Tuesday, April 29, 2014

LAPBOOK-5: AUDI

Setelah belajar sejarah LAMBORGHINI, mobil kesukaan Abi.
Lapbook kelima, Abi mengajakku untuk mencari tahu sejarah AUDI.
Kami mencari data sejarah dari internet lalu mencoba merangkainya sebagai urutan sejarah perkembangan mobil yang diciptakan oleh perusahaan AUDI.
Data yang dikumpulkan antara lain lambang, pencipta, asal negara dan bendera, lokasi kantor pusat dan pabrik, kolaborasi perusahaan (merger), dan terakhir sekilas perkembangan produknya.



Lapbook AUDI ini lebih menantang tampaknya.
Detil sejarah perjalanan berdirinya AUDI dan produknya sangat banyak.
Cukup melelahkan hehe.. Namun tak menyurutkan semangat Abi untuk mencoba menceritakan kembali.





Semangat terus bersama ya nak..

-Tuhan Memberkati-

Saturday, April 26, 2014

Bermain Bersama Hujan

Pulang dari Les tadi siang, mendadak hujan deras sekali.
Sebelum turun dari mobil, Abi bilang: "Ma, aku boleh gak main hujan-hujanan"
"Boleh aja, silakan sayang", kataku.
Langsung Abi menyambut hujan dengan kehebohan hehe.. :D
Semakin bahagialah Abi ketika menemukan spot genangan tinggi di tikungan dekat rumah.

Yang dilakukan Abi:
- Lari kesana-kemari sambil teriak-teriak "hai hujaaaan datanglaaah!!!"
- Menendang dan melompat ke genangan air, "waaa aku kecipratan!!"
- Mengamati awan yang tadinya mendung gelap perlahan berubah putih
- Mengamati aliran air yang lewat di depan rumah, "ngooong airnya jalaaaan!!"
- Merasakan aliran air sambil duduk "ngesot" di jalanan, "hiiiiyy dingin maaa..."
- Menemukan saluran air yang "membludag" karena tersumbat
- Cekakan plus Pencilakan dan Nyanyi-nyanyi gak jelas xixixi...

Aku memandangi Abimanyu-ku ini sembari memasukkan mobil dan mengeluarkan barang-barang bawaan kami tadi. Sesekali aku pun ikut berteriak untuk mengalahkan suara keras hujan deras sambil jeprat-jepret.
- "seru maaaaas??!!"
- "airnya ngalir kemanaaaa?"
- "nemu apa disituuuu?"
-"airnya kenceng gaaaak?"
- "kenapa disitu airnya menggenang maaas?"

Belajar aliran air - cek
Belajar proses hujan - cek
Belajar saluran air tersumbat - cek
Belajar peduli lingkungan - cek



Bahagia ketika melihatmu bahagia Nak..





Belajar langsung lewat alam memang selalu menyenangkan bagi Abi.
Belajar tanpa beban (sambil bermain) pastinya lebih menyenangkan bagi siapapun.
Sampai detik ini pun aku masih terkagum-kagum dengan proses pembelajaran yang sangat kompleks. Pun, mengapa sistem pendidikan tidak menyadari hal ini.

-Tuhan Memberkati-

Friday, April 25, 2014

Percobaan Lava (Volcano)

Setelah beberapa waktu terlewatkan untuk melakukan percobaan ini, akhirnya bisa juga melakukan percobaan lava alias membuat letusan gunung berapi (volcano) siang tadi.
Abi semangat pastinya. Semua peralatan disiapkan dengan rapi oleh Abi.
Kami menggunakan alat dan bahan seadanya (yang ada di rumah).

Pertama yang dilakukan adalah membuat gunung.
Gunung kami buat dari kertas koran bekas. Diremas-remas, dilema, disatukan, dengan tujuan membentuk kerucut seperti gunung. Abi bertugas meremas lalu membantu menyatukan, sedangkan Mama bertugas menyatukan dengan lem dan solatip.
Untuk alas gunung, kami menggunakan plastik hijau yang biasa kami gunakan untuk plastik khusus sampah.  Seolah seperti hamparan rumput di kaki gunung.. xixixi..
Setelah jadi "tampak" seperti gunung :D.. selanjutnya gunung kertas ini perlu diberi warna.
Mencari sana sini ternyata cat air habis.. (huaaa..). Putar otak deh.
Akhirnya aku minta Abi membuat adonan dari tepung terigu, air, dan pewarna untuk membuat warna. Abi malah bahagia sekali karena main campur tuang sesukanya.
Dan jadilah adonan Abi yang mirip warna lumpur haha..
Adonan "lumpur" langsung kami usapkan ke gunung kertas menggunakan tangan.
"Agak lengket ya Ma.. ", celetuk Abi.

