Thursday, November 13, 2014

Ciri Anak Otak Kanan

Banyak poin pembelajaran yang aku dapatkan dari cerita Ayah Edy. Baik dari Buku-buku yang sudah diterbitkannya, dari talk show, maupun dari audio book yang aku dapatkan dari relawan.
Beberapa kali membaca dan mendengarkan sebagai pengingat dalam keseharian ketika berinteraksi dengan Abimanyu-ku. Dan selalu, ceritanya menyegarkan dan menenangkan.

Belakangan ini, ada yang mendadak menjadi penggemar Ayah Edy, begitu katanya.
Ya! Abi kadang ijin untuk meminjam HP ku dan mmemintaku memutarkan cerita Ayah Edy.
Seperti yang tejadi 2 hari ini. Abi minta diputarkan cerita Ayah Edy tentang Otak Kanan.
Entah kenapa, sepertinya Abi sangat tertarik dengan poin-poin yang dijelaskan Ayah Edy dalam cerita "Ciri Anak Otak Kanan" ini.

Aku perhatikan, wajahnya serius mendengarkan, matanya seolah bengong. Ini khas Abi memang.
Ketika fokus berpikir, atau mungkin di alam pikirannya sedang membentuk imajinasi yang diinterpretasikan dari apa yang dilihat dan didengarnya, Abi akan tampak seperti bengong.
Diputarnya lebih dari 2 kali cerita otak kanan ini.
Dan mulut mungilnya pun berceloteh, "Hmmm kayak aku ya Ma? yang ini juga kayak aku...."

Menurut Ayah Edy, beberapa ciri otak kanan yang tampak adalah sebagai berikut:
1. Sulit mengikuti pelajaran di sekolah
2. Waktu kecil, termasuk anak yang terlambat bicara dibandingkan anak seusianya
3. Saat Balita, lebih kuat tangan kiri/kidal
4, Ketika berbicara/bercerita, seringkali tidak runtut
5. Biasanya anak ini sangat sensitif dan peka
6. Sulit mengungkapkan apa yang dirasakan, jadi kerapkali tampak cepat marah/jengkel
7. Cepat dan mudah sekali hafal lokasi, rute, tanda, simbol, meskipun baru pertama kali melihat
8. Terkadang bicara tidak nyambung dengan pertanyaan
9. Suka berkhayal dang bicara sendiri menceritakan imajinasinya
10. Bisa bercerita suatu tempat yang belum pernah dilihatnya, namun seolah nyata
11. Konsentrasi agak rendah pada bidang yang kurang diminati atau yang disuruh orang lain
12. Bisa sangat fokus (konsentrasi tinggi) pada bidang yang disukainya
13. Suka membuat cara sendiri (lain dari yang lain) dalam menghadapi suatu masalah/soal
14. Lebih tertarik pada permainan rancang bangun seperti lego, susun menyusun, gambar
15. Suka keluar dari kelompok dan melakukan aktivitasnya sendiri
16. Bisa membedakan jenis benda, tanda, simbol secara mendetail, seperti merk mobil
17. Sulit diajak mengeja suku kata
18. Ketika diajari mengenal huruf, sering terbalik antara b kecil, d kecil, m atau w, e dan angka 3, dll
19. Sulit mengerjakan soal matematika, logika, rumus-rumus kecuali kita berikan analogi
20. Beberapa kurang paham dengan soal cerita matematika kecuali diberi contoh perumpaan/praktik
21. Sering memandang ke atas, seperti orang bengong/melamun
22. Kurang suka mencatat, lebih suka mencoret bukunya dengan gambar di sana sini
23. Jika sudah bisa baca, cara bacanya kadang lompat-lompat dan ada kata yang tertinggal
24. Jika sudah mengenal huruf/angka, bisa membaca urutannya sama cepatnya dari depan/belakang

http://cdn.yjc.ir/files/fa/news

Waaa.. banyak yang mirip memang hehehe...
Abi belajar mengenali diri sendiri dengan caranya sendiri ternyata.
Mungkin itu mengapa Abi minta cerita ini diputar berulang kali.
Abi merasa cocok sekali dengan dirinya. Gambaran Abi memang pas sekali di poin-poin di atas.

Yang masih aku sayangkan... (ini harus belajar release sepertinya)... adalah ketika aku kurang mengawasi dan mendukung sekuat tenaga tentang kekuatan bagian tubuh kirinya di saat awal.
Di saat aku belum bisa sehari penuh menemaninya dan Abi sudah terlanjur terbawa kebiasaan pada umumnya... Itu yang mengakibatkan Abi sekarang agak "mengistirahatkan" tangan/kaki kirinya.

Ah, aku yakin belum terlambat.
Aku berusaha menekankan bahwa setiap orang berbeda menyikapi kekuatan bagian tubuhnya.
Bahwa bagian kiri dan bagian kanan itu seimbang, sama kuatnya dan sama fungsinya.
Hal ini pulalah yang menjadi salah satu alasan untuk kami menjalankan homeschooling, di antara sekian alasan penting.


