lem, gunting, bola, dll.
Lebih baik prosesnya bermain, berjalan secara alami, dan tak terstruktur.
Kita stimulasi menapaki kesiapan anak tanpa menetapkan target dan lebih fokus pada mengajaknya bersenang-senang.


Sebuah proses yang sangat berdampak besar bagi anak adalah kebahagiaan dalam keluarga (ibu-bapak-anak) yang berakar pada sabar, ikhlas, dan bersyukur .





Hal yang paling bernilai untuk anak adalah waktu dan kehadiran kita yang tidak akan kembali karena anak akan segera tumbuh dan kita tidak punya waktu untuk mundur ke belakang.




Informasi lebih detil tentang Webinar silakan mengunjungi website Rumah Inspirasi dan page di FB.

-Tuhan Memberkati-

Tuesday, November 12, 2013

Sortir Mainan

Sortir mainan adalah agenda rutin yang kami sepakati dilakukan dalam periode tertentu.
Kami melakukan itu bersama Abi di tahun ini, sejak Abi berusia 4 tahun.

Tidak hanya Abi yang melakukan kegiatan sortir ini.
Kami membiasakan kegiatan ini untuk benda lain, misal baju atau barang lain.
Apabila sudah rusak langsung dibuang, atau kalau ada yang agak rusak dan bisa diperbaiki kadang kita akan menawarkan ke orang-orang di sekitar kita dengan menceritakan kondisi barangnya, atau memang bila barang masih bagus dan memang tidak ingin lagi dipakai maka akan ditawarkan kepada orang yang berminat juga.

Dengan adanya kegiatan ini, Abi sepertinya mulai bisa mengerti bahwa makna berbagi dari sini, kebiasaan merapikan barang, kebiasaan memilah barang yang sudah tak terpakai/rusak.

Kegiatan sortir mainan ini adalah yang ketiga.
Abi mulai bisa memilah dan merapikan dengan lebih baik daripada sebelumnya.

"Aku sudah tidak perlu yang ini Ma.."
"Ini masih bagus, bisa buat Dek Ray ya..."
"Yang ini rusak Ma, buang aja.."
Begitulah celetukan Abi sambil milih-milih.




Asyik dan membuat hati senang karena Abi lihat sendiri dari kegiatan ini kamarnya jadi rapi.
Semoga kegiatan ini terus terpelihara.


-Tuhan Memberkati-

Sunday, November 10, 2013

Bottle Monster

Terinspirasi dari kreasi Mr. Maker ketika aku dan Abi menonton bersama di Cbeebies.
Memang Mr. Maker jadi agenda wajib Abi belakangan ini.
Kadang Abi nonton Disney Junior tapi kadang dia pindah channel ke Cbeebies, kata Abi "mengingat masa dulu Ma.." hahahaha.... Ada-ada saja si manyu ini.

Kembali ke si bottle monster, disini kita membuat bentuk/mainan bergambar monster menggunakan botol bekas apa saja.
Bahan-bahan:
- botol bekas, jumlahnya bebas saja
- cat air
- lem cair
- kuas cat
- kertas karton atau kertas lipat (yang kami gunakan)
- spidol marker hitam
- gunting

Cara Membuat:
- botol bekas dibersihkan lalu dikeringkan
- campur cat air dan lem cair secukupnya, dan aduk (warna sesuai selera)
- cat botol bekas dengan rata kemudian keringkan
- setelah kering, hias bagian kepala dengan bentuk sesuka hati dan juga gambar wajah bebas

Untuk lebih detil tentang bahan dan cara membuatnya, bisa googling website Cbeebies atau ada juga di youtube.

Taraa...... ini hasil kami..
Abi menamai para monster lucu ini.. Hijau-Dudu, Biru-Bonjo, Merah-Abeng... >_<


 

Akhir cerita?
Sepertinya bisa ditebak xixi..
Akan ada kolam buatan yang besar untuk kenikmatan Abi bermain..
Kali ini Abi buat kolam untuk berenang katanya.. >_<


-Tuhan Memberkati-

Saturday, November 9, 2013

Kamera & Percobaan

Awal minggu ini aku posting di FB:




Beginilah hasil percobaan yang diusulkan Abi xixi...
Daun dan bunga dibagi dan ditaruhnya di 6 cup tempat telur, lalu Abi menambahkan cat air yang berbeda warna di setiap cup dan air sedikit.

Untuk beberapa saat Abi nyethuk (bhs jawa, baca: sangat konsentrasi) dengan apa yang dikerjakannya dan sambil bersenandung dan sesekali berkomentar.
- "aku aduk-aduk aja Ma, apa yang terjadi yaa... "
- "wah daunnya tetap hijau ya.. kok bisa ya.."
- "kalo bunga putihnya kena item-item dikit Ma.."
- "kalo merah kita campur sama item jadi apa ya, kalo campur lagi sama putih gimana?"
- "aku tambahin air lagi.. yaaah airnya jadi item kena kuasku.."
blablabla.... hehehe...


