Friday, August 30, 2013

Dream List

Dream List atau Daftar Mimpi
Pastinya setiap orang punya mimpi dan awalnya dibangun dari pertanyaan sewaktu kecil
"apa mimpimu?" atau "besok besar pengen jadi apa?"
Mungkin akan ada yang meralat.. STOP!.. itu cita-cita bukan mimpi!
Namun pandanganku terhadap cita-cita berubah saat ini. Dulu cita-cita aku pahami sebagai suatu pekerjaan yang akan aku jalani di kemudian hari. Hanya sebatas itu. Dan cita-cita adalah mimpi.
Sekarang, seiring berjalannya waktu dan segelintir pengalaman hidup yang berlalu di hadapanku, membuat perubahan pada pola pikirku. Sekarang ini, yang ada adalah MIMPI.
- Bahwa kita akan hidup apabila kita bisa bermimpi dan punya semangat untuk meraih mimpi itu yang pada akhirnya membuat hidup kita ayem tentrem (baca: sukses) -

Sayangnya, kebanyakan orang melupakan mimpi, at least apa yang dia inginkan semasa kecilnya. Hilang dan terlupakan karena sibuknya kita berkutat di hitungan matematika dan hafalan seabrek yang harus kita lakukan dalam waktu pendek demi mendapatkan penghargaan yang namanya nilai.

Dulu, ketika kecil, aku sangat suka sekali menggambar komik, yang sekarang disebut manga. Tokoh favorit ku saat itu Mari-Chan dan Candy-Candy... pasti yang seumuran denganku masih ingat..
Selain menggambar aku suka sekali dengan menulis, jadi dulu suka bikin cerita sendiri dengan gambar manga. Dan menulis buku harian tanpa absen wkwkwk.. sampai ada berapa seri tuh sejak SMP. Dari sisi seni, aku sangat suka menyanyi dan menari.

Sepertinya, kalo dirunut kembali..
Mimpiku sebenarnya adalah membuat Buku. Entah tentang apa.
Dan itu terlupakan. Terutama ketika masuk ke masa kuliah.
Menari pun akhirnya lepas juga ketika SMP. Kalo ini karena faktor idelisme orang tua saat itu.
Menggambar juga sekarang sudah kaku sekali, bahkan terkesan konyol hasil gambarku kemarin.

Puji Tuhan, sekarang aku bisa menggali lagi mimpiku ini.
*Mimpi menjadi Penyanyi.. Done! hehehe.. 
Menyanyikan lagu sesuai permintaan dan membuat para pendengar tersenyum puas menjadi kebanggaan tersendiri yang tiada tara.
*Mimpi menjadi Penari... hmmm.. sepertinya ini bisa dilepaskan, karena perlu latihan secara kontinyu untuk mendalami skill ini dan menjadi expert di bidang ini.
*Mimpi membuat Buku... Hey!... I am working on it.. hahahaha.. 
Yang ini sungguh diluar dugaan dan kesempatan itu datang begitu saja dengan mudahnya. Semoga Buku ini bisa menjadi berkat bagi para pembacanya.

Mimpiku berkembang..
Menjadi seorang ibu yang baik terutama mendidik langsung Abi dengan Homeschooling
dan Membagikan pengalamanku dengan orang lain
Menjadi seorang istri yang bisa seiring sejalan dengan Papa Abi 
They are all becoming my Next Dreams.

Dari semua yang kualami di atas, aku menanamkan prinsip ke Abimanyu-ku untuk membiarkan dia share apa-apa saja mimpinya, apa-apa saja yang dia inginkan.
Dan selalu aku tanyakan secara rutin, yah paling gak ada catatannya setiap tahun ...
"Mas besok besar pengen jadi apa?

Lucu deh, dalam rentang setengah tahun bisa berubah... tapi itu wajar memang..
Anak masih mereka-reka dan cenderung meniru apa yang dilihat..

