Saturday, November 30, 2013

Sharing with CAC

Bulan Juni 2013 lalu, kami diminta untuk sharing tentang Mimpi dan tentang Proses Belajar oleh CAC.
CAC merupakan singkatan dari Coin a Chance.
Suatu bentuk organisasi sosial dengan misi membantu keluarga kurang mampu untuk bisa mengenyam pendidikan, yang mana saat ini adalah kembali ke sekolah.
Informasi lebih detil tentang CAC bisa dilihat di http://coinforall.com/.
Kami memberi nama sharing ini "Dream and Learn".

Aku membuat video ini, secara khusus aku dedikasikan ke CAC dengan harapan bisa membuka mata teman-teman sebagai pelaku sosial yang berhubungan langsung kepada adek-adek asuh dan keluarganya. Membuka mata dalam hal ini adalah lebih memahami lagi sebenarnya arti pendidikan itu dalam kehidupan nyata kita di masa depan.




Thanks to CAC Jogja
sudah sharing bersama dengan kami juga
kami pun belajar dari kalian semua
dan sukses untuk karya kalian


-Tuhan Memberkati-

Thursday, November 21, 2013

Webinar#7 - Homeschooling Anak Usia Dini

Berbicara tentang Anak Usia Dini tidak ada habisnya. Apalagi ditambah penerapan HS bagi mereka.
Yang disebut anak usia dini kalau tidak salah adalah anak-anak berusia antara 3-5 tahun.
Pas banget nih dengan kondisi kami.. Thank you Pak Aar & Mba Lala...

Banyak sekali isu dan mitos tentang "mendidik anak" yang sebenarnya mungkin perlu kita cerna lebih dulu daripada langsung kita terapkan atau ucapkan atau arahkan dalam keluarga terutama dalam berinteraksi dengan anak-anak kita.
Semua isu dan mitos yang kita dapatkan sejak kecil membentuk mindset kita sampai saat ini.
Terkadang, keseharian kita berujung kepada benang kusut tanpa sadar karena mindset kita sendiri.
Dengan kebesaran hati kita bisa meng-update mindset "lama" ini menjadi lebih "baru" yang mengacu pada hukum alam semesta dan tambahan ilmu pengetahuan kita tentang sains, maka secara tak langsung mindset kita akan bergeser dan membuat kehidupan kita lebih baik.
Terutama dalam kaitannya terhadap anak dan keluarga kita sendiri.

Perubahan mindset ke arah lebih ini adalah bekal dalam menjalani HS, at least for my family.
Karena, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa PR terbesar praktisi HS adalah mendefinisikan HS, mau HS yang seperti apa, mau dibawa kemana anak kita dalam HS, dan menentukan jenis HS termasuk materi nanti pada saatnya.

The most important thing is bonding.
Hal ini yang selalu aku ingatkan pada diriku sendiri. Bahwa tiada yang lebih penting daripada menciptakan hubungan yang harmonis penuh kasih sayang kepada anak usia dini kita.
Ikatan yang kuat antara orangtua dan anak bukanlah hal yang sepele karena akan berdampak banyak nantinya pada saat anak remaja/dewasa.

Dengan ikatan yang kuat dan harmonis, bisa melakukan apa saja bersama, bisa membangun pondasi hidup sehat, pola belajar, pola pendidikan yang berkelanjutan.
Indikator sukses untuk anak usia dini adalah anak selalu aktif, selalu bertanya, eksploratif/banyak ingin tahu, mandiri, dan matanya selalu berbinar - bahagia - ceria - bersemangat setiap hari.
Tugas orangtua untuk anak usia dini adalah menemani bermain (sambil belajar) dan mengantarkan mereka untuk siap pada usia yang harus mulai dengan konten materi seperti di sekolah.