  
 


hasil jepret & edit
Kalo tentang memotret..
Sudah agak lama Abi suka dengan kegiatan memotret ini.
Kami pun memberikan kamera pocket lama menjadi hak milik Abi.
Jadi Abi yang pegang dan merawat kamera ini, termasuk ganti baterai kalo habis.
Abi menyanggupi kesepakatan ini.

hasil jepretan tanpa edit















Seru rasanya melihat Abi asyik dengan kameranya, memotret apa yang menjadi tema utama dalam benaknya di hari-hari tertentu. Mostly memang pasti mobil hehehe.. karena itu minat utama dia.

Terus berkembang baik mas..

-Tuhan Memberkati-


Friday, November 8, 2013

Webinar#6 - Keseharian Homeschooling

Berbicara tentang keseharian dalam homeschooling pastinya kembali kepada tipikal setiap keluarga.
Menurutku, kalau sudah ada statement "kembali kepada masing-masing" pastinya tidak ada yang bisa dijadikan komparasi atau perbandingan ataupun dijadikan penilaian.
Apalagi di dalam keluarga ada beberapa kepribadian yang variatif dan sangat berbeda, baik dari Ibu, Bapak, dan Anak.

Maka, keseharian HS akan menunjukkan kegiatan yang beragam sesuai dengan kebiasaan keluarga tersebut ditambah dengan faktor usia anak.
Namun ada satu hal yang bisa dibilang sama-sama menjadi prioritas dalam menjalani proses HS ini, yaitu ke-NYAMAN-an.
NYAMAN dalam hubungannya antar orang tua dan anak, dalam berinteraksi setiap waktu, dll.
Sepertinya sudah ada beberapa penjelasannya di posting Webinar#5 di sini, Webinar#4 di sini dan juga bisa dilihat di posting Webinar#1-3.

Yang menjadi kelebihan dalam menjalankan HS adalah kita bisa customize (mengatur sesuai dengan) apa-apa saja yang kita anggap baik dan cocok untuk minat bakat dan kemampuan anak kita.
Tanpa harus mengikuti suatu pola dan materi tertentu yang mungkin akan memberatkan.
Memang, secara jadwal, anak sekolah formal akan lebih teratur sehingga lebih mudah memantau rutinitasnya dan lebih mudah mengukur keberhasilannya - yaitu dengan nilai.
Namun bagi kami sekarang ini, ukuran nilai bukan lagi menjadi kepentingan utama.
Justru bagaimana kita bisa mengajarkan juga memberi contoh untuk menghormati diri sendiri, menghargai orang lain, suba sita dan tepa slira, dan bagaimana hukum alam itu bekerja.
Sehingga segalanya akan lebih fleksibel.

Trus sama sekali bebas? tanpa ada arahan apapun?
Tentu tidak. Karena kita sendiri yang mengambil alih secara penuh proses pendidikan anak, maka kita juga yang merencanakan manajemen waktu dan materi, bisa juga bersama anak apabila sudah di atas 6 tahun.
Membentuk pola tetap diperlukan, hanya saja menurutku yang ditanamkan adalah kedisiplinan dan tanggung jawab sesuai kesepakatan yang mana melibatkan komunikasi/negosiasi. Kenapa jam A harus melakukan kegiatan A, bagaimana kalo tidak melakukan, apa efeknya ke dirinya sendiri atau mungkin ke orang lain, dsb.

 So, dalam menjalankan HS, yang perlu menjadi perhatian adalah:
• Manajemen Keluarga adalah interaksi antara anggota keluarga, pembagian tugas, dll
• Manajemen Sumber Belajar adalah pemilihan dan penyediaan materi belajar yang sesuai
• Manajemen Proses Belajar adalah penerapan proses belajar & evaluasi sesuai dengan tipikal anak
• Manajemen Waktu adalah perencanaan waktu sesuai prioritas tertulis dalam rencana besar keluarga

Keluarga kami sendiri sampai saat ini belum terlalu mempermasalah pola atau rutinitas ketat.
Masih santai-santai saja karena memang tipikal kami berdua pun santai.
Yang menjadi keutamaan kami tanamkan ke Abi adalah lebih pada life skill, kesadaran diri sendiri dan hubungannya dengan orang lain, beberapa contoh antara lain:
- memasukkan baju kotor ke keranjang dan membantu angkat jemuran dimasukkan ke kamar
- membantu menempatkan sendok bersih dari cucian setelah dicuci
- mandi sendiri dari mulai pakai sabun, keramas, sikat gigi, mengembalikan alat mandi ke tempatnya, mengembalikan ember dan gayung ke tempatnya, handukan sampai kering, mematikan lampu kamar mandi, keset baru masuk ke kamar
- makan sendiri dari mulai ambil piring, ambil lauk, ambil kursi, mulai berdoa dan makan, menjumput nasi yang jatuh ketika kurang pas memasukkan sendok ke mulut, dan meletakkan piring kotor ke tempat cucian
- bicara sopan dengan bahasa yang berbeda antara dengan teman dan dengan orang lebih tua
- menyapa orang lain dengan baik, berterimakasih, memohon maaf, dan mengucapkan permisi

Kemampuan atau sikap sederhana namun nyata dan membanggakan untuk kami berdua karena dilakukan Abi dengan sukacita. Keseharian kami pun sangat sederhana.