So, aku putuskan untuk mendokumentasikan dalam bentuk Gambar dengan judul Dream List, yang nanti bisa dikumpulkan, bisa diprint juga untuk catatan perjalanan Abimanyu.

Ini mimpi Abi dari umur 3 tahun sampai saat ini umur 4.5 tahun:




Keep on Dreaming..
Teruslah berMIMPI Nak...

-Tuhan Memberkati-

Tuesday, August 27, 2013

Refresh after Holiday

Yeay!
we took a very long long holiday this month, in celebrating EID tradition..
we have touched down Jogja on 30 July 2013 and went back to Jakarta on 20 Aug 2013
three weeks holiday.. hahahaha...

Puas, pastinya!
Sampai lupa atau mungkin bisa dibilang gak sempat untuk sharing di blog ini tentang kegiatan seru kami selama liburan di Jogja, seperti:

30 Juli : Main ke sawah bersama Kyubbi, anjing Golden, penghuni baru di rumah..
[find it here: http://meilawijaya.blogspot.com/2013/07/play-with-kyubbi.html]
01 Aug : Ulang tahun Uti ke 53 di Rumah Makan Blangkon
01 Aug : Mengunjungi Museum Ullen Sentalu
[find it here: http://meilawijaya.blogspot.com/2013/08/museum-ullen-sentalu.html]
05 Aug : Main ke Taman Lampion
07 Aug : Berkunjung ke rumah Popo dan Wisata Merapi
[find it here: http://meilawijaya.blogspot.com/2013/08/abi-popo-exploration.html]
08 Aug : Bersilaturahmi dan berLebaran
11 Aug : Ulang tahun PapaGus ke 60 di Timbulroso dan ke Pantai Baru
12 Aug : Ketemu Keluarga Dian-Wanto & Sandra-Jo di Ambarukmo Magnum Resto
13 Aug : Menonton Sendratari Ramayana Ballet
16 Aug : Kasongan - Gardena - Mbah Cemplung
17 Aug : Sudijantos @Pantai Baru
Dan kegiatan lainnya, termasuk ber-Kuliner-ria...

Aku akan share in detail liburan kami hehehe.. (berhubung belum sempat edit foto) sesuai dengan tanggal kegiatan pastinya.

Sesampainya kami di Jakarta, tugas menyanyi sudah menunggu.
Lengkaplah sudah 1 bulan tak bersua dengan blog warna-warni kami.

Sekarang saatnya melanjutkan kegiatan kami yang luar biasa dan unpredictable..
Selama Liburan Abi banyak belajar hal baru, entah itu terkait dengan pengetahuan umum ataupun dalam hal hubungan dengan orang lain. Kami pun belajar hal baru, yaitu dealing with Abi in another ways karena Abi sangat imitating dengan orang-orang di sekitarnya yang notabene kurang pas dengan yang kami ajarkan dan pahamkan selama ini.
But that's okay.. pengalaman adalah pelajaran yang berharga bukan?
Dan imitating memang sangat wajar untuk anak seusia Abi.

So .. it really refresh dan semangat untuk hari-hari lebih indah ke depan!

-Tuhan Memberkati-

Saturday, August 17, 2013

Kasongan & Ayam Goreng Mbah Cemplung

Agenda kemarin adalah ke Kasongan, salah satu home industry, desa kerajinan gerabah/keramik tanah liat yang terkenal di Jogja. Yang terbayang di benakku, kami bisa mengunjungi para pengrajin yang sedang membuat gerabah. Tapi sayang, waktunya kurang tepat. Hanya beberapa showroom yang buka sementara worskhopnya tutup.

Akhirnya kami mendatangi salah satu showroom yang cukup besar di Kasongan.
Produknya banyak dan bagus-bagus. Masih bisa memberikan Abi pengalaman tentang gerabah.
Mungkin untuk melihat langsung dan mengalami cara pembuatan gerabah bisa terpenuhi tahun depan.