Selain dari bonding tadi, sebagai orangtua kita musti mengetahui mengapa anak usia dini itu banyak bergerak kebanyakan. Anak usia dini menyimpan hal-hal baru or memorized all things dalam pergerakan sel-sel. Syaraf otak akan tersambung melalui stimulasi dan pergerakan otot.
Maka dari itu, sistem pendidikan yang mengatur anak usia dini untuk "duduk-diam-dengarkan" dalam menerima hal baru kurasa sangat kurang tepat bagi mereka. Banyak hal yang bisa mereka pelajari dalam kegiatan bermain dan tidak terstruktur.

Poin penting selanjutnya adalah pola pengasuhan yang baik.
Banyak sekali buku Parenting belakangan ini, baik yang ditulis oleh psikolog maupun yang ditulis oleh pelaku nyata yang sukses mendidik anaknya. Membaca dan mencari tahu ilmu parenting adalah tugas wajib sepertinya bagi kita, orangtua jaman sekarang hehehe...
Kekuatan psikologis yang dibangun dengan baik adalah tujuan terpenting dalam pola pengasuhan anak usia dini.


Pencerahan ini semakin menguatkan kami atas keputusan meng-HS-kan Abi.
Walaupun tantangan besar di depan mata bagi kami terutama respon keluarga dan lingkungan.
Namun kekompakan antara kami berdua yang kemudian bertumbuh pada kami bertiga akan semakin melancarkan proses HS ini.

Justru, menurutku, HS anak usia dini banyak kelebihannya, antara lain kita dapat:
- Membangun hubungan orangtua dan anak menjadi dekat
- Membangun pondasi kuat untuk pendidikan yang baik
- Membangun pola hidup dan pola kegiatan yang sehat
- Menguji kesiapan orangtua dan lingkungan untuk HS selanjutnya

Tidak sedikit yang bertanya-tanya, "loh trus nanti baca tulis gimana dong, belajar apa dong".
"Semua ada masanya"... quote ini adalah salah satu favorit kami dan yang selalu kami pegang dalam keseharian kami bersama Abimanyu. Kami sangat yakin tentang hal ini.
Konten masih bisa dipelajari nanti sesuai dengan kesiapannya (better late than early).
Karena penilaian yang sesungguhnya adalah nanti anak-anak bertumbuh menjadi besar dan yang diharapkan adalah menjadi "dewasa" ketika terjun dalam dunia nyata (masyarakat).
Nah, darimana kualitas diri anak yang baik ini diperoleh? Pastinya dari pendidikan/pengasuhan di usia sebelumnya - apa yang sudah ditanamkan.

Maka..
Tujuan yang harus kita garisbawahi dalam menjalani HS anak usia dini adalah:
- Menanamkan pola sehat 
Memberikan ASI, makan bergizi, tidur cukup, kegiatan fisik banyak, pola komunikasi penuh cinta (sejak dalam kandungan), lingkungan nyaman.
- Menciptakan kenangan bahagia 
Kenangan bahagia ke anak karena akan terbawa terus hingga dewasa.
- Mengajarkan kebiasaan baik
Membangun kebiasaan yang sesuai dengan nilai keluarga.
- Mengantarkan pada kemandirian
Melatih dan membantu anak untuk mengurus diri sendiri.
- Mengasah ketrampilan sosial
Membantu untuk mengungkapkan perasaan dan keinginan dan berinteraksi dengan orang lain.
- Membangun keingin-tahuan
Menciptakan ruang nyaman dan aman untuk eksplorasi, respon nyaman, apresiatif & toleransi.


