Tuesday, January 28, 2014

Lawang Sewu - Semarang

Masih di seputar Semarang, setelah kemarin ke Sam Poo Kong, aku dan Abi mencoba berpetualang di Lawang Sewu. Sempat ragu .. akunya ... karena "terkontaminasi" cerita-cerita serem sejarah bangunan ini yang dikemas oleh sebuah stasiun televisi. Tapi semangat untuk mengajak Abi berpetualang lebih besar ... pastinya dong! hehehe...
Jadilah kami berdua kesana sebelum waktu kembali ke Jakarta tiba.


Tak disangka, salah satu tujuan wisata terkenal di Semarang ini tetap ramai dikunjungi para pecinta sejarah walaupun bukan di hari libur. Waktu itu kami parkir mobil di sisi samping bangunan yang lumayan padat juga. Tiket masuk ke LawangSewu ini kalau tidak salah Rp. 10,000 untuk orang dewasa dan Rp. 5,000 untuk anak. Jika ingin memakai guide kita bisa menambah biaya Rp. 30,000.
Dan kami pun memilih memakai pemandu, supaya Abi juga bisa mendapatkan cerita yang lebih jelas dari yang lebih banyak tahu/berpengalaman.

Yang aku baru ngeh.. ternyata sebagian ruang di Lawang Sewu ini masih dipergunakan sebagai kantor administrasi perkereta-apian. Aku pikir sudah tak terpakai sama sekali.
Bangunan bagian depan sangat bagus dan tampak rapi juga baru. Mungkin belum lama direnovasi ya. Ada museumnya, ada gedung perkantoran, ada ruang-ruang kosong bekas perkantoran jaman dulu, dan ada ruang bawah tanah.
Di satu sisi ada yang sedang direnovasi sehingga kita belum boleh mengunjunginya.
Sedangkan di bagian belakang ada sisi yang memang sengaja dibiarkan dalam bentuk aslinya.
Agak singup juga hehehe..


Nah.. singkat cerita ...
Lawang Sewu ini dulunya, sekitar tahun 1907 adalah kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan terletak di bundaran Tugu Muda (dulu disebut Wilhelminaplein). Konon, masyarakat sekitar menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu) karena bangunan ini punya banyak pintu dan karena punya jendela yang tinggi lebar menyerupai pintu. Kenyataannya, jumlah pintu tidak sampai seribu.
diambil dari wikipedia Skema rancangan Lawang Sewu 1901

Pada masa perjuangan -sebelum Indonesi Merdeka-, bangunan ini menjadi saksi Pertempuran Lima Hari di Semarang (14-19 Oktober 1945), pertempuran hebat antara Pemuda AMKA dan Kempetai & Kidobutai, Jepang.
Tidak hanya itu.
Ruang bawah tanah Lawang Sewu yang sangat terkenal ini menyimpan banyak cerita.
Awalnya, ketika masih digunakan sebagai kantor perkereta-apian oleh Belanda, ruang bawah tanah ini merupakan ruang drainase sekaligus pendingin ruangan.
Aku terkagum-kagum mendengarkan cerita si pemandu sambil membayangkan konsep desain bangunan mereka di jaman itu. Hebat ya!
Sistemnya, ketika hujan, ruang bawah tanah akan menampung air dengan volume dan kapasitas ruang yang sudah diperkirakan dengan curah hujan saat itu. Kemudian, di saat kemarau datang, air tertampung tersebut dengan teknik sirkulasi yang baik akan memberikan aliran udara dingin ke atas. Hal ini membuat suasana lebih nyaman dan juga menjaga kelembaban beton ketika terkena panas dalam jangka waktu lama.
Lain cerita ketika masa pemerintahan Jepang. Ruang bawah tanah berganti fungsi menjadi ruang tahanan. Tahanan jongkok, tahanan berdiri, dan satu lagi lupa. Mungkin ribuan orang yang meninggal di ruang tersebut.
Disinilah tempat cerita-cerita misteri atau acara uji nyali itu dimanfaatkan.
Aku dan Abi mengurungkan niat untuk turun ke ruang bawah tanah, mengingat setelah itu kami hendak ke airport xixixi...*ngeles*
Lucunya Abi nyeletuk: "Besok aja Om kalo Abi uda lebih besar"
Kebetulan memang sebelumnya sempat hujan, sehingga level air tertampung di ruang bawah tanah ini naik menjadi selutut orang dewasa.. yah kira-kira bakalan sepaha Abi deh.
Keputusan tepat mas Abi!, kataku dalam hati... :p

Lanjut lagi..
Setelah 1945, Indonesia Merdeka, bangunan ini dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Pernah juga sebelumnya dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah.
Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang mencanangkan dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, bahwa Lawang Sewu merupakan salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.



Akhirnya tiba di perhentian terakhir, yaitu monumen lokomotif di bagian depan gedung utama Lawang Sewu.

