Tuesday, September 30, 2014

KlubOASE: FieldTrip AAA Organic Farm

Rabu lalu, 24 September 2014, KlubOASE berkesempatan untuk Field Trip.
Field Trip Klub OASE kali ini adalah berkunjung ke Kebun Organic "AAA" (triple A) di daerah Gadog, dekat Ciawi. AAA Urban Farm ini adalah perkebunan yang cukup luas untuk menanam berbagai macam sayuran organik. Metode penanaman yang digunakan adalah metode hidroponik dan metode biasa (apa ya istilah di dalam pertanian?) dengan pupuk kandang yang diolah sendiri.

Jarak lokasi AAA Urban Farm dari Graha Raya cukup jauh.
Kebetulan Papa ada urusan di pagi hari, maka aku mencoba menghubungi Mba Moi (salah satu teman homeschooler) yang kemungkinan bisa dimintai bantuan "nebeng" hehe..
Puji Tuhan, Mba Moi dan Mas Ican bersedia dan kami bisa bertemu di titik kumpul Rest Area Jagorawi jam 7.30. Ah bersyukur sekali. Terimakasih ya Mba Mas.

Perjalanan dari Rest Area Jagorawi sampai Gadog cukup lancar. Sekitar 1 jam kami sudah sampai di Gadog. Hanya sesampai di area Gadog kami sempat tersesat. Akhirnya, setelah menghubungi Pak Rudy (PIC Field Trip hari ini), kami sampai di lokasi jam 9.00.

Foto milik member KlubOASE

Acara pun segera dimulai.

Diawali dengan perkenalan oleh Pak Rudy tentang AAA Urban Farm tersebut.

Dilanjutkan dengan penjelasan tentang pertumbuhan tanaman, tanaman yang ada di AAA Urban Farm, dan cara menanam hidroponik oleh Pak Tri (sang ahli).
Pak Tri ini lucu, jadi menarik perhatian anak-anak, penjelasannya juga cukup sederhana.






Acara selanjutnya adalah menjelajah kebuh organik yang ternyata sangaaat luas.
Tanaman yang sudah mulai tumbuh cantik sekali.
Ada selada keriting hijau dan merah, bayam hijau dan merah, sawi, pokcay, dan sebagainya.
Aaah jadi kepingin langsung melahap mereka semua.

Foto-foto milik Member KlubOASE

Tak hanya anak-anak yang menikmati landscape kebun yang sangat alami ini.
Namun para orang tua sangat bersembangat sembari belajar cara metode hidroponik dan proses pembuatan pupuk. Semua mendapatkan ilmu pengetahuan baru.

Setelah puas menjelajah, kami tiba di sebuah tempat yang digunakan sebagai tempat pengumpulan hasil panen. Waaah.. makin jadi deh. Banyak sekali hasil panen yang menggiurkan.
Senangnya, kami diperbolehkan membeli sayuran organik termasuk bibit dan media tanam.

Waktu makan siang pun tiba. Saatnya membuka bekal kami masing-masing dan duduk bersama.
Istirahat, makan, dan bercengkerama dengan para sahabat, ditemani desiran angin sepoi-sepoi di AAA Urban Farm ini. Sungguh nikmat...

Seluruh rangkaian acara selesai.
Kami pun berpamitan dan tak lupa berfoto bersama.

Foto-Foto milik Member KlubOASE


Rasanya bahagia dan puas.
Pulang membawa sayuran organik langsung memetik dari kebun.
Membawa pengalaman hidup untuk lebih dekat dengan alam semesta.
Mendapatkan kehangatan dari para sahabat dengan berbagai latar belakang hidup.

Terimakasih Tuhan dan Alam Semesta atas pengalaman berharga hari ini.
Terimakasih teman-teman KlubOASE.
Terimakasih para petani AAA Urban Farm.

-Tuhan Memberkati-

Sunday, September 28, 2014

Belajar Mengelola Hati

Persis setahun lalu, aku berbagi cerita tentang Self Control disini:
https://www.facebook.com/notes/maria-lia/self-control/10151936808728846

Semacam cerita bersambung jadinya. Yah mungkin memang sepatutnya seperti ini apabila terkait dengan sebuah proses. Aku bersyukur bisa mengalaminya bersama keluarga kecil ini melalui interaksi setiap anggota keluarga, baik dari Papa Abi maupun Abi sendiri.

Dan kami sangat bersyukur atas kehebatan Abimanyu yang meniti proses pengenalan dirinya secara alami, perlahan namun pasti.

Terjadi di hari Sabtu kemarin.
Jam 9 pagi kami sudah ada agenda untuk membantu melayani koor misa Pemberkatan Rumah tetangga wilayah. Aku memimpin koor dan Papa Abi mengiringi koor dengan keyboard. Tugas berjalan dengan lancar, selesai jam 11 dan kami mendapatkan berkat berlimpah. Bahagia ketika melihat sang empunya rumah tersenyum bahagia dan ibu-ibu koor juga senang karena bisa bernyanyi dengan baik. Itulah berkat yang luar biasa.