Pola Kegiatan HS anak usia dini bisa dilakukan seperti ini:
Lebih baik adalah children-led learning dengan memanfaatkan apa saja yang ada di sekitar kita, (tidak ada hubungan antara harga yang tinggi/mainan mahal untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, yang penting adl perhatian), melakukan kegiatan khusus bersama anak, melibatkan anak pada kegiatan keluarga (cuci mobil/motor, masak, dll), sediakan sarana untuk melakukan kegiatan sendiri.
Sarana Belajar sangat luas: bisa di rumah, taman, lingkungan sekitar; bisa dengan orangtua, saudara, tetangga, teman; bisa menggunakan air, ember, komputer, printer, tv, radio, motor, kamera, hp, dll; bisa menggunakan buku, kertas, pensil, krayon, balok, lem, gunting, bola, dll.
Lebih baik prosesnya bermain, berjalan secara alami, dan tak terstruktur.
Kita stimulasi menapaki kesiapan anak tanpa menetapkan target dan lebih fokus pada mengajaknya bersenang-senang.


Sebuah proses yang sangat berdampak besar bagi anak adalah kebahagiaan dalam keluarga (ibu-bapak-anak) yang berakar pada sabar, ikhlas, dan bersyukur .





Hal yang paling bernilai untuk anak adalah waktu dan kehadiran kita yang tidak akan kembali karena anak akan segera tumbuh dan kita tidak punya waktu untuk mundur ke belakang.




Informasi lebih detil tentang Webinar silakan mengunjungi website Rumah Inspirasi dan page di FB.

-Tuhan Memberkati-

Tuesday, November 12, 2013

Sortir Mainan

Sortir mainan adalah agenda rutin yang kami sepakati dilakukan dalam periode tertentu.
Kami melakukan itu bersama Abi di tahun ini, sejak Abi berusia 4 tahun.

Tidak hanya Abi yang melakukan kegiatan sortir ini.
Kami membiasakan kegiatan ini untuk benda lain, misal baju atau barang lain.
Apabila sudah rusak langsung dibuang, atau kalau ada yang agak rusak dan bisa diperbaiki kadang kita akan menawarkan ke orang-orang di sekitar kita dengan menceritakan kondisi barangnya, atau memang bila barang masih bagus dan memang tidak ingin lagi dipakai maka akan ditawarkan kepada orang yang berminat juga.

Dengan adanya kegiatan ini, Abi sepertinya mulai bisa mengerti bahwa makna berbagi dari sini, kebiasaan merapikan barang, kebiasaan memilah barang yang sudah tak terpakai/rusak.

Kegiatan sortir mainan ini adalah yang ketiga.
Abi mulai bisa memilah dan merapikan dengan lebih baik daripada sebelumnya.

"Aku sudah tidak perlu yang ini Ma.."
"Ini masih bagus, bisa buat Dek Ray ya..."
"Yang ini rusak Ma, buang aja.."
Begitulah celetukan Abi sambil milih-milih.




Asyik dan membuat hati senang karena Abi lihat sendiri dari kegiatan ini kamarnya jadi rapi.
Semoga kegiatan ini terus terpelihara.


-Tuhan Memberkati-

Sunday, November 10, 2013

Bottle Monster

Terinspirasi dari kreasi Mr. Maker ketika aku dan Abi menonton bersama di Cbeebies.
Memang Mr. Maker jadi agenda wajib Abi belakangan ini.
Kadang Abi nonton Disney Junior tapi kadang dia pindah channel ke Cbeebies, kata Abi "mengingat masa dulu Ma.." hahahaha.... Ada-ada saja si manyu ini.

Kembali ke si bottle monster, disini kita membuat bentuk/mainan bergambar monster menggunakan botol bekas apa saja.
Bahan-bahan:
- botol bekas, jumlahnya bebas saja
- cat air
- lem cair
- kuas cat
- kertas karton atau kertas lipat (yang kami gunakan)
- spidol marker hitam
- gunting

Cara Membuat:
- botol bekas dibersihkan lalu dikeringkan
- campur cat air dan lem cair secukupnya, dan aduk (warna sesuai selera)
- cat botol bekas dengan rata kemudian keringkan
- setelah kering, hias bagian kepala dengan bentuk sesuka hati dan juga gambar wajah bebas

Untuk lebih detil tentang bahan dan cara membuatnya, bisa googling website Cbeebies atau ada juga di youtube.