Lokomotif ini diambil dari Monumen Kereta Api Ambarawa.

Wah.. puas berpetualang disini. Seru!
Bagi yang sedang merencanakan liburan keluarga ke Semarang, LawangSewu bisa menjadi salah satu tujuan berlibur sambil menimba ilmu.
Selamat mencoba... :)



-Tuhan Memberkati-

Monday, January 27, 2014

Kuil Sam Poo Kong - Semarang

Senang rasanya bisa menyempatkan waktu untuk mengunjungi Kuil Sam Poo Kong di Semarang di awal tahun 2014 ini. Tepatnya seminggu yang lalu. Menambah pengetahuan tentang budaya dari negara lain. Tidak hanya untuk diriku sendiri, tapi tentunya terutama bagi Abi.


Di Semarang itu kemana-mana dekat. Enak deh..
Lokasi Kuil Sam Poo Kong ini tidak jauh dari pusat kota. Waktu itu sekitar 10-15menit dari Jl. Pemuda/Mal Paragon. Kondisi fisik kuil tampak bagus. Area pelataran bersih. Ada beberapa area yang diberi batas karena sepertinya dikhususkan bagi untuk warga Tiongkok yang hendak berdoa. Lalu ada juga spot untuk duduk-duduk istirahat ditemani rindangnya pohon beringin. Dan serunya, ada penyewaan kostum dan jasa foto. Sayang kami hanya sebentar karena hujan.


Menurut informasi yang ada di salah satu artikel di internet, Kuil Sam Poo Kong atau Gedong Batu adalah sebuah Kuil Tionghoa. Tempat ini konon adalah tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho.

Laksamana Cheng Ho ini adalah seorang kasim Muslim sebagai orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Beliau adalah Pelayar yang melakukan 7 kali pelayaran sejak 1405. Perjalanan Cheng Ho ini menghasilkan Peta Navigasi Cheng Ho yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15. Beliau adalah penjelajah dengan armada kapal terbanyak sepanjang sejarah dunia yang pernah tercatat dan memiliki kapal kayu terbesar dan terbanyak sepanjang masa hingga saat ini. Beliau juga dikenal sebagai pemimpin yang arif dan bijaksana. Dengan armada yang begitu banyak, tidak ada cerita mereka menjajah wilayah yang dikunjunginya. Ketika di India, mereka membawa seni beladiri lokal yang bernama Kallary Payatt yang kemudian di negeri Tiongkok menjadi seni beladiri Kungfu.

Sekitar tahun 1415, Cheng Ho berlabuh di Muara Jati (Cirebon). Dalam perjalanan melalui Laut Jawa, Wang Jinghong (orang kedua armada Cheng Ho) sakit keras dan akhirnya turun di pantai Simongan-Semarang untuk menetap di sana. Salah satu bukti peninggalannya antara lain Kuil Sam Po Kong (Gedung Batu) ini.


Kuil Sam Poo Kong ini terkenal hingga mancanegara dan -menurut kabar- telah ditetapkan oleh pemerintah Tiongkok sebagai tujuan wisata bagi pelancong asal Tiongkok. Uniknya tujuan wisata ini kebanyakan oleh warga muslim Tiongkok. Hal ini disebabkan kaum muslim Tiongkok dari Yunnan sangat akrab dan mengenal baik serta menyakini bahwa Laksamana Cheng Ho sebagai panglima perang utusan Tiongkok keturunan Persia yang berlatar-belakang Islam.
Bangunan inti dari klenteng ini adalah sebuah Gua Batu sebagai tempat utama dari lokasi ini. Gua batu ini dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho beserta anak buahnya saat berkunjung ke Pulau Jawa. Di dalamnya terdapat patung yang dipercaya sebagai Laksamana Cheng Ho. Disini bisa dijumpai makam orang kepercayaan Laksamana Cheng Ho saat di Jawa, yang sering pula dikunjungi pengunjung untuk berziarah.

Baru tahu ada cerita ini... hehehe..
Berdecak kagum dengan desain bangunan dan cerita yang melatar-belakangi.
Dan bersyukur atas kesempatan mengunjungi tempat bersejarah.




















-Tuhan Memberkati-

Wednesday, January 15, 2014

Belajar Tampil: Sing Santa Claus is Comin' to Town

Berhubung aku dan Abi stay di Jogja little longer di awal tahun 2014 ini, Abi mendapat "jatah" untuk berpartisipasi di berbagai acara yang diselenggarakan di lingkungan sosial Eyangnya.