Setelah selesai, kami bagi tugas.
Aku bergegas mengantar Abi ke Gading Serpong untuk les musik jam 12 naik mobil sementara Papa Abi harus segera ke Kalibata urusan pekerjaan di jam yang sama naik motor. Melewati jalan macet pastinya, karena saat itu adalah hari Sabtu menjelang siang dan kebanyakan karyawan perkantoran sudah menerima gaji. Time for shopping ya.. hehehe..

Bersyukur adek selalu kuat menemani setiap kegiatan Mama dan Mas Abimanyu-nya.
Sambil menikmati panas dan macet, aku dan Abi mengisi tenaga fisik di mobil dan ngobrol-ngobrol tentang berbagai hal.
Tenang sampai tempat les, karena kami tiba sebelum jam 12 (ngebut dot com) sehingga masih ada waktu untuk melanjutkan isi tenaga dan istirahat sebentar. Les berjalan dengan lancar. Abi menunjukkan perkembangan istimewa hari itu dengan perform sebuah lagu menggunakan variasi tangan kiri (chord) ciptaan Abi sendiri. Welldone my boy!

Walaupun ada lagu lain yang Abi belum lancar. Abi menyadari itu. Tampak dari wajahnya yang kurang puas.
Aku: "kenapa mas, wajahnya begitu?"
Abi: "aku belum bisa ya lagu ini.. :("
Aku: "ya gakpapa.. kenapa kira2 kok abi belum bisa?"
Abi: "ya karena kemarin2 aku gak latian.."
Aku: "jadi abi sudah tau sendiri penyebabnya? trus gimana?"
Abi: "aku mau bisa.. jadi aku harus latian.."
Aku: "baiklaaah kalo begituu... "

Jam 13.15, saatnya pulang dan perlu mampir untuk belanja di supermarket besar.
Menjadi kebiasaan bagi Abi untuk membawa keranjang, sehingga semakin lama seolah menjadi tugas rutin Abi ketika pergi ke supermarket.
Selesai berbelanja, lalu bayar di kasir. Aku masukkan kantong 1 di keranjang, sementara masih ada 2 kantong lagi.
Aku mengambil dompet untuk membayar dan tersentak ketika kemudian aku tersadar Abi sudah tidak ada di sampingku.
Mulai panik! ... Edaran pandanganku ke seluruh sudut di lantai itu tidak membuahkan hasil akan wujud Abimanyu-ku ini.
"Wah, jangan2 langsung ke bawah..", pikirku.
Aku bayar sekaligus ijin untuk menitipkan belanjaanku sebentar di kasir tersebut karena harus mencari Abi. Dan benar, Abi tampak di tengah orang-orang di travelator menuju ke bawah. Aku panggil 1x, "Abi !.." ... Abi menoleh dan melihat wajahku yang tidak seperti biasanya hahaa.. pastinya muka jelek ya.. Begitu sampai di lantai bawah, Abi langsung minggir sendiri dan menungguku di pinggiran travelator itu.

Rasa panik, jengkel, kuatir, marah mulai muncul dan rasanya meletup-letup menyesakkan dada. Aku pandangi Abi tanpa kata. Aku sadar bahwa Abi sadar.
Aku ajak Abi lagi ke atas untuk mengambil belanjaan tadi menggunakan keranjang karena agak berat.
Aku terdiam selama perjalanan pulang. Membiarkan Abi yang juga terdiam. Mulai muncul lagi debat di dalam hatiku.
- "kenapa sih Abi kayak gini?"
- "tapi mungkin Abi berniat membantu dan menunjukkan bahwa dia sanggup"
- "atau dia ingin menunjukkan bahwa dia berani turun sendiri"
- "tapi dia gak ijin gitu.. kan gak bener dong.."
- "di tempat umum dan rame kan gak tau gimana nantinya.."
- "aah abi kan sebenarnya uda mudeng, dia pasti tau akan nunggu dimana"

Begitu banyak komentar yang muncul di pikiranku .. saling menimpali ..
Sampai akhirnya mulai berkurang dan sepi ..
Ini yang dinamakan "Self Talk" sepertinya. Seolah aku melihat diriku sendiri sedang berdebat..
Sementara mulutku masih terkunci rapat. Aku belajar untuk mengamati kemudian menentukan sikap yang akan kuambil.