Kami pun melanjutkan agenda, yaitu wisata kuliner yang ada di sekitar Kasongan.
"Warung Ayam Goreng Mbah Cemplung.. harus sebelum jam 12 kesana ya", begitu info dari temen.
Kami bergegas mencari dan bertanya kepada orang sekitar dimana tepatnya lokasi warung ini.
Awalnya ragu-ragu, karena banyak orang menjelaskan rute yang menurut kami sangat terpencil. Tapi begitu masuk gang kecil itu, ternyata di dalamnya terdapat parkiran yang luas sekali dan ruang makan yang besar, bahkan ada 2 area. Banyak mobil dan motor sedang parkir disitu.
Wah tampaknya memang cocok nih. Hehehe..

Warung Mba Cemplung ini berdiri sekitar tahun 1980-an.
Mengapa dinamakan Mbah Cemplung? Karena nama ini merupakan sapaan akrab dari Mbah Rejowinangun (sang pemilik warung makan) yang berasal dari Kampung Cemplung.
Ulasan tentang kuliner ini dapat dilihat juga disini: http://kotajogja.com/kuliner/index/172



Tempatnya enak dan sejuk, karena banyak pepohonan di sekitar area parkir.
Angin sumilir menemani kami sambil menunggu menu pilihan dimasak. Jadi liyer-liyer rasanya.
Ada 2 tempat makan yang tersedia. Yang pertama lebih kecil dari yang kedua.
Kata Tukang Parkir disitu, tempat yang kedua ini merupakan perluasan karena banyaknya pelanggan.
Nah... Bagaimana tentang rasanya?
Wah sungguh nikmat dan lezat rasanya. Sekilas secara penampilan tidak berbeda dari ayam goreng lainnya.
Tapi memang cita rasa sangat berbeda. Es Teh manis yang kami pesan pun rasanya lebih ndeso.
Cocok dan Mantab! Patut dicoba deh...
Sayang lupa difoto menu yang kami pesan xixixi... saking menikmatinya.

-Tuhan Memberkati-

Wednesday, August 14, 2013

Sendratari Ramayana di Candi Prambanan

Setelah lama menanti, akhirnya kesampaian juga.
Kami sekeluarga bisa menonton Pertunjukan Terbuka Sendratari Ramayana di area barat Candi Prambanan dengan latar belakang indahnya Candi Prambanan yang diterangi cahaya.
Rasanya sangat semangat dan tak sabar menantikan pertunjukan itu kemarin.

Berikut jadwal pertunjukan untuk tahun depan dan juga harga tiket (ada informasinya di internet):

Teater terbuka (Open Theater)
MAY 2014 1, 3, 6, 8, 10, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 22, 24, 27, 29, 31
JUNE 2014 3, 4, 5, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 21, 24, 25, 26, 28
JULY 2014 1, 3, 5, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 19, 22, 24, 26, 28, 29, 30, 31
AUGUST 2014 1, 2, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 16, 19, 20, 21, 23, 26, 27, 28, 30
SEPTEMBER 2014 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 13, 16, 18, 20, 23, 25, 27, 30
OCTOBER 2014 2, 4, 7, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30

Harga Tiket:
VIP CLASS SEATING IDR 350.000
SPECIAL CLASS SEATING IDR 250.000
FIRST CLASS SEATING IDR 175.000
SECOND CLASS SEATING IDR 100.000
STUDENT CLASS SEATING IDR 30.000

Pertunjukan dimulai pukul 19.30-21.30 dan tergantung dengan cuaca.


Beberapa saat sebelum pintu  masuk dibuka, kami diperbolehkan berfoto bersama tokoh utama dalam Cerita Ramayana tersebut.
Ada Rama dan Shinta juga Anoman, monyet putih yang menyelamatkan Shinta.
Peminat pertunjukan ini banyak. Tidak hanya penduduk sekitar, turis lokal, namun justru yang sangat menikmati (tampak dari sikap tubuh dan mata) adalah turis mancanegara.
Betapa hebatnya budaya Indonesia itu. Patut kita berbangga dan melestarikan.

