Monday, December 14, 2015

Mimpi Abi 6tahun

Mimpi utama Abi ternyata tidak berubah sejak berusia 4 tahun.
Abi sangat ingin belajar modifikasi mobil, alias pimp my ride.
Sebuah konsistensi yang membuatku kagum dengan apa yang terjadi di Abi.
Hal ini sekaligus meyakinkan diriku untuk lebih lagi menjadi pengamat perkembangan Abi dan memaparkannya dengan berbagai pengalaman baru dibandingkan dengan mencemplungkan ke suatu tempat belajar tanpa dia survey lebih dahulu.



Hanya mengamati dan memaparkan?
Tampaknya mudah ya. Namun ternyata membutuhkan kelapangan hati dan kesabaran sikap dalam menjalani proses tersebut dalam keseharian.

Menjelang akhir tahun menjadi kebiasan kami untuk menuliskan mimpi kami masing-masing.
Bisa dijadikan sebagai reminder, bisa juga dijadikan evaluasi tentang apa saja yang sudah dan belum dilakukan. Abi biasanya membuat di powerpoint, karena dia sangat suka utak-atik transisi dan animasi presentasi disitu.


Tetap saja kagum ketika melihat file power point yang dibuat Abi.
Semoga mamapapa diberi kesempatan baik untuk mengantarkan sampai pada mimpimu ya Mas.

-Tuhan Memberkati-

Tuesday, December 1, 2015

KlubPIJAR: NOBAR The Good Dinosaur

Sudah lama sekali kami tidak lagi menonton film di bioskop. Yah kalau tidak salah, lebih dari setahun. Saat itu Abi menyampaikan keinginannya bahwa suara di dalam bioskop masih terlalu keras untuknya, sehingga ditunda dulu acara menonton film di bioskop.

Entah ada angin apa, kemarin ketika ada rencana NOBAR (NOnton BAReng) teman-teman Klub PIJAR film "The Good Dinosaur", Abi langsung serta merta mengiyakan tawaran itu. Bisa jadi karena ada teman-teman lain, atau karena sudah lama tidak menonton di bioskop, atau juga karena Abi sudah pernah tahu cuplikan film tersebut sehingga membuatnya penasaran.

Berangkatlah kami menuju LOTTEMart Bintaro Sektor 7.
Ada peristiwa lucu sebelum menonton film tersebut. Sesampainya di sana, kami agak heran dengan judul film yang terpampang di layar monitor informasi bioskop. Tertulis di sana "Dino yang Baik".
Setelah ditelisik, ternyata memang dari perfilman Indonesia membuat versi Bahasa Indonesia. Abi pun memilih jam tayang dengan film versi Indonesia.


Sepanjang film berlangsung Abi tampak sekali menikmati scene demi scene. Kadang-kadang Abi berceloteh dan tetap heboh.
Bahagia sekali sepertinya...

Filmnya bagus. Alih bahasa ke bahasa Indonesia juga baik, terutama pemilihan kosa katanya. Abi bisa paham dengan alur cerita film ini. Syukurlah..

Seperti film-film produksi Disney yang lain, selalu ada quote bermakna di dalamnya. Singkat tapi sangat dalam artinya dan kadang bisa jadi penyemangat bagi orang yang menonton.

Quote favoritku...

"A Single Kindness Can Change Anything"

"Sometimes you gotta get through your fears to see the beauty on the other side"



Tokoh utama di film "The Good Dinosaur" ini adalah Arlo si Dino jenis Apatosaurus dan Spot si manusia gua atau manusia purba. Arlo penakut belajar banyak dari Spot yang kecil tapi sangat pemberani. 

Mereka dipertemukan untuk kemudian mengalami perjalanan yang menarik sekaligus lucu dan juga mengharukan, menuju rumah Arlo. Dan tanpa disengaja pun mempertemukan Spot dengan keluarganya.

Animasi Disney Pixar semakin halus. Detil pemandangan alam tampak indah sekali dan hampir tampak seperti nyata. Semakin canggih teknologi masa kini ya.


Film ini sangat layak untuk ditonton bersama keluarga menurutku. Bisa juga dijadikan bahan diskusi bersama, misalnya bagaimana kita menghadapi ketakutan, bagaimana kita merelakan sesuatu, bagaimana rasa kasih sayang antara anggota keluarga, dan masih banyak lagi.
Selamat Menonton.


-Tuhan Memberkati-


Monday, November 30, 2015

KlubPIJAR: Bermusik (2)

Ini kali kedua kegiatan bermusik diadakan di Klub PIJAR.
Bermusik dengan memainkan alat musik yang dipunyai, seperti talempong, drum, pianika, seruling/recorder, tamborine, rebana.

Kami mencoba bersama-sama memainkan lagu Yamko Rambe Yamko dan Ibu Kita Kartini.
Dimana ada beberapa nada dan ketukan yang lebih menantang untuk dimainkan bagi anak-anak hebat ini jika dibandingkan lagu bermusik sebelumnya.
Cukup menguras tenaga ternyata, namun syukurlah anak-anak malah terus berusaha ingin memainkan nada yang benar.
Terus semangat yaa!




 




-Tuhan Memberkati-

Saturday, November 28, 2015

KlubOASE: Main Angklung Bersama

Terakhir bermain angklung bersama adalah pada saat FESPER 2015, pada Bulan Agustus lalu.
Rasanya masih terngiang di telinga, alunan angklung yang saat itu kami pelajari bersama 2 bulan menjelang FESPER. Kebetulan, angklung cantik ini masih tersimpan rapi di rumah inspirasi.

Anak-anak ternyata menyambut senang ketika tawaran bermain angklung itu diungkapkan.
Jadilah aku mendapatkan mandat untuk berlatih bersama anak-anak.
Kadang sambil gendong Anin, ketika dia tidak nyaman "diemong" oleh orang lain.

Minggu ini kami berlatih Lagu All of Me by John Legend dan Let It Go - Soundtrack dari Film Frozen.
Aku tuliskan di papan tulis harmonisasi chord untuk mengiringi lagu. Jadi anak-anak memainkan angklung sebagai iringan lagu tersebut bukan sebagai melodinya.
Hebat deh mereka!

All of Me - John Legend


Let It Go - Movie Soundtrack FROZEN


Tampaknya kegiatan ini menarik untuk dipertimbangkan lebih lanjut lagi untuk ke depannya.
Siapa tahu bisa terbentuk kelompok angklung yang lebih berpengaruh di dunia musik Indonesia dengan menyuguhkan berbagai lagu ke seluruh dunia.


-Tuhan Memberkati-

BXplorers: Membuat Foto dengan Kamera Lubang Jarum

Belajar bersama para kakak yang bergabung dalam komunitas Kamera Lubang Jarum Indonesia (KLJI) merupakan kegiatan BXplorers ketiga di bulan November 2015 ini.