Taraa...... ini hasil kami..
Abi menamai para monster lucu ini.. Hijau-Dudu, Biru-Bonjo, Merah-Abeng... >_<


 

Akhir cerita?
Sepertinya bisa ditebak xixi..
Akan ada kolam buatan yang besar untuk kenikmatan Abi bermain..
Kali ini Abi buat kolam untuk berenang katanya.. >_<


-Tuhan Memberkati-

Saturday, November 9, 2013

Kamera & Percobaan

Awal minggu ini aku posting di FB:




Beginilah hasil percobaan yang diusulkan Abi xixi...
Daun dan bunga dibagi dan ditaruhnya di 6 cup tempat telur, lalu Abi menambahkan cat air yang berbeda warna di setiap cup dan air sedikit.

Untuk beberapa saat Abi nyethuk (bhs jawa, baca: sangat konsentrasi) dengan apa yang dikerjakannya dan sambil bersenandung dan sesekali berkomentar.
- "aku aduk-aduk aja Ma, apa yang terjadi yaa... "
- "wah daunnya tetap hijau ya.. kok bisa ya.."
- "kalo bunga putihnya kena item-item dikit Ma.."
- "kalo merah kita campur sama item jadi apa ya, kalo campur lagi sama putih gimana?"
- "aku tambahin air lagi.. yaaah airnya jadi item kena kuasku.."
blablabla.... hehehe...


  
 


hasil jepret & edit
Kalo tentang memotret..
Sudah agak lama Abi suka dengan kegiatan memotret ini.
Kami pun memberikan kamera pocket lama menjadi hak milik Abi.
Jadi Abi yang pegang dan merawat kamera ini, termasuk ganti baterai kalo habis.
Abi menyanggupi kesepakatan ini.

hasil jepretan tanpa edit















Seru rasanya melihat Abi asyik dengan kameranya, memotret apa yang menjadi tema utama dalam benaknya di hari-hari tertentu. Mostly memang pasti mobil hehehe.. karena itu minat utama dia.

Terus berkembang baik mas..

-Tuhan Memberkati-


Friday, November 8, 2013

Webinar#6 - Keseharian Homeschooling

Berbicara tentang keseharian dalam homeschooling pastinya kembali kepada tipikal setiap keluarga.
Menurutku, kalau sudah ada statement "kembali kepada masing-masing" pastinya tidak ada yang bisa dijadikan komparasi atau perbandingan ataupun dijadikan penilaian.
Apalagi di dalam keluarga ada beberapa kepribadian yang variatif dan sangat berbeda, baik dari Ibu, Bapak, dan Anak.

Maka, keseharian HS akan menunjukkan kegiatan yang beragam sesuai dengan kebiasaan keluarga tersebut ditambah dengan faktor usia anak.
Namun ada satu hal yang bisa dibilang sama-sama menjadi prioritas dalam menjalani proses HS ini, yaitu ke-NYAMAN-an.
NYAMAN dalam hubungannya antar orang tua dan anak, dalam berinteraksi setiap waktu, dll.
Sepertinya sudah ada beberapa penjelasannya di posting Webinar#5 di sini, Webinar#4 di sini dan juga bisa dilihat di posting Webinar#1-3.

Yang menjadi kelebihan dalam menjalankan HS adalah kita bisa customize (mengatur sesuai dengan) apa-apa saja yang kita anggap baik dan cocok untuk minat bakat dan kemampuan anak kita.
Tanpa harus mengikuti suatu pola dan materi tertentu yang mungkin akan memberatkan.
Memang, secara jadwal, anak sekolah formal akan lebih teratur sehingga lebih mudah memantau rutinitasnya dan lebih mudah mengukur keberhasilannya - yaitu dengan nilai.
Namun bagi kami sekarang ini, ukuran nilai bukan lagi menjadi kepentingan utama.
Justru bagaimana kita bisa mengajarkan juga memberi contoh untuk menghormati diri sendiri, menghargai orang lain, suba sita dan tepa slira, dan bagaimana hukum alam itu bekerja.
Sehingga segalanya akan lebih fleksibel.