Pintu masuk dibuka.
Kami pun bergiliran masuk dengan menunjukkan tiket, satu per satu. Kemudian memilih tempat duduk yang tidak terlalu kena aliran angin malam yang sembribit (agak kencang).
Melihat area panggung yang terbuat dari batu-batu itu rasanya kok bahagia sekali ya.
Berulang kali terucap dalam hati "indahnyaaaaa...".
Masih ada waktu untuk menikmati indahnya Candi Prambanan yang disinari cahaya temaram sambil narsis.


Tak lama kemudian, pembawa acara membuka acara dengan memberikan penjelasan tentang peraturan pengunjung selama pertunjukan berlangsung.
Setelah itu, kami pun terhanyut dalam cerita Ramayana ini.
Tarian yang indah para penari, dialog yang lucu dan pas, akting para penari, dan panggung yang luar biasa.


Pertunjukan Cerita Ramayana ini serupa dengan yang terpahat di Candi Prambanan.
Ceritanya dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu:
1. Penculikan Shinta oleh Rahwana saat Rama pergi berpetualang ke Hutan Dandaka
2. Anoman ke Alengkadiraja untuk menyelamatkan Shinta dan ada momen Anoman Obong
3. Kumbakarna Gugur, Adik Rahwana yang mengetahui kesalahan kakaknya tapi berperang demi Alengka
4. Kematian Rahwana terkena panah sakti Rama lalu dihimpit gunung besar oleh Anoman

Seru.. Luar Biasa.. Hebat pokoknya. :)


Saatnya foto bersama para penari, beberapa tokoh utama dalam Sendratari Ramayana.
Terimakasih atas partisipasi kalian semua dalam mendukung budaya Indonesia.

-Tuhan Memberkati-

Tuesday, August 13, 2013

Friendship Never End @MagnumResto

Yes indeed...
Friendship never end..
Thank you Lord for this friendship...

Setiap pulang ke Jogja, pasti disempatkan untuk ketemu sahabatku ini.. -Dian dan Sandra-
Kalo ketemu pun selalu heboh.. Walopun semua uda punya "buntut" sekarang.
Apa aja bisa dibuat obrolan pastinya, entah itu saling sharing kehidupan masing-masing, saling ejek, saling mengingatkan.

Dengan lika-liku kehidupan keluarga masing-masing membawa kami kepada kondisi dan pola pikir yang tidak sama seperti dulu.
Saling beda pendapat dan beda keputusan yang diambil adalah hal wajar dan merupakan pelajaran bagi kami untuk saling menghargai.
Proses saling mendengarkan juga sangat penting dalam komunikasi kami.

Lebih dari 10 tahun bersahabat..
Tak pernah membuyarkan rasa kangen yang tersemat..
Selalu ingin bertemu dan saling memeluk erat..

Apalagi aku yang paling jauh hehehe..
Dian dan Sandra di Jogja saat ini..
Kalo pas pamitan, selalu ada rasa "hiks" dalam hatiku..

Thanks ya mommies for this friendship..


Oiya, sekilas tentang tempat reunian kami.
Memang bermula dari usulku, akhirnya kami memilih tempat di Magnum Resto.
Lihat di iklan TV awalnya. Tempat ini tampak keren.
Namanya juga iklan ya hehehe..
Sampai disana, impresi tentang tempat cukup romantis dan luas.
Romantis karena remang-remang jenis lampunya.
Di bagian belakang cukup luas, ada kereta kuda juga yang dipajang di dalamnya.
Tempat parkirnya tidak terlalu luas.
Jenis makanan dan minuman cenderung ke ala barat/italia, selain dari produk es krim yang menjadi menu favorit berdasarkan dari nama restorannya.
Sayang, harga es krim terlalu signifikan dibandingkan dengan kita biasa beli di supermarket hanya karena penyajiannya berbeda dan ditambah sedikit toping.

