Saturday, May 31, 2014

Precious Time

Memang tak hanya hari ini "precious time" terjadi dan kami alami.
Namun sungguh rasa di dalam dada ini seolah ingin meledak bahagia ketika kami bercanda
dan heboh ala kanak-kanak (menyesuaikan Abi tentunya) bertiga.

Kadang hanya membiarkan hati ini merasakan indahnya.
Kadang ingin mengabadikan segala rasa.
Kadang ingin merekam seluruhnya.
Demi kenangan masa depan.

Salah satu kebahagiaan..
Momen berharga yang begitu saja terjadi hari ini..
Setelah menonton dan mengamati Abi "menari" .. entahlah.. Abi seperti menari, seolah menceritakan apa yang ada di dalam lagu itu lewat gerakan dan mimik wajahnya.

Papa iseng ajak Abi dalam gendongannya dan menari-nari bersama.



Sambil mendengarkan lagu Ziip-A-Dee-Doo-Daah dari Louis Armstong.





Kata Papa: "mumpung masih kuat gendong sekarang.. ayo main gendong-gendongan"
Hahahaha.. dengan berat Abi sekarang (5tahun, 28kg, 121cm) ternyata kuat tak sampai 1 menit.

Aku sempatkan merekam sebentar kebahagiaan mereka.
Dan luapan itu kembali kurasakan.
Terima kasih Tuhan.




-Tuhan Memberkati-

Sunday, May 25, 2014

Belajar Petir dan Kilat

Dua hari lalu hujan deras mengguyur area graha raya disertai dengan kilat yang menyilaukan dan petir yang menggelegar.
Kalau sudah begini, Abi langsung menutup pintu depan dan pintu belakang.
"Suaranya keras banget Ma..", celetuknya.
Abi memang sejak kecil agak terganggu kalau ada suara keras atau mengagetkan.

Abi mendatangi papa yang sedang mengerjakan beberapa laporan pekerjaan.
"Pa, gluduknya keras banget.. kok bisa ada gluduk ya?", tanya Abi sambil gelendotan ke papa.
"Hmm.. gimana kalo kita cari di youtube bareng-bareng?", ajak papa.
"Ada ya? mau mau mau...", Abi semangat deh.


Sambil berdiskusi ini yang kami lakukan:
1. Beberapa video youtube kami tonton bersama untuk menjelaskan bagaimana petir dan kilat itu terjadi.
2. Memberikan pengalaman tentang frekuensi melalui senar gitar sambil sedikit bernyanyi hehehe..
3. Dan menggambarkan seperti apa bentuk proton dan elektron secara sederhana.

Bahwa suara gluduk atau gledek atau petir itu berasal dari tepukan udara yang kembali bertemu setelah terhalang aliran listrik dari elektron ke proton sepertinya terbayang di Abi.
Beberapa hari setelah malam itu, pas terjadi hujan dan terdengar suara petir,
Abi nyeletuk "wah itu tepukan udaranya keras banget ya.."


-Tuhan Memberkati-

Saturday, May 24, 2014

Hiasan dari CD Bekas

Berawal dari sortir CD PS Abi yang sudah tidak bisa dioperasikan.
Terlintas ide untuk membuat hiasan pintu berupa bentuk wajah dari CD bekas tersebut.
Kami coba cari di youtube untuk mengetahui bagaimana cara dan bahan yang diperlukan.
Tidak lama kami mendapatkan model yang sederhana dan cocok untuk dilakukan bersama Abi.

Bahan yang diperlukan:
- CD Bekas
- Kertas Manila/Karton
- Kain Flanel

Alat yang diperlukan:
- Gunting
- Lem
- Doubletape

Cara Membuat:
- Gambar pola CD di kertas manila/karton lalu potong
- Lapisi sisi CD depan dan belakang dengan kertas manila/karton
- Gambar pola CD di kain flanel sesuai warna yang diinginkan
- Tempelkan potongan pola kain flanel ke sisi CD yang sudah dilapisi manila/karton
- Buat hiasan mata, mulut, rambut, dan lain-lain sesuai selera




Dan beginilah jadinya....
Abi buat 2 wajah. Wajahnya sendiri dengan warna muka hitam, mata hijau, bibir pink hahaha..
Sedangkan yang satu adalah wajah kakak sepupunya, untuk hadiah ulang tahun katanya.
Lucu juga jadinya..