Gunung kami pun telah jadi.
Mari bersiap dengan proses ledakan.
Berbekal 1 botol kecil cuka lokal, baking soda, pewarna merah, kami pun semangat mencampurkannya. Mulut gunung pun sudah siap dengan potongan botol plastik beralaskan tutup. Sudah 1/2 botol kok gak "meledak"?
Yaaah.. ternyata merembes kebawah... Alas botol plastiknya kurang rapat. :)
Jadi lavanya mengalir di bagian bawah gunung.

Cari alternatif!
Mulut gunung diganti dengan wadah telur dari plastik, sehingga luasannya lebih kecil.
Kembali... berbekal 1/2 botol cuka, dan baking soda + pewarna, siap campurkan semuaaa...
Yes! berhasil walaupun tidak dramatis..
Kaleeem sekali aliran lavanya hehehe..




No problem ya mas Abi... Besok kita coba lagi pasti...

Bahan yang diperlukan:
- kertas koran bekas
- cat air
- pewarna kue
- baking soda
- vinegar/cuka

Alat yang diperlukan:
- lem
- solatip (alternatif)
- botol plastik untuk mulut gunung, tempat volcano
- plastik (untuk alas gunung)
- karton (untuk bantu membentuk kerucut)

-Tuhan Memberkati-

Wednesday, April 23, 2014

Beatboxing ala Abimanyu

Beatboxing adalah cara kita menyuarakan jenis alat musik dan nada-nada lain menggunakan hanya mulut kita. Eh tidak hanya mulut, apabila sudah mahir bisa produksi suara dari tenggorokan. Keren ya..

Beberapa waktu lalu, Papa mengajak Abi melihat sebuah presentasi musik, video di TED. Yaitu seorang laki-laki muda bernama Tom yang mengaku menemukan passionnya dalam bermusik melalu beatbox. It's really amazing!.. Tom menjadi sangat ahli dalam bidang ini dan bisa membawanya ke berbagai tempat untuk memberikan warna musik baru dalam acara-acara pesta dan lain-lain.
Aku yang sudah pernah menonton sebelumnya tetap saja ternganga ketika ikut kembali menonton bersama Abi dan Papa.

Naaah..
Sejak itu.. terjadi "kehebohan" di rumah vale. Hahaha..
Sering sekali terdengar "cikicikicikiciki..zzzzdddd..jeklek jkelek..." dan sebagainya.
Abi juga jadi lebih suka memilih suara perkusi di keyboard untuk membuat suasana "rame" (baca HEBOH AMAT).
Ternyata, kemampuan Tom ini sangat membuat Abi terkesan.
Celetukan seperti ini pun selalu menggema. :D
"Aku mau belajar kayak Toooom..."
"Aku uda bagus belum beatboxnya?"
"Suara yang kayak gini ini baru Ma.."

Dan inilah salah satu beatboxing ala Abimanyu yang berhasil direkam Mama sampai selesai.
Ya! karena aku selalu tidak bisa menahan tawa ketika merekmanya.
Enjoy Abi's beatbox! hahahaha.....




-Tuhan Memberkati-

Tuesday, April 22, 2014

Mengelompokkan Mainan

Mainan Abi sejak masih balita semuanya mobil. Dengan berbagai macam jenisnya.Abi sangat suka diecast mobil sejak kecil, baik yang besar maupun yang kecil.
Saat itu, dari kami sendiri dan kerabat memang suka membelikan Abi mainan diecast ini.
Lucu-lucu memang. Dan Abi juga hafal dengan semua nama jenis mobil mainannya.

Belakangan, kira-kira mulai tahun ini, Abi lebih suka memainkan "mereka" yang dekat dari pandangan matanya. Yang mudah diraih dan dikembalikan tanpa perlu membongkar.
Lama-lama, mainan yang terletak paling bawah di box mainan Abi tidak terjamh sedikitpun.
Hanya terjamah sebulan lalu ketika kami beres-beres rumah bulanan.

So, aku menawarkan dengan cara ini.
Abi sempat menimbang-nimbang tawaranku kemudian melihat box mainannya.
Mungkin tersadar ya kalau mainannya memang banyak dan dia hanya memainkan sebagian.
Akhirnya Abi mengiyakan.

Aku menjelaskan prosedurnya. Lalu Abi melakukannya sendiri setelah itu.
Abi tampak menikmati prosesnya. Sambil dijalankan (dimainkan) 'ngoong-ngoong", mobil-mobil itu dibawanya ke kelompok hari dimana dia ingin mainkan.
Setelah selesai, Abi lapor, "sudah selesai mama.."
Dan aku memintanya untuk cek lagi, apakah sudah terbagi secara merata, atau adakah yang ingin ditukar, dsb. Abi cek kembali dan dia mencoba untuk membagi kembali.