Trus sama sekali bebas? tanpa ada arahan apapun?
Tentu tidak. Karena kita sendiri yang mengambil alih secara penuh proses pendidikan anak, maka kita juga yang merencanakan manajemen waktu dan materi, bisa juga bersama anak apabila sudah di atas 6 tahun.
Membentuk pola tetap diperlukan, hanya saja menurutku yang ditanamkan adalah kedisiplinan dan tanggung jawab sesuai kesepakatan yang mana melibatkan komunikasi/negosiasi. Kenapa jam A harus melakukan kegiatan A, bagaimana kalo tidak melakukan, apa efeknya ke dirinya sendiri atau mungkin ke orang lain, dsb.

 So, dalam menjalankan HS, yang perlu menjadi perhatian adalah:
• Manajemen Keluarga adalah interaksi antara anggota keluarga, pembagian tugas, dll
• Manajemen Sumber Belajar adalah pemilihan dan penyediaan materi belajar yang sesuai
• Manajemen Proses Belajar adalah penerapan proses belajar & evaluasi sesuai dengan tipikal anak
• Manajemen Waktu adalah perencanaan waktu sesuai prioritas tertulis dalam rencana besar keluarga

Keluarga kami sendiri sampai saat ini belum terlalu mempermasalah pola atau rutinitas ketat.
Masih santai-santai saja karena memang tipikal kami berdua pun santai.
Yang menjadi keutamaan kami tanamkan ke Abi adalah lebih pada life skill, kesadaran diri sendiri dan hubungannya dengan orang lain, beberapa contoh antara lain:
- memasukkan baju kotor ke keranjang dan membantu angkat jemuran dimasukkan ke kamar
- membantu menempatkan sendok bersih dari cucian setelah dicuci
- mandi sendiri dari mulai pakai sabun, keramas, sikat gigi, mengembalikan alat mandi ke tempatnya, mengembalikan ember dan gayung ke tempatnya, handukan sampai kering, mematikan lampu kamar mandi, keset baru masuk ke kamar
- makan sendiri dari mulai ambil piring, ambil lauk, ambil kursi, mulai berdoa dan makan, menjumput nasi yang jatuh ketika kurang pas memasukkan sendok ke mulut, dan meletakkan piring kotor ke tempat cucian
- bicara sopan dengan bahasa yang berbeda antara dengan teman dan dengan orang lebih tua
- menyapa orang lain dengan baik, berterimakasih, memohon maaf, dan mengucapkan permisi

Kemampuan atau sikap sederhana namun nyata dan membanggakan untuk kami berdua karena dilakukan Abi dengan sukacita. Keseharian kami pun sangat sederhana.


Keseharian ini yang biasa kami lakukan apabila tidak ada kegiatan luar, misalnya:
- Join kegiatan Klub OASE setiap Rabu di Cipinang
- Les electone setiap Sabtu di Yamaha Alam Sutera
- Ikut MamaPapa latihan paduan suara setiap Jumat di Blok M
- Ikut MamaPapa pas ada job nyanyi dimana saja
- Ikut Papa meeting di tempat baru (aku & abi jalan-jalan sendiri)
- Main ke rumah teman/saudara dimana saja
- Mengunjungi tempat yang belum pernah