Apa itu KLJ? Kamera Lubang Jarum (KLJ) atau pinhole camera adalah sebuah kamera tanpa lensa yang bisa kita buat dari barang apapun dengan syarat memiliki ruang yang kedap cahaya dan memiliki sebuah lubang kecil untuk memproyeksikan cahaya menjadi sebuah gambar visual dengan posisi terbalik. Sejarah KLJI sendiri dapat dilihat di http://dgi-indonesia.com/sejarah-komunitas-lubang-jarum-indonesia-klji/.

Foto-foto dari FB BXplorers Club


Seperti biasa, sebelum belajar membuat kamera dan memotret melalui kamera lubang jarum ini, anak-anak diajak mendengarkan dongeng. Kali ini ditemani oleh Kakek Pendongeng (aku lupa namanya). Kakek mendongeng tentang gajah dan kancil. Gajah baik hati yang ingin menolong seluruh warga hutan dengan kekuatan yang dimilikinya. Namun lambat laun menjadi sombong karena dia terus menerus memamerkan kebaikannya. Dongeng bagus.

Setelah itu anak-anak seru ini diperkenalkan dengan kaleng yang digunakan sebagai alat dasar pembuatan kamera. Mengapa disebut lubang jarum? Karena nantinya kita akan memotret melalui lubang kecil yang dibuat di kaleng tersebut. Dan ternyata tidak mudah hehe.. 
Abi kurang berhasil memotret. Hal ini karena waktu melepaskan penutup terlalu cepat dan pencahayaan yang kurang pas. Wah sepertinya musti mengenali objek dan keadaan sekitar ya.

Pelajaran berharga bagi Abi dan teman-teman barunya. Selain mengetahui jenis kamera lain dari yang selama ini ditemui, mereka belajar sabar juga. 
Terimakasih kakak KLJI atas ilmu barunya dan terimakasih juga panitia BXplorers.

-Tuhan Memberkati-


Friday, November 20, 2015

BXplorers: Membuat Sushi bersama SushiTei

Agenda BXplorers di Jumat kedua ini adalah membuat sushi bersama para koki dari Sushi Tei.
Minggu lalu, ketika Abi melihat informasi ini Abi langsung tertarik dan minta didaftarkan.
Abi sangat suka makan sushi, apalagi di Sushi Tei. Tapi sushi sederhana buatan Mama sih tetap dilahapnya juga.

Abi mendapat giliran sesi 1 yaitu jam 16.00 dan kami tiba di sana jam 15.45.
Setelah registrasi ulang, Abi mendapatkan kaos yang bertuliskan logo BXplorers Club.
Ternyata mereka memiliki account juga di FB. Setiap kegiatan mereka akan upload di fanpage tersebut.

Kegiatan tersebut dibuka dengan mendengarkan dongeng boneka jari. Nama tokoh boneka dongeng jari ini adalah Juki, Tiki, Kuro. Tema dongeng adalah tentang ikan sebagai bahan makanan dengan protein tinggi yang membuat badan sehat dan pintar, ditambah dengan rajin membaca. Hehe..
Abi tampak menikmati dongeng tadi. Sumringah dan selalu menjawab dengan baik. Syukurlah..

Setelah para koki selesai melakukan persiapan, Abi dkk dibagi menjadi 4 kelompok dengan 1 meja di setiap kelompok. Abi berkelompok dengan Rio (5 tahun). Bertemu teman baru lagi deh..

Di sini Abi dkk diajak untuk membuat 3 menu sushi.
Pertama adalah Tuna Sushi, aku lupa nama kulinernya.
Terdiri dari nasi jepang, rumput laut, kyuri/timun jepang, dan tuna yang sudah dihaluskan. Nasi dibentuk kotak, lalu dibungkus dengan rumput laut. Sementara kyuri diletakkan di salah satu sisi dengan posisi berdiri seperti layar di sebuah perahu, dan tuna diletakkan di atas nasi.

Kedua adalah Ebi Tempura Sushi. Terdiri dari nasi jepang lebih banyak dari menu pertama, rumput laut yang juga lebih lebar dari menu pertama, kyuri yang lebih panjang, dan ebi tempura.
Nasi dibentuk kotak yang lebih lebar dan diletakkan di pojok kiri rumput laut. Lalu ebi tempura dan kyuri diletakkan di atas nasi tersebut dan digulung miring seperti corong.

Ketiga adalah Chicken Karaage Roll Sushi.
Terdiri dari nasi jepang, rumput laut, chicken karaage, kyuri, abon sapi.
Kali ini menggunakan makisu (semoga benar namanya), sebuah tikar bambu penggulung sushi.
Begitu melihat alat ini, Abi semangat sekali.
Rumput laut diletakkan di atas tikar, lalu nasi jepang diratakan tipis sampai menyelimuti rumput laut. Setelah itu di tengah diletakkan chicken karaage dan kyuri, kemudian siap menggulung dengan perlahan. Tujuannya adalah menjadi gulungan yang rapi dan nasi melekat sempurna pada rumput laut. Kemudian gulungan tersebut diberikan kepada koki untuk dipotong dan diberi mayonise dan saos sambal.



Ada yang takjub sendiri melihat hasilnya.
Sekaligus "ngiler".. hahaha... Tak sabar ingin melahapnya.
Setelah berterimakasih kepada para koki Abi langsung nyam..
Selamat menikmati mas..

-Tuhan Memberkati-

Wednesday, November 18, 2015

KlubOASE: Pramuka Pahlawan & Memasak

Hari ini Pramuka Klub OASE mengusung 2 tema kegiatan, yaitu Kepahlawanan dalam rangka memperingati hari Pahlawan tanggal 10 November 2015 kemarin dan yang kedua adalah Memanen dan Memasak Hasil Kebun untuk meningkatkan kemampuan diri.

Seperti biasa, sebelum dimulai, Upacara Pramuka dilaksanakan.
Pembacaan PANCASILA dan Dasa Dharma Pramuka dilantunkan.
Posisi Siap, Hormat, dan Istirahat selalu diperhatikan dan saling mengingatkan.

Mengenal nama para Pahlawan Daerah sepatutnya dipaparkan kepada anak-anak. Akan lebih baik lagi untuk mengenal cerita perjuangan mereka juga. Om Andito memberikan kesempatan para Siaga dan Penggalang untuk mengenal beberapa Pahlawan Daerah, seperti Teuku Umar, Sisingamangaraja, Sultan Hasanuddin, Pattimura, RA. Kartini, Jendral Soedirman, Bung Tomo.


Tiba saatnya anak-anak memanen hasil kangkung dari Rumah Hijau milik Om Andito dan Tante Nur ini. Kangkungnya subur dan segar sekali. Om Andito dan Tante Nur menjelaskan proses pertumbuhan kangkung hingga siap panen dan cara memanennya. Setelah itu anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok untuk kemudian mereka menyiapkan alat masak dan bahan masak tumis kangkung. Siap Masak!

