Saturday, October 4, 2014

KlubOASE: Pramuka & Pengolahan Sampah

Kami berangkat dari rumah Vale sekitar jam 6.00 pagi.
Abi yang sudah rapi memakai seragam pramuka, masih menyempatkan membaca Buku tentang Bendera Negara di Dunia sambil menunggu kami yang masih siap-siap.

Kegiatan Pramuka Klub OASE Rabu kemarin lebih bervariasi dan kaya makna.
Sepertinya bisa dikatakan, tema kegiatan hari itu adalah Kesehatan dan Cinta Alam.

Jam 8.30 pagi, anak-anak berseragam pramuka (sebagian) telah berkumpul di lapangan Rumah Inspirasi untuk memulai kegiatan Pramuka.
Kali ini Kakak Pembina Pramuka adalah Kak Andit.
Dengan bertemakan kesehatan tersebut, kak Andit mengajarkan langkah-langkah Senam Pagi.
Tujuan Senam Pagi pastinya supaya badan tetap sehat. Dengan perhatian dan kesadaran kita yang penuh terhadap tubuh kita membuat tubuh 'bahagia' dan hal ini membawa pengaruh positif, yaitu lebih sehat.

Senam Pagi dilakukan dengan sederhana supaya dapat diikuti oleh seluruh anggota pramuka, dari yang masih berusia 3 tahun sampai dengan 13 tahun. Dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Setelah itu, anak-anak diberikan penjelasan mengenai P3K dan pentingnya mengolah sampah dalam kaitannya dengan kesehatan dan cinta alam. Dan mereka pun asyik berdiskusi. Cerita dari Kak Andit ada disini.



Sementara itu, para orang tua mendapatkan ilmu baru juga dari sang Ahli. Sungguh berkat.
Hari itu kami kedatangan tamu, Mba Wilda, ahli dalam mengolah sampah organik.
Dan hasil dari sampah organik tersebut dapat dijadikan sebagai pupuk cair salah satunya.
Diskusi pun terjadi, dan kemudian dilengkapi dengan praktek tahap demi tahap mengolah sampah organik rumah tangga tersebut.

Kita dapat menyempatkan sedikit waktu saja untuk mengumpulkan sampah organik rumah tangga, kemudian mencacahnya, mencampur dang mengaduk dengan penggembur dan mikroba, dan sebagai langkah akhir adalah memasukkannya ke dalam tong komposer. Setelah beberapa hari, sampah + penggembur + mikroba akan berproses dan menghasilkan pupuk cair sebagai salah satu hasilnya.


Pupuk cair tersebut dapat langsung digunakan untuk memberikan nutrisi kepada tumbuhan di sekitar kita. Dan itu berhasil. Wow! hebat sekali ya..
Cerita tentang pengalaman praktik mengolah sampah Keluarga Andityo dan Nur ada disini.
Terima kasih ya Mba Wilda atas ilmunya.

-Tuhan Memberkati-

No comments:

Post a Comment