-Tuhan Memberkati-

Wednesday, May 21, 2014

Another Miracle

Akhirnya, mulai menulis kembali setelah beberapa waktu lalu agak terkendala dengan jaringan internet dan juga mood diriku sendiri yang naik turun.

Yes! aku katakan "another miracle".
Keajaiban kembali menyapa keluarga kami, menyapa diriku khususnya.
Di ulang tahunku ke 33 tahun kemarin tanggal 1 Mei 2014, hadiah terindah kesekian kalinya kuterima dari Tuhan dan Alam Semesta ini.
Aku positif hamil anak kedua.
Puji Tuhan. Terima kasih.

Kembali mengingat perjalanan pernikahan kami dengan penuh syukur.
Perjalanan yang selalu diiringi dengan keajaiban.

Saat itu kami menikah tahun 2007 bulan Juli.
Bertemu Aji setelah 13 tahun sejak bermain bersama semasa kecil.
Proses yang lancar dan membahagiakan kedua keluarga.
Keajaiban terjadi.

Lalu merencanakan persiapan untuk anak setahun kemudian dengan kondisi kami berdua masih bekerja. Aku mulai mencari informasi di internet apa dan bagaimana berperan sebagai seorang ibu nantinya. Termasuk mempersiapkan hal-hal finansial.
Di samping itu, kami berdua bisa bernyanyi bersama dalam pelayanan di gereja.
Semakin komplit rasanya.
Keajaiban terjadi.

Bulan Juni 2008, aku positif hamil Abimanyu.
Teringat saat itu aku baru sibuk-sibuknya menyiapkan pentas Lustrum Paduan Suara CAVIDO yang sungguh membutuhkan konsentrasi penuh baik pikiran juga tenaga.
Namun alam merespon apa yang ada di hatiku, di hati kami.
Dan Tuhan mengijinkan itu terjadi, setahun setelah pernikahan kami, janin Abi ada di rahimku.
Keajaiban terjadi.

Proses kehamilan disertai dengan berbagai kondisi baru dari pekerjaan Aji.
Mengajak kami untuk bergerak dalam penyesuaian tahap lanjutan yang semakin kompleks.
Proses kesadaran Aji akan prinsip hidupnya yang akhirnya bisa ditemukan.
Namun kami bersyukur, kami bisa melewatinya itu walaupun ada saatnya tertatih.
Bulan February 2009, Proses kelahiran Abi yang normal dan lancar di Jogja dengan didampingi Aji dan seluruh anggota keluarga.
Keajaiban terjadi.

Bulan Mei 2009, dimana keputusan harus diambil untuk Abi bersama Eyang di Jogja kembali menghancurkan hatiku saat itu.
Proses penemuan jalan yang terasa sangat lambat kami dapatkan.
Proses friksi antara kami berdua untuk saling berkeras siapa yang bisa menemukan jalan keluar atau mungkin lebih tepatnya bertanggungjawab.
Selama hampir 2.5 tahun, rute Jogja-Jakarta selalu tertulis rapi di agenda kami setiap 2minggu.
Namun kami bersyukur, persiapan tempat tinggal untuk keluarga kecil kami sudah bisa kami rasakan.
Kami bersyukur, atas orangtua yang merawat Abi kasih sayang luar biasa.
Keajaiban terjadi.

Bulan Desember 2011, aku memutuskan untuk di rumah bersama Abi.
Proses berkumpul keluarga kecil kami pun berakhir bahagia di rumah kecil ini.
Aku kembali sehat lahir batin, seolah lahir kembali menjadi manusia baru.
Abi semakin hari semakin sehat.
Keajaiban terjadi.

Dan perjalanan mendampingi Abi sampai dengan saat ini adalah keajaiban-keajaiban kecil yang aku alami setiap harinya. Kami sepakat menemaninya, hanya kami bertiga sampai Abi berusia 5 tahun. Abi sendiri meminta hal yang sama.

