Sunday, September 29, 2013

Meet Ellen Kristi


Hari ini... Lagi-lagi...Peristiwa baru dalam hidupku yang membuat hidup lebih hidup.. [ada berapa kata hidup? wkwk..]
Bisa bertemu dengan seorang praktisi homeschooling senior satu lagi merupakan salah satu kekuatan yang membuat kami makin yakin dengan pilihan kami.

Ellen Kristi...
Nama Ibu yang satu ini sudah pernah aku sebut di beberapa posting di blog ini.
Beliau adalah homeschooler yang "menganut" metode Charlotte Mason.
Lebih lengkapnya tentang Charlotte Mason ada di www.cmindonesia.com.

Kebetulan Bu Ellen sedang ada acara di Jakarta, dan komunitas Ibu Profesional bisa mengatur waktu untuk mengadakan "kuliah umum".
How blessed I am.. bisa ketemu Bu Ellen, yang tadinya hanya sempat ngobrol lewat inbox fb.

Juga, bersyukur sekali Papa dan Abi bersedia menemaniku mendengarkan sharing Bu Ellen.


Tema Kuliah Umum kali ini adalah tentang Kedisiplinan.
Aku menggarisbawahi bahwa bukan hanya kedisiplinan anak saja, namun tentu saja orang tua juga.
Karena dari orang tua lah anak ini meniru dan menerima pengertian tentang apa itu disiplin.

Sharing Bu Ellen menjurus kepada kedisiplinan dari sudut pandang Charlotte Mason [CM].
Nilai besar yang diimpikan CM adalah suatu pemahaman terhadap sebuah prinsip dan landasan.
Bisa jadi, kebanyakan dari kita lebih memilih untuk Tiru Teknik daripada Paham Prinsip.
Hmmmm.. tampaknya memang lebih mudah. Sebagai contoh; melihat orang yang sukses, lalu tanya bagaimana caranya secara detil, dan menerapkannya persis sama tanpa melihat karakter pribadi.
Mungkin berhasil, mungkin tidak..

Padahal, sebenarnya, apabila kita menerapkan sesuatu berangkat dari pemahaman prinsip dan landasan, justru akan terasa lebih mudah untuk berjalan dan bahkan untuk memodifikasinya sesuai dengan karakter pribdai kita masing-masing [atau anak kita atau keluarga kita].
Paham Prinsip bukan Tiru Teknik
Pahami Landasan yang cocok dengan Keluarga Kita

Visi CM sendiri adalah Pendidikan Karakter [Building Character].
Building Character Process mencakup Undrestanding, Watchfulness, dan Balance.
Dikatakan dalam Buku CM, bahwa 6-7 Tahun pertama, proses pendidikan anak adalah Tak Terstruktur, Bebas Bereksplorasi, banyak kegiatan Outdoor untuk Menguatkan Motorik Kasar.

Pendidikan itu menyeluruh dan sebaiknya tidak ada yang boleh ditinggalkan.
Yaitu Science, Life Skill, Academic, Religious, dan Social.

"We raise an extraordinary person"
"Can we see 'the Light' in Him"
CM memposisikan Anak sebagai a Person, bukan Ember Kosong.
Tugas kita adalah membantu mengeluarkan seluruh potensi yang ada dalam "seseorang" ini.

Dalam CM, tidak ada metode child-centered.
Anak tetap dihargai dan mempunyai kebebasan berpendapat dan bernegosiasi, namun di sisi lain juga ada aturan yang telah disepakati yang harus diikuti, dan orang tua memiliki otoritas dalam hal ini.
Sikap Menghargai Anak di sini adalah dengan mengajaknya bernegosiasi untuk kesepakatan tertentu dan meminta tolong untuk sesuatu tanpa ada iming-iming, ancaman, ataupun kata negatif.
Inilah wujud respek kita terhadap personality anak.

Yang mengena di aku, sampai terngiang-ngiang adalah ....
Education is an Atmosphere
Education is a Discipline
Education is a Life
Tiga Instrumen Pendidikan ala CM:
1. Atmosfer yang menyenangkan
2. Disiplin/Kebiasaan Baik
3. Presentasi Ide yang Inspiratif

Wow banget! ..
Luar biasa proses pendidikan itu sebenarnya.


Tentang Discipline atau Habit Training..
Ada 5 Habit/Kebiasaan yang perlu kita perhatikan dan pahami.
1. Intellectual Habits, bertujuan mengasah ketrampilan dalam memanfaatk kemampuan berpikir.
Mencakup Attention, Observation, Perfect Execution, Meaningful Reading, Thinking Skills, Imagination, Reflection.
2. Moral Habits, bertujuan untuk melampai kodrat "kebinatangan" dengan pemberian ide untuk "naik ke atas" sehingga dapat memahami untuk memilih, kapan harus iya dan kapan harus tidak.
Mencakup Obedience, Truthfulness, Self Control, Personal Initiative, Integrity (time, prioritizing, borrowed property, finishing task, promises)
3. Physical Habits, bertujuan untuk melatih dan memperkuat motorik kasar sehingga terkoordinasi baik juga untuk motorik halus nantinya [Gross and Line Motoric Skill].
Mencakup Outdoor Activity, Healthy Lifestyle, Musical sensitivity, Proper Rest, Body Coordination, Quick Perception of Sense.
4. Habits of Defense & Manners, bertujuan untuk melatih kepekaan dalam proses pengembangan diri sendiri dan orang-orang disekitarnya [sosial]. Mencakup Pergaulan, Cleanliness, Neatness, Modesty, Purity, Courtesy, Order Regularity, Punctuality, Respect People.
5. Religious Habits, bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri terhadap Tuhan dan Alam Semesta.
Mencakup Devotion, Reverent Attitude, Thanksgiving, Tithing, Thought of God.

Lengkap! hehehe...
Dan memang semua inilah yang kita hadapi dalam kehidupan nyata, menjadi manusia yang baik dalam hubungan vertikal maupun horisontal.

Maka, langkah-langkah penting yang harus kita pahami dan lakukan [pastinya.. ], adalah..
The 10 Important STEPS:
1. Confident in Ourselves
2. Confident in Children
3. Wise Passiveness in one hand
4. Creative, Systematic, Consistent effort in the other
5. Upgrade Parenting and Communication Skills
6. Replace Guilt with Resolution and Willingness to change
7. Walk the Talk and Be the Change you want to see
8. Keep Focusing on the Big Vision
9. Change Our Mind with New Inspiration and Ideas
10. Prayers

Lalu..
Bagaimana cara menilai keberhasilan dalam proses pendidikan homeschooling ini?
Menurut CM:
Semakin banyak subyek/bidang yang diminati
Semakin besar cinta terhadap subyek/budang yang diminati
Maka Semakin berhasil kita sebagai Orang Tua 
or... as homeschooler family.. hehehe..

FB Group: Ibu Profesional Jakarta

Kira-kira demikian yang bisa aku bagikan dari Kuliah Umum Bu Ellen Kristi tentang Kedisplinan ala Charlotte Mason ini.
Semoga bisa memberikan pencerahan bagi teman-teman semua.

Sampai jumpa di Kuliah Umum selanjutnya..
[ngarep dot com... hehehe]
Thank you very much Bu Ellen..
Para Peserta.. -FB Group Ibu Profesional Jakarta-


Narsis dulu aaah....









-Tuhan Memberkati-

No comments:

Post a Comment