Abi berkelompok dengan Domi, Izzan, Yosua, Oji, Duta, dipimpin oleh Domi dan didampingi Tante Widati. Sayangnya aku tidak sempat melihat proses persiapan mereka. Namun dari cerita Tante Widati, Domi memimpin "pasukan"nya dengan sangat baik dan "anak buah" ini mampu mengerjakan tugasnya masing-masing. Dan aku percaya Abi termasuk didalamnya.
Begitu selesai memasak, Abi langsung mencariku untuk memberitahu bahwa sayur sudah jadi dan mengingatkan untuk makan. Terimakasih Mas. Enak katanya lagi.


Anak-anak makan dengan lahap hasil masakan mereka masing-masing.
Hebat ya anak-anak itu. Selalu kagum dengan hasil karya mereka, apapun itu.
Terima kasih Om Andito dan Tante Nur, juga Rumah Inspirasi, yang selalu dengan ramah dan tangan terbuka memberikan pelajaran bermakna bagi anak-anak.
Terima kasih Tante Widati sudah bersedia mendampingi Abi dkk dengan sabar.
Domi, Yosua, Izzan, Duta, Oji, Abi.. kalian hebat!

-Tuhan Memberkati-

Monday, November 16, 2015

BXplorers: Tunjuk Bintang di Space Academy bersama Ilmuwan Indonesia

Ketika mendapatkan informasi tentang Space Academy yang diadakan BXplorers Club di Bintaro ExChange (BXC) Mall hari itu, aku langsung kontak panitia dari BXplorers Club tersebut untuk menanyakan apakah masih ada slot untuk bergabung mengikuti agenda tersebut.
Puji Tuhan, panitia dengan sangat baik menjelaskan mengenai agenda dan jadwal tayangnya.
Ternyata masih ada slot untuk sesi ke 4, yaitu jam 18.15 wib.

Waktu menunjukkan jam 15.00 wib ketika aku menghubungi panitia.
Tanpa berpikir panjang termasuk bagaimana nanti dengan Baby Anin. Lebih tepatnya detilnya bisa dipikirkan nanti di sana, PASTI BISA, Abilah saat ini yang lebih diprioritaskan. Jika memang Abi perlu mengetahui hal ini pasti alam akan mendukung. Dan itu benar.
Menjelang jam 16.00, Baby Anin sudah bangun dengan manis dan bersedia didudukkan di baby car seat ditemani Abi di belakang. Kami bertiga sampai dengan aman nyaman dan lancar di BXC.
Kami segera menghampiri booth di depan hall pameran makanan dan pernak-pernik Jepang.

Ternyata di sana bertemu dengan banyak teman dari PIJAR. Senangnya!
Tiba saatnya kami masuk ke dalam ruangan kubah hitam dan di dalamnya ada alat-alat elektronik yang diperlukan untuk memunculkan tayangan tentang luar angkasa.
Anak-anak diajak mengenal rasi bintang dan masuk ke dalam orbit tata surya.
Seru sekali. Seolah memang masuk ke dalam galaksi kita yang bernama Bimasakti.
Dijelaskan dengan perlahan dan menyenangkan oleh kakak dari IMI (Ikatan Ilmuwan Indonesia) sebagai pengusung tema acara di hari itu.
Sayang aku sendiri tidak sempat berfoto-foto. Aku dan Abi duduk terpisah. Baby Anin mulai mengantuk juga selama di dalam kubah.

foto-foto dari FB BXplorers Club
Banyak sekali peminta kegiatan ini.
Ternyata BXClub memang berencana untuk membuat agenda rutin di BXC Mall ini dalam rangka memperkenalkan kepada anak-anak berbagai profesi dan pengetahuan yang ada di sekitar kita.
Sangat menarik misi mereka. Sepertinya kami akan mengikuti terus deh kegiatan seperti ini.

Sampai jumpa di agenda BXClub yang lain.

-Tuhan Memberkati-

Wednesday, September 30, 2015

MPASI Anindhita 6-8mos







Tiba saatnya Baby Anin mendapatkan makanan pendamping selain ASI untuk pertama kalinya di Bulan Juli kemarin. Sebelumnya aku mencari berbagai informasi tentang MPASI. Seolah kembali seperti pertama kali punya bayi. Maklum, sudah berlalu 6 tahun yang lalu yang mana saat itu Abi juga tidak aku handle secara langsung.


BULAN JULI

Oya, sejak berusia 6 bulan ini Baby Anin full ASI tanpa selingan sufor. Dan tidak mau menggunakan dot. Maunya langsung dari sumber ASInya. Hehehe..

Perjalanan MPASI perdana di usia Baby Anin 6 bulan berjalan dengan lancar.
Sebagai makanan awal, Baby Anin icip-icip raw juice yang biasa kami minum setiap pagi.
Menu raw juice berbeda-beda, terkadang pisang-wortel-apel-bayam-tomat atau pear-pepaya-tomat atau wortel-jeruk-pisang atau pisang-brokoli-wortel, dll. Selain itu bubur susu juga aku perkenalkan, tepung beras, biskuit bayi.

Pertengahan Juli kami mudik ke Jogja dalam rangka Lebaran. Agenda padat bersilaturahmi kepada sanak-saudara telah menanti. Ketika kami traveling, aku sediakan bubur instant cerelac.
Baby Anin paling suka regal dan raw juice. Sayangnya, regal menyebabkan sembelit dan pup menjadi lebih padat. Maka regal stop dulu.
Memang setiap anak berbeda. Dulu Abi suka dan cocok sekali dengan regal sebagai snack time nya.


BULAN AGUSTUS

Di bulan ke 7 ini Baby Anin mulai makan puree kentang, puree brokoli, puree bayam, puree labu, puree wortel. Raw juice buah tetap diperkenalkan atau kadang buahnya langsung seperti jeruk. Prosesnya lancar dengan sistem disuapi. Sementara itu ketidaktertarikan terhadap bubur instant mulai ditunjukkan.

Tanggal 11-13 Agustus, kami pergi Camping FESPER 2015 di Cibodas. Baby Anin kuat lho menjalani kegiatan sampai selesai. Menu MPASI selama camping adalah bubur cerelac, buah pisang/jeruk, dan biskuit milna.


BULAN SEPTEMBER

Tiba bulan ke 8. MPASI agak lebih bertekstur mulai kuperkenalkan. Misalkan pisang bukan dikerok tapi dilumatkan, nasi lembek dengan sayur dilumatkan, raw juice dan biskuit milna masih tetap.
Baby Anin mulai menolak bubur instant. Dan dia mulai tertarik sekali dengan apa yang masuk ke dalam mulut mamanya. Apapun itu.

Lebih banyak minum air putih, minta roti yang dimakan mama, doyan sama tahu bagian dalam, suka bubur ayam polos, nasi merah-sayur-lauk yang dilembekkan... Begitulah perkembangannya. Hehe..
Seolah menyiratkan "Aku uda bisa lho makan kayak mama walopun gigi belum tumbuh" >_<


Kondisi ini memudahkanku ketika kami traveling (lagi) dalam rangka Tour the Talent bersama OASE Backpacker Family tanggal 17-23 September kemarin. Perjalanan yang menguras tenaga dan pikiran baik antara aku dan Abi Anin, juga antara aku dengan teman seperjalanan dan para talent.
Mendapatkan banyak ilmu secara marathon. Fiuh...
Puji dan Syukur tiada tara atas segala yang terjadi, termasuk kondisi kami bertiga.