-Tuhan Memberkati-

Thursday, November 6, 2014

Face Painting (7) dan Reuni SMA

Hari Minggu kemarin, 2 November 2014, ada reuni kecil bersama teman SMA ku di rumah salah satu teman di Bintaro. Terkumpul 6 keluarga saat itu. Dari berteman dengan 6 orang saat SMA dulu, menjadi 12 orang (dengan pasangan) dan bertambah lagi 1-2 anak di setiap keluarga. Lucu dan membahagiakan jika dipikir-pikir ...

Bertambah teman, bertambah hubungan baik satu dengan yang lain, saling bertukar ilmu bertukar pikiran dan pendapat ... Banyak hikmah yang dapat dibagikan dan diterima oleh kami semua ...




Suasana menjadi ramai, penuh celoteh anak atau rengekan xixixi...
Dari yang berusia 2 tahun hingga 5 tahun berkumpul dan saling beradaptasi.
Aku memulai kegiatan anak-anak dengan Face Painting untuk seru-seruan. Sementara para bapak ngobrol sana-sini, pastinya tentang pekerjaan dan bisnis.
Para ibu mendampingi anak-anak yang ikut Face Painting tentunya sambil sharing tentang berbagai hal terutama pola pengasuhan anak.


Aku belajar lagi disini dari anak-anak ini. Face Painting dengan anak yang berbeda dan permintaaan yang berbeda pula.



Ada si kecil Eibel yang minta dilukis menjadi Simba 'secukupnya' hahaha...
Soalnya belum selesai Eibel sudah minta berhenti.. "ante... udah... ga ucah ga ucah .. idung ga ucah.. pipi ga ucah ... ya ... ga ucah ...."
>_< malah geli sendiri aku...










Si kecil Regina minta dilukis kupu-kupu ..
Regina lebih tenang saat dilukis sambil merem-merem xixixi...
Dan akhirnya jadi deh ..
A beautiful butterfly girl ...


Yang ini si genit Elora..
Elora minta dilukis menjadi princess.
Sempat bingung juga aku, princess yang bisa tampak di wajah seperti apa ya.
Untungnya Elora cukup puas dengan hasil seperti ini...









Naah... yang ini sudah biasa diutak-atik wajahnya ...
Kali ini Abi memilih menjadi Batman saja..
"yang gampang aja Ma...", begitu katanya.









Setelah Face Painting, Abimanyu - Elora - Giselle melanjutkan kegiatan dengan petualangan yang dipimpin oleh Papa Abi. Mereka berpetualang keluar rumah, menjelajah daerah sekitar rumah. Mengumpulkan daun dan mengelompokkan daun tersebut. Kemudian mereka melakukan fashion show.... hahahaha... seru sekali!!



Sampai bertemu lagi di reuni selanjutnya yaaa...
Terima kasih Nanang dan Nina sudah bersedia direpotin rumahnya.


-Tuhan Memberkati-




Saturday, November 1, 2014

Proses Menggambar Abi

Sejak bulan Agustus, di saat Abi berusia 5.5 tahun, Abi mulai menunjukkan minatnya pada menggambar dan menulis. Di saat yang sama Abi sudah mampu mengeja suku kata dan membaca sebuah kalimat secara mandiri.

Abi mulai sering membuat gambar orang, gambar roda, gambar bentuk dari kotak, lingkaran, segitiga dan lain-lain. Kami menyambutnya dengan bahagia dan pujian, karena salut dengan apa yang sudah dicapainya dengan usaha Abi sendiri.

Fasilitas yang kami sediakan secukupnya, dari spidol, pensil warna, bolpen, pensil, kertas hvs, kertas tebal, dan easy chart. Easy Chart adalah semacam kertas mengkilap yang bebas bergerak yang dapat berinteraksi dengan spidol/marker whiteboard kemudian dapat dihapus kembali. Easy Chart dapat ditempelkan dimanapun sesuai kebutuhan kita.

Salah satu dukungan kami ke Abi dalam proses menggambar adalah dengan menggunakan Easy Chart tersebut. Beberapa malam sebelum bedtime story dan ritual malam, ada agenda drawing with easy chart and naration. Dimana Abi akan menggambar bebas sesuai apa yang ada dibenaknya malam itu, lalu menceritakan kepada kami mengenai gambar tersebut.

Berikut hasil beberapa gambar dan narasi yang dapat kami dokumentasikan.




Salut dengan perkembangan Abi, sejak bulan  Agustus hingga Oktober ini.
Dari yang - bisa dikatakan - acakadul, hingga berkembang menjadi lebih detil.
Ketika mendokumentasikan proses menggambar Abi terkadang kami terharu bangga dengan usahanya diselingi dengan tawa geli melihat Abi yang bernarasi lucu.

Gambar Abi tentang Keluarga Budhe Vita (kakakku) dan Pakdhe Lus 

Kami tak pernah menawarkan target apapun dalam proses menggambar ini.
Semua muncul dari Abi sendiri. Terkadang Abi menentukan ingin menggambar sederhana, dan terkadang sebaliknya, tiba-tiba Abi menggambar sesuatu yang detil.
Kami akan memberikan masukan dan arahan ketika diminta saja. Cukup membuat kami belajar untuk bersabar dan menemani perkembangan Abi dengan tidak terlalu ikut campur. Hehehe...

Teruslah berkembang baik Nak.

-Tuhan Memberkati-