Sampai rumah, setelah selesai rapikan barang-barang dari mobil, kami duduk bersama.
Abi: "Mama, sudah selesai kelola hati?"
Aku: "Iya sudah.. sini mas.. deket mama.."
Abi: "ya ma.."
Aku: "Menurut Abi apa yang terjadi baru saja?"
Abi: "Aku meninggalkan Mama, Aku gak ijin, Aku langsung turun sendiri.."
Aku: "lalu..."
Abi: "Itu kurang baik.."
Aku: "kenapa?.."
Abi: "Karena harusnya aku ijin dulu sama mama, itu tempat umum juga, trus nanti kalo gak ketemu .. aku gak tau mama dimana dan mama gak tau aku dimana nanti aku sedih dan mama juga sedih.. "
Aku: "lalu.."
Abi: "mmm .. ya itu.. aku tau.. aku tidak mengulanginya lagi.. aku pikir tadi 1 kantong uda selesai.. "
Aku: "ya oke.. lain waktu lebih diingat lagi ya mas.. "
Abi: "iya ma.. (muka mewek) ... (lalu abi menarikku untuk dipeluk) maaf ya ma.."
Aku: "iya mama maafkan.. sama-sama ya.." (rasanya maknyess)


Setelah itu aku dan Abi melanjutkan kegiatan kembali bersama dengan rasa yang lebih plong dan penuh tawa canda. Siram-siram, ngepel, cuci mobil, makan malam, membacakan cerita, ngobrol tentang mobil dan buddha. Menemaniku melipat baju-baju kami sambil menunggu Papa Abi pulang.

Semakin membuat hari ini penuh makna di antara hari-hari indah lainnya adalah..
Abi membuatkan gambar untuk kami.. "ini buat papa mama.."
Walaupun sudah "mengintip" dan curi jepret ketika Abi asyik menggambar, tetap saja ada rasa haru saat Abi memberikannya pada kami.

Diam-diam aku jepret..Lalu pura-pura gak tau kalo Abi gambar ;)



Inilah hasilnya..kecuali tulisan VALENCIA :p 
Rupanya Abi sangat bangga dengan gambarnya sampai ijin
untuk ditempelkan di tembok kamar kami..


Terima kasih ya mas..
Abi memberikan kesempatan Mama untuk belajar mengelola hati dan pikiran dan untuk semakin berkembang baik.
Mama yakin Abi juga mengalami 'self talk' sepanjang perjalanan 'diam' saat itu.
Dan Mama Papa sangat bersyukur proses mengelola hati ini bisa berjalan secara alami melalui kejadian keseharian kita.
Maturnuwun Gusti.



-Tuhan Memberkati-

Monday, September 22, 2014

Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014

Puji Tuhan...
Kesempatan Abi untuk melihat pameran mobil kesampaian juga.
Kurasa pas juga waktunya, saat ini Abi berusia 5.5 tahun dan pertama kali melihat pameran mobil.
Dimana Abi sudah mampu mengontrol diri, baik fisik maupun mental, dan sudah lebih paham tentang mobil dibandingkan tahun lalu.

Kami memutuskan untuk melihat pameran di hari Minggu dan naik Free Shuttle Bus IIMS dari MAG Kelapa Gading. Setelah selesai bertugas di Gereja Blok B, kami langsung menuju MAG untuk makan siang terlebih dahulu.
Kira-kira jam 14.20 wib kami sampai di MAG dan cek jadwal keberangkatan Free Shuttle Bus IIMS.
Kami mendapat giliran jam 15.00 wib.


Wah kesempatan baru lagi nih untuk Abi.

Naik bis medium grup dari blue bird. Senangnya Abi.. "Waaa aku naik Big Bird .."
Ternyata rute jalan dari MAG ke PRJ teramat sangat macet. Hampir semua orang ke IIMS sepertinya.
Abi berusaha sabar menunggu dan mengamati mobil-mobil yang antri di depan bis.














Akhirnya sampai juga di PRJ Kemayoran, tempat IIMS berlangsung.
"Waaaaa.. kayak gini tooo tempatnyaaa.. keren yaaa...", seru Abi semangat.
Langsung minta difoto dekat patung mirip transformer.



Ramai sekali pengunjung pameran hari itu.
Memang hari minggu menjadi pilihan hampir semua pengunjung. Karena bisa pergi bersama keluarga, pastinya lebih seru dan menyenangkan.

Di pameran ini Abi banyak belajar sepanjang kami mengamati gerak-geriknya.


 Abi berkesempatan melihat:

  • Mobil konsep secara langsung yang selama ini dilihatnya di internet
  • Bentuk mesin mobil berbagai jenis
  • Jenis mobil lain selain mobil pribadi, seperti truk pengangkut, ambulans, container, dll
  • Berbagai bentuk modifikasi mobil


Abi juga bisa belajar memutuskan akan melihat mobil jenis apa, kemudian bisa diskusi langsung sama Papa tentang mesin.