Di sini Abi bisa belajar membuat keputusan.
Manakah yang akan dimainkan di hari apa. Atau mobil mana-mana saja yang asyik digabung.
Atau juga, mobil mana yang akan disumbangkan.
Di sisi lain, Abi juga akan belajar menerima dari apa yang sudah dipilihnya.

Pembelajaran hidup yang sederhana lewat mengelompokkan mainan.
Yakin pasti bermanfaat.. :)



-Tuhan Memberkati-

Monday, April 21, 2014

Musik Ciptaan Abi :)

Beberapa waktu lalu Abi iseng memainkan lagu di keyboard.
Memang setiap hari ada waktu 5-10 menit untuk "menyentuh" keyboard ini.
Entah hanya untuk iseng "jedhag-jedhug", Abi pencet apa saja, jenis musik ini itu, atau pencet tuts "jrang-jreng" mencoba mengenal suara-suara yang bisa diproduksi keyboard ini, atau juga pencet suara perkusi yang menghasilkan berbagai suara lucu di setiap tutsnya.
Atau juga, mengulang materi yang diajarkan di les Abi, atau tak jarang kami hanya akan bermain bersama sambil bernyanyi dan berakhir dengan cekikikan.
Yah tahu sendiri.. Abi suka iseng.


Momen ini kami mengamati beberapa hal terkait dari kemampuan bermusik Abi.
Bagaimana hearingnya, mengenal not, memainkan lagu, menyanyikan lagu, dan lainnya.
Termasuk yang satu ini. Membuat nada sendiri.
Awalnya, kami pikir "ah itu hanya eksplorasi mengenal nada-nada saja".
Tapi kalau kami flashback, Abi sering bilang "Ma, Pa, ini lagu ciptaanku lho"

Sejak itu langsung aware deh. Hahaha..
Bener kan! Kita itu belajar dari anak-anak kok. Bukan sebaliknya.
Jadi sekarang, emaknya mulai sigap nih, kalau Abi uda mulai "membuat nada" sendiri.

Contohnya yang ini, Abi bilang: "ini musik ngeri, hiiyy.. syerem, malam-malam gitu"






Trus katanya lagi: "tapi abis itu trus datang pagi Ma.. jadi musiknya naik jreeeng.. gitu"
"Wah keren!", kataku memujinya sambil geli melihatnya mesam-mesem (senyam-senyum).

Asah terus imajinasi dan intrepretasimu Mas...

-Tuhan Memberkati-

Sunday, April 13, 2014

It's All About Track

Track and track..
Tidak pernah terlepas sepertinya dari imajinasi Abi.
Apapun bisa dibuat menjadi arena balapan, entah sirkuitnya saja atau area pendukung di sekitarnya. Dari pensil warna, spidol, sedotan, dilengkapi buku-buku, dan lain-lain.

Kalau sudah mendesain bentuk arena balapan ini asyiknya bukan main.
Bentuk sirkuit yang berkelok, atau hanya lurus.
Tempat pit-stopnya dimana, area isi bensi dimana, tempat duduk para penonton dimana, dsb.


 


Pernah sekali waktu kami membelikan Abi track yang sudah jadi dari toy's brand tertentu.
Girangnya setengah mati xixi.. Seiring berjalannya waktu, track ini hanya sesekali dimainkan.
Kami mengamati dan heran. Pikir kami, mungkin karena hanya ada 1 bentuk dan tidak bisa dirubah sesuai dengan desain imajinasi Abi on the spot.
Maka, saat ini cara kami memfasilitasi imajinasi Abi terhadap track ini adalah memancingnya dengan berbagai pertanyaan ketika Abi sedang in the mood mendesain track.

Menjadi pembalap adalah yang pertama seringkali disebutkan Abi untuk ditempatkan sebagai MIMPI. Kami sadar, hal itu akan berubah. Dan semakin bertambah besar MIMPI nya pun semakin luas menjadi menDESAIN Mobil, tidak cuma mobil balap tapi semua bentuk mobil.
Sekarang yang masih terpatri sebagai mimpi adalah punya perusahaan dan modifikasi mobil.

Dari track.. menuju desain mobil balap.. berkembang ke perusahaan pembuat mobil dan juga tempat modifikasi mobil (termotivasi dari acara pimp my ride).

Apapun itu, MamaPapa  akan berusaha menjadi pendukung terbaikmu Nak.

-Tuhan Memberkati-

Thursday, April 10, 2014

Membuat Kue Sendiri (tanpa oven)

Setelah belajar membuat playdough dari tepung terigu, keasyikan tak berhenti sampai disini.
Abi tanya aku apakah bisa membuat kue dengan sisa tepung terigu.
Hmmm.. pikir-pikir sebentar (karena tidak ada oven) ... sepertinya bisa juga.
Aku pun mengiyakan.. "yuk mas kita coba bikin ya.."

