Tuesday, March 25, 2014

Talk Show The Book of The Right Brain Training

Salah satu rangkaian acara dari The Right Brain Training adalah talk show yang diadakan di outlet Gramedia di Central Park. Talk Show diadakan hari Minggu 23 Maret 2014 jam 3-5pm.


Mengikuti diskusi langsung dengan penulis buku The Right Brain Training ini ternyata sangat seru dan membuatku semakin memantapkan keputusan dan langkah kami ke depan.
Sang Penulis -Pak Rukky- sangat spontan dan gamblang dalam menggambarkan paradigma yang menurut beliau sesuai dengan hukum alam ini.

Dengan mengambil "Live Life Creatively" sebagai judul Talk Show, Pak Rukky lebih menggarisbawahi bagaimana kita bisa lebih kreatif dalam menjalani hidup untuk mencapai kesuksesan.

Salah satu karyawan diberikan pertanyaan seputar pekerjaan. Bagaimana proses mencari pekerjaan sampai pada kondisi saat ini, apa tujuan akhirnya, dan bagaimana mencapai itu.
Seperti layaknya orang pada umumnya, tujuan akhir kesuksesan adalah mencapai level tertinggi di perusahaan dengan gaji terbesar.
Kondisi ini dianggap sebagai yang ternyaman.

Sukses pasti dimaknai sangat beragam oleh setiap orang.
Namun buatku, sukses adalah saat hidupku ini bahagia lahir batin dan bermakna.


Poin utama diskusi dalam talk show ini adalah seputar keluarga, suami istri dan anak.
Mungkin karena peserta talk show lebih banyak ibu-ibu dan pasangan.
Termasuk diriku .. hehehe...

Bicara tentang kreatif, biasanya orang akan "lari" pada pemikiran kreatif seni, seperti melukis, menggambar, menyanyi, bermusik, dan sejenisnya. Dan itu adalah kelompok otak kanan (right brain). Benar! kalau berbicara bahwa kemampuan di atas ada di otak kanan, namun kreatif dalam hal ini tidak melulu tentang seni.
Mungkin tidak pernah terpikir bahwa dari lahir kita ini diciptakan dengan kondisi otak yang sama. Seiring dengan proses perkembangan kita masing-masing, berbagai kegiatan yang kita lakukan semasa sekolah, sistem pendidikan sekolah yang bersifat hafalan dalam jangka waktu panjang, doktrin orang tua dan lingkungan, membuat perkembangan otak berbeda.

Di masa kanak-kanak, usia bayi hingga 8 tahun, adalah masa perkembangan otak kanan.
Dimana sebaiknya tidak diajarkan matematika atau bahasa asing (secara sengaja/terpaksa) atau bidang-bidang yang termasuk dalam otak kiri. Karena otak kiri di masa kanak-kanak belum terbentuk dengan sempurna.

Ah.. pengetahuan pertama yang menyejukkan hati :D .. Karena aku meyakini Better Late Than Early ketika memutuskan Abimanyu homeschooling.




Proses "membuat" anak juga mempunyai andil dalam kesuksesan manusia.
Pemahaman bahwa anak adalah titipan Tuhan sebenarnya kurang pas, karena manusia yang membuat. (hmm.. bener juga lho..). Kita yang membuat, jadi ya apapun yang terjadi pada anak kita adalah tanggung jawab kita, termasuk kesuksesannya nanti.
Pak Rukky mengambil contoh orang tua yang tidak mau menerima apa adanya seorang anak autis dan mereka menyalahkan alam dan Tuhan karena mereka tidak ingin anak autis.

Dalam proses pembuatan anak dipengaruhi oleh 3 hal menurut Pak Rukky:
1. Kondisi bahan, yaitu sperma dan sel telur -- apakah normal?
2. Kondisi alat reproduksi, yaitu penis dan vagina -- apakah sehat?
3. Kondisi ilmu pengetahuan proses pembuatan anak -- apakah sudah paham?
Sedangkan menurutku pribadi, ada 1 hal lagi yang turut mempengaruhi proses ini.
Kondisi batin dalam proses membuat ini, cukup ber-andil besar secara psikis.
Yah .. karena aku mengalaminya sendiri, jadi berani menyatakan.
Yes! pengetahuan kedua yang mencerahkan.

