Sunday, September 29, 2013

Meet Ellen Kristi


Hari ini... Lagi-lagi...Peristiwa baru dalam hidupku yang membuat hidup lebih hidup.. [ada berapa kata hidup? wkwk..]
Bisa bertemu dengan seorang praktisi homeschooling senior satu lagi merupakan salah satu kekuatan yang membuat kami makin yakin dengan pilihan kami.

Ellen Kristi...
Nama Ibu yang satu ini sudah pernah aku sebut di beberapa posting di blog ini.
Beliau adalah homeschooler yang "menganut" metode Charlotte Mason.
Lebih lengkapnya tentang Charlotte Mason ada di www.cmindonesia.com.

Kebetulan Bu Ellen sedang ada acara di Jakarta, dan komunitas Ibu Profesional bisa mengatur waktu untuk mengadakan "kuliah umum".
How blessed I am.. bisa ketemu Bu Ellen, yang tadinya hanya sempat ngobrol lewat inbox fb.

Juga, bersyukur sekali Papa dan Abi bersedia menemaniku mendengarkan sharing Bu Ellen.


Tema Kuliah Umum kali ini adalah tentang Kedisiplinan.
Aku menggarisbawahi bahwa bukan hanya kedisiplinan anak saja, namun tentu saja orang tua juga.
Karena dari orang tua lah anak ini meniru dan menerima pengertian tentang apa itu disiplin.

Sharing Bu Ellen menjurus kepada kedisiplinan dari sudut pandang Charlotte Mason [CM].
Nilai besar yang diimpikan CM adalah suatu pemahaman terhadap sebuah prinsip dan landasan.
Bisa jadi, kebanyakan dari kita lebih memilih untuk Tiru Teknik daripada Paham Prinsip.
Hmmmm.. tampaknya memang lebih mudah. Sebagai contoh; melihat orang yang sukses, lalu tanya bagaimana caranya secara detil, dan menerapkannya persis sama tanpa melihat karakter pribadi.
Mungkin berhasil, mungkin tidak..

Padahal, sebenarnya, apabila kita menerapkan sesuatu berangkat dari pemahaman prinsip dan landasan, justru akan terasa lebih mudah untuk berjalan dan bahkan untuk memodifikasinya sesuai dengan karakter pribdai kita masing-masing [atau anak kita atau keluarga kita].
Paham Prinsip bukan Tiru Teknik
Pahami Landasan yang cocok dengan Keluarga Kita

Visi CM sendiri adalah Pendidikan Karakter [Building Character].
Building Character Process mencakup Undrestanding, Watchfulness, dan Balance.
Dikatakan dalam Buku CM, bahwa 6-7 Tahun pertama, proses pendidikan anak adalah Tak Terstruktur, Bebas Bereksplorasi, banyak kegiatan Outdoor untuk Menguatkan Motorik Kasar.

Pendidikan itu menyeluruh dan sebaiknya tidak ada yang boleh ditinggalkan.
Yaitu Science, Life Skill, Academic, Religious, dan Social.

"We raise an extraordinary person"
"Can we see 'the Light' in Him"
CM memposisikan Anak sebagai a Person, bukan Ember Kosong.
Tugas kita adalah membantu mengeluarkan seluruh potensi yang ada dalam "seseorang" ini.

Dalam CM, tidak ada metode child-centered.
Anak tetap dihargai dan mempunyai kebebasan berpendapat dan bernegosiasi, namun di sisi lain juga ada aturan yang telah disepakati yang harus diikuti, dan orang tua memiliki otoritas dalam hal ini.
Sikap Menghargai Anak di sini adalah dengan mengajaknya bernegosiasi untuk kesepakatan tertentu dan meminta tolong untuk sesuatu tanpa ada iming-iming, ancaman, ataupun kata negatif.
Inilah wujud respek kita terhadap personality anak.

Yang mengena di aku, sampai terngiang-ngiang adalah ....
Education is an Atmosphere
Education is a Discipline
Education is a Life
Tiga Instrumen Pendidikan ala CM:
1. Atmosfer yang menyenangkan
2. Disiplin/Kebiasaan Baik
3. Presentasi Ide yang Inspiratif

Wow banget! ..
Luar biasa proses pendidikan itu sebenarnya.


Tentang Discipline atau Habit Training..
Ada 5 Habit/Kebiasaan yang perlu kita perhatikan dan pahami.
1. Intellectual Habits, bertujuan mengasah ketrampilan dalam memanfaatk kemampuan berpikir.
Mencakup Attention, Observation, Perfect Execution, Meaningful Reading, Thinking Skills, Imagination, Reflection.
2. Moral Habits, bertujuan untuk melampai kodrat "kebinatangan" dengan pemberian ide untuk "naik ke atas" sehingga dapat memahami untuk memilih, kapan harus iya dan kapan harus tidak.
Mencakup Obedience, Truthfulness, Self Control, Personal Initiative, Integrity (time, prioritizing, borrowed property, finishing task, promises)
3. Physical Habits, bertujuan untuk melatih dan memperkuat motorik kasar sehingga terkoordinasi baik juga untuk motorik halus nantinya [Gross and Line Motoric Skill].
Mencakup Outdoor Activity, Healthy Lifestyle, Musical sensitivity, Proper Rest, Body Coordination, Quick Perception of Sense.
4. Habits of Defense & Manners, bertujuan untuk melatih kepekaan dalam proses pengembangan diri sendiri dan orang-orang disekitarnya [sosial]. Mencakup Pergaulan, Cleanliness, Neatness, Modesty, Purity, Courtesy, Order Regularity, Punctuality, Respect People.
5. Religious Habits, bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri terhadap Tuhan dan Alam Semesta.
Mencakup Devotion, Reverent Attitude, Thanksgiving, Tithing, Thought of God.