Abi pun mengumpulkan bahan yang diperlukan.
Tepung Terigu, Telur, Baking Soda, Air, Pewarna Makanan, Gula Pasir, Cetakan.
Yang paling ditunggu Abi adalah mencampuradukkan semua bahan di atas ke dalam mangkok kemudian mengaduk-aduk.

Aku membantu mengarahkan apa-apa saja yang musti dilakukan Abi.
Agak-agak tumpah yah itu biasa.
Menuangkan pewarna terlalu berlebih yah tak apalah.
Sampai akhirnya adonan warna-warni telah jadi.
Abi tampak puas melihat hasil kerjanya.

Terakhir, bagian mama untuk menuangkan ke cetakan dan setelah dibiarkan dingin beberapa saat, kami memasukkannya ke rice cooker.
Hahaha.. ini ide lain dari yang lain.. tidak ada oven, rice cooker pun jadi.

Kami menunggu ..
Harap-harap cemas! Kira-kira seperti apa ya jadinya..
Setelah kurang lebih 20 menit, aku ambil kue dari rice cooker
Wow! ternyata empuk dan enak, walopun secara penampakan kurang meyakinkan :D
Dan habislah kue itu dilahap Abi semua.
Bikin sendiri makan sendiri deh judulnya..


-Tuhan Memberkati-

Wednesday, April 9, 2014

Proses Pembakaran

Sore ini Abi minta belajar membakar.
"Aku mau bakar dauun.... Apa yang akan terjadi yaaa!", serunya heboh ketika aku sedang merapikan rumput-rumput liar di depan rumah. Walaupun pernah melakukan hal ini, namun Abi serasa tidak bosan. Seolah akan terjadi proses lain ketika dia membakarnya di hari lain pula. Hehehe...

Abi ini anak yang tampak nyaman berinteraksi dengan daun-daun kering kemudian diutak-atik entah menjadi apa. Sering sekali Abi mengumpulkan daun kering, bunga yang jatuh, ranting daun yang ada di jalan untuk kemudian disimpan di rumah. Atau memberikan bunga yang sudah jatuh namun masih cantik untukku.

Menyanggupi permintaan Abi, Papanya menyiapkan lilin dan korek. Sementara Abi mengumpulkan ranting kering yang ingin dibakarnya. Kali ini ditambah plastik untuk mengetahui proses pembakaran yang berbeda.


Abi minta diajarkan untuk menyalakan korek langsung dari tangannya menggunakan korek api tradisional (korek jress ya orang jawa bilang). Dengan menahan was-was aku merelakannya.
Papa mengawasi Abi di jarak dekat. Untungnya berhasil .. fiuh...
Ranting kering pun terbakar, dan hasilnya... "Waaah jadi abu yaaa..." begitulah seru Abi.

 


Selanjutnya, kami coba bakar tas kresek (tas plastik).
Angin bertiup kencang saat proses ini, sehingga perlu beberapa kali untuk menyalakan lilin.
Setelah plastik terbakar, mulai terjadi proses plastik tersebut berkerut.
"Itu panas ya? Kok bisa gitu ya? Gak jadi abu ya?".. tanya Abi berurutan.
Dialog pun berlangsung untuk memancing apa yang dipikirkan Abi ketika melihat proses ini.

Sederhana memang.
Namun kami yakin dari yang sederhana ini apabila diterima dengan baik akan dapat memberikan penjelasan konsep yang mudah dipahami.

-Tuhan Memberkati-

Tuesday, April 8, 2014

Lanjutan LAPBOOK-2: Family Tree

Family Tree ini agenda kami di Bulan Maret kemarin.
Dulu pernah kami membuat Lapbook tentang Family. Waktu itu Abi umur 4 tahun.
Konsepnya sama. Kami mengajak Abi untuk mengenal anggota keluarga inti dan mempelajari hubungan di dalam anggota keluarga tersebut. Lalu menceritakan kembali atau bernarasi sesuai apa yang dia pahami.

Ketika membuat Lapbook dulu, lebih pada memperkenalkan dan menempelkan foto-foto.
Untuk di Family Tree ini, kami mengajak Abi lebih memahami hubungan yang ada.

Kami membuat bentuk pohon dengan daun-daun sebagai anggota keluarga.
Pohon ini bisa menggambarkan sebuah urutan dari yang tua sampai yang muda (contoh).
Di sebelah kanan keluarga mama dan sebelah kiri keluarga papa.
Pemotongan daun lebih banyak dilakukan Abi dan aku bantu menempelkannya.
Menggunting foto anggota keluarga juga dilakukan Abi.
Ada kemajuan dari keinginan melakukan sendiri tanpa mau dibantu belakangan ini.






Beginilah jadinya. taraaa...