Dalam perkembangannya, anak-anak yang berusia di bawah 8 tahun memang diciptakan untuk bermain dan bermain. Memberikan ruang yang luas untuk mereka berkembang, berimajinasi, dan berpikir kreatif dengan sendirinya adalah tugas penting kita.
Dan dalam menjalani tugas penting kita sebagai orang tua, kita musti yakin bahwa bonding atau ikatan orang tua dan anak adalah yang terpenting. Sehingga apapun yang terjadi anak akan tetap nyaman bersama kita.
Bukan menjejalkan dengan materi bahasa asing atau matematika atau menulis atau membaca.
Seandainya para pakar pendidikan yang bertugas di dalam pemerintahan memahami hal ini, tentunya sistem belajar-mengajar di sekolah akan lebih berkualitas ya. fiuuhh..

Sedangkan bagaimana dengan kita, produk jebolan sistem pendidikan yang bersifat hafalan tadi? Bagaimana kita bisa membangkitkan kembali otak kanan kita?
Satu-satunya cara adalah Never Stop Learning and Asking..
Real action-nya adalah mengamati setiap hal di sekitar kita dan menanyakan tentang hal itu dalam pikiran kita.
Misalnya, kita lihat lilin, kita pancing diri kita sendiri untuk mencari tahu bagaimana lilin itu dibuat, terbuat dari apakah lilin itu, siapa yang membuat, pakai mesin apa, bagaiman cara distribusinya, bagamaina cara packingnya, dan lain sebagainya.

Pencerahan ketiga yang tampaknya menantang hehehe...
Mari kita hidup lebih baik!
Thank you Pak Rukky..

Tentang bukunya sendiri, aku sudah pernah posting garis besarnya disini:
http://meilawijaya.blogspot.com/2013/12/the-book-of-right-brain-training.html

-Tuhan Memberkati-

Monday, March 17, 2014

Play Google Sketchup (1)

Ya! Google Sketchup!
Di luar dugaanku Abi menunjukkan ketertarikannya di situ.
Awalnya, Abi melihat papa yang memang sedang mempelajari software ini.
Ternyata dari yang hanya menoleh sekilas, kemudian berhenti sejenak untuk mengamati, berlanjut pada bertanya segala macam (ini apa, itu apa, gimana caranya, kok bisa gitu), sampai pada mata berbinar yang tampak ketika melihat video tutorial dan semangatnya ketika menjalankan instruksi demi instruksi.

"Aku mau belajar itu Ma!", kata Abi.
Jadilah mau tak mau aku pun ikut mempelajarinya.
Belajar bareng deh.

Sebelumnya aku sempat mengajak Abi bermain minecraft, tapi sepertinya kurang menarik buat Abi. Mungkin yang dibingungkan abi adalah view. Masih tetap mencoba.



Sedangkan Sketchup ini tidak memerlukan banyak waktu bagi Abi untuk kemudian asyik utak-atik. Apalagi bisa import model dari para pengguna sketchup lain, misalnya untuk model mobil, model orang, model bangku, dll.


Lesson 1
Abi memilih untuk membuat garasi yang ada mobil porsche-nya.
SO, aku bertugas untuk memberikan instruksi/mengarahkan.
Dari import model sport car porsche, kemudian buat kotak, push kotak, sampai ke coloring wall. Taraaaa... begini deh jadinya...



 
Lesson 2
Ketagihan rupanya :D
Tambah mau buat rumah yang lengkap dengan garasi, mobil, orang, pohon...
Tapi karena sudah saatnya makan malam kemudian ganti kegiatan, maka buat rumah dulu.



Wah pencerahan memang terus muncul dari Abimanyu-ku.
Makasih ya mas :*

-Tuhan Memberkati-


Friday, March 14, 2014

Membuat Gulali

Seminggu ini, bedtime story Abi bertema Happy Science.
Papa kebetulan menemukan diskon buku set Happy Science ini.
Abi bersemangat sekali ketika dibacakan cerita sains yang penuh warna dan gambar ini.
Tentu saja, bahasa/kalimat kami sesuaikan untuk Abi, supaya paham dan tetap positif.

Di buku ini, selain cerita bergambar, ada juga beberapa pertanyaan yang bisa kita diskusikan. Lalu ada juga contoh percobaan sains lengkap dengan penjelasannya.
Lumayan bagus menurut kami untuk bisa dilakukan bersama Abi, karena sederhana.

Minggu ini masih asyik dengan Happy Science 3.
Abi yang memilih.
Mungkin karena ada gambar planet ya. Abi memang tertarik dengan yang namanya planet dan luar angkasa.






