Thursday, January 31, 2013

Growing with Our Kid (2)

Melanjutkan postingan seri (1) sebelumnya, aku coba sharing lagi tentang ide-ide dan pengetahuan yang aku dapat dari berbagai buku dan informasi dalam bertumbuhnya kita bersama balita kita...

- Sejajarkan Tubuh dan Tatapkan Mata -
Kebiasaan orang dewasa, orang tua kepada anak khususnya, ketika memberitahu atau menasehati sesuatu atau bahkan memarahi anak adalah dengan sikap berdiri dan menuding. Sikap ini sangat kurang baik diterima oleh anak kita. Anak akan merasa terintimidasi dan sinyal yang ditangkap adalah "marah dan salah" itu saja, tanpa tahu apa yang sebenarnya jadi masalah, dimana salahnya, dan kenapa orang tuanya marah. Sangat disayangkan kalau hal ini terjadi terus-menerus secara berkelanjutan, anak akan mencontoh bagian marahnya saja, dan bisa jadi nantinya akan mudah marah ketika diberi masukan oleh siapapun.

Mari kita coba belajar dengan cara ini:
*siapkan kalimat lugas, singkat, jelas, to the point
*ajak anak mendekat kepada kita, bungkukkan badan kita atau bisa juga dengan jongkok kalau anak kita masih terlalu kecil/pendek
*tatap matanya dengan lembut, sampaikan kalimat2 yang sudah kita siapkan dengan nada tegas bukan nada tinggi
*tanyakan apakah dia mengerti dan minta dia mengulang kembali apa yang kita katakan

Oya, sikap ini adalah perbaikan dari sikap kita juga yang kadangkala memarahi anak dengan berteriak namun tak beranjak dari tempat kita berdiri atau duduk.

Contoh:
Setelah makan, Abi lari sana lari sini, maksudnya bermain lari-larian. Mama sudah mengingatkan untuk duduk sebentar setelah makan. Tapi Abi masih juga lari-larian. Kemudian BRAK! Abi jatuh dan muntah sedikit.
Ma2: (jongkok dan mata sejajar) "mas Abi jatuh ya? kenapa kok bisa jatuh dan muntah?"
Abi: "iya jatuh. karena aku lari-lari jadinya muntah deh" (biasanya dia jawab begitu)
Ma2: "Abi tadi abis makan ya? (Abi manggut2). Boleh ga abis makan trus lari2?"
Abi: "Ga boleh"
Ma2: "Jadi gimana kalo abis makan?"
Abi: "duduk dulu"
Ma2: "supaya apa duduk dulu?"
Abi: "supaya turun sini (sambil tunjuk perut)"
Ma2: "betul sayang. jadi Abi bisa ngerti ?"
Abi: "iya. kalo uda turun boleh lari-lari ya"

- Hindari Kata Negatif / Berikan selalu Kata Positif -
Menurutku memberikan dan mengekspresikan sesuatu yang positif sangat baik adanya dan pasti akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Hanya perlu kemauan dan keteguhan kita sebagai orang tua untuk bisa merubah sikap kita yang tanpa sadar adalah negatif menjadi positif. Sesuatu yang positif bisa diartikan banyak hal, baik dari sikap tubuh, jenis kata, intonasi, tatapan mata, dsb.

Beberapa contoh yang sangat sederhana adalah:

*STOP MENGEJEK/MERENDAHKAN..
Terkadang tanpa sadar kita mengatakan "ah, kamu anak kecil ga ngerti laaah" ato "ih cemen ya gitu aja ga berani" ato "hiiy takut ya takut ya sama cicak..hiiyyy" dan kalimat2 serupa lainnya, percaya ato tidak kalimat semacam ini akan tersimpan dalam memori bawah sadar anak kita dan menghambat perkembangannya. Anak akan merasa takut terhadap sesuatu ato merasa bodoh, dan itu akan tersimpan terus tanpa sadar hingga dewasa.

*MEMBERIKAN PUJIAN..
Apapun yang dilalukan anak yang bersifat sebuah pencapaian, berilah pujian, sekecil apapun pencapaian dari kegiatan tersebut. Misalnya, pulang sekolah anak menunjukkan hasil belajar mewarnainya, walopun masih keluar dr garis ato warnanya belum rata .. berikanlah pujian bahwa dia sudah bisa mewarnai dan besok akan lebih pandai lagi mewarnai.