But anyway, yang terpenting ketemunya dan ngobrolnya. hehehe..





-Tuhan Memberkati-

Thursday, August 8, 2013

Abi & Popo Exploration

Kesampaian juga berkunjung ke rumah Tante Susan dan Dek Popo.
Rumahnya dekat dengan Cangkringan, bisa deh sekalian menengok kondisi Merapi.
Sejak tahun 2006 dan 2010 kemarin, kami sama sekali tidak mengunjungi daerah yang terkena letusan Gunung Merapi tersebut.

Rabu, 7 Agustus kami agendakan untuk datang kesana, dan disambut dengan sangat hangat.
Abi (4.5 thn) dan Popo (3thn) pun bisa langsung berinteraksi dengan baik.
Lucu sekalii...

Setelah ngobrol sana sini, marilah kita mulai bereksplorasi... xixixi..
Kebo (Kerbau dalam bahasa jawa) peliharaan Akung Popo pun menjadi obyek eksplorasi pertama :D
Mereka berdua semangat sekali deh.
Abi dengan pengalaman pertamanya memberik makan kebo dan Popo yang senang sekali karena dapat teman baru.


Makan yang banyak ya Bo... ditungguin nih...



















Puas dengan si kebo...
Eksplorasi selanjutnya adalah menengok ikan di kali.



Sayangnya, waktu kurang tepat untuk melihat ikan yang sedang dan besar karena sudah dikuras beberapa hari yang lalu. Tapi gakpapa, Abi dan Popo tetap senang dan heboh ketika menceburkan diri [lebih tepatnya kaki hehehe..] ke kali/sungai dekat rumah Popo. Mereka juga diajak menjaring ikan kecil untuk dibuat peyek nanti. Seru!






Selesai menjaring ikan..
Popo mengajak Abi berenang di kolam ikan dekat rumah xixixi...
Tapi Abinya belum "in" untuk nyemplung ... perlu penyesuaian sepertinya :p
Dan akhirnya duduk di pinggiran kolam sambil menyapa ikan-ikan kecil yang dibudidayakan disitu
Ada fenomena baru yang aku temui disini, air di kolam ini adalah aliran langsung dari air sungai, dan semakin siang maka air akan semakin bersih/jernih...  



Setelah main bersama tidak lupa juga bersih diri bersama hehehe..









Tak terasa, sudah saatnya makan siang.
Kami pun makan ikan dan sayur maskan Uti Popo, dan tentunya peyek ikan.. enaaak!
Terimakasih Utii..

Langsung deh, kami bersiap menuju Kawasan wisata Merapi.
Paling dekat adalah ke Kali Gendol, melihat bekas aliran lava dan lahar dinging saat itu.
Sampai sana.. kami ternganga.. hehehe... takjub bener!
Memang alam semesta itu sangat hebat, saling beradaptasi dan berevolusi dengan baik.
Setelah evolusi pun pemandangan yang dilihat sangat membuat manusia feel amazed.







Foto sebelah kiri ini, Abi dan Popo berdiri di tugu Batu yang besar sekali, dan terletak di tengah jalan penghubung antara 2 desa. Aku lupa desa apa dan apa. hehehe....
Konon katanya, batu ini tiba-tiba saja datang.
Karena malam sebelumnya tidak ada, baru besoknya, penduduk dikagetkan dengan adanya batu besar ini.
Terlempar karena letupan gas dari Gunung Merapi mungkin ya ?

Abi tertarik sekali dengan pemandangan alam yang dia lihat.
Hingga seolah-olah memastikan bahwa tanah yang diinjaknya bukanlah tanah, melainkan abu.