Bahan dan alat yang kami gunakan adalah:
- Kertas manila/asturo warna hijau untuk daun
- Kertas manila/asturo putih yang diwarnai pakai crayon untuk batang (berhubung tidak punya kertas manila coklat)
- Kertas karton keras (kardus bekas) untuk alas
- Crayon
- Gunting
- Lem
- Foto keluargam diprint kepalanya saja
- Spidol warna hitam/biru

Kenapa pakai kertas karton keras sebagai alas?
Sebenarnya bebas saja mau pakai apa.
Hanya saja kemarin terpikir untuk dipajang, sedangkan kertas manila sudah habis. Di samping itu, ukuran yang dibuat menjadikan bentuk pohonnya tinggi.
Jadi deh kami bongkar kardus bekas yang ada. :D
Tapi malah pas sekali dengan yang dibayangkan.

Melihat Abi bernarasi saat ini,
bisa semakin runtut.
Anak-anak memang hebat ya...



Good Job mas!


-Tuhan Memberkati-

Monday, April 7, 2014

Kreasi dari Koran Bekas

Sore tadi kebetulan sekali..
Abi sempat bertanya tentang kreasi yang ada di Art Attack, di saat aku melihat beberapa lembar koran bekas di meja.. Hmm.. bikin apa ya?

Kami pun cari-cari di youtube, video kreasi dengan koran bekas.
Diawali dengan video Art Attack-nya Disney Junior, karena Abi tanya sebelumnya.

Jadilah ide bikin gulungan.
Simpel? iya pakai banget. hehe..
Abi ini suka kalo iseng membuat sesuatu, hanya begitu agak "menantang" alias "njelimet" terkadang membuat mood Abi menurun. Aku sendiri suka iseng yang simpel juga. Yah tarik ulur. Melihat dia heboh dan punya ide dari yang kami buat, itu sudah cukup untuk saat ini buat kami (mamapapanya).


Bahan:
-koran bekas
-lem kertas
-kuas/pensil sebagai alat bantu menggulung
-kotak/kardus bekas
-crayon

 Cara:
-koran bekas dibantu dengan kuas/pensil, dibentuk menjadi gulungan-gulungan lalu ujung/penutupnya dilem supaya gulungan tetap tertutup/aman.
-gulungan2 tersebut kemudian digulung lagi ke arah memanjangnya dan lem sehingga menjadi bentuk lingkaran seperti roda.
-silakan direncanakan gulungan2 ini akan dibuat sebagai apa
-siapkan kardus bekas sebagai "panggung kreasi atau papan tempel atau frame"-nya
-silakan membuat gambar pendukung bebas untuk di alas kardus tersebut

Sebenarnya tidak melulu akan menjadi roda mobil.
Tapi yang namanya Abi, pasti yang terbersit dalam imajinasinya adalah roda mobil, roda motor, roda tank, roda sepeda, dan roda2 lainnya hehehe.. Baru akan terbayang sebagai benda lain :)
Aku coba membantu memaparkan bahwa gulungan ini bisa jadi pohon, buah, bunga, matahari, dan berbagai macam benda lain..

Salut juga sama kemajuan Abi.
Walaupun ada kemampuan baru yang harus dipelajari, yaitu menggulung dengan kuas/pensil tapi Abi mau terus mencoba. Mungkin termotivasi dengan hasil yang ada di video ya.
Dari awal Abi menggunting koran, menggulung, mewarnai, dan menggambar sebagian..
Siiip mas..! a lot of progress ..




















Bagi yang berminat mencoba, monggo.
Banyak ide kreasi di youtube dan seru untuk dicoba bersama anak.

-Tuhan Memberkati-

Sunday, April 6, 2014

FESPER2014 - FieldTrip @HomeIndustryPIA

Setelah mengunjungi Pos Pemadam Kebakaran di Salatiga, kami beranjak menuju desa tempat home industry Pia. Cerita tentang kunjungan ke Pos Pemadam Kebakaran ada di sini: http://meilawijaya.blogspot.com/2014/04/fesper2014-fieldtrip-pemadamkebakaran.html

Pia adalah kue khas desa ini. Mirip dengan Bakpia kalau di Yogyakarta.
Proses pembuatannya Pia bisa dikatakan sama dengan Bakpia.
Dari pembuatan adonan, pembentukan adonan, lalu pengisian kumbu, dan pemasakan/pembakaran, diakhiri dengan pembungkusan (packaging).

Pembuatan Adonan disini langsung dibuat dalam jumlah banyak.
Bahan adonannya terdiri dari tepung terigu, margarin, gula pasir, air. Apalagi ya.. lupa aku.
Setelah adonan empuk cukup, didiamkan dengan dilapisi plastik untuk menjaga kelembaban.