Kondisi ini baru bagi Abi.
Melihat pameran yang dipenuhi dengan orang di tempat yang agak terbuka.
Sesekali tampak Abi kelelahan karena begitu penuhnya sehingga memang aliran udara kurang nyaman (sumpek dan panas). Namun kami berusaha untuk tidak berkomentar hehehe..
Kami cukup menunggu reaksi Abi, apakah Abi sudah puas dengan apa yang dilihatnya apa belum dan keputusan apa yang dia ambil dengan kondisi seperti ini.
Celetukan Abi pun masih terdengar dalam batas wajar.
"Capek ya Ma.. kakiku pegel... tapi aku masih pengen lihat yang sebelah sana.. "
"Apa aku duduk dulu sebentar trus nanti kita jalan lagi ke bagian sana ta Pa?.."
"Ada minum Pa.. beli minum ya.. biar kuat..."

Sayang, mobil konsep di dalam pameran ini kami rasa kurang banyak.
Setelah merasa sudah cukup, Abi pun bilang dan kami mengiyakan.
Kami segera menuju pool free shuttle bus. Ternyata masih harus menunggu kurang lebih 45menit.
Akhirnya kami putuskan untuk naik taksi dari PRJ menuju MAG.
Sampai MAG, kami makan malam dan bersiap untuk pulang.

Seru juga pengalaman hari ini.

-Tuhan Memberkati-


Thursday, September 18, 2014

Proses Pembuatan Tahu

Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.
Kesekian kalinya, pepatah ini sangat nyata kami alami.

Kami berkunjung ke Bidan Erie di Citayam.
Beliau salah satu dari beberapa Bidan langka yang pro dengan Gentle Birth.
Ceritaku tentang Gentle Birth ada disini.

Ternyata di deket klinik Bidan Erie tersebut ada home industri Pembuatan Tahu tradisional.
Wah.. kesempatan yang sangat baik ini buat kami, terutama buat Abi juga.
Selesai konsultasi, kami pun beranjak ke lokasi pembuatan tahu dan ijin hendak melihat kegiatannya.

Di tempat ini, mungkin dikatakan kategori home industri kecil ya.
Dengan luas bangunan tempat pembuatan tahu sekitar 5x5 m2. Dikerjakan oleh 3 orang yang tampak sudah ahli dengan pekerjaannya.
Ada yang bertugas menyaring hasil gilingan kacang kedelai, ada yang bertugas mengaduk, lalu mencetak dan kemudian memotong sebagai hasil akhir menjadi tahu.



Pertama, kacang kedelai yang sudah dipilih, direndam di ember.
Kedua, kacang kedelai tersebut digiling menggunakan alat.
Ketiga, setelah tergiling .. kalo tidak salah hasil gilingan masuk ke dalam air panas, diaduk lalu disaring menggunakan kain khusus.
Keempat, setelah hasil gilingan kedelai tersebut tersaring, didiamkan terlebih dahulu, sebelum kemudian masuk ke dalam cetakan.
Kelima, ketika sudah dingin, tahu dalam cetakan kotak siap dipotong-potong.





Abi tampak menikmati setiap tahap kegiatan yang dilakukan oleh para pembuat tahu tersebut.
Matanya mengamati secara seksama, berkeliling dari sudut ke sudut.

Bersyukur mendapat kesempatan menerima pengetahuan baru ya Nak.
Mama dan Papa juga senang bisa melihat langsung dan menemanimu.

-Tuhan Memberkati-

Tuesday, September 16, 2014

Konser Musik Abi - Yamaha JMC3 Level

Tanggal 7 September 2014 lalu Abi mendapatkan kesempatan tampil di Sincere Music Concert di Mall Summarecon Serpong, Gading Serpong.
Di sini Abi mendapatkna peluang untuk melatih keberanian untuk tampil di panggung, berhadapan dengan orang banyak tak dikenal dan melatih kemampuan bermain organnya.
Terimakasih Tuhan .. Terimakasih alam semesta atas kesempatan ini.



Abi tampil bertiga dengan Afan dan Misya.
Mereka bertiga memainkan lagu "Rangkaian Bunga" menggunakan tangan kanan dan kiri.





Welldone Mas.

-Tuhan Memberkati-

Monday, September 15, 2014

Belajar melalui PROSES

Belajar melalui sebuah proses sebenarnya tanpa sadar kita alami dalam keseharian.
Entah itu ketika kita sendiri yang sedang bergelut dengan pekerjaan di kantor, atau ketika kita sedang berbeda pendapat dengan pasangan hidup, atau juga ketika kita sedang menemani anak bermain dan belajar.

Sejak menetapkan pilihan kepada homeschooling, kami berdua meyakini bahwa sebuah proses adalah hal terpenting dalam keseharian kami bersama Abi. Hasil yang terjadi karena proses tersebut menjadi prioritas berikutnya.