Hingga di momen ini..
Kehadiran calon anggota keluarga baru di saat Abi berusia 5 tahun, seperti yang telah kami sepakati bersama dalam diskusi dan dalam hati.
Kami akan menjagamu dan kami siap menerimamu di dunia ini, dalam keluarga kecil kami.
Terima kasih telah hadir bersama kami.

Mari kita berproses dan berkembang bersama ya..
Semakin hari semakin berkembang sehat dan kuat..
Matur nuwun Gusti..

-Tuhan Memberkati-



Saturday, May 17, 2014

Belajar Membuat Cerita Sendiri

Suatu kali, ketika akan tidur malam, Abi minta aku memvideokan dia.
Sempat merasa heran sejenak, tidak seperti biasanya.

Abi: "Ma, aku mau bikin cerita.. mama video-in ya"
Aku: "Oh.. gitu.. oke deh. Sebentar .. Mama ambil HP dulu"

Begitulah kira-kira obrolan singkat kami.
Ternyata Abi berencana membuat ceritanya sendiri.

Cerita ini, menurut Abi, berjudul "berhari-hari".
Hanya sajaa.. aku tak sanggup menahan geli ketika isinya masih belum menampakkan benang merah dengan judul tersebut. Apalagi endingnya.. hahaha..





Namun sungguh nak..
Mama salut dengan keinginanmu untuk mencoba beraneka macam hal.
Dan mama papa akan dukung selalu juga membantu mengarahkan apapun yang membuatmu bahagia.
Matur nuwun Gusti.


-Tuhan Memberkati-

Tuesday, May 13, 2014

Kreasi Bekas Rautan

Muncul ide membuat kreasi dari bekas rautan ketika belakangan ini Abi sering belajar mewarnai.
Karena seringnya mewarnai, pensil warna cepat habis dan kemudian Abi jadi rajin meraut.

Bikin apa ya enaknya dari rautan?
"Bikin nama Abi aja!", kata Abi. Hahahaha.. iya ya paling gampang ya mas...
"Oke deh.. Bikin yuk!, sahutku.

Sederhana saja.
Setelah jadi, aku buatkan bingkai sederhana juga dari kertas karton bekas dan dikuatkan dengan selotip coklat. Jadi deh..

Hasilnya dipajang di kamar Abi.
Begitu papa pulang, langsung ditarik ke kamar.. "Lihat Pa.. aku punya nama dari rautan!". Hehehe.. heboh juga.




-Tuhan Memberkati-

Thursday, May 8, 2014

LAGU: Nama Bulan

Tanpa sengaja kami menemukan cara baru untuk mengenalkan Abi terhadap sesuatu.
Belakangan ini Abi semakin ingin tahu tentang penanggalan.
Hampir setiap hari bertanya, hari apa ini, tanggal berapa ini, bulan apa ini, dst.

Di rumah kami punya kalender besar dengan angka dan huruf yang tampak besar-besar.
Ternyata hal ini memancing Abi untuk mengenal penanggalan dengan sendirinya.
Abi selalu menghampiri kalender itu sambil menanyakan hal-hal di atas tadi, lalu menunjuk angkanya.

Pagi itu, seperti biasa kami sedang bersantai dan Abi kembali menanyakan bulan apa ini.
Aku berinisiatif mengulang nama-nama bulan kembali sambil bersenandung.
Abi menyahut senandung dan tak disangkan bisa membentuk sebuah lagu.
Papa langsung menyambut dengan iringan keyboard untuk memastikan chord untuk lagu ini.




Lagu "Nama Bulan" 
Ciptaan Mama Lia dan Abimanyu

Januari.. February..
Maret.. April..
Bulan Mei.. Bulan Juni.. 
Juli.. Agustus..
September.. Oktober..
Noooovember..
Dan bulan yang terakhir.. Itulah Desember


Seru juga bica menciptakan lagu berdua dengan Abi.
Semoga bisa berlanjut untuk proses pengenalan hal baru lainnya ya.

-Tuhan Memberkati-