*NO SINETRON/STOP NONTON SINETRON....
Kita sangat tahu pastinya bahwa didalam sinetron sekarang ini banyak sekali perilaku dan kata negatif dan berlebihan yang selalu dimunculkan. Apabila anak kita mengkonsumsi tontonan seperti ini setiap hari maka niscaya akan menirunya, sehingga anak balita bisa dengan mudah mengenal kata bodo, bego, cerewet, dsb.

- Konsekuensi -
Memberikan konsekuensi menurutku sah-sah saja dilakukan untuk memberi gambaran pada anak tentang tanggung jawab terhadap apa yang dia kerjakan. Konsekuensi yang diberikan bisa berbagai macam, dari mengurangi jam main dengan mainan favoritnya, menyuruhnya melakukan hal lain yang mendidik, atau bisa juga memberikan hukuman diam.

Kesepakatan yang kami lakukan di rumah dengan Abi adalah hukum diam. Hukum Diam ini tidak semata-mata memarahinya dengan menyuruh diam loh. Mungkin kalo ada yang sudah pernah lihat tayangan "Super Nanny 911", hukum diam adalah mendudukkan anak di tempat yang telah disepakati sebagai tempat konsekuensi, lalu anak diminta untuk diam dalam hitungan menit disesuaikan dengan usianya. Misalnya 3tahun, maka hukum diam selama 3menit. Dan percaya ga percaya, it works!
Kesepakatan ini kurasa lebih baik daripada berteriak-teriak memarahi anak kita.

- Memberi Contoh -
Bagian ini pada umumnya terlewati oleh kita tanpa kita sadari. Seringkali yang terjadi adalah, kita minta anak kita untuk tidak melakukan hal-hal yang kita pandang dan kita yakini itu tidak baik, tapi kita sendiri malah melakukannya di depan mereka. Dan pada suatu saat ketika si anak melakukan hal-hal yang kita larang itu, justru amarah yang diterimanya dari kita.
Contoh yang paling sederhana adalah; kita minta anak untuk belajar membuang sampah di tong sampah, ketika si anak berhasil melakukannya, justru kita membuang tissue atau bungkus permen kemana-mana, asal buang saja dan tidak di tong sampah.
Atau karena alasan tertentu kita tidak memperbolehkan si anak untuk menonton acara TV favoritnya, namun di saat bersamaan kita malah menonton acara lain di TV.

Apa yang kita lakukan pasti akan ditiru oleh anak, terutama anak balita yang sedang berkembang dengan keingintahuannya yang sangat tinggi. Kita mengeluhkan tingkah laku anak kita yang kurang baik menurut kita, namun sungguh disayangkan apabila sebenarnya si anak justru melakukannya karena meniru kita sebagai orang tuanya, yang punya otoritas kuat dalam mendidik anak kita.


Menghadapi tingkah laku anak itu case by case.
Sharingku ini berdasarkan dari apa yang aku hadapi dan aku lihat di sekitarku.
Pastinya sangat banyak pengalaman dari para orang tua dalam mendidik anak-anaknya.
Dan menjadi orang tua yang baik itu tidak ada MANUALnya.. So, mau tidak mau dan menurutku adalah suatu kewajiban/tanggung jawab kita untuk terus belajar.

Yuk terus semangat menjadi orang tua yang baik..
semoga postingan ini bisa menjadi sharing positif untuk semua saja yang membaca :)

- Tuhan Memberkati -

Saturday, January 12, 2013

Liburan Akhir Tahun 2012

Liburan akhir tahun, Desember 2012 kemarin ini merupakan moment yang paling ditunggu-tunggu
Aku yakin kebanyakan orang merasakan hal yang sama ... begitu pula kami
Maka jadilah kami ikut beramai-ramai "mudik".. hehehehehe..
Selain karena kami ingin merayakan Natal bersama keluarga besar di kampung halaman, liburan kali ini juga panjang -- kami memutuskan untuk Liburan dari tanggal 22 Des sampai 2 Jan -- dan sudah 3 bulan ini kami tidak pulang.
Ditambah lagi ada 'kewajiban' untuk memenuhi kekangenannya Eyang-Eyang ke Abi.
Tersadar juga...  rasanya lamaaa sekali tidak menginjakkan kaki di kota Yogyakarta ini.