Tapi memang benar.
Sekilas nampak seperti pasir.
Ketika kita pegang dan rasakan, sangat halus dan mudah hmm.. apa ya istilah Indonesianya.. kalo dalam bahasa jawa "mabul"..
Xixixi.. gak nemu kata yang pas nih.

Alat berat backhoe ini di bawah ini digunakan untuk mengeruk pasir. Sudah tidak dioperasikan sepertinya.



Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Kali Adem, area bekas bencana yang lebih dekat lagi dengan Gunung Merapi.

Sepanjang jalan, kami melihat masih ada bebrapa rumah yang sudah tidak ditinggali dan tampak terbakar. Mungkin kena semburan awan panas atau "wedhus gembel"





Sampai di area ini, yang mana sudah menjadi.. eh dijadikan sih lebih tepatnya..
Dijadikan oleh penduduk sekitar menjadi kawasan wisata.
Padahal sebenarnya kami masih aman untuk naik beberapa kilometer saja.
Namun yah.. lagi-lagi kesempatan bisnis di lokasi yang memungkinkan, pasti akan dimanfaatkan.

Kami diminta untuk segera memarkirkan mobil dan apabila berminat naik lagi, harus sewa kendaraan.
Bermacam jasa ditawarkan, ojek dengan paket A-C dan jeep yang bisa sampai ke Merapi nya dengan paket A-D.
Termasuk ingin lihat bekas rumah Mbah Maridjan.
Mantab pisan!

Kami putuskan untuk melihat-lihat di sekitar situ saja.
Karena udara dinging kami pun menyantap wedang ronde, mie ndeso, yang weeenaaak tenan ternyata xoxoxo...



Besok kalo Abi uda lebih besar lagi aja deh ya..
Kita sewa jeep ke Merapi.
Mari agendakan lagi! hehehehe... [emaknya paling seneng bikin agenda]



-Tuhan Memberkati-


Saturday, August 3, 2013

Museum Ullen Sentalu

Satu diantara beberapa kegiatan yang dadakan adalah kunjungan ke Museum Ullen Sentalu ini.
Waktu itu karena kami makan bersama di Blangkon, jadi sekalian saja bablas naik ke Kaliurang.
PapaAbi terlintas untuk mengunjungi museum ini, dengan didukung voting anggota keluarga xixi...


Konon.. [loh.. kayak dongen aja]
Museum Ullen Sentalu ini dikenal sebagai museum budaya Keraton Yogyakarta.
Banyak dikunjungi para Turis. Aku sendiri sebagai orang Jogja sama sekali belum pernah kesini [tutup mata].
Hayo yang orang Jogja ngakuu...

Museum ini berlokasi di daerah Pakem,
di Jalan Boyong Kaliurang, Sleman Yogyakarta.

Kalau kita datang dari arah selatan, yaitu Jalan Kaliurang, maka kita akan melewati Papan Petunjuk Museum Merapi, setelah itu lurus sampai ketemu Hotel [aku lupa namanya], kira-kira 500 meter ada Papan Petunjuk ke Museum Ullen Sentalu.


Kesan pertama kali... Hiiiyy...  kok kayak gimana gitu.. merinding juga..
Apa efek Pohon Beringin yang berakar-akar gitu ya?
tampak depan

tukang bayar tiket :)


Tiket masuk museum adalah Rp. 30,000 per orang [lokal ya.. international beda pastinya], anak diatas usia 2 tahun masuk hitungan.


Jam operasional museum adalah
Jam 9.00 - 14.30 wib.





Setelah membayar tiket, kami diminta untuk menunggu guide.
Masih bingung juga sih, harus pake guide ya?

Pikirku, kita nantinya cuma melihat-lihat apa yang ada disitu.
Kami menunggu beberapa saat sambil berfoto sebentar di pintu masuk museum.
Tak lama, seorang guide cantik memanggil kami untuk memasuki area museum sambil bercerita panjang x lebar tentang museum ini.