Awalnya, aku pribadi tidak yakin dengan itu. Dengan latar belakang masa kecil yang dididik dengan penuh target dan dituntut memberikan hasil yang selalu baik, membuatku berpikir bahwa hasil adalah yang utama tanpa memikirkan prosesnya. Yang mana cara pandang seperti ini seolah selalu bergumul dalam benakku selama sekian tahun.

Aku bersyukur, dalam proses perjalanan kami berdua, Aji mendukungku dengan membantu berdiskusi tentang sudut pandangnya yang berbeda apapun itu dan memfasilitasi dengan berbagai buku. Dulunya aku tidak terlalu suka membaca buku. Dan Aji bisa menularkan kebiasaan baik kepadaku.
Seperti kata pepatah, "Buku adalah gudang berjuta ilmu". Walaupun sekarang di masa digital, mencara segala informasi bisa melalui internet, namun buku tetap selalu menjadi pilihan.

Banyak pengetahuan baru yang aku dapatkan dari berbagai media juga dari sharing para sahabat, termasuk para pakar parenting dan pendidikan anak. Kami pun mencoba untuk mempraktekkan satu demi satu. Dalam perjalanan kami sampai dengan saat ini, banyak peristiwa yang kami alami sendiri di depan mata hasil dari kesabaran kami terhadap suatu proses tersebut. Hingga sampai pada suatu keyakinan bahwa itu cukup untuk saat ini dan semua ada waktunya.

Salah satunya adalah ketika Abi ijin untuk bangun pagi jam 8.30.
Sebenarnya aku ingin Abi mulai bangun pagi. Awalnya aku berencana meminta kesepakatan bahwa mulai kapan harus bangun pagi. Namun aku masih meyakini bahwa yg terpenting adalah proses.
Proses dimana Abi mengerti sendiri bagaimana cara menghadapi dirinya sendiri dan mengatur waktunya sendiri.
Dan pada kenyataannya, Abi bisa dengan mudah bangun dini hari, ketika memang harus bangun untuk keperluan tertentu. Atau harus bangun subuh, jika memang harus segera pergi.

gambar dari internet


Aku lebih memprioritaskan proses dimana Abi bisa mengerti sendiri bagaimana harus bersikap di waktu - tempat - kondisi yang seperti apa. Dan saat ini, semua itu sudah cukup.

dimana Abi bangun pada jam yang sesuai dengan yang diucapkannya semalam - melakukan ritualnya sendiri (tanpa diminta): doa, beresin kasur, pipis, minum air putih - dimana Abi menyapaku "Selamat Pagi Mama.." dan menciumku - kemudian dia ijin untuk makan dulu baru menyiram tanaman (tugas rutin) dan mandi dan itu dia lakukan secara otomatis setelah ijin kuberikan

dimana Abi berinisiatif mengisi waktu menunggu sarapan dengan menonton Cbeebies sambil sesekali menyapaku di dapur.. "Waaa baunya enak!" - setelah sarapan siap disantap, Abi berinisiatif mengambil piring makan untuknya dan untukku - setelah selesai makan, Abi meletakkan piringnya ke bak cuci, minum air putih

dimana saat mandi, Abi melihat bak kurang bersih dan minta bantuanku untuk membersihkannya bersama karena belum sampai tangannya ke dasar bak -  dan Abi berinisiatif membersihkan wc

dimana Abi melihat baju yang belum sempat kusetrika dan bersedia membantuku memilah-milah bajunya sendiri antara kaos dan celana untuk memudahkan proses penataan.

dimana saat temannya datang ke rumah, Abi bersedia mengajari temannya dengan sabar cara bermain minecraft - dan mampu berkomunikasi dengan bahasa yang baik.


Selain itu, di usia Abi saat ini (5.5thn), kami lebih memprioritaskan nilai-nilai kehidupan yang bisa dipelajari dari keseharian atau buku-buku cerita anak, dibandingkan dengan kemampuan akademik, dalam arti membaca-menulis-berhitung.

Kami yakin kemampuan akademik Abi nantinya akan berkembang dg sendirinya ketika otak siap, dan hal ini terbukti, kami diperkenankan untuk mengalaminya bersama Abi.

Abi berinisiatif untuk mengeja setiap kata yang ditemuinya dan sudah mulai membaca sendiri serta mengerti apa yang dibacanya.
Abi suka menghitung apa saja yang ada di sekitarnya dan berinisiatif untuk bertanya kepada kami apakah cara berhitungnya benar, atau hasilnya benar atau tidak/

Abi sudah mulai mampu menulis namanya sendiri, nama mama, nama papa, dan sering sekali memintaku menemainya mengetik di blognya.