Sehat Bahagia dan Sejahtera ya Nduk Princess...
Mama Papa Mas Abi sayang Baby Anin...



-Tuhan Memberkati-

Sunday, August 30, 2015

FESPER 2015 - Day2 (2)

Waktu menunjukkan pukul 13.00, panitia pun mengundang kembali para peserta untuk melanjutkan Diskusi II setelah istirahat makan dan sholat.

Anak-anak ada yang mengikuti Pengamatan Matahari, Panahan, Atletik, Melukis Boneka Kayu, dan atau seseruan di Kampung Main. Keceriaan anak-anak memang tiada tandingannya. Melihat mereka asyik berkegiatan dan berproses bersama teman baru dan lama sangat ayem rasanya.


Tema Diskusi II : Keseharian HS

Sebenarnya aku agak lupa detil tema di Diskusi II ini. Tapi sepanjang ingatanku "Keseharian HS" sepertinya cukup mewakili. Di sini beberapa keluarga berbagi cerita tentang keseharian mereka bersama anak-anak. Ada keluarga Irma (3 anak), Annette (2 anak), Ade-Reza (2 anak), Gina-Gatot (2 anak), Raken-Reza (2 anak), Lini (2 anak), Siddiq (4 anak), Maria (3 anak), Patricia (1 anak). 
Keluarga praktisi HS tersebut memiliki model HS sendiri yang mereka terapkan dalam keseharian. Semua berjalan menyesuaikan dengan keunikan orang tua dan anak-anaknya. Dan justru sebenarnya itulah HS = Homeschooling. Karena Homeschooling adalah keluarga itu sendiri.


(c) FESPER2015

Setelah mendengar mereka berbagi, maka peserta dikelompokkan lagi untuk selanjutnya berdiskusi.
Diskusi ini mempunyai tujuan bahwa semakin terbuka wawasan baru bagaimana praktek HS di keluarga masing-masing. Aku sendiri menarik kesimpulan setiap orang tua yang hadir di FESPER kemarin sebenarnya sudah banyak mengerti tentang praktek HS itu sendiri, hanya saja kegalauan masih saja menjadi momok nomer satu yang menghambat mereka.

Galau terhadap apa? mungkin paling masuk akal dan paling umum jawabannya adalah Masa Depan Anak-Anak. Yang kemudian jika dirunut akan muncul, 'apakah aku sudah benar mendidiknya?', 'apakah cara aku memberikan penjelasan sudah pas?', 'apakah fasilitas dan arahan yang kuberikan sudah sesuai dengan keinginannya?'....
Hal-hal ini pasti akan melintas di benak setiap orang tua, tidak hanya praktisi HS.
Sehingga hanya satu kunci dari semuanya itu, yaitu Keyakinan.
Keyakinan akan satu VISI akan membawa kepada Kekompakan suami istri.
Kekompakan terhadap segala sesuatu disertai dengan contoh nyata akan memberikan teladan bagi anak-anak dan dengan sendirinya akan membawa kepada praktek HS yang paling cocok dengan keluarga itu sendiri.

Memang perlu ditarik sebuah garis besar terlebih dahulu.
VISI MISI keluarga tersebut apa. Lalu bagaimana bersama anak-anaka mencapai semuanya itu.
Dan garis-garis kecil yang merupakan tindakan nyata satu persatu yang didasari dengan nilai-nilai baik keluarga inilah yang diterapkan ke dalam keseharian pendidikan sebuah keluarga (HS).



Tema Diskusi III : lupa... ;)

Kalau yang tadi agak lupa, yang ini sangat lupa. Namun sesi ketiga ini justru paling penting karena kita bisa tanya langsung kepada sang maestro yaitu Pak Aar, Pak Dodik, dan Bu Septi. Mereka berbagi pengalaman dan juga bersedia menjawab pertanyaan yang muncul apapun itu dari para peserta.

Bicara tentang keseharian memang tiada habisnya.
Sangat bervariasi dan kadang mengintimidasi.. haha..
Tetap berpegang pada keunikan keluarga, pastinya kita aman.


*bersambung...



-Tuhan Memberkati-

FESPER 2015 - Day2 (1)

Jam 6.00 pagi, sudah terdengar dari pengeras suara, pengumuman untuk melakukan kegiatan olah raga pagi. Sudah bangun? Oh sudah... Hanya saja, brrr... dingin sekali... xixixi...

Abi masih terlelap, sementara Anin sudah berkicau.
Di luar sudah terdengar suara teman-teman lain, ada yang siap mandi, ada yang bercanda dengan anak, ada yang masak untuk sarapan. Sibuk seseruan semua.

Jam 6.30 akhirnya beberapa peserta siap mengikuti senam pagi bersama kak Pras Oktav.
Ini senam model baru lho. Ada senam pinguin, mie bakso, SKJ, bebek, minang. 
Sampai tertawa ngakak-ngakak deh sambil senam. Tanpa terasa keringat bercucuran.
Semakin bercucuran ketika senam sambil gendong Anin.

Foto dari Grup FB FESPER2015

Di hari kedua ini orang tua diajak untuk banyak berbagi dan berdiskusi tentang homeschooling. 
Banyak praktisi HS pastinya baik senior maupun yang baru saja memulai, termasuk kami. Ada juga beberapa peserta yang sedang menjajaki dan ingin tahu seperti apa dan bagaimana sebenarnya homeschooling itu. 
Oya, FESPER 2015 ini seru lho pesertanya. Mereka yang bergabung mewakili hampir seluruh area Indonesia, seperti Payakumbuh, Bali, Semarang, Jogja, Surabaya, Jabodetabek, bahkan yang sempat berdomisili di luar negeri juga ada seperti dari Singapore, Oman, dan Amerika Serikat.

Tema Diskusi I : Apa Kendala HS dan Tips ber-HS.
Tema ini sangat cocok bagi para orang tua yang sedang ingin mengetahui lebih dalam apa itu HS dan bagaimana penerapannya dalam keseharian keluarga kita masing-masing.

Kendala HS biasanya mengerucut pada manajemen waktu dan materi/kurikulum.
Hampir di semua kelompok diskusi mengungkapkan hal yang sama tentang apa yang menjadi kendala dalam menjalankan HS.
Lucunya, sama sekali tidak ada poin "sosialisasi" dalam kendala HS ini. Nah!
Sepertinya sudah tercerahkan :P

Tips HS sangat beragam. Karena memang setiap keluarga memiliki caranya masing-masing dalam mencari kecocokan bentuk HS setiap harinya. Namun tetap, kekompakan orang tua (suami dan istri) memiliki porsi terbesar dalam membangun suasana HS yang ideal menurut keluarga tersebut.
Begitu orang tua kompak dan sepakat, maka komunikasi terhadap anak menjadi lancar pasti.
Bagi keluarga dengan anak balita, dengan kekompakan inilah bonding akan berkembang baik.
Dimana ketika usia anak balita, bondinglah yang utama dijalankan dalam keseharian.
Setelah itu, perjalanan HS pun akan mengalir mengikuti alur minat bakat anak yang terpancing oleh orang tua dan kemudian orang tua mendukung dengan pengarahan dan penyediaan fasilitas.