Kemarin perjalanan Mudik lumayan melebihi batas normalnya.
Kami berangkat dari Vale - Graha Raya Tangerang jam 1.00 pagi hari Sabtu, 22 Des 2012.
Lancar memang dari Alam Sutra sampai Cikampek, tapi begitu keluar Cikampek mulai mobil-mobil bermunculan entah darimana, ditambah dengan beberapa truk kecil besar dan bus besar.
Wah wah.. kok mendadak padat nih.. Was-was sudah pikiran ini melayang hehe..
Tapi kami tetap pada keputusan awal, kami ambil jalur Pantura, yang kami perkirakan lancar.
Setelah Cikampek padat merayap, ternyata kepadatan masih berlanjut sampai kepertigaan Jomin, dan itu sangaaaat puanjaaang.... hahahahaha Berasa Lebaran deh!!

Akhirnya, setelah berhenti 2 jam di Indramayu dan 2 jam di purwokerto, sampailah kita di Jogja dengan lama tempuh perjalanan adalah 23 jam ... wkwkwkwk...
Mantab yah!
Puji Tuhan, Abi hebat..
bisa menikmati perjalanan tanpa rewel (untuk anak seusia itu), makan Oke tidur Oke...
Terima kasih ya mas.. Kamu memang Hebat!

Sesampainya di Jogja, saat itu jam 23.30, kami 'mendarat' di rumah Karanggayam, rumah orang tua PapaAbi dan Abi pun sudah  terlelap di alam mimpi.
Setelah beberapa saat bercerita dan berkangenan, kami istirahat.
Begitu juga hari pertama liburan di Jogja, 23 Des, waktu untuk santai dan istirahat.
Kesehatan adalah yang utama bukan?
Sorenya kami ke gereja bersama keluarga PapaAbi untuk misa Adven 4 di Banteng dan dilanjutkan dengan makan bersama. Tadinya mau makan di Amplaz sekalian jalan2, tapi aje gile macetnya, parkir penuh pula. Alhasil pilih yang deket-deket aja deh... parkir deh di Waroeng Steak Jakal hehehehe... Senangnya.. hari itu komplit.

Dinner w/ Sudijantos @ Waroeng Steak


24 Des, Malam Natal
Karena kado natal belum terbeli semua, akhirnya aku putuskan untuk ke Amplaz pagi ini cari kado2 natal.
Hmmm... ternyata proses pencarian kado kurang berjalan lancar dan jadi kurang nyaman belanja di Amplaz, kayaknya lebih enak kalo belanja di Galeria Mall...
Sorenya sudah ada agenda untuk misa Malam Natal jam 17.30 di Gereja Banteng. Kami harus berangkat jam 16.30 supaya mendapatkan tempat duduk. Ternyata sampai sana sudah penuh juga, untungnya masih ada beberapa tempat duduk yang berdekatan. Pulang dari Misa Malam Natal, kami pulang dan berkumpul di karanggayam untuk menikmati Capcay Goreng, Mie Goreng, Cumi Goreng Tepung, dan Fuyunghay buatan Gajah Jaya, langganan keluarga ini. :)

25Des, Minggu Natal
Pagi-pagi, kami mengantar Abi untuk mengikuti misa Natal bersama anak-anak di Paroki Banteng
Lumayan rame .. kebetulan Kak Revi dan Kak Diva, juga Mamatha bertugas menyangi di misa
Dan lucunya, ketemu teman2 kecil kami ketika bermain bersama di gereja dulu, sekarang sudah punya momongan semua xixixixi... 
Setelah itu kami pulang ke rumah Jurug..
Sesuai agenda keluarga Prayitno, setelah makan siang kami langsung ber "photo session"
foto bersama memang menjadi tradisi keluarga kami setiap tahun nya hehe... Berikut hasil foto bersama D'Prayitnos :)



DeLus, MaTha, Revi, Diva



Aji, Lia, Abi







Hari-hari berikutnya, berbagai macam agenda pun telah menunggu sejak kami tiba di Jogja
Yah, maklum kalo manusia perantau, ketika mudik, pasti banyak yang ingin ketemu xixixi

Abi sempat main ke Taman Lampion bareng kakak2 sepupunya.. Kak Revi dan Kak Diva
Sayang sekali, disana ga foto-foto sama sekali berhubung mama papa Abimanyu harus pijet
(jadwal tukang pijet langganan ternyata padat juga wkwkwk... Laris Manis Mbaaah..)

Lalu kami berkunjung ke Rumah Eyang Harso, di Kadipaten, dekat Kraton Jogja
Tidak lupa yang selalu disempatkan adalah berziarah ke makam Eyang Uyut baik yang di Klaten maupun yang di Imogiri..

Tahun depan rencanakan kemana lagi yaaa??
Kebersamaan itu indah!

- Tuhan Memberkati -