Keseharian ini yang biasa kami lakukan apabila tidak ada kegiatan luar, misalnya:
- Join kegiatan Klub OASE setiap Rabu di Cipinang
- Les electone setiap Sabtu di Yamaha Alam Sutera
- Ikut MamaPapa latihan paduan suara setiap Jumat di Blok M
- Ikut MamaPapa pas ada job nyanyi dimana saja
- Ikut Papa meeting di tempat baru (aku & abi jalan-jalan sendiri)
- Main ke rumah teman/saudara dimana saja
- Mengunjungi tempat yang belum pernah

Beberapa tips yang bisa jadi panduan untuk menjalankan HS selain dari yang sudah dibahas di atas dan di webinar sebelumnya adalah:
- melibatkan anak dalam kegiatan apapun yang sesuai kemampuannya
- ketika menjadi berantakan, kita tetap hadir menemani penyelesaian prosesnya tanpa mencacat
- pembagian tugas dan kelapangan dada yang baik antara suami istri
- orangtua bukanlah pelayan dan anak bukanlah raja
- mengatur kegiatan bersama sesuai hasil diskusi melibatkan komunikasi yang baik
- bersama membangun pola inti dengan perlahan bagi anak usia dini seperti bangun-mandi-makan, dll
- sediakan alat tulis dan craft juga box untuk tempat mainan dan ajarkan anak untuk tanggung jawab
- membuat rencana besar keluarga dan koridor/benang merahnya
- sepakati dengan anggota keluarga mana yang boleh dinegosiasikan mana yang tidak
- orangtua tetap mempunyai otoritas utama di dalam keluarga
- orangtua lah yang paling tahu karakter anak, maka amatilah dan kenalilah
- membuat checklist dan prioritas tertulis sehingga meringankan overload pikiran
- suami istri saling menghargai dan luangkan waktu bersama untuk ngobrol ttg anak dan keluarga
- orang tua banyak belajar dan mencari informasi juga sharing dengan pelaku HS
- sederhanakan target dan turunkan ekspektasi ketika overload/burnout

Hmmm.. apalagi ya..
Sepertinya jika semua points di atas ini bisa dilakukan dengan fun and enjoy, pasti akan berjalan dengan sendirinya..
Hopefully...we do so...

Untuk informasi lebih detil silakan mengunjungi website Rumah Inspirasi dan page di FB.
Semoga mencerahkan! :)

-Tuhan Memberkati-

Wednesday, November 6, 2013

Webinar#5 - Homeschooling dan Internet

Late post nih..
baru sempat ketak-ketik setelah reschedule webinar di sabtu kemarin.

Tema menarik lainnya dalam webinar ini.
Pasti! Di jaman digital ini siapa yang tidak tertarik untuk tahu tentang internet. Baik sekedar mengenal saja sekilas, atau ingin belajar sesuatu dari internet, atau ada kepentingan lain.
Dan proses pembelajaran anak homeschooling juga tidak jauh-jauh dari internet saat ini.
Informasi apapun bisa didapatkan dari internet, atau kalau kata Abi: "dari mbah gugel" hehehe...



Quote Bill Gates ini sangat terbukti sekarang ini..
Hebat ya!

Dan dengan kondisi ini justru sangat membantu kita sebagai pelaku HS, karena materi HS, contoh kegiatan, contoh jadwal, diskusi atau sharing tentang HS sebenarnya sangat mudah didapatkan di internet.
Walaupun dengan bertemu bisa lebih menentramkan juga lho...




Sebenarnya, tidak ada model HS di sebuah keluarga (A) yang bisa kita tiru mentah-mentah.
Karena keluarga kita tidak sama dengan keluarga A tersebut. Ibunya beda, Bapaknya beda, juga anaknya.. betul kan?

Penting sekali bagi tiap keluarga merasa nyaman dengan apa yang ada disekitarnya untuk menjadi kebiasaan keluarga dan menjadi proses pembelajaran anak.