Sedikit demi sedikit, adonan tadi diambil untuk dibentuk bulat-bulat.
Secara paralel, isian kumbu dibuat dengan cara dimasak di wajan/penggorengan yang sangat besar dan menggunakan tungku. Butuh tenaga kuat pastinya untuk mengaduk ini.

Setelah adonan dibentuk bulat, kumbu yang sudah siap pakai dimasukkan ke dalam adonan tersebut. Lalu siap dipanggang dalam oven/tungku pemanas.



Foto proses pemasakan terlewatkan karena tempat yang kurang besar untuk jumlah kami yang datang mengunjungi dapur tersebut. Hehehe...

Proses ini mengajak Abi untuk serius mengamati.
Seolah memahami apa yang dilakukan para "koki" itu di setiap tahapan prosesnya.
Kegiatan seperti ini memang sangat baik menurutku untuk anak bisa mengenal dan melihat secara nyata apa yang terjadi dan harus dilakukan untuk menghasilkan sesuatu yang menjadi tujuan utamanya.



Usai melihat dapur, saatnya melihat display makanan yang telah jadi.
Tidak lupa untuk mencicipi hasil pia tersebut. Hmmm yummy!...
Langsung deh para emak belanja cemilan berbagai macam. xixixi... Kebiasaan ya.. :D

Semoga home industry seperti ini di berbagai daerah terus berkembang.
Justru dari sini kita bisa memandirikan bangsa dalam berbagai hal.


-Tuhan Memberkati-

Friday, April 4, 2014

FESPER2014 - FieldTrip @PemadamKebakaran

Melanjutkan cerita sebelumnya di  http://meilawijaya.blogspot.com/2014/04/fesper2014-sampai-juga.html ....

Kami mendapatkan nomer bus 6 untuk ber-field trip yang terdiri 5 keluarga kalau tidak salah.
Setiap kelompok "diangkut" dengan 1 bus menuju tempat field trip yang sudah ditentukan.
Field Trip Keluarga kelompok kami adalah mengunjungi Pos Pemadam Kebakaran di Salatiga.
Pos Pemadam Kebakaran ini sebagai kunjungan pertama.

Tidak terlalu lama kami menikmati jalanan yang mulai basah karena gerimis, sampailah kami di Pos Pemadam Kebakaran. Di sana 3 orang petugas telah menunggu dan lalu menyambut kami.
Kondisi pos tidak terlalu besar. Lokasinya di pinggir jalan dan berada di depan masjid dan sekolah taman kanak-kanak.

Untuk beberapa waktu kami mendengarkan penjelasan dari Bapak kepala petugas pemadam kebakaran. Penjelasan yang lengkap baik dari sarana dan prasaran pemadam kebakaran, cara teknis tentang bagaimana memadamkan kebakaran, juga kondisi terkini yang mereka alami. Ada yang membuat para petugas ini kewalahan ketika hendak bertugas. Yang pertama adalah, "klien" mereka kurang memberikan alamat/ancer lokasi kebakaran, sehingga proses menuju lokasi memakan waktu lebih lama. Yang kedua, seringkali anak-anak menelepon pos ini untuk iseng saja. Hehehe..

Sarana dan Prasarana pemadam kebakaran antara lain; mobil pemadam kebakaran dengan tangki air kecil di dalamnya, mobil pemadam dengan selang dan tangga, mobil pendukung, baju anti air dan baju anti api, palu/linggis, sepatu boot, lampu penerangan.
Waktunya "petualangan" nih..
Anak-anak diperbolehkan memegang sarana dan prasarana ini juga merasakan simulasi proses pemadaman kebakaran. Seru! hehehe...




Abi pastinya heboh karena di depan mata ada mobil pemadam kebakaran.
"Wah itu mobil pemadamnyaaaa.." katanya.
Langsung minta naik-naik deh setelah mendengarkan penjelasan dari Pak Petugas tadi.
Plus cekikikan campur agak tegang ketika merasakan simulasi memadamkan api.
Senangnya bisa mengalami langsung.
Belajar secara nyata.

-Tuhan Memberkati-

Thursday, April 3, 2014

FESPER2014 - Sampai Juga!

Tak terasa sudah tinggal menghitung hari menjelang acara FESPER201.
Rasanya sudah amat sangat tidak sabar kala itu.
Kami berangkat lebih dulu dari teman-teman JabodetabekPlus, karena ada acara lain di Semarang sehari sebelumnya.

Tibalah hari itu. Jumat, 28 Maret 2014..
Kami berangkat dari Hotel di Jl. Pandanaran menuju Stasiun Tawang, dimana teman-teman JabodetabekPlus telah menunggu bersama angkutan Elf untuk menuju ke lokasi Fesper.
Maaf ya, kami agak lambat waktu itu. Tidak mudah ternyata mencari taksi.
Pukul 7.00 pagi lebih kami akhirnya tiba di depan Stasiun Tawang.
Teman-teman telah memposisikan diri di tempat duduk masing-masing.
Terima kasih Mba Mella yang bersedia direpotkan dengan urusan pesan memesan tiket dan juga angkutan menuju ke lokasi Fesper ini.