Semua proses tersebut yang terjadi dijalani oleh Abi sendiri.
Bantuan kami hanyalah memperkenalkan huruf, angka, bentuk, dan membacakan cerita setiap malam sebelum tidur.

gambar dari internet


Nilai Kehidupan bisa diambil dalam keseharian, entah itu sikap baik ataupun sikap kurang baik..
Kami merasa lebih nyaman dan tenang ketika Abi bisa bersikap Sopan dan Hormat terhadap orang lain baik yg lebih tua maupun lebih muda. Salah satu contohnya, dan semua itu cukup...

ketika akan bertamu (bermain) ke rumah teman, dan Abi mampu ijin ke kami bahwa dia akan main ke rumah teman - lalu mengucapkan permisi di depan rumah teman dan ijin kepada sang empunya rumah apakah boleh bermain di situ - dan ijin ketika akan pulang.

ketika Abi mampu mengambil hikmah dari sikap yang kurang baik menurut Abi yang ada di depan mata saat teman2 datang bermain dan belum mau merapikan mainan yang dipakai bermain.
ketika Abi mengingatkan mereka untuk merapikan bersama - namun ketika tidak terjadi, Abi akan merapikannya sendiri - dan Abi mampu mengerti bahwa Abi tidak perlu melakukan hal yg sama.

ketika Abi mampu memberikan toleransi kepada kami berdua saat kami membutuhkan waktu dalam melakukan pekerjaan kami masing-masing - dan Abi mampu mengikuti ritme jam biologis di saat tertentu tersebut.

Banyak sikap sederhana dalam keseharian yang dapat menjadi pembelajaran kita bersama antara anak dan orang tua dan perlu kita sadari.

Tugas kita hanyalah:
- memberikan RUANG bagi mereka berPROSES dengan bahagia
- mengamati, memfasilitasi, dan TERLIBAT bersama
- memberikan TOLERANSI (SABAR) besar tanpa tuntutan keegoisan kita
- memberikan PERHATIAN penuh kepada mereka melalui jiwa dan raga kita 
- meyakini bahwa SEMUA ADA WAKTUNYA

gambar dari internet



Itu semua sangatlah CUKUP bagi mereka yang akan membuat anak merasa yakin dan tenang bahwa kita hadir untuknya, sehingga nantinya mereka pun akan mengingat dan menghargai semuanya itu.

-Tuhan Memberkati-

Saturday, September 13, 2014

BOOK: Jawaban Dari Hati (Thich Nhat Hanh)

Beberapa hari ini aku membolak-balik halaman Buku "Jawaban Dari Hati" (Thich Nhat Hanh) yang ditawarkan Papa. Penasaran dibuatnya.
Aku mencoba menyerap pembelajaran yang ada di Bab "Keluarga, Mengasuh Anak, dan Pergaulan".

Kesan mendalam membaca Buku ini adalah poin yang disampaikan sangatlah mendasar dan terjadi pada kehidupan manusia sehari-hari yang mungkin lebih sering terabaikan.
Kalaupun terpikirkan, hal-hal tersebut dibiarkan berkembang atau diselesaikan ala kadarnya atau kurang tuntas.
Memang tidak mudah mengulik, mengulas, dan mengupas tuntas setiap pembelajaran yang mampir dalam kehidupan kita. Dimana sebenarnya kita sendirilah yang menghadirkan semua itu sebagai proses pendewasaan kita.
Concernku memang di bagian pengasuhan anak. Dari berbagai literatur dan informasi yang aku terima - walaupun mungkin masih kurang banyak (hehe..) -, aku menyadari masa kanak-kanak kita sangat berpengaruh erat dengan kondisi kita di saat ini.