Lengkap! hehehe...
Dan memang semua inilah yang kita hadapi dalam kehidupan nyata, menjadi manusia yang baik dalam hubungan vertikal maupun horisontal.

Maka, langkah-langkah penting yang harus kita pahami dan lakukan [pastinya.. ], adalah..
The 10 Important STEPS:
1. Confident in Ourselves
2. Confident in Children
3. Wise Passiveness in one hand
4. Creative, Systematic, Consistent effort in the other
5. Upgrade Parenting and Communication Skills
6. Replace Guilt with Resolution and Willingness to change
7. Walk the Talk and Be the Change you want to see
8. Keep Focusing on the Big Vision
9. Change Our Mind with New Inspiration and Ideas
10. Prayers

Lalu..
Bagaimana cara menilai keberhasilan dalam proses pendidikan homeschooling ini?
Menurut CM:
Semakin banyak subyek/bidang yang diminati
Semakin besar cinta terhadap subyek/budang yang diminati
Maka Semakin berhasil kita sebagai Orang Tua 
or... as homeschooler family.. hehehe..

FB Group: Ibu Profesional Jakarta

Kira-kira demikian yang bisa aku bagikan dari Kuliah Umum Bu Ellen Kristi tentang Kedisplinan ala Charlotte Mason ini.
Semoga bisa memberikan pencerahan bagi teman-teman semua.

Sampai jumpa di Kuliah Umum selanjutnya..
[ngarep dot com... hehehe]
Thank you very much Bu Ellen..
Para Peserta.. -FB Group Ibu Profesional Jakarta-


Narsis dulu aaah....









-Tuhan Memberkati-

Saturday, September 28, 2013

Self Control [cont]

Sepertinya note ini lanjutan dari tulisanku disini:
http://meilawijaya.blogspot.com/2013/09/self-control.html


It happened, one day, Abi bad-mood. It seems a "big-bad-mood day".
Dari bangun pagi sampai menjelang tidur malam hari.
Apapun yang ditawarkan kurang berkenan.
Diakhiri dengan tangisan.

Bingung, jengkel, sedih, gemes? beneran IYA... hahaha..
Apalagi pas tangisan itu mulai disenandungkan dengan panjang :p
Alih-alih memproduksi suara dengan kalimat tanpa arti, [plus inget The OR Challenge: Yelling Less Loving More], aku kemudian minta ijin Abi untuk tinggalkan Abi di kamar sampai selesai menangis.

Ma2: Oke, sekarang silakan Abi nangis dulu Mama tunggu di ruang tengah..
Abi: HUaaaaaaaa!!!.... Mamaaaa!!! [makin kenceng]
Ma2: Mama akan kembali begitu Abi selesai nangis..

Aku duduk diam di ruang tengah dan abi di kamarnya..
5 - 10 - 15 menit.. Abi akhirnya berhenti menangis..

Abi: Uda Ma...
Ma2: Oke Mama datang.. Yuk sini peluk.. Abi kenapa?
Abi: Aku tuh mangkel rasanya..
Ma2: Mangkelnya kenapa.. sehari ini Mama liat gitu terus..
Abi: Aku pengennya main terus aja..
Ma2: Ooo gitu.. Oke gini.. Mama seneng Abi bisa cerita apa yang Abi rasakan. Apapun cerita sama Mama dan Papa ya. Seperti sekarang ini bagus. Abi jadi lebih lega to. [Abi manggut2]. Sekarang misalnya dimintai tolong sesuatu ato diajak bicara jawabannya pake rengekan ato nangis rasanya enak gak? [aku peragain gaya abi]
Abi: Enggak..
Ma2: Iya .. rasanya gak enak, dan juga gak jelas bicara apa, Abi pinter sudah tahu. Mama yakin Abi sendiri akan bangga kalo Abi bisa tahu sendiri waktu setiap kegiatan atau bicara baik/enak ketika diingatkan Mama. Semua ada masanya, betul?
Abi: Iya...
Ma2: Oke, nah sekarang kita cari cara untuk kondisi ini. Begini, mulai besok kita coba bersama, Mama Papa Abi, kita berlakukan kondisi Bebas mau melakukan apa saja. Mama tidak akan ingatkan apapun. Semua anggota keluarga di rumah ini bebas.
Nanti kita amati bersama, kalo cocok dilanjutkan, kalo gak cocok kita diskusi lagi.

Fiuh..
Besoknya, kesepakatan ini diberlakukan.
Dan aku menahan diri untuk mengingatkan Abi di setiap kegiatan/ritualnya seperti bangun tidur, mandi, makan.
Setengah hari berlalu, tiba-tiba Abi nyeletuk.
Abi: Ma, gak enak kalo Mama gak ingetin Abi.
Ma2: Oh gitu. Nanti malam kita diskusikan bersama ya.

Aku tetap pada pendirianku di moment itu.
Padahal rasanya gateeeel banget pengen bilang "Nah Mama bilang apa.. Mama itu tahuuu"
Beneran deh pengen..
Tapi kalimat ini, sikap ini, adalah yang harus dihindari apalagi oleh kita sebagai orang tua yang sedang berusaha dan belajar mendidik anak kita terutama balita. At least menurut penangkapanku yaa.. hehe..
Lah orang dewasa aja kalo pas gak kepeneran trus ada yang bilang seperti itu, rasanya jengkel juga to.

Hebatnya..
Setelah peristiwa hari itu, Abi sangat kooperatif, kami lebih connect... Dan kami justru lebih santai.

Feeling so great...
we can do this! :)

Friday, September 27, 2013

Percobaan Api Unggun & Merangkai Lego Mobil

Sekitar 2 minggu ini Abi kembali lagi menilik Mega Block --seperti Lego-- "Lamborghini Reventon" nya untuk dirangkai. Dan itu hampir setiap hari, kadang bangun tidur pagi langsung Abi pegang ini.
Mega Block ini kami beli sekitar 3-4 bulan lalu, dan waktu itu kami masih menjadi tutor alias mengajari Abi merangkai satu demi satu. Dia melihat dan melakukan yang kami minta.