Percobaan Pertama yang kami coba lakukan adalah Membuat Gulali.
Mudah sekali.
Bahan yang diperlukan gula dan baking soda (natrium bikarbonat).
Abi seperti biasa... heboh menyiapkan bahan percobaan.
Lari sana sini, sambil berulang kali nyeletuk:
- "yang mana Ma.."
- "yang ini ya.."
- "perlu apa lagi Ma.."
- "kapan mulai buatnya Ma.."

Seru untuk dilakukan bersama di rumah.
Saat membuat gulali pun tiba. Aku memberikan instruksi dan Abi yang mengeksekusi. Hehe..

"Mas... Ambil gula -- Masukkan ke wajan kecil -- Nyalakan kompor... "

Dengan berbinar-binar, melakukan apa yang aku bilang, lalu terdiam sesaat dan kembali heboh; "Trus apa? aduk-aduk ya?.."
"Mana ya bau kayak caramelnya... "
"Kapan ya mencairnya... "
"Waaaah sudah mencair.. mulai coklaaat itu.."
dan blablabla.. :D


Begitulah Abimanyu-ku...

Sayang, saking kelamaan ngobrol dan heboh, kami terlalu lama memanaskannya.
Alhasil rada gosong hahaha...
Kata Abi, "Waah gagal maaa.. kok jadi item gini yaaa..."

Besok kita coba lagi mas...
wkwkwkw..

-Tuhan Memberkati-

Thursday, March 13, 2014

ABC Mouse Level 1 - Done

Abi mulai mengerjakan ABC Mouse ketika berusia 4tahun 5bulan.
Dan kami sepakat memulainya dari Level terbawah, walaupun Abi mustinya sudah di atasnya.

Prosesnya perlahan tapi pasti haha..
Sepertinya itu motto untuk proses belajar bersama ABC Mouse ini.
Proses belajar Abi bersama ABC Mouse masih naik turun waktu itu.

Herannya...Begitu Abi berhasil menyelesaikan game-game yang ada lalu dinyatakan lulus dari Level 1 dan mendapatkan sertifikat, GIRANG-nyaaa minta ampun. Reaksi anak itu memang unpredictable.
Langsung pamer dengan hebohnya ke Papa.

Aku sempat mengajaknya ngobrol sekalian cek bagaiman kelanjutan proses belajar ini.
Aku: "Mas Abi seneng ya dapat sertifikat?"
Abi: "Iyaaa.. aku hebat ya.. aku punya sertifikat yeee!!"
Aku: "tentu hebat dong! Abi juga berusaha dengan baik kok, jadi abi layak dapat Sertifikat"
Abi: "xixixixi iya.. berarti aku naik level 2 ya Ma"
Aku: "Iya mas.. gimana mau diteruskan?"
Abi: "Iya Ma.. aku akan berusaha .."

Wah.. oke deh ...
Ada juga pembelajaran yang dapat diambil dari proses ini.
Syukurlah.. hehehe..

Yuk kita belajar bareng mas..
Ready for the next level? :)


-Tuhan Memberkati-

Wednesday, March 5, 2014

Mobil Botol Bekas

Keisengan di siang hari nih ceritanya.
Karena melihat botol-botol tak terpakai di dapur, langsung kepikiran bikin mobil deh.
Abi semangat banget !

Kami coba mencari video tutorialnya di internet. Akhirnya kami menemukan yang simple.
Ini pertama kali kami berkreasi dari botol bekas.. xixixi..

Bahan yang kami gunakan:
- botol bekas 1
- sedotan 2
- tutup botol 4
- cat air/cat glassdeco
- cutter

Cara yang kami lakukan:
- Abi: cat botol bekas sebagai body mobil
- Mama: melubangi tutup botol dengan cutter dan mengukur ketepatan posisi roda
- Abi: memasukkan sedotan ke lubang pada tutup botol (dibantu mama)
- Mama: membuat lubang di botol bekas untuk memasukkan sedotan sebagai gandar roda
- Tinggal dirapikan, jadi deh..




Simpel ya..
Sayangnya mama kurang tepat mengukurnya wkwk.. sehingga tutup botol sebagai roda kurang bisa berfungsi dengan baik.
Posisinya terlalu ke atas. >_<
Yah tak apalah.. kita coba lagi besok ya mas..
Yang penting seru pas bikinnya.


-Tuhan Memberkati-