Hari Senin, 13 Januari kemarin kami mengikuti acara Pesta Natal Wilayah.
Setelah Misa Natal, acara dilanjutkan dengan penampilan anak-anak sekolah minggu.
Mereka bernyanyi bersama dan bermain musik. Abi pun berpartisipasi.
Dengan bekal latihan bersama hanya 2x, ternyata cukup membuat Abi hafal sebagian lagu.
Mereka menyanyikan lagu "Dia Panggil Nama Saya", "Jolly Old Saint Nicholas", "Kling Denting Kling", dan "Ding Dong Mari Berdendang"...
Hebat sekali anak-anak ini...
Berani menunjukkan bakat mereka..

Selain itu, pada saat sesi spontanitas, Abi juga berani menyanyi sendiri di panggung.
Surprise juga aku. Walaupun sebelumnya memang sudah direncakan kalo Abi akan menyanyi bersama kakak sepupunya. Namun jadinya malah Abi sendiri.
Herannya, ini membuat aku terkesima.
Abi naik, bertukar microphone dengan penyanyi sebelumnya, lalu berdiri senyum-senyum, mendengarkan intro lagu, lalu mulai menyanyi dengan sangat tepat. Baik nadanya, ketukannya, dan mulai masuk lagunya.
Sikap tubuhnya juga baik ketika diajak berkomunikasi dengan MC cantik :).
Hebat kamu Mas!




Teruslah berkembang baik ya nak..

-Tuhan Memberkati-

Tuesday, January 7, 2014

Stroke Sensorik

Awal tahun yang lain dari biasanya..
Tahun 2014 diawali peristiwa luar biasa dalam keluarga besar kami..
Salah satunya adalah pernyataan "stroke sensorik" yang terucap oleh dokter untuk mamiku.
Sama sekali tak pernah terlintas dalam benakku bahwa mami akan mengalami peristiwa ini.

Dini hari, sekitar jam 1.00, tanggal 3 Januari kemarin, kami sempat heboh dan agak panik mengantarkan mami ke rumah sakit. Tensi mami saat itu 207/100, tinggi sekali untuk seseorang yang terbiasa dengan tekanan darah rendah. Perawat segera menyiapkan peralatan yang penting diperlukan untuk menghadapi kondisi seperti ini. Sigap sekali penanganannyaa.
Mami langsung ditidurkan, cek tensi, cek denyut nadi, minum air putih, cek dokter jaga, ambil darah, lalu dianjurkan untuk scan dan rontgen.
Kami memutuskan supaya mami opname saja, supaya besok pagi bisa langsung ditangani oleh dokter spesialis yang dirujuk.

Besok paginya, dokter datang berkunjung untuk periksa mami.
Mami dinyatakan stroke sensorik yang disebabkan oleh penyumbatan darah di otak.
Yang dirasakan mami kemarin adalah kesemutan yang luar biasa dan waktunya panjang (lama).
Stroke sensorik, menurut pemahaman awamku, adalah gangguan mendadak pada syaraf sensorik bukan motorik. Lebih pada rasa seperti kebas, nyeri, kasar.
Dokter menginformasikan bahwa stroke sensorik ini tidak akan menyebabkan lumpuh seperti stroke motorik. Namun rasa kebas akan terus muncul, kemungkinan besar tidak akan hilang, terutama jika kecapekan dan juga pola makan kurang baik, atau juga banyak pikiran.
Fiuh.. capek - pola makan - pikiran.. 3 hal ini adalah hal penting yang lebih sering terabaikan.

Aku baca disini:
http://www.ajihoesodo.com/index.php?option=com_content&view=article&id=29:apa-itu-stroke-bagaimana-pencegahan-dan-penyembuhannya&catid=1:kesehatan&Itemid=5

Stroke adalah kondisi yang disebabkan oleh adanya gangguan peredaran darah di otak. Stroke merupakan suatu kerusakan pada system sentral yang diawali dengan penyakit darah tinggi yang tidak terontrol. Gejala awal biasanya adanya kelemahan dari system alat gerak dan bicara tidak jelas atau dengan kata lain pelo. Pertama-tama yaitu menurunkan tekanan darah serendah mungkin dan terkontrol. Tanda-tanda gangguan motorik berupa: alat gerak melemah, system koordinasi (berdiri, berjalan, dan sikap) tidak sempurna, kadang disertai dengan gejala tremor (gemetar). Gangguan sensorik berupa: rasa nyeri, suhu, rasa kasar. Gangguan – gangguan lain adalah berupa sulit untuk makan, gangguan buang air kecil dan menutup mata.

Hari ini, hari kelima mami di rumah sakit.
Puji Tuhan Alam Semesta, mami sudah lepas infus dan belajar jalan dengan baik.
Selanjutnya, yang lebih penting, menjaga ketiga hal di atas tadi hehehe...
Dibantu sama "the krucils" yang setia beberapa kali nengok ke rumah sakit.

Abi dan Diva tetap eksis di RS :)

Sementara aku dan abi stay di Jogja menemani mami dan papaabi kembali ke Jakarta.

Semoga semuanya berjalan dengan baik dan indah pada waktunya.
Amin.




-Tuhan Memberkati-