Kemarin pun begitu...
Abi minta aku untuk membuka satu-persatu, diulang dari awal.
Kemudian Abi yang akan menyusun sendiri katanya... "Aku mo cobain.."
Ada kalanya Abi kesel, mungkin kok gak bisa-bisa pasangnya. Trus muka sedih deh, peluk aku.
Tapi kalo berhasil, Abi pura-pura berlari ke kamarnya, minta aku merem sambil bilang,
"Mama ... coba lihat mobilnya".

Salut juga dengan usahanya. Dan kami berusaha mengajarkan tentang USAHA dan prosesnya melalui kegiatan ini.

Fokus Merangkai

Nyengir Seneng karena Berhasil

Sorenya, kami jalan-jalan ke taman.
Abi mengumpulkan berbagai macam ranting.
"Ma, bikin api unggun lagi ya.. yang besar sekarang"

Mengulang yang pernah kami lakukan, namun kali ini aku tambahin daun yang masih hijau.
Sebelumnya hanya daun kering dan ranting.

Dan berhasil!
But Ups!.. the fire is getting bigger... :D

Sambil menutupi kepanikan wkwkwk...
aku minta Abi menyiram api dengan air.
Sekalian dia tahu proses ketemu api dan air.

"Mas.. mas, coba deh ambil selang trus apinya disiram pake air, apa yang terjadi ya?"

Abi malah semangat,
"Oh iya!! Pasti mati no Ma apinya....", katanya sambil lari menyalakan kran air, menarik selang dan menyiram kobaran api.

"Yeey.. mati beneran Ma!", teriaknya.
"Wah iya ya.. karena apa ya Mas?", tanyaku iseng.
"Ya karena api ketemu air. Api panas air dingin. Apinya kalah deh..", jelasnya.
"Hmm.. betul. Hanya saja sebenarnya tergantung besarnya juga. Kalo apinya lebih besar dibandingkan jumlah air yang disiramkan, maka api juga tidak akan mati. Makanya kenapa para pemadam kebakaran itu selalu sedia air yang banyak, ato mencari sumber air yang besar, karena untuk jaga-jaga kalo api yang akan dipadamkan besar..", aku coba menerangkan sebisaku.

Sementara Abi bengong seperti biasa, ini bentuk Abi ketika menyerap sesuatu.
Kemudian nyeletuk.. "Trus keluar asap ya Ma?".
Hehehe.. iya mas.. Lagi membayangkan to ternyata.

Semoga kita terus bisa bereksperimen yang seru-seru ya Mas..

-Tuhan Memberkati-

Thursday, September 26, 2013

Play with Broom Stick

This afternoon, unexpectedly, Abi told me that he have an idea to play with an old broom stick after we had an experiment with fire and dry leaves by making bonfire [api unggun].
The old broom stick is laid back on our carport.
I gave him a free space to play with the stick and said "be careful" only. But still, I was watching him on our terrace.

Abi played enthusiastically and I just realized that he was skilled in holding the stick.
I am wondering now, when seeing the video [I captured it that time], "where the skill is come from".

Recalling his request couple days ago, it seems have connection.
He asked me to join martial whether it will be a wushu, aikido, or kungfu. Also he wanted to learn how to dance. Oke boy, we will find a proper place for you.










-Tuhan Memberkati-

Tuesday, September 24, 2013

Lego, Adiboo, Worksheet

Belakangan ini Abi mulai akrab lagi dengan legonya.
Kali ini Abi lebih fokus untuk menciptakan yang dia sebut "mobil" dengan berbagai bentuk.
Dibandingkan keakrabannya setahun yang lalu, yang sekarang ini lego nya terbentuk lebih baik.
Puji Tuhan..
"semua ada masanya" memang sudah menjadi hukum alam sepertinya.

Setelah ritual pagi..
Hari ini pun kegiatan Abi diawali dengan mendesain mobil menggunakan lego.. asyiik banget..






Menjelang sebelum saatnya makan siang, Abi minta ganti kegiatan.
"Hmm aku mau nonton Adiboo deh Ma, boleh?", tanyanya.
"Tentu saja boleh", jawabku.

Abi punya 1 set Adiboo, yang kami beli ketika sedang promo di toko buku G. Isi 1 set ada 3 CD.
Tema nya tentang Tubuh Manusia. Ilustrasi yang bagus dan seru menurutku di film Adiboo ini, Abi tampak sangat tertarik. Bahasa yang digunakan juga cukup baik.

Setelah selesai menonton Adiboo, dan makan siang bersama, saatnya berganti kegiatan lagi.
Kebetulan beberapa hari lalu, aku print worksheet yang belum sempat disentuh Abi.
Maka aku tawarkan untuk mengerjakan worksheet itu, untung deh Abi setuju :p

Tema worksheet adalah tentang keluarga, mencakup beberapa konsep seperti konsep posisi [tengah, samping kanan/kiri], tebak obyek berdasarkan dari cerita, tebak warna berdasarkan gambar yang ada, dan mengenal huruh I, juga mengelompokkan buah dan sayur. Sekitar 20 menit, kami cekikikan sambil mengerjakan worksheet, kurasa sudah cukup. hehe...







"Aku gak bobo siang tapi nanti bobo malam cepet ya Ma", itu yang selalu dimintanya hampir setiap hari  ... hehehe..
Apa boleh buat. Aku jelaskan ke Abi bahwa yang terpenting adalah jam tidur cukup dan ketika dia mengantuk harus memberikan kesempatan pada tubuh untuk istirahat salah satunya dengan tidur.