Beberapa tips yang bisa jadi panduan untuk menjalankan HS selain dari yang sudah dibahas di atas dan di webinar sebelumnya adalah:
- melibatkan anak dalam kegiatan apapun yang sesuai kemampuannya
- ketika menjadi berantakan, kita tetap hadir menemani penyelesaian prosesnya tanpa mencacat
- pembagian tugas dan kelapangan dada yang baik antara suami istri
- orangtua bukanlah pelayan dan anak bukanlah raja
- mengatur kegiatan bersama sesuai hasil diskusi melibatkan komunikasi yang baik
- bersama membangun pola inti dengan perlahan bagi anak usia dini seperti bangun-mandi-makan, dll
- sediakan alat tulis dan craft juga box untuk tempat mainan dan ajarkan anak untuk tanggung jawab
- membuat rencana besar keluarga dan koridor/benang merahnya
- sepakati dengan anggota keluarga mana yang boleh dinegosiasikan mana yang tidak
- orangtua tetap mempunyai otoritas utama di dalam keluarga
- orangtua lah yang paling tahu karakter anak, maka amatilah dan kenalilah
- membuat checklist dan prioritas tertulis sehingga meringankan overload pikiran
- suami istri saling menghargai dan luangkan waktu bersama untuk ngobrol ttg anak dan keluarga
- orang tua banyak belajar dan mencari informasi juga sharing dengan pelaku HS
- sederhanakan target dan turunkan ekspektasi ketika overload/burnout

Hmmm.. apalagi ya..
Sepertinya jika semua points di atas ini bisa dilakukan dengan fun and enjoy, pasti akan berjalan dengan sendirinya..
Hopefully...we do so...

Untuk informasi lebih detil silakan mengunjungi website Rumah Inspirasi dan page di FB.
Semoga mencerahkan! :)

-Tuhan Memberkati-

Wednesday, November 6, 2013

Webinar#5 - Homeschooling dan Internet

Late post nih..
baru sempat ketak-ketik setelah reschedule webinar di sabtu kemarin.

Tema menarik lainnya dalam webinar ini.
Pasti! Di jaman digital ini siapa yang tidak tertarik untuk tahu tentang internet. Baik sekedar mengenal saja sekilas, atau ingin belajar sesuatu dari internet, atau ada kepentingan lain.
Dan proses pembelajaran anak homeschooling juga tidak jauh-jauh dari internet saat ini.
Informasi apapun bisa didapatkan dari internet, atau kalau kata Abi: "dari mbah gugel" hehehe...



Quote Bill Gates ini sangat terbukti sekarang ini..
Hebat ya!

Dan dengan kondisi ini justru sangat membantu kita sebagai pelaku HS, karena materi HS, contoh kegiatan, contoh jadwal, diskusi atau sharing tentang HS sebenarnya sangat mudah didapatkan di internet.
Walaupun dengan bertemu bisa lebih menentramkan juga lho...




Sebenarnya, tidak ada model HS di sebuah keluarga (A) yang bisa kita tiru mentah-mentah.
Karena keluarga kita tidak sama dengan keluarga A tersebut. Ibunya beda, Bapaknya beda, juga anaknya.. betul kan?

Penting sekali bagi tiap keluarga merasa nyaman dengan apa yang ada disekitarnya untuk menjadi kebiasaan keluarga dan menjadi proses pembelajaran anak.


Lain dulu lain sekarang.
Apabila kita amati bersama, memang semakin banyak perbedaan jamannya.
Dulu ketika masa kita mengenyam pendidikan, kegiatan lebih banyak berupa fisik.
Dan karena kita bersekolah formal, maka kita harus ke tempat yang namanya sekolah, ada ruang kelas, lalu mendapatkan materi dari media tunggal yaitu guru – buku – alat tulis/papan tulis.
Kita menunggu penjelasan dari guru, prosesnya dari luar ke dalam.

Sedangkan saat ini, anak-anak sangat memungkinkan untuk belajar secara virtual yaitu dengan internet. Ingin belajar apapun ada sepertinya, asal teliti dan tekun mencarinya.
Cara mendapatkan materi pun melalui multimedia yaitu ada suara, gerak, dan gambar.
Prosesnya berlawanan, yaitu dari dalam keluar.
Anak berinisiatif mempelajari sesuatu berangkat dari keingintahuannya.
Kemudian orangtua hadir dan terlibat bila diminta untuk mengarahkan.
Orangtua dapat memberikan gambaran untuk kepentingan jangka panjang dan mengajarkan tentang apa itu skala prioritas juga tanggung jawab terhadap diri sendiri dalam hal skill upgrade ini.