Ketika menghadapi anak yang sedang bergejolak emosinya, kita bisa membantunya dengan mengajak anak bernafas lebih mendalam seperti pernafasan perut...
Sementara itu, kita juga bs mengajaknya berdiskusi tentang luapan emosi, bahwa emosi itu seperti badai, menetap sebentar, kemudian berlalu. Dan meyakinkan anak bahwa kita semua bisa melewati momen itu dengan baik..
Latihan ini sangat mudah dan sangat baik diajarkan sejak kecil.... Dengan latihan ini, selain bonding orang tua dan anak menjadi lebih kuat, kita dan anak sama-sama belajar dlm pengendalian diri..
----------------
Menjadi Full Time Parent or Working Parent adalah pilihan pribadi masing-masing dengan berbagai pertimbangan baiknya..
Ketika kita sebagai orang tua bisa menjaga kualitas kepedulian kita terhadap anak-anak, pilihan di atas pastinya lebih luas untuk dilaksanakan..
Kepedulian adalah hal penting dalam komunikasi dan pengertian.
Kepedulian menghadirkan Kasih..
Kasih menghadirkan Pengertian lebih dalam lagi..Pengertian mendalam memunculkan Perhatian... dan Perhatian plus Pengertian mendalam menghadirkan lebih banyak Kasih..Dan inilah yang dibutuhkan anak-anak sejak kecil..Kualitas inilah yang sebaiknya kita jaga..Jika memilih menjadi Full Time Parent dengan alih-alih demi bisa menemani anak-anak, namun tidak menjaga kepedulian tersebut dan lebih banyak bergumul dengan emosi tak terkontrol .. Sepertinya kurang baik..
Sebaliknya.. Jika memilih menjadi Working Parent dengan alih-alih finansial, namun bisa memunculkan dan merawat kualitas kepedulian dengan baik... Justru lebih baik..
--------------
Saat menggunakan tutur kata penuh kasih, kita bisa menyirami benih-benih kebaikan di hati anak..
Serta menginspirasi mereka untuk bertindak seperti yang telah kita lakukan..
Melalui tutur kata yang tepat serta teladan sikap, maka anak-anak akan melihat dan mengikuti kita..
Sangat benar pernyataan ini.. Karena memang anak peniru ulung - begitulah istilahnya..
Tak perlu banyak menyalahkan anak, banyak menuntut anak, atau harus sering mengancam dan menghukum mereka demi memenuhi keinginan atau keegoisan kita sebagai orang tua..
Kita cukup menghadirkan pembatas jalan di sebuah jalanan dan menjadi pengawas seolah kita adalah marka lalu lintas, sementara biarkanlah anak bebas menjajagi jalanan tersebut.. Entah dengan bersepeda, berlari, berjalan santai, melompat, berjingkat, ataupun dengan merangkak bahkan jongkok..
----------------
Ketika mempunyai kepedihan masa kecil, biasanya kita tidak mudah untuk percaya dan mengasihi atau membiarkan kasih menembus hati kita...
Menyimpan rapi kepedihan masa kecil tersebut tanpa tersentuh bukanlah jalan terbaik..
Demi kebaikan diri dan memberikan pengasuhan yang lebih baik kepada anak-anak kita maka kita perlu waktu untuk membuka kembali dan kemudian memeluk kepedihan masa kecil tersebut dan memaafkan serta melepaskannya secara ikhlas dan tuntas..
Kemudian memunculkan welas asih dalam hati.. Belajar menatap dengan mata welas asih adalah sebuah ajaran berharga serta menakjubkan..
Jika kita mampu menatap orang lain dengan welas asih maka kita tidak akan lagi menderita dan cara pandang inipun akan membuat orang lain merasa lebih baik..
Ketika kita mampu membangkitkan energi perhatian penuh kesadaram, pengertian, dan welas asih bagi kepedihan masa kecil kita maka kita akan segera terpulihkan..
Lalu kita mampu untuk mengizinkan kasih menembus hati kita..
----------------
Thich Nhat Hanh
Adalah seorang Zen Master dari Vietnam.
Beliau adalah penyair, pengarang buku sukses, dan seorang aktivis perdamaian.
Menjadi Rahib Buddha selama 40 tahun.
Ketua Delegasi Perdamaian Buddha selama berlangsung Perang Vietnam dan dinominasikan oleh Dr. Martin Lurther King sebagai penerima Penghargaan Nobel Perdamaian.
Tahun 1996, mengunjungi Amerika Serikat dan Eropa dalam sebuah misi perdamaian.
Kini memimpin Plum Village, sebuah komunitas meditasi di Prancis, mengajar, menulis, berkebun, dan menolong para pengungsi di seluruh dunia.
---------------


Betapa penting dan berharganya masa kecil kita ya.
Therefore, proses pengasuhan anak yang kita lakukan sehari-hari sangat penting juga pastinya.
Semoga kami bisa terus belajar menjadi orang tua yang semakin hari semakin baik.
Thank you Mr. Hanh.. Thank you Lord..

-Tuhan Memberkati-

Face Painting (5)

It's time for Face Painting...

Kamis sore setelah mandi, Abi mengajakku untuk ber-face painting (lagi).
Seperti biasa, aku akan meminta Abi memilih tema menurut keinginannya hari ini.

Abi sibuk memilih tema.
Sedangkan aku bergegas menyiapkan makan malam, supaya nanti tidak perlu waktu lagi seusai face painting.
Durasi ber-face painting kurang lebih 15-30 menit tergantung tingkat kesulitan.
So, aku harus waktu agar semuanya terkendali.

Abi memilih tema Monster.
Monster dengan gigi yang lebar menyamping dan background wajah berwarna merah.
Aku sesuaikan dengan kondisi warna di face painting.
Karena warna biru lebih banyak dibandingkan dengan warna merah, maka aku coba ajak Abi diskusi dengan kondisi itu. Abi setuju.