Sorenya dia bermain bersama mobil mainannya di teras rumah dan carport.
Membayangkan seperti stunt-driver.. melewati rintangan dan turunan [di carport] yang ada..

Malamnya kami sempat berjalan kaki ke ruko depan rumah untuk membeli kebutuhan kegiatan besok pagi. Dan ada sudden-fun-learning [hahaha.. bahasanya..] tentang shadow..
Ketika kami berjalan melewati tiang lampu, bayangan ada di bawah kami atau seolah kami injak, dan semakin menjauh, bayangan kami pun semakin panjang. Abi concerned on that moment, and that was enough. :)

Terus semangat untuk mengamati dan lebih jeli dengan Fun Learning di sekitar kita.

-Tuhan Memberkati-

Monday, September 23, 2013

Bowling "Felt" Ball

Eeeh... tidak menyangka akan ada lanjutan dari posting tentang bowling kemarin, disini.
Sebenarnya Abi sudah punya bola untuk dimainkan dengan pin bowling ini, tapi terlalu kecil ternyata. Seru sih jadinya.. cuma lama-lama Abi kecapekan sendiri karena bola-nya tidak terlalu kuat untuk membuat pin-pin itu jatuh dan tidak mudah untuk membidik dengan tepat.... :D

Alhasil, keisengan-ku muncul ketika melihat kain flanel yang terlipat manis di kursi dekat tempat Abi main bowling. Hmmm.. apa bikin bola aja ya?, batinku.
Langsung tanganku gatal aja untuk googling "making ball from felt".. and Yeay! Got it!.

Lanjut deh buat bowling ball dalam waktu singkat.. keburu dipakai bos kecil untuk main bowling lagi. Aku menyadur dari sini dan memodifikasi sesuai bahan yang ada dan kemampuan menjahitku yang super amatir xixixi....
Bahan:
- kain flanel warna warni
- benang dan jarum
- kapas atau sejenisnya untuk isian bola

Cara Pembuatan:
- potong kain flanel seperti bentuk daun [aku kurang tahu nama bentuknya apa]
seperti gambar di samping kanan ini
- potong juga kain flanel dengan bentuk lingkaran sebagai penutup atas & bawah
- setelah terpotong semua, jahit potongan kain flanel tersebut satu persatu
- jahit potongan terakhir sampai setengah
- jahit salah satu ujung pertemuan potongan flanel dengan kain flanel penutup
- lalu isi dengan bahan isian pelan-pelan
- setelah terisi penuh dan bentuk sudah tampak menjadiu sebuah bola, maka lanjutkan jahitan hingga ujung pertemuan yang lain
- terakhir, kuatkan jahitan antara potongan flanel di ujung pertemuan dan kemudian lem dengan kain flanel penutup, tunggu hingga kering

Ah semoga penjelasanku cukup memuaskan, kalau ada yang ingin mencoba.
Hasilku? Hahaha.. not bad lah.. walaupun menurutku kurang bulat :p



Ayo Mas, kita lanjut main!...

-Tuhan Memberkati-

Sunday, September 22, 2013

Bowling Pins made from Ex Plastic Bottles

This is our 2nd Fun Project..
We choose this Bowling Pins Project as one of weekly agenda and we were so glad that we've made it today together.

Minggu ini kami tidak berkegiatan dengan optimal.
Aku dan Abi bergantian batuk dan pilek. Jadi prioritas pertama adalah sembuh dan sehat dulu.
Hari ini, walaupun masih pemulihan, kami tetap mencoba paling tidak menyelesaikan agenda yang sudah direncanakan.
Ketika kutawarkan ke Abi, dia pun setuju. Paling senang melihat Abi semangat begitu pada setiap kegiatan yang aku tawarkan.

Sejak siang aku sudah memilih botol plastik bekas yang akan dipakai, aku cuci dan keringkan terlebih dahulu. Kami memang mulai membiasakan untuk menyimpan beberapa botol, kaleng, kotak bekas yang nantinya akan dijadikan sebuah project.

Aku terinspirasi Bowling Pin Project ini dari http://elgabenedicta.blogspot.com/2011/12/homemade-toy-bowling-set-mini-dari.html. Kalo di blog Mbak Elga ini bowling pin nya sangat rapi xixixi..
Sedangkan kami memang sengaja menggunakan bahan yang ada saja.. [memang belum beli bahan pelengkap soalnya].

Kebetulan Abi suka sekali yang namanya main cat air, dan juga cat air Abi tinggal sedikit, maka aku putuskan untuk menghabiskannya sekalian. Aku buka satu-satu dengan menggunakan cutter untuk mengeluarkan sisa cat yang masih menempel [biar terpakai semua.. #ngeles#] hahaha..
Cat ini nantinya, dalam bayanganku, akan dilapisi pada tissue yang sudah aku tempel di botol. Awalnya sempat terpikir, apakah akan nempel? Tapi ya sudahlah, langsung saja dicoba.

Bahan yang digunakan:
- Tissue tebal [aku pakai tissue dapur atau bisa juga tissue hampir setebal yang ada di tempat cuci tangan kalo di Pusat Perbelanjaan atau Hotel]
- Cat Air 6 warna [menghabiskan sedikit yang tersisa]
- Lem
- 6 Botol Bekas [bebas saja ukuran dan bentuknya, kalo bisa seragam]

Cara Pembuatan:
- Botol sudah dibersihkan dan dikeringkan, dilapisi lem, kemudian dilapisi tissue sampai tertutup rata
- Botol yang sudah dilapisi tissue tsb kemudian didiamkan beberapa saat supaya tertempel kuat dan lem mengering [takut jadi gak nempel kalo ketemu air]
- Siapkan 6 warna cat air dalam tempat yang berbeda, supaya tidak tercampur
- Botol berlapis tissue yang sudah siap, bisa langsung diberi warna cat air sesuai selera [tidak perlu terlalu banyak air, yang penting warna sudah tampak/menempel di tissue]
- Botol yang sudah berwarna kemudian didiamkan beberapa saat supaya cat kering
- Siap dimainkan








Bisa dikatakan Abi membantu dengan totalitas tinggi.. wkwkwk.. [bahasanya..@#$!]
Dari menyiapkan botol bersih, menuang cat, mengaduk cat, mengecat, dan mencari kegiatan ketika harus menunggu kering.
Abi mencari kegiatan dengan mengajak mobil-mobilannya ke dalam arena cat air hahaha..
Kemudian mulai satu persatu dicat, dan Abi membayangkan mobil-mobil ini sedang adu balap di offroad - jalan tak rata berlumpur - dsb.
Ah.. You are really kind of a nice boy...