Sekitar 7.30 pagi, berangkatlah kami menuju Salatiga dengan 3 elf dan 1 bis kecil.
Traffic lancar di awalnya, kemudian agak tersendat setelah keluar dari jalan tol.
Kurang lebih pukul 10.00 pagi kami tiba di Salatiga.
Sempat naik turun 2x di lokasi Fesper xixixi.. lucu pisan.. karena petugas keamanan-nya bingung sendiri, saking banyaknya acara di long weekend itu.

Begitu sampai.. (yang ini beneran sampai hehe..)
Kami diminta melakukan registrasi oleh para volunteer yang dengan ramah melayani kami.
Terima kasih ya mba mba mas mas...
Saat registrasi, kami diberi name tag masing-masing dengan jadwal lengkap di balik nama kami, juga nomer tenda dan bis. Kami juga mendapatkan sleeping bag (bagi yang sudah mendaftar) dan kaos Fesper. Komplit yah!..
Setelah registrasi, barang-barang diturunkan, istirahatlah kami di tenda kegiatan yang besar sekali. Tenda Kegiatan ini merupakan pusat kegiatan kami selama Fesper.

Tak lama kemudian. Bu Expo Anak datang.. xixixi.. (Piss Mba Duma..)

Foto dari FB Duma Simanjuntak

Siap Bertugas Buk! :D

Para ibu yang tergabung dalam Tim Expo dan Tim Dekorasi pun heboh membuat spot untuk display karya anak.

Berbagai macam hiasan pun kami usahakan terpasang seindah mungkin disana.
Paling seru ketika menerima Karya Anak yang beraneka ragam.
Bingung display-nya hehehe...







Dan para bapak pun bertugas menjaga anak-anak yang asyik bermain kesana kemari.

Memang ...
Tempat yang baru, sangat luas, banyak rumput, dan hawa yang sejuk, pastinya membuat anak ingin sekali menjelajah.




 Acara pertama setelah registrasi adalah makan siang.
Enak ya.. banget! hehehe.
Begitu datang, disuguhi pemandangan indah, hawa sejuk, mata jernih karena banyak pohon.
Lalu diawali pula dengan makan siang yang disediakan dan rasanya nikmat.
Terima kasih Pak Dodik & Bu Septi & Tim Salatiga.

Mendekorasi spot karya anak pun bisa selesai juga pas waktunya makan siang.
Maksudnya, makan siang sambil finishing. :D
Karya anak pun terpajang dengan berbagai posisi, as per condition lebih tepatnya.
But still, yang terpenting adalah betapa hebatnya anak-anak ini berkarya.
Salut untuk mereka semua. 

Foto dari FB Duma Simanjuntak

Sampailah pada acara pembukaan.
Dibuka dengan meriah oleh kehebatan para anak didik Padepokan Lebah Putih dalam permainan perkusi. Bukan cuma Abimanyu yang bengong.. Aku pun ternganga dibuatnya.
Keren!
Lalu, Bu Septi sebagai ketua panitia FESPER2014 memperkenalkan diri juga sedikit sharing.
Disini kami diperkenalkan istilah baru yang Super!
"Learning... Sharing... Networking"
that is so true!

Kegiatan kami selanjutnya adalah Field Trip Keluarga.
Kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan mengunjungi dua tempat yang telah ditentukan dengan kendaraan angkutan bis kecil.
Kelompok kami mengunjungi Pos Pemadam Kebakaran dan Home Industry Pia.
Wah.. bisa dibilang Abi beruntung. Karena di Pos Pemadam Kebakaran, ada mobil pemadam dan dia pasti suka. Lalu di home industry pia, kemungkinan juga akan menarik perhatian dia karena ada unsur memasak dan makanan.
Aku akan cerita tentang Field Trip di posting selanjutnya ya :)

Pukul 19.30...
Setelah mandi, makan dan sholat, saatnya kami bersenang-senang sambil berkenalan melalui acara Perkenalan Kreatif.
Dari awal aku perhatikan, tim salatiga ini sebisa mungkin setiap kegiatan dilaksanakan on time. Dan itu sungguh terealisasi. HEBAT!

Foto dari Raken Asri Mada Lestari

Perkenalan Kreatif terbagi beberapa kelompok sesuai dengan daerah.

Ada Salatiga, Jogja, Semarang, Surabaya, Bali, Bandung, Payakumbuh, JabodetabekPlus.
Hmmm.. semoga tidak ada yang terlupa.

JabodetabekPlus yang paling banyak xixixi..