Dengan demikian, kendala tentang manajemen waktu ataupun materi/kurikulum semestinya dapat terpecahkan.
Misalnya, bonding yang terikat baik, makan anak balita akan nyaman bercerita apa saja. Sehingga ketika dia bertumbuh menjadi remaja, sudah terbiasa dengan arahan orang tua dan berdiskusi dengan orang tua untuk membuat kesepakatan-kesepakatan dalam melakukan tugasnya sehari-hari.
Dalam kesepakatan ini manajemen waktu dan materi pastilah akan terkuak dan terselesaikan.

Hmm.. ini analisaku sih ... Dan ini yang sedang kami lakukan terhadap Abi (6yo) dimana bonding, soft skill dan norma sosial (moral) adalah materi utama kami. Kegiatan hobi dan akademis menjadi bonus bagi kami jika Abi sudah sanggup menjalaninya saat ini.


Sementara orang tua serius berbagi dan menimba ilmu, anak-anak mempunyai pilihan kegiatan seperti Roket Air, Pengamatan Kebun Raya, Panahan, Kreasi menghias boneka dengan KayaKayu, Permainan Tradisional, dan Fun Soccer.
Sangat beragam kegiatan yang bisa dipilih anak-anak dengan range usia yang sangat lebar.
Foto-foto kegiatan dapat dilihat di Grup FB FESPER2015.
Sayang sekali, aku pun tak sempat mendokumentasikan kegiatan Abi. Pastinya Abi heboh kesana kemari entah mengikuti kegiatan mana saja hehehe...

Bahagia melihat mereka tertawa lepas.

Foto dari Grup FB FESPER2015
-berlanjut-

Tuhan Memberkati

Sunday, August 23, 2015

FESPER2015 - Day1

Pagi hari pertama di FESPER 2015, panitia menyempatkan untuk briefing demi kelancaran acara.

Registrasi ulang dilakukan sekitar pukul 11.00 dilanjutkan dengan foto keluarga dengan background Gunung Gde Pangrango.
Dan ternyata kami lupa untuk berfoto bersama di hari pertama itu.


Setiap peserta mendapatkan nametag lengkap dengan namanya - nama kepala keluarga - no hp pendaftar - no kontak panitia koordinator lapangan dan panitia kesehatan - syair OST Fesper di bagian belakang -  denah lokasi dan jadwal acara FESPER 2015.

Kemudian peserta dapat menuju ke tenda masing-masing sesuai dengan informasi yang telah dipublikasikan di grup Facebook dan mengambil matras dan sleeping bag bagi yang memesan.

Kami berada di Dusun 11 mendapatkan no tenda 1101. Bersama 6 keluarga lainnya yang mana 5 keluarga di antaranya baru pertama kali bertemu.


Dari depan area camping hingga ujung belakang, tampak anak-anak berlarian ke sana kemari dengan bahagianya menapaki rerumputan yang lembab. Para orang tua ada yang sibuk mendirikan tenda, sibuk kenalan, sibuk menata barang bawaan. Suasana pagi menjelang siang di Cibodas hari pertama sangat beragam. Dan itu sangat menyenangkan untuk dipandang.

FESPER 2015 secara resmi dibuka pada pukul 13.00 oleh Bu Lala dan Pak Ketua Muh. Siddiq.
Setelah makan siang, orang tua acara bebas yang dimanfaatkan untuk saling mengenal satu sama lain dan berjejaring tentunya. Sementara anak-anak memiliki 3 pilihan kegiatan yang dapat diikuti yaitu Pengamatan Alam Sore, Fun Soccer, dan Kampung Main. Wow! seru sekali kegiatan anak ini.
Beberapa anak memilih bermain air di sungai kecil yang terletak di tengah area camping.

Hari pertama ini kami beradaptasi dengan dinginnya suhu di Cibodas.
Aku senewen sendiri memikirkan bagaimana Abi dan Anin. Tak disangka mereka sungguh kuat.
Abi bermain dengan teman-teman kesana kemari dan tertawa tiada henti.
Anin lihat sana sini dan tersenyum sesekali.


Hari pertama rasanya kurang fokus deh. Aku masih membantu urusan sewa sleeping bag dan matras dan Anin ditemani Aji siang itu. Dan kami belum sempat ngobrol banyak dengan para penghuni Dusun 11 yang baru lengkap penghuninya menjelang sore hari.

Malam hari pertama adalah acara keakraban.
Abi dan Anin sudah mulai mengantuk tak tertahankan menjelang waktu acara keakraban dimulai sehingga kami gagal ikut serta di malam keakraban tersebut.
Dan Dusun 11 pun belum sempat membahas akan seperti apa penampilan malam itu.
Haha.. agak kacau ini memang. Untung ada salah satu wakil yang berkenan tampil.

Agenda "Pengamatan Langit Malam" sepertinya batal karena langit sangat berawan kalau aku tidak salah mendengar.
Berhubung sudah masuk sleeping bag dan ikut terlelap bersama Abi dan Anin, jadi hanya mendengar sekilas infonya keesokan harinya.
Malam itu brrrr..... dingin sekali udaranya.

Hari pertama camping pertama bersama baby Anin belum berhasil aku taklukkan.. Hihi..
Tapi pasti besok lebih seru lagi...

-bersambung-


Tuhan Memberkati

Saturday, August 22, 2015

FESPER 2015 - Hectic!

====

Teng.. Waktu menunjukkan pukul 2.00 pagi.
"Anne, file di master data sudah aku update ya", sapaku ke Anne di Whats App (WA).
"Eh iya lia, aku baru mau mulai kerja ini. Cek uang yang masuk", balasnya.
"Oh baiklah. Aku tidur duluan ya", sahutku.

Tung... Besoknya jam 11.00 siang.
"Lia bisakah kita skype-an? ada yang perlu di-update", Raken berganti menyapaku via WA.
"Bentar lagi yah, aku masih nyusuin anin, mau tidur", balasku cepat.

=====

Itulah sepenggal kehebohan Tim Pendaftaran FESPER 2015 kemarin.
Sempat bengong pun sempat panik ketika harus memandangi sekitar 500 nama peserta.
Salut dengan antusiasme para peserta ini. 
Sampai hampir hafal nama-nama lengkap mereka, sehingga ketika bertemu di lokasi yang keluar di mulut kami: "Oooh yang namanya itu ya.. ".
Seru deh pokoknya!