Ketika pin-pin itu selesai diberi warna, diberdirikan berjajar, dan tampak bagus tertata di depan mata, senyum Abimanyu-ku makin indah saja untuk dinikmati...

Let's Play Nyu...
STRIKE!.. SPARE!...

-Tuhan Memberkati-


Saturday, September 21, 2013

Self Control

It seems that this month is bringing us to self control upgrading..
Fiuh..
Yeah, it is true..

Abimanyu shows emotion exploration a lot, which is "bad-mood" is the most emotion he shown nowadays. I still wondering, what happen actually, till now.

Gathering more information concerning this experiences becomes my ritual lately.
I know that I need to upgrade my knowledge about this.
"I want to grow with my baby", I said to my self.
Therefore, I need to know what happen.

Many articles said that it is acceptable for 4-5 years old children do this kind of emotion.
They are exploring -still- to know which is best and suitable for the condition they feel at that time.

Yelling?
NO.. Big NO.. Hehehe..
It has been 60 days, and I don't Yell.
Of course, considering the Orange Rhino contest that I am following..
Yet, I realize the comfortably of creating warm environment in the house without yelling.
Thank you Orange Rhino.
Thank you God.

Well, now..
Still, it will be me and my husband's homework in self control upgrading.
Keep the SPIRIT!

-Tuhan Memberkati-

Thursday, September 19, 2013

Belajar ber-Narasi

Abi memang suka sekali dibacakan cerita.
Dan kami selalu berusaha menyempatkan untuk rutin membacakan cerita sebagai bedtime story, entah itu menjelang tidur siang atau tidur malam.
Berbagai macam cerita kami bacakan.
Dari cerita tentang makna kehidupan, moral baik, juga cerita pengetahuan atau sains.
Berharap yang terbaik untuk Abimanyu-ku.

Terkadang, Papanya mengarang cerita sendiri yang sesuai dengan kesukaan Abi, yaitu mobil.
Kemudian diarahkan untuk ke pembelajaran moral yang ditemui sehari-hari.

Kali ini, aku coba mencari-cari buku cerita yang bermakna dan hidup, atau biasa disebut dengan Living Book, namun dalam bahasa Indonesia.
Tidak mudah memang menemukannya. Tapi puji Tuhan, ada blog Mba Gita yang sangat baik hati berbagi tentang beberapa buku cerita lucu, simple, dan penuh makna, plus ber-rima pula.
Ditambah juga bisa di-download gratis.
Ada juga cerita dari Chacha, anak Mba Gita, yang pintar memberikan ide cerita untuk dijadikan buku. Terima kasih ya Mba Gita. Ijin download ya [http://serusetiapsaat.com/category/e-book/].

Aku coba bacakan buku pertama yang aku download dari blog Mba Gita.
"Talitha Suka Sayur" judulnya. Gambarnya lucu dan bagus.
Abi fokus juga mendengarkan aku bercerita, tampak dari matanya.
Isengku muncul deh. Aku mencoba minta Abi untuk berNarasi atau menceritakan kembali apa yang sudah aku bacakan tadi. #NO Expectation#
Walaupun terpotong-potong, masih kurang lengkap tapi ternyata Abi bisa!
Selamat ya nak..




-Tuhan Memberkati-

Monday, September 16, 2013

Love Song

Suddenly...
It was recalled on CD made for our wedding souvenir 6 years ago.

14 July 2007, we were married.
We had this crazy idea. To record our voices, singing our favorite love songs.
Actually there were 6 songs recorded, but these 2 songs are my very favorites than the others.

Kindly enjoy it. :)

OST. Phantom of the Opera - All I Ask of You



OST. AADC - Bimbang




-Tuhan Memberkati-

Saturday, September 14, 2013

Our Menu (1)

Memang tidak mengira..
Aku sendiri pun tidak menyangka bahwa aku bakalan menjalani masak-memasak.
Seneng belajar hal baru yang mulai aku rasakan setelah keputusan resign hampir 3 tahun yang lalu.

Inilah dia beberapa hasil masakanku yang masih pemula ini... tadaaaa... :p


NASI BENTUK MOBIL & PESAWAT, AYAM GORENG TEPUNG DAN SOP AYAM

UDANG CAH SAYURAN

PECEL WITH BOCKWURST

BOCKWURST, BROKOLI & WORTEL REBUS, ROTI PANGGANG

AYAM MANIS WITH GARLIC


SAUSAGE WITH POTATO KAUFFEN (GERMANY)
 










































KRIPIK INI WENAAAAK BANGET... :)





Rebusan Bayem dan Wortel, Teri Telur, Sambel

Tahu Sutra dan Usus Goreng, Sup Wortel, Sambel

Cuma dikit yah..
Sisanya lewat begitu saja, alias lupa mendokumentasikan
soalnya kadang langsung heboh dengan kegiatan selanjutnya xixixi

But, anyway,
Aku cukup bangga karena Abimanyu-ku dan Papanya lahap makan masakan ku..
Hore!! Tapi terus belajar.. Yak Marii... :)

-Tuhan Memberkati-



Wednesday, September 11, 2013

Ttg Homeschooling (6): Pro&Kontra

Di setiap keputusan yang diambil oleh seseorang pasti ada pro dan kontra.
Biasanya kontra akan mencuat sangat tinggi dan terasa menohok ketika keputusan yang diambil itu tidak sesuai dengan kebanyakan orang atau malah seolah atau tampak atau dianggap melawan arus.