Aih.. senangnya.. Hari pertama terlewati dengan menyenangkan.
Tidak sabar lagi ... dan lagi...  menunggu kegiatan hari kedua.

-Tuhan Memberkati-

Wednesday, April 2, 2014

FESPER2014 - Suara Anak

Suara Anak merupakan agenda seru di antara kegiatan seru-seru lainnya di dalam FESPER 2014 kemarin. Disini adalah suatu ruang dimana anak-anak bisa tampil untuk berbagi ilmu dan pengetahuan kepada teman-temannya. Syaratnya cuma satu, maksimal 5 menit ! itu aja.. karena mempertimbangkan waktu yang berkaitan dengan kegiatan selanjutnya. 
Bebas dari usia berapa dan bebas akan membagikan apa.

Keren banget loh..
Anak-anak ini hebat semua! Merinding aku..
Ada yang berbagi ilmu tentang sains, ada yang cerita sejarah kartun, ada yang berbagi ilmu cara gambar di komputer dengan software, ada yang menunjukkan kebolehannya bela diri dan menyanyi, ada yang berbagi ilmu membuat animasi, berbagi ilmu memasak, bahkan ada yang berbagi ilmu untuk membuat mind map khususnya dalam skill menulis, juga ada yang cerita pengetahuan tentang astronomi & minecraft yang tersimpan rapi di websitenya.
Lengkap ya..

Ada Andro dibantu Mama Anis, bercerita bagaimana air di dalam kantong plastik tidak bocor/tumpah ketika kantong plastik itu ditusuk dengan pensil. Satu lagi, mmm.. duh kok lupa..
kalau tidak alatnya itu kelereng dan gelas anggur ..



Ada Ceca yang bercerita tentang isi websitenya, di www.caraceca.com.
Ceca suka dengan fotografi dan astronomi, saat ini Ceca sedang menikmati belajar itu. Selain itu di dalam webnya ada juga cerita tentang game kesukaannya yaitu minecraft.



Ada Atala yang berbagai ilmu bagaimana membuat animasi sederhana. 
Atala telah menghasilkan beberapa  animasi lucu yang ditampilan dalam slide show nya.



Ada Apiq yang menunjukkan kemampuannya dalam belajar pencak silat atau bela diri.



Kalau Abi..  Hehehe ..
Pas aku tanya sebelum berangkat FESPER, mau kasih tau teman-teman apa..
"Nyanyi aja deh".. katanya.. Jadilah Abi pilih-pilih lagu dari tempat kursusnya karena liriknya juga lucu dan dia enjoy melagukannya.


Disini suaranya..
mamanya ingat mem-video-kan .. :D ... lucunya.. selesai nyanyi melet deh..




Masih banyak yang belum dapat fotonya nih..
Sedang menunggu sang fotografer ahli di FESPER2014 kemarin, yang masih berada di luar kota.
Begitu foto muncul, aku akan update postingan ini. :)

-Tuhan Memberkati-

Tuesday, April 1, 2014

FESPER2014 - Menggapai Mimpi

FESPER2014 kemarin ditutup dengan momen yang tak terlupakan...
Ya! momen pelepasan balon yang membawa kertas-kertas mimpi kami terbang ke angkasa bertebaran di alam semesta..

Semua keluarga nampak semangat dan bergairah mengikuti pelepasan balon ini.
Bahkan mungkin ada yang jadi panik ya karena anak-anaknya heboh.
Heboh menulis mimpinya, ada yang heboh balon terlepas sebelum waktunya, ada yang mewek karena belum dapat balon, pokoknya super heboh.. :D


Termasuk kami juga heboh!
Tanya ke Abi apa mimpinya, lalu memantabkan mimpi keluarga kami..
eh kok malah gemeteran nulisnya .. hahaha ..


Bu Septi memberikan aba-aba untuk melepas balon..
1.. 2.. 3... Yaaak!!.... Daaaaaag.... Horeee.....
Abi sempat tanya:
"kira-kira sampai gak ya balonnya ke planet mars? atau planet merkurius? atau planet venus?"
xixixi.. aku berpikir keras menjawabnya tapi kucoba menjelaskan bahwa di atas (langit) tekanan udaranya berbeda yang akan menyebabkan balon itu beradaptasi dengan kemungkinan besar meletus di atas sana..hehehe..





Salut for Tim Salatiga..
Momen ini sungguh menyentuh lubuk terdalam kami. Dan ternyata juga Abi. 
Abi sama sekali tidak melepas pandangannya terhadap balon yang diterbangkan.
Seolah Abi berbicara menyampaikan pesan pada alam... (lebay emaknya)..

Thank you Bu Septi dan Pak Dodik dan seluruh Tim Salatiga..
#SALAM FESPER2014!
#learning-sharing-networking

-Tuhan Memberkati-