Saturday, April 26, 2014

Bermain Bersama Hujan

Pulang dari Les tadi siang, mendadak hujan deras sekali.
Sebelum turun dari mobil, Abi bilang: "Ma, aku boleh gak main hujan-hujanan"
"Boleh aja, silakan sayang", kataku.
Langsung Abi menyambut hujan dengan kehebohan hehe.. :D
Semakin bahagialah Abi ketika menemukan spot genangan tinggi di tikungan dekat rumah.

Yang dilakukan Abi:
- Lari kesana-kemari sambil teriak-teriak "hai hujaaaan datanglaaah!!!"
- Menendang dan melompat ke genangan air, "waaa aku kecipratan!!"
- Mengamati awan yang tadinya mendung gelap perlahan berubah putih
- Mengamati aliran air yang lewat di depan rumah, "ngooong airnya jalaaaan!!"
- Merasakan aliran air sambil duduk "ngesot" di jalanan, "hiiiiyy dingin maaa..."
- Menemukan saluran air yang "membludag" karena tersumbat
- Cekakan plus Pencilakan dan Nyanyi-nyanyi gak jelas xixixi...

Aku memandangi Abimanyu-ku ini sembari memasukkan mobil dan mengeluarkan barang-barang bawaan kami tadi. Sesekali aku pun ikut berteriak untuk mengalahkan suara keras hujan deras sambil jeprat-jepret.
- "seru maaaaas??!!"
- "airnya ngalir kemanaaaa?"
- "nemu apa disituuuu?"
-"airnya kenceng gaaaak?"
- "kenapa disitu airnya menggenang maaas?"

Belajar aliran air - cek
Belajar proses hujan - cek
Belajar saluran air tersumbat - cek
Belajar peduli lingkungan - cek



Bahagia ketika melihatmu bahagia Nak..





Belajar langsung lewat alam memang selalu menyenangkan bagi Abi.
Belajar tanpa beban (sambil bermain) pastinya lebih menyenangkan bagi siapapun.
Sampai detik ini pun aku masih terkagum-kagum dengan proses pembelajaran yang sangat kompleks. Pun, mengapa sistem pendidikan tidak menyadari hal ini.

-Tuhan Memberkati-

No comments:

Post a Comment