Para HSers senior -yang telah menjalani HS lebih lama- pasti sudah mengalaminya.
Ini jadi curhat ya emaknya xixixi...

Sebelumnya adalah isu sosialisasi yang ditekankan kepada anak HS dan selalu menjadi pertanyaan favorit kepada kami ketika kami menjelaskan bahwa Abi berHS-ria. 
Padahal, seperti postingku tentang hal ini [disini], sosialisasi itu tergantung dengan pola hidup keluarga masing-masing termasuk cara orang tua mengajarkan/membiasakan anak tersebut.

Hari ini aku mendapat pernyataan baru ketika berkumpul dengan para Ibu perumahan.
Jawabanku tentang Abi HS disambut dengan kernyitan dahi xixixi....
"Wah, kasian sekali anaknya"
"Sayang atuh gak disekolahin"
"Udah deh belajar sama saya aja"

Glek!
kok jadi kayak penyerangan masal yak..
Aku pun cukup tersenyum manis.

Lucunya,
seorang Ibu yang menyatakan bahwa beliau bisa mengajar TK (menjadi guru TK) justru membuatku semakin miris untuk kesekian-kalinya membayangkan anak-anak yang diasuhnya.
Sikap, cara bicara dan pemilihan kata dalam menyampaikan sesuatu sangat kurang pantas dilihat dan didengar. Padahal sepengetahuanku, anak balita berproses dan berkembang dengan melihat, mendengar lalu menirukan.
*tutupmatatutuptelinga*

Ah tapi sudahlah...
Seperti kata Mba Lala [Mira Julia @RumahInspirasi], "kalau menjalankan HS itu memang yang kekeh harus Orang Tuanya, yang belajar kuat ya Orang Tuanya".
Setuju sekali dan rasanya adem mendengar pro seperti ini.


Bergabung dalam komunitas HSer yang dibuat sebagai tempat saling berbagi dan saling mendukung sungguh membuat kami lebih semangat terus.
Dan pastinya..  "Belajar bisa kapan saja, dimana saja, dengan siapa saja, menggunakan alat apa saja"


-Tuhan Memberkati-

Sunday, September 8, 2013

Our 1st Play-Mat & Its Story

We Made It!!! ... yippie yippie yeay yeay ... [hands up to the air..] .. :D
We made the play-mat for cars for Abimanyu-ku.


Harusnya play-mat ini menjadi proyek minggu depan.
Tapi Abi sudah sangat tidak sabar.. hehe..
Sejak kami memberitahunya tentang play-mat ini kemudian menunjukkan dan menjelaskan apa itu play-mat, bagaimana cara membuatnya, dll, Abi meminta kami untuk merealisasikan hari ini.

Sebelumnya, aku ingin sharing tentang awal mula terpikir membuat play-mat ini.
Sudah sejak kurang lebih 2 bulan lalu, kalau aku amati, Abi suka sekali melihat track mobil.
Pernah juga bilang, "kapan-kapan buat kayak kota gitu yuk Ma.. yang bisa untuk jalan mobil gitu"
Aku hanya mengiyakan saat itu, dan bilang bahwa kapan-kapan aku akan mengajaknya membuat itu.
Lalu aku melupakan momen ini begitu saja.
Ndilalah [kebetulan] juga, banyak kegiatan seiring berjalannya waktu kemudian dan liburan :p
Kembali ke Jakarta [tepatnya Tangerang], ingatan momen itu pun kembali juga.
Banyak sekali pertimbangan dalam benakku .. "hmmm kapan ya bisa buat itu, apa beli aja, kalo beli apa iya sesuai, apa iya bisa dipakai lama, kalo buat pakai apa ya.."

Sampai tiba-tiba, ketika sama sekali tidak memikirkan itu..
Aku menemukan blog ini secara ajaib.
Entah waktu itu aku baru googling apa... lupaa..
Mbak Elga namanya, beliau sharing persis seperti yang harus aku buat untuk Abi.
http://elgabenedicta.blogspot.com/2012/01/homemade-toy-car-and-airport-play-mat.html
Yang ternyata dia juga mendapatkan ide dari sini:
http://www.oopseydaisyblog.com/2011/07/felt-car-mat-with-tutorial.html

Aah! how lucky I am?
But, lucky? am I?
Bisa juga, alam bawah sadar Abi yang menyimpan keinginan terkait play-mat ini yang membawaku menemukan blog ini. Bisa juga nyambung sama bawah sadarku, vibrasi yang sama, yang membuatku bisa mudah sekali merealisasikan ini.
"Rasah [tidak usah] dipikir lah", aku yakin akan banyak orang bilang begitu.
Tapi menurutku sih, ini penting.
Karena apa yang terjadi di sekitar kita itulah pancaran dari diri kita sendiri terutama bawah sadar.
Hahahaha.. bingung deh..
Oke, mari kita lanjutkan saja cerita tentang play-mat.


Hari ini, kami bangun jam 5.00 pagi untuk kemudian bersiap ke Gereja, misa jam 6.00 pagi.
Kebetulan kami bertugas koor (paduan suara) di Gereja.
Sepulang Gereja, lalu sarapan, dan berhubung kemarin sudah seharian pergi, memang agenda hari ini sengaja kami kosongkan untuk hanya sekedar santai-santai di rumah dan bercengkerama.