Menjelang hari H, masih juga diakrabkan dengan nama-nama itu plus nama baru juga muncul. 
Anne dan Raken yang lebih banyak berkutat dengan nama dan angka hingga pada saat kami tiba di lokasi FESPER.

Sementara aku yang banyak acara, sampai lupa meluangkan waktu untuk packing.
Sehari sebelum hari H, masih juga belum rapi tas koper dan tas jinjing yang akan dibawa.
Baju mana yang akan dibawa, perbekalan yang diusahakan semaksimal mungkin untuk zero waste, tumbler, tupperware, alat mandi... wow! mulai hectic sendiri deh..

Akhirnya semalaman packing sambil terkantuk-kantuk dan terbayang beberapa teman yang sudah sampai di lokasi. Sudah terbawa suasana rupanya.

=====

Jreng!! 11 Agustus 2015 itu pun tiba.
"Jadi mau berangkat jam berapa ya?", tanyaku ke Aji.
"Ya uda yuk .. Jam 4 aja jalan..", jawabnya santai.
"Waks!!.. Mas Abiiii...bangun...", mendadak hectic lagi deh...

Jam 4.00 pagi kami jalan menuju lokasi FESPER di Cibodas.
Abi sendiri, dari yang masih liyer bangun tidur, malah jadi yang paling semangat di jalan. 
Sementara mataku terasa pedas dan lapar sekali untuk dipejamkan.

Tentu saja perjalanan lancar karena masih sangat pagi.
Jam 6.00 kami sudah sampai di lokasi disambut dengan udara dingin. Brrr....
Namun keindahan alam di sekitar lokasi sungguh menyihir mata ini untuk sejenak menikmatinya.
Terima kasih Tuhan masih bisa mengalami keagunganMu.



Setelah bongkar barang dan menuju tenda masing-masing, kami pun mulai dengan persiapan acara pertama FESPER yaitu registrasi ulang dan sewa alat camping.
Para peserta mulai berdatangan, sementara name tag masih belum terkelompokkan. 
Proses sewa tenda sedikit ada kekeliruan sehingga Anne harus mondar-mandir untuk cek.
Di sisi lain Anin sudah waktunya tidur (pake nenen), jadilah aku menyusui di tempat sewa tenda.
Hehehe.. ya ya.. Miss Hectic datang kembali.

Namun kehebohan itu sungguh membawa kenangan indah FESPER kali ini.
Aku merasa terhormat sekali dapat berpartisipasi membantu Anne dan Raken di Tim Pendaftaran.
Banyak belajar dalam berproses bersama. 

Jika dirangkai dalam satu kalimat.
Maka "hectic membawa nikmat".
Karena membuat suasana hangat.
Dan persahabatan bertamabah lekat.


-bersambung-


Tuhan Memberkati

Thursday, June 25, 2015

Anindhita 5 mos

Anin sudah 5 bulan.
Bulan depan sudah saatnya menikmati MPAsi pertama.

Seru rasanya menikmati hari demi hari bersama Anin. Selalu sehat!
Itu yang kuamati sejak Anin lahir.
Dibawa kesana kemari, mondar-mandir ikut berkegiatan bersama kami dimana saja.
Kadang terpaksa titip sana titip sini sebentar, ketika kami ada tugas melayani.

Terima kasih ya Dek Anin.

Berat Anin saat ini sekitar 8 kg.
Panjang kira-kira 70 cm.
Normal sepertinya. :)

Sudah bisa berguling, sudah bisa teriak kencang baik menangis ataupun sekedar mengoceh saja.
Sudah mulai tarik rambut, tarik apa saja yang didekatnya. Sudah mulai menunjukkan ketertarikannya terhadap apa saja yang aku makan atau minum. Sudah mulai muter tidurnya seperti baling-baling.
Sudah mulai belajar tegak ketika didudukkan.

Paling suka gendong tegak. Paling suka digelitik leher dan ketiaknya.
Paling suka ngoceh papapapapa. Paling suka membuat bunyi brbrrbrbbr dan alhasil basah semuanya.

























Semakin hari semakin sehat bahagia sejahtera berkelimpahan
Terimakasih Tuhan Alam Semesta...


-Tuhan Memberkati-

Wednesday, June 24, 2015

Kapilaritas dengan Sawi Putih

Percobaan Kapilaritas memang selalu seru.
Pertama kali melakukan percobaan ini dengan tisu, media yang paling mudah untuk mengalami kapilaritas dan prosesnya bisa kelihatan.
Cerita Kapilaritas dengan tisu ada disini.

Sebulan lalu kami (aku, Abi, dan Dara) mencoba lagi melakukan percobaan kapilaritas ini dengan menggunakan setangkai bunga. Sebenarnya bunga yang diminta adalah Bunga seruni, krisan, atau krisantemum yang berwarna putih. Namun berhubung di sekitar rumah tidak ditemukan bunga jenis ini, maka Abi dan Dara mendapatkan bunga kamboja. (jauh ya.. hehe)

Walaupun mamanya sempat tidak yakin, tapi mari dicoba saja.
Abi dan Dara sudah tampak kegirangan. Langsung sibuk mengisi air di gelas dari botol bekas dan menuangkan cairan pewarna makanan.





Percobaan ini belum berhasil. Setelah ditunggu sehari semalam tidak ada tanda-tanda proses kapilaritas terjadi. Kami bertiga pun berdiskusi, kenapa tidak berhasil ya?
Kata mereka... Mungkin karena batang bunganya tidak kuat menaikkan air, mungkin karena air tidak bisa masuk ke batang, mungkin batangnya rusak.. hehehe...

Dari percobaan ini banyak yang dipelajari secara tidak langsung. 
Dan siap dengan percobaan lain, yang mana kali ini dengan sawi putih.

Pada sawi putih, proses kapilaritas sangat tampak. 
Abi bisa melihat bagaimana kemudian ujung daun sawi putih ini mulai tampak bercak warna sesuai dengan warna air dimana sawi tersebut ditempatkan.
Ada yang berwarna hijau, warna merah, dan warna ungu.
"Bagus ya!", kata Abi semangat.



Berhasil !!


-Tuhan Memberkati-

Saturday, May 30, 2015

Virtual Travel (3) : PHILIPPINES

Melanjutkan virtual travel project yang ketiga, dimana kali ini negara pilihan Abi adalah Filipina.
Seperti kegiatan yang sama sebelumnya, Abi mencari data di google sendiri lalu memindahkan ke power point kemudian mendesain tampilan presentasi power point tersebut.

Biasanya Abi akan presentasi secara verbal kepada papanya.
Menunjukkan hasil belajarnya. Tapi kali ini belum sempat didokumentasikan.

Semangat terus ya Mas.

-Tuhan Memberkati-

Thursday, May 28, 2015

Worksheet: DORA Science Done!