Website pembelajaran online banyak sekali bertebaran di internet.
Tinggal kita masukkan kata kunci yang kita inginkan dan klik saja lalu pilih dan pelajari.
Antara lain www.coursera.org atau www.iversity.org.

Beberapa website education games yang pernah/sedang digunakan Abi adalah:
abc mouse, ixl,  turtle diary, starfalls, science for kids
Kalo yang dipelajari mamanya hehehe.. antara lain:
lesson pathways, free homeschooling deals, education.com, youtube, time4learning, sandradodd, dan banyak blog praktisi HS

Sedangkan untuk mencari tahu bersama-sama tentang sesuatu kita bisa berkunjung ke perpustakaan raksasa yaitu Wikipedia atau ta
nya ke Ahlinya yaitu Google, juga bisa ke Youtube.
Era digital beberapa tahun ke depan pasti akan lebih canggih lagi.
Dan ini kesempatan kita sebagai orang tua dan pelaku HS untuk mengembangkan kemampuan anak juga kita untuk bersama-sama menjadi warga dunia untuk belajar bersama.

Kecanggihan internet inilah yang kemudian bisa menjadi boomerang.
Tantangannya adalah ketika anak terlalu fokus terhadap gadget atau internet.
Maka yang harus dilakukan adalah kita tetap mengarahkan ke kegiatan fisik seperti olah raga di ruang terbuka, membaca buku, membuat kreasi/prakarya, berinteraksi dengan banyak orang, dll.
Dan pastinya, menciptakan ruang obrolan yang nyaman untuk sharing apa saja dalam keluarga.

Bagaimana ortu menyediakan ruang yang luas untuk jujur bagi anak, tidak memarahi dan merespon negatif ketika mereka sudah jujur supaya anak bisa cerita apapun.

Menjadi pendamping yang efektif untuk anak juga menjadi tantangan kita.
Kita harus aktif dan cukup tahu bagaimana internet ini bekerja.
Kita sebaiknya belajar untuk memimpin dengan efektif.
"Menjadi orangtua yang Otoritatif tapi tidak Otoriter"

Strategi dasar dalam surfing internet adalah:
- kenali kebutuhan kita hendak cari informasi atau sekedar berinteraksi
- cari kebutuhan dan pertahankan keinginan
- ingat apa yang menjadi tujuan awal
- setelah mendapatkan yang dicari maka sebaiknya berhenti
- banyak berjejaring yang sehat


Banyak yang ragu dengan sistem komputerisasi dan internet ini karena bahaya pornografi.
Yang bisa kita lakukan antara lain:
- memperkuat nilai internal anak supaya anak bisa mengambil keputusan dengan benar
- memperkenalkan kegiatabn positif di internet, bahwa bisa belajar serius selain dari game
- melakukan kontrol fisik komputer dan gunakan alat pengontrol (safe search filter)
Paling utama adalah Menjadi Sahabat Anak.

Jadi, mari kita belajar menggunakan internet dengan smart.
Mari kita mulai belajar apa yang bisa dimanfaatkan dari internet untuk pendidikan anak kita.
Mari kita belajar dari awal lebih banyak dengan semangat seperti semangat anak kita.



"Pendidikan adalah tentang bagaimana memperkuat anak untuk belajar lebih mandiri untuk mendapatkan apa yang ingin diketahuinya untuk masa depannya"







Untuk informasi lebih detil silakan mengunjungi website Rumah Inspirasi dan page di FB.
Semoga semakin memberikan cahaya terang bagi yang mencari informasi tentang HS dan atau bagi yang sedang meneguhkan hati hehehe...
Semangat! Kuatkan Niat! Lakukan! :D (berasa kampanye yak..)


-Tuhan Memberkati-