Langsung deh..
"Aku ada ide!", teriak Abi.
"Buat play-mat nya hari ini aja, gimana Ma? sekarang gakpapa kan?", tanyanya terus-menerus.
Fiuh deh dibuatnya.. secara emaknya memang masih males.
Bahan juga belum sepenuhnya komplit sesuai yang dibayangkan.
Tapi melihat mata itu.. xixixixi... luluh juga deh akhirnya.

Bagi-bagi tugas..
Abi menyiapkan bahan-bahan.. kebetulan craft material ada di kamar dia, dan dia tahu yang mana
Lucu juga Abi nih.. serta merta menyiapkan semua bahan craft ke ruang tengah tanpa kecuali.
Aku menggambar denah kasar supaya terbayang kira-kira nanti akan seperti apa.
Papa Abi memotong kain flanel sesuai dengan denah yang ada.
Kain Flanel seadanya :)

Kami pakai bahan craft seadanya..
Ditambah bumbu "kebetulan"..

- kebetulan punya kain flanel, bisa deh dipakai
- kebetulan ada kertas karton tebel yang belum juga dipakai sejak dibeli
- kebetulan ada stick es krim yang masih bersisa
- kebetulan ada lem untuk kayu n kertas karton
- kebetulan ada papa juga yang bisa ikut bantuin
- kebetulan moodnya juga ada.. xixixi
- kebetulan gak ada agenda penting
- lain2: spidol, penggaris, gunting

Tukang Potong Flane sesuai pesanan hehehe...


Mulailah kami berkreasi ..
Belajar berimajinasi kembali..
Sambil sesekali lihat sana sini..
[maksudnya mbah Google]

Abi dengan sabar menunggu..
membantu sesuai instruksi, seperti:
mencari stik eskrim, memilih mobil yang akan dipakai bermain di play-mat nanti..
sisanya Abi ikut gunting sana sini, ikut lihat sana sini.. akhirnya aku minta dia meronce flanel aja xixixi..

seru juga berkreasi seperti ini..
ada keasyikan tersendiri di dalam diriku ..
rasanya so excited gitu.. hahaha.. kok malah emaknya ya..

tik..tok..tik..tok..
5 jam kemudian..
salut deh buat Abi...
sampai meronce selesai, sampai bantu ngelem stick eskrim, sampai potong kertas lipat jadi kecil, dan bengong.. akhirnya Abi bisa menyaksikan sendiri proses pembuatan play-mat ini selesai wkwkwk..
Inilah diaaaa.. jreeeeng.. jreeeng...







Aku senyum-senyum sendiri ketika melihat hasilnya..
Lebih-lebih melihat Abi tersenyum simpul, malu, dan kemudian ngakak karena play-mat nya sudah jadi dan bisa dipakai langsung setelah menuinggu lama..Feeling awesome, wonderful, happy, aah semuanya ajah! hehehe..
Well done TEAM!

Have fun Abimanyu-ku
Thank you Papa Abi

-Tuhan Memberkati-

Saturday, September 7, 2013

Hello Flowers..

One day, me and Abi went to WARTEG (small food stall) for lunch.
I was not cooking that day.. xixixixi....

We passed clusters park every time we go out of the house.
Unexpectedly, along the way to home from WARTEG, Abi asked me to stop at the park.
Abi stood still for a while, watching seriously, some kind of observing, the flowers there.



Then he said:

- Mam, this flowers grow ya?
- Mam, this flower blooms.. but what is that? (pointing the flowers bud)
- Why that flower does not bloom?
- When it will bloom?
- How the flowers bloom?



For more less 10 minutes then, we were discussing about these flowers.
It was very simple to learn a thing.
It is very fun to learn science.
And, it is easy to have fun learning, as long as we strive.

#trying to share in English again#

-Tuhan Memberkati-

Next Level Puzzle

Teringat posting status di FB, tanggal 1 September lalu...




Itu pertama kali Abi memutuskan untuk naik tingkat di "pelajaran" puzzle nya.
Biasanya kami menyebutnya -next level- untuk setiap kegiatan yang dia lakukan ketika naik tingkat keahlian. Luar biasa senangnya Abi ketika kami memberi apresiasi berupa sambutan kebanggaan bahwa dia telah naik tingkat..
"Wah Mas Abi go to the next level nih puzzle nya ya... Great!"
Mesam-mesem deh ...

Tanggal 1 September kemarin dia memutuskan untuk membeli 1 puzzle dengan potongan yang lebih kecil, dan bukan lagu bertemakan CARS the Movie, melainkan Hotwheels.
Abi beli 1 puzzle dengan uang tabungannya... xixixi...

Kebetulan kemarin Rabu, 4 September, setelah bermain bersama Klub OASE [baca ceritanya disini]
kami menunggu jemputan Papa Abi di Mall La Piazza Kelapa Gading.
Abi serta merta mengajakku ke Gramedia lagi untuk membeli puzzle.. hahaha..
Kok jadi ketagihan ya??

Sesampainya disana, dia langsung full attention kepada barisan puzzle di gantungan.
Tarik ulur, bingung mau yang mana..
Akhirnya Abi memutuskan membeli 2 puzzle, masih dengan tema yang sama "hotwheels" tapi bergambar seri lain.
Karena uang tabungan Abi sudah tinggal sedikit, maka aku minta Abi untuk mengingat bahwa puzzle yang dibeli kali ini pinjam uang Mama dulu. Nanti kalau sudah cukup, Abi kembalikan pinjaman itu ke Mama.

Hanya ingin mengajarkan bahwa untuk membeli sesuatu tetap ada usaha dan tujuannya..
Hehehe... semoga Abi paham.







Sampai hari ini, masih serius dan fokus mengerjakan puzzle ini berulang kali.

Good work my boy!