Lain dulu lain sekarang.
Apabila kita amati bersama, memang semakin banyak perbedaan jamannya.
Dulu ketika masa kita mengenyam pendidikan, kegiatan lebih banyak berupa fisik.
Dan karena kita bersekolah formal, maka kita harus ke tempat yang namanya sekolah, ada ruang kelas, lalu mendapatkan materi dari media tunggal yaitu guru – buku – alat tulis/papan tulis.
Kita menunggu penjelasan dari guru, prosesnya dari luar ke dalam.

Sedangkan saat ini, anak-anak sangat memungkinkan untuk belajar secara virtual yaitu dengan internet. Ingin belajar apapun ada sepertinya, asal teliti dan tekun mencarinya.
Cara mendapatkan materi pun melalui multimedia yaitu ada suara, gerak, dan gambar.
Prosesnya berlawanan, yaitu dari dalam keluar.
Anak berinisiatif mempelajari sesuatu berangkat dari keingintahuannya.
Kemudian orangtua hadir dan terlibat bila diminta untuk mengarahkan.
Orangtua dapat memberikan gambaran untuk kepentingan jangka panjang dan mengajarkan tentang apa itu skala prioritas juga tanggung jawab terhadap diri sendiri dalam hal skill upgrade ini.

Website pembelajaran online banyak sekali bertebaran di internet.
Tinggal kita masukkan kata kunci yang kita inginkan dan klik saja lalu pilih dan pelajari.
Antara lain www.coursera.org atau www.iversity.org.

Beberapa website education games yang pernah/sedang digunakan Abi adalah:
abc mouse, ixl,  turtle diary, starfalls, science for kids
Kalo yang dipelajari mamanya hehehe.. antara lain:
lesson pathways, free homeschooling deals, education.com, youtube, time4learning, sandradodd, dan banyak blog praktisi HS

Sedangkan untuk mencari tahu bersama-sama tentang sesuatu kita bisa berkunjung ke perpustakaan raksasa yaitu Wikipedia atau ta
nya ke Ahlinya yaitu Google, juga bisa ke Youtube.
Era digital beberapa tahun ke depan pasti akan lebih canggih lagi.
Dan ini kesempatan kita sebagai orang tua dan pelaku HS untuk mengembangkan kemampuan anak juga kita untuk bersama-sama menjadi warga dunia untuk belajar bersama.

Kecanggihan internet inilah yang kemudian bisa menjadi boomerang.
Tantangannya adalah ketika anak terlalu fokus terhadap gadget atau internet.
Maka yang harus dilakukan adalah kita tetap mengarahkan ke kegiatan fisik seperti olah raga di ruang terbuka, membaca buku, membuat kreasi/prakarya, berinteraksi dengan banyak orang, dll.
Dan pastinya, menciptakan ruang obrolan yang nyaman untuk sharing apa saja dalam keluarga.

Bagaimana ortu menyediakan ruang yang luas untuk jujur bagi anak, tidak memarahi dan merespon negatif ketika mereka sudah jujur supaya anak bisa cerita apapun.

Menjadi pendamping yang efektif untuk anak juga menjadi tantangan kita.
Kita harus aktif dan cukup tahu bagaimana internet ini bekerja.
Kita sebaiknya belajar untuk memimpin dengan efektif.
"Menjadi orangtua yang Otoritatif tapi tidak Otoriter"

Strategi dasar dalam surfing internet adalah:
- kenali kebutuhan kita hendak cari informasi atau sekedar berinteraksi
- cari kebutuhan dan pertahankan keinginan
- ingat apa yang menjadi tujuan awal
- setelah mendapatkan yang dicari maka sebaiknya berhenti
- banyak berjejaring yang sehat


Banyak yang ragu dengan sistem komputerisasi dan internet ini karena bahaya pornografi.
Yang bisa kita lakukan antara lain:
- memperkuat nilai internal anak supaya anak bisa mengambil keputusan dengan benar
- memperkenalkan kegiatabn positif di internet, bahwa bisa belajar serius selain dari game
- melakukan kontrol fisik komputer dan gunakan alat pengontrol (safe search filter)
Paling utama adalah Menjadi Sahabat Anak.

Jadi, mari kita belajar menggunakan internet dengan smart.
Mari kita mulai belajar apa yang bisa dimanfaatkan dari internet untuk pendidikan anak kita.
Mari kita belajar dari awal lebih banyak dengan semangat seperti semangat anak kita.



"Pendidikan adalah tentang bagaimana memperkuat anak untuk belajar lebih mandiri untuk mendapatkan apa yang ingin diketahuinya untuk masa depannya"







Untuk informasi lebih detil silakan mengunjungi website Rumah Inspirasi dan page di FB.
Semoga semakin memberikan cahaya terang bagi yang mencari informasi tentang HS dan atau bagi yang sedang meneguhkan hati hehehe...
Semangat! Kuatkan Niat! Lakukan! :D (berasa kampanye yak..)


-Tuhan Memberkati-