Sekitar setahun lalu aku iseng beli buku kegiatan Dora Science ini.
Sekedar untuk memantau perjalanan bermain dengan sains bersama Abi di usia 5 tahun saat itu.
Tidak setiap hari juga aku menyuguhkan buku ini ke Abi. Karena memang model HS di rumah kami yang mendekati unschooling di mana saat ini lebih mengarah ke apa yang ingin dilakukan Abi.

Setelah menginjak usia 6 tahun kemarin, kami kembali mereview bersama apa-apa saja yang belum ditengok (baca: dipelajari) di dalam buku ini.
Waktu itu memang masih aku pending untuk beberapa kegiatan yang berkaitan dengan membaca dan menulis karena Abi masih belum lancar.

Ternyata setelah lancar semua dengan sendirinya, sangat mudah bagiku berdiskusi dengan Abi ketika bersama-sama mengisi beberapa halaman yang masih belum terjawab.
Dan kembali kagum aku dibuatnya. Banyak hal yang kukira Abi belum mengerti, ternyata dikerjakannya dengan benar.  


Buku ini menurutku lumayan bagus dalam memaparkan sains yang sederhana. Diintegrasikan dengan menebalkan kata dan mencari kata juga ada teka-teki silang. Lebih pada pengetahuan teori, bukan praktek. Sementara kami biasanya melakukan praktek sains dengan buku yang berbeda, atau juga melihat dari youtube.

Abi bisa menemukan kata di dalam huruf-huruf tak beraturan, mengisi teka-teki silang bergambar, kemudian menginterpretasikan bentuk air bila dituang ke berbagai bentuk tempat, dan masih ada beberapa kegiatan lagi.
Satu yang menarik, ada kegiatan dimana Abi diminta menjelaskan apa itu merebus, menggoreng, memanggang, membakar. Ternyata Abi bisa menjelaskan dengan gaya bahasanya sendiri.



Dan akhirnya...
Abi pun lebih banyak mengerjakan secara mandiri.
Bukan serta merta aku kagum kepada Abi, namun kembali aku sungguh mengalami ketika kita bersabar dengan anak-anak dan membiarkan mereka bereksplorasi secara natural, justru disitulah mereka mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang lebih luas dan bermakna.

Nah...
Sekarang tugas kami untuk memberikan stimulus ke tahap yang lebih luas lagi deh.



-Tuhan Memberkati-

Thursday, May 21, 2015

KlubOASE: Pesta Kebon & Panjat Pohon

Berbagi kasih dan Berbagi makanan.
Mungkin kalimat di atas sangat tepat menggambarkan betapa serunya kemarin ini di KlubOASE.
Walaupun setiap Rabu selalu seru, namun hari ini rasanya membuat kami semakin bersatu padu (*eeaaaa..).

Kami merayakan bersama kebahagiaan hari lahir dan hari jadi pernikahan di bulan Mei ini.
Ternyata setelah terdata, total yang merayakan ada 21 orang. Wow! Itu sesuatu banget.
Rencana pun direalisasikan. Kami mengadakan Pesta Kebon dengan Potluck Raya, alias potluck besar-besaran semua membawa apapun yang  bisa dibawa. (*hahaha..)
Ada kue tart by Mella, tahu bakso dan krupuk opak, ayam pedes dan capcay, roti bolu kacang hijau, donat pisang, bikang ambon, pastry homemade, es buah, puding kentang, otak-otak.. apa lagi ya..
sampai lupa..

Sementara anak-anak Pramuka dengan Kak Andit dan Kak Siddiq dengan tema Rumah Pohon, para emak berbagi cerita sambil menyiapkan camilan (lebih tepatnya sih nyamil).
Anak-anak mendapatkan pengalaman seru lagi. Memanjat Pohon itu memang seru.
Proses yang dilalui mereka sangat banyak. Dari keberanian, keseimbangan, kekuatan tangan dan kaki, kesabaran mengantri giliran, kemampuan berbagi dan saling menjaga, komplit ya.

Loncatan besar lagi ditunjukkan oleh Abimanyu-ku.
Selama ini Abi masih belum berani betul untuk naik ke suatu tempat yang sangat tinggi.
Entah enggan entah takut, namun yang tampak sebenarnya adalah ketakutan. Seolah menjadi goyah dan tak seimbang badannya. Aku sendiri tidak terlalu memaksa. Bahkan tidak menstimulus juga.
Pikirku, "terlalu menggiring ke arah itu untuk apa juga, kalau Abi minat pasti akan mencoba sendiri".

Alhasil, hari ini sungguh hebat menurutku.
Abi memanjat pohon dengan tenangnya dan berhasil mencapai ujung anak tangga dan "bertengger" di batang pohon sebagai puncak panjatan. Hebat mas!

Foto KlubOASE by Kak Pras
Foto KlubOASE by Kak Pras


Rasanya ingin sekali mengabadikan momen ini.
Sayang ... saking heboh dan bahagianya .. kami lupa berfoto ala OASE seperti biasa.




Terimakasih atas kebersamaan ini.

-Tuhan Memberkati-

Tuesday, May 12, 2015

PIJAR: Pramuka Mendirikan Tenda

Ini kali kedua kami mengikuti kegiatan Pramuka di PIJAR.
Karena minggu sebelumnya beberapa anak tidak dapat hadir, kakak pembina berbaik hati untuk mengulang kembali tema kegiatan sebelumnya yaitu Belajar Mendirikan Tenda.
Wah senangnya Abimanyu mendapatkan pengalaman baru nan seru.

Sebelum kegiatan dimulai, anak-anak berkumpul dulu membentuk lingkaran.
Kemudian mereka berdoa bersama, dilanjutkan dengan tepuk seru.
Tepuk 3x Pramukaaa!!!.... prok prok prok...
Tepuk Semangat!... prok prok semangaaat!!!... teriakan mereka membahana.. hahaha..
Satu lagi yang membuat kami semua tertawa ... Tepuk PIJAR! Kompak, Semangat, Ceria!...
Anak-anak pun girang dibuatnya.




Mendirikan Tenda kecil yang cukup untuk 4 orang dewasa memerlukan waktu yang agak lama untuk anak-anak. That was no problem. Mereka menikmatinya. Tanya sana sini, bagaimana ini bagaimana itu, menunjukkan ketertarikan mereka terhadap segala hal yang sedang dihadapinya.
Abi mendapat tugas memegang frame double deck, yaitu frame (besi) untuk penutup tenda atau cover tenda agar terlindung dari air hujan lalu disusun bersama. Anak-anak sempat kesulitan memasang pasak kayu karena tanahnya sangat keras.
Namun akhirnya berhasil didirikan bersama. Hore!
Langsung deh heboh masuk ke tenda.

Setelah itu kakak pembina menunjukkan perlengkapan mini untuk berkemah/camping.
Contohnya adalah kompor super mini berikut panci super mini pula. Super mini yang fungsional.
Abimanyu bisa bengong memperhatikan perlengkapan tersebut, entah apa yang ada dipikirannya.