Ternyata, museum ini adalah milik pribadi, sifatnya museum keluarga yang sangat mencintain budaya Indonesia, khususnya Yogyakarta dan Solo. Kemungkinan [ini menurutku ding], keluarga ini ada hubungan dekat dengan para bangsawan keraton, sehingga bisa dengan mudah mendapatkan peninggalan-peninggalan budaya yang sangat bersejarah.
Namanya adalah Pak Haryono.



Sayang sekali didalam kami tidak boleh mengambil gambar ataupun video.
Tapi wajar ya, karena milik pribadi, dan bangunannya pun unik. Ditambah dengan koleksi disini adalah asli dari keraton Yogyakarta maupun Solo.

Sempat cari-cari fotonya untuk sharing ke pembaca blog ini, seperti apa suasana didalam.
Bisa dilihat disini, http://www.tourjogja.com/berita-122-museum-ullen-sentalu-javanese-culture-and-art-museum.html.

Guide menjelaskan di awal, arti nama Ullen Sentalu, tapi aku lupa deh.
Googling wikipedia mari....
Nama Ullen Sentalu adalah singkatan dari “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” [bahasa jawa], artinya “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”.
Maknanya dalam ya... Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita.

Konstruksi museum ini dibuat sedemikian rupa seperti labirin dan bernuansa sangat jawa juga kental dengan aura mistis. Banyak kamar dan pencahayaannya remang-remang.

Penjelajahan awal, kami dibuat terkesima oleh lukisan yang sangat besar dan sangat hidup..
Tidak hanya satu.. beberapa lukisan memang berukuran sangat besar dan lagi-lagi.. sangat hidup..
Ada lukisan tarian kerajaan, permaisuri, Sultan dan keluarga, dll.
Berbagai alat musik jawa juga dipertontonkan, tampak rapi dan bersih.
Batik sebagai kain khas Yogyakarta juga dipajang dengan bagus dan indah.
Selain itu, koleksi relief-relief juga menghiasi beberapa ruangan museum.
Selebihnya, adalah silsilah keluarga keraton, keluarga besar, dan cerita para permaisuri.

Gaya hidup yang berdampingan dengan negara lain seperti Jepang, Belanda, Amerika sebenarnya sudah terjadi sejak dahulu. Pengaruh fashion dan pemikiran pun sudah tersebar di dalam lingkungan keraton. Hanya saja, terlintas dalam pikiranku... kenapa kita masih menganut sistem pendidikan yang menyamaratakan ya?

Kurang lebih 1 jam kami berkeliling bersama Guide cantik, akhrnya kami sampai di area foto.
Kamipun istirahat sebentar, duduk-duduk di ruangan yang tersedia sembari menunggu minuman rempah dengan resep rahasia. Minuman keraton katanya.. supaya awet muda..
Wow... mantab! hehehe..

Di area foto, ada sebuah relief budha yang menggambarkan [hmm... apa ya..]... intinya adalah seorang Raja yang baik didukung oleh Permaisuri yang setia, akan mencapai keagungan yang luar bisa .. [bener gak ya..].. Ah semoga nyerempet deh sama arti yang benar.. Maafkan ya kalo salah.. :p


Resto itu...

Di bagian belakang museum, ada restoran belanda yang memanggil-manggil untuk dicoba.
Sayang, waktunya kurang tepat.
Selain kami baru saja makan siang, ternyata resto nya tutup.
Ada juga galeri batik yang unik. Baguuuuss banget batiknyaaa.. [ngiler dah..]
Tapi itupun sudah mau tutup juga.
Jadilah kami memuaskan diri dengan berfoto ria di halaman belakang museum ini.



Halaman Belakang Museum














Lebih jelasnya bisa langsung ke website: www.ullensentalu.com
Museum ini sangat patut dimasukkan ke dalam daftar liburan kalian.

-Tuhan Memberkati-