Face Painting dimulai.
Selama proses melukis ini, aku sering menahan geli melihat Abi yang berusaha tenaaaaang sekali supaya aku bisa melukis dengan baik. Kadang-kadang sampai Abi mirip orang bengong. Haha..
"Mas, mau gerak boleh kok.. bilang aja sama Mama..", kataku geli.
"Gak gpp Ma.. nanti kalo aku pengen liat aku bilang.."sahutnya.

Di tengah-tengah proses face painting, ada tamu datang.
Lagi-lagi menahan geli melihat ekspresi wajah sang tamu hehehe..
Setelah selesai, Abi menikmati wajah monster itu dan tidak mau dihapus sebelum Papa melihatnya.
Jadilaj Abi menunda waktu untuk makan malam demi menunggu Papanya pulang.
Baru setelah itu, cuci bersih dan makan bersama.




-Tuhan Memberkati-

Thursday, September 11, 2014

2nd Pregnancy - Week24

Hari ini aku dan Abi kontrol kondisi Adek di RS. Permata Ibu, Kunciran Graha Raya.
Aku pilih saat ini yang dekat dengan rumah, sekitar 5-10 menit lama perjalanan.
Kebetulan ada teman yang menyarankan salah satu Dokter di tempat tersebut dan aku cocok dengan cara beliau menjelaskan. Di sisi lain, niatan untuk gentle birth masih berkeliaran aktif di pikiranku.

Minggu ini, usia kandunganku sekitar 24 minggu menurut perhitunganku. Maka usia janin Adek sekitar 22 minggu.
Aku mencari informasi dari berbagai sumber di internet. Sungguh bersyukur dengan jaman digital sekarang ini, karena banyak sekali yang dapat kita pelajari di dunia maya ini.
Mulai dari usia 20 minggu keatas, ukuran panjang bayi diukur ari puncak kepala ke tumit bayi (karena bayi dalam keadaan kaki berlipat). Menurut berbagai sumber, di usia 24 minggu adalah:
- Pertambahan BB Ibu: 5-6 kg
- Panjang Janin: 27- 30 cm 
- Berat Janin: 550 - 685 gram
- BPD Janin: 5.0 - 6.0 cm
- AC Janin: 18.6 - 20.0 cm
- FL Janin: 4.3 - 4.5 cm

Hasil kontrol tadi menyatakan kondisi Adek normal. Posisi kepala sudah mengarah ke bawah walaupun masih bergerak aktif sekali. Memang sangat aktif si Adek. Waktu di USG aja kesana-kemari. Plasenta di posisi atas kanan Adek dan Ketuban baik. Dan jenis kelamin positif perempuan.

Pembacaan hasil USG Adek:

GA (Gestational Age): perkiraan umur kehamilan. 
Pengukurannya berdasarkan pada panjang tungkai lengan, ataupun diameter kepala.
GA Adek rata-rata adalah 23 minggu 6 hari. Normal.

BPD (Biparietal Diameter): pengukuran tulang pelipis kiri dan kanan. 
Biasa digunakan untuk mengukur janin di trimester 2 atau 3. 
Ukuran Adek adalah 5.9 cm. Normal.

AC (Abdominal Circumferencial): pengukuran lingkar perut bayi. 
Lingkar perut Adek adalah 18.1 cm. Hmm.. hampir mencapai normal.

AC dan BPD menghasilkan EFW (Estimation Fetal Weight): perkiraan berat bayi.
Berat Adek adalah 618 gram. Normal.

FL (Femur Length): pengukuran panjang tulang paha bayi. 
Digunakan untuk mengukur kehamilan di trimester dua atau tiga.
Panjang tulang paha Adek adalah 4.36 cm. Normal.
EDD (Early Due Date/LMP): perkiraan persalinan berdasarkan tanggal menstruasi.
Perkiraan Hari Lahir (HPL) adalah 2 Januari 2015, untuk 40 minggunya.
Berdasarkan pengalaman pribadi dan hampir semua para ibu hamil, HPL ini bukan harga mati. :)
Feelingku .. kemungkinan Minggu keempat Bulan Desembert 2014. We'll see.

Patokan Dokter untuk ukuran bayi adalah ketika:
- usia kehamilan 28 minggu berat bayi normalnya 1.0 kg
- usia kehamilan 30 minggu berat bayi normalnya 1.5 kg
- usia kehamilan 34 minggu berat bayi normalnya 2.0 kg

Sedangkan hasil pemeriksaanku. 
Tekanan Darah = 110/70, normal.
Berat Badan = 60 kg, artinya ada pertambahan 3 kg dari awal kehamilan.
Sepertinya kurang sesuai dengan pertambahan berat badan ibu hamil ideal ya hehe..


Kita tumbuh sehat bersama ya Dek..
Kami (Mama, Papa, Mas Abi) sayang sama Adek.

-Tuhan Memberkati-