-Tuhan Memberkati-

Thursday, September 5, 2013

Join the CLUB

Bahagia dan tak sabar rasanya menanti hari Rabu, 4 September kemarin..
Aku memang menunggu-nunggu saatnya bisa bergabung dalam kegiatan yang diadakan oleh KLUB OASE, dimana para pelaku Homeschooling berkumpul.

Menambah teman .....  pastinya ...
Menambah ilmu ....  sangat yakin ...
Menambah wawasan dan sudut pandang .... tak mungkin diragukan lagi ...

Saat itu ada informasi akan ada kegiatan OASE yang diposting di grup Indonesia Homeschoolers dan sharing post dari Mba Wiwiet dan Mba Raken kalo gak salah.
Tanpa babibu, aku langsung menghubungi Mba Raken sebagai PIC untuk apa dan bagaimananya.
Setelah mendapatkan informasi lengkap dan diskusi .. Tok Tok Tok! Let's GO..

Lokasi yang bisa dibilang jauh pun tak menghambat niat aku dan Aji untuk merealisasikannya.
Kami pun sudah memberitahu Abi tentang rencana ini, bahwa akan join dengan klub OASE, yang mana dalam pengertian kami saat itu adalah sebuah komunitas para Homeschooler dengan berbagai kegiatan serunya. Abi malah tanya, disana gimana, kayak apa, ketemu siapa... blablabla...

Hari itu, kegiatan OASE adalah Pramuka, bermain layang-layang dan lomba makan krupuk, bertempat di Rumah Pak Aar-Mba Lala di Cipinang Indah, Jakarta Timur.
Rumah beliau ini biasa disebut Rumah Inspirasi, nama Webnya sih, tapi kalo searching for navigation "rumah inspirasi", directly will be shown to us the route.. hebat memang gadget sekarang ini..

Kami berangkat dari rumah jam 5.30 sharp! hehehe.. Puji Tuhan Abi mudah sekali dibangunkan jam 5.00 lalu mandi, minum susu, dan saling bersuapan makan di jalan :p
Sampai di lokasi, masih sepi memang, masih jam 6.45.
Akhirnya... ketemu juga dengan senior Homeschooler yang selama ini hanya ngobrol dan minta pendapat beliau lewat dunia maya..
Ngobrol sana sini, Mba Lala menjelaskan tentang Klub OASE sambil menjahit baju Pramuka Yudhis, anak sulungnya ... (Duh senengnya minta ampun aku xixixi)
Abi sendiri, langsung duduk nyaman di ruang tengah, mengamati dan memainkan mainan Duta, anak bungsu Mba Lala dan Pak Aar.

Tak lama, mulai berdatangan para keluarga HS-er, banyak juga..
Beberapa keluarga HS-er yang sering aku baca blog nya pun bertatap muka juga akhirnya.

Dan kegiatan pun segera dimulai setelah Kakak Pembina datang ke lokasi.
Anak-anak pun berkegiatan, sedangkan para orang tua ngobrol bersama.
Seperti penjelasan Mba Lala sebelumnya, bahwa spirit klub ini adalah sebagai support group untuk para orang tua HS-er, karena memang yang butuh "pelajaran berharga" adalah orang tuanya.
Yep! betul sekali..

Kembali ke kegiatan bocah.. seru ? memang! tampak dari foto-foto di bawah ini..
kami saling menyemangati anak-anak di sela-sela obrolan kami ..


abi cobain ayunan ban
abi coba ikutan ngobrol


abi ikut belajar berbaris
abi ikut game perkenalan

abi ikut lomba makan krupuk
abi coba nimbrung

abi mengamati pembuatan layangan
abi coba terbangkan layangan



Setelah kegiatan pramuka selesai, kami pun tak lupa berfoto bersama..



Selama disana, yang membuatku SALUT adalah:
*) kumpul bocah sebanyak itu, semua bersikap baik, antri baik, berbaris baik.. tidak ada saling dorong ataupun menyela teman di depannya.
*) ketika akan memainkan sesuatu, semua bisa bersikap bergantian
*) ketika acara belum mulai, Abi mau dan bisa mencoba untuk "srawung" atau berbaur
*) suatu kali Abi masih belum bisa gantian, Tata (anak kedua Mba Lala, kurang lebih 8tahun) bisa memberi tau Abi dengan cara merendahkan diri dan menatap mata Abi untuk meminta Abi tunggu giliran dengan baik dan Abi bisa mengerti dan melakukannya
*) ketika Husayn (anak sulung Mba Mella, kurang lebih 8tahun) membawa Es untuk dijual hasil karya nya sendiri, teman-teman lain berpartisipasi untuk membeli, dan saling mengambilkan ketika teman lain di luar dan belum sempat mengambil Es (termasuk Abi, Esnya diambilkan Bibil)
*) sebelum acara dimulai, mereka bisa saling ngobrol apapun, bercanda, lari-larian dengan baik

Lucunya lagi..
Ketika semakin siang, beberapa anak mungkin mulai lelah dan wajar untuk bersikap agak rewel, yang aku amati adalah sikap orang tua ke anak untuk memberi pengertian sangat tenang, sabar, dan gaya bahasanya atau pemilihan kata pun baik..
Sangat berbeda ketika kami bergaul dengan teman-teman di komplek Vale..

Kok bisa ya?
Jawaban yang kutemukan adalah karena mereka pasti lebih semangat untuk belajar, apapun itu...
Juga, mereka lebih banyak terlibat dengan anak dalam artian yang positif sehingga tahu harus bagaimana memberi pengertian WITHOUT YELLING atau mendesah/mengeluh..
It's amazing berada dalam lingkungan ini...

Seru.. Seru.. dan Seru..
Can't wait for the next agenda.. for the next sharing..
Thank you for everyone for letting us join the Club..

-Tuhan Memberkati-