Seusai pramuka, anak-anak langsung berinteraksi dan mencari permainan sendiri. No Gadget..
Beberapa ada yang main sepak bola, ada yang utak-atik mainan robot dan mobil, atau main piano, ada juga yang hanya santai-santai saja.
Setiap hari memang selalu seru ya mas...




Sementara para emak saling sharing ini itu sambil sesekali mengecek anak sedang apa. Terutama yang masih sangat kecil seperti Anin.
Anin hebat diajak kesana kemarin selalu mengerti. Terimakasih ya cah ayu.

-Tuhan Memberkati-

Monday, May 11, 2015

Belajar Pasang Konblok

Sudah sejak lama memang rencana memberikan pijakan di kebun belakang. Awalnya pijakan tersebut hanya sekedar digunakan untuk santai atau sekedar menyiram tanaman di belakang.
Setelah beberapa teman berbagi cerita tentang menanam sayur sendiri, juga hidroponik, maka terlintas juga ide ini dalam benakku.

Cukup lama terealisasi rencana ini. Beberapa momen memang patut diprioritaskan saat itu.
Tetap bersyukur, kami dapat mewujudkan secara bertahap. Dan kami memilih untuk memasang konblok sebagai pijakan baru di kebun belakang.

Waktunya pun terasa pas. Walaupun sempat hampir dibatalkan karena ada tugas pelayanan untuk koor pernikahan. Tapi karena hasil diskusi akhirnya dimenangkan Abi, dan sepertinya memang sudah seharusnya, maka terealisasilah rencana pasang konblok ini. Terimakasih ya mas Abi yang telah mengingatkan kami.

Abi heboh seperti biasa ketika ada pengalaman baru yang akan diterimanya.
Dari pagi sudah tanya perlu beli apa, konblok beli dimana, sudah beli apa belum, kapan datangnya.
Lalu menceritakan kembali kepadaku ketika mobil pembawa pasir dan konblok datang. Padahal aku pun melihat mobil itu datang hehe...

Heboh tiada henti memang judulnya.
Papa mengajak Abi bermain Hukum Bernouli dengan selang kecil yang panjang dan diisi air.
Abi bisa melihat naik turunnya air di dalam selang tersebut. Kapan level tingginya sama dan kapan tidak sama ketika ujung yang lain dirubah-rubah posisinya. Bahwa di dalam selang tersebut terisi udara juga selain air.

Dan proses pemasangan konblok pun dimulai.
Abi dan Papa mengukur luasan yang akan dipasangi konblok terlebih dahulu. Lalu membuat garis batas tinggi dengan tali.
Selanjutnya pemindahan pasir dari carport ke kebun belakang dilakukan. Abi yang memasukkan pasir ke ember sementara Papa yang mondar-mandir membawa ember pasir.
Dilanjutkan dengan pemasangan konblok dan penyebaran pasir ke sela-sela konblok untuk mengisi rongga yang ada supaya lebih kuat.
Terakhir disiram agar lebih memadat pasirnya dan mengikat konblok.



Seru sekali melihatnya.
Keringat bercucuran di muka Abi hehehe... Tapi dia tetap semangat.
Justru kami yang selalu mengingatkan. "Kalau capek istirahat ya mas.."
Ketahuan orangtuanya kuatir sendiri ...

Sekitar 5 jam konblok pun terpasang rapi.
Waa terimakasih dua jagoanku yang baik.

-Tuhan Memberkati-

Thursday, April 30, 2015

KlubOASE: Pramuka & Sharing Healthy Live with Organic!

Memang selalu seru berkegiatan bersama di KlubOASE.
Singkat kata.. "Kagak ade Matinye.." :D

Setelah kegiatan panahan di pagi hari, ada Pramuka untuk anak-anak dan Sharing pengetahuan tentang kesehatan dari bahan organik dari sang pakar pertanian Pak Daryanto dari UGM Yogyakarta.


Pramuka kali ini bermain seru dengan pengetahuan Dasa Dharma Pramuka ke-8, yaitu Disiplin Berani dan Setia. Setelah upacara pembukaan, anak-anak dibagi menjadi 2 kelompok yaitu Siaga dan Penggalang.

Siaga seseruan menyanyi lagu Pramuka OASE karangan Kak Siddiq yang keren banget sambil bermain. Lalu anak-anak diajak cerita tentang disiplin berani dan setia.
Sementara Penggalang belajar sikap menghormat bendera, bersiap, dan memberikan aba-aba hormat dengan tegas dan lantang.

Ada juga tepukan baru kata Abi.
"Mama sekarang diajari tepuk keren sama tepuk senyum lho..", katanya sumringah.
Sebelumnya ada tepuk toge dan tepuk hore, selain dari tepuk pramuka itu sendiri.
Seru!








Nah, para orang tua juga belajar bersama.
Bersyukur mendapat kesempatan untuk mendengarkan sharing berharga dari para pakar pertanian organik dan juga terkait dengan kesehatan kita sendiri.
Siap kedepannya untuk training bercocok tanam nih. Hehe..
Ada juga sharing dari salah satu teman yang sungguh melaksanakan proses menanam padi di sawahnya dengan pendekatan natural dan spiritual. Salut untuk Mba Ira.


-Tuhan Memberkati-

Sunday, April 26, 2015

Virtual Travel (2) : MEXICO

Setelah menjelajah ke INDIA, Abimanyu memilih Negara MEXICO sebagai tempat untuk memperoleh petualangan virtual keduanya.
Entah kenapa Abi memilih Mexico, spontan saja keluar dari mulutnya saat itu.

Proyek Virtual Travel ini belum konsisten dijalani.
Masih mengikuti mood saja. Tarik ulur pun masih dilakukan.
Ketika Abi minat untuk mencari tahu petualangannya, maka kami membantunya melanjutkan proyek ini. Santai saja..

Proses yang terjadi di sini tetap saja membuatku kagum.
Abi selalu suka mengutak-atik power point setelah mendapatkan sesuatu dari internet tentang hal yang ingin dikeahuinya. Entah itu desain background slide, huruf, warna, transisi, animasi... Kesukaan utak-atik ini membuat asyik dan makin lama juga jadinya hehehe...

That's okay mas. Teruslah mencari tahu..




Ini hasilnya..






-Tuhan Memberkati-

Thursday, April 23, 2015

Mobil Besar dari Kardus Bekas

Terpancing dari ide Mr. Maker membuat Abi minta aku menyempatkan waktu untuk membantunya membuat mobil-mobilan ini. Kebetulan Papa ada di rumah, semakin mantab deh rencana membuatnya.

Membuat mobil mainan yang lain dari yang biasanya ini memang perlu waktu yang tidak sedikit.
Dan juga perlu keteguhan hati untuk terus memompa semangat membuat mainan ini.
Siip Abi!

Pertama, Abi mencari kardus bekas yang cukup untuk dia masuk ke situ.
Kedua, untuk hiasannya Abi mencari kertas lipat/origami.
Ketiga, Abi menyiapkan alatnya seperti gunting, lem, selotip, rafia,

Abi dan Papa mulai membuat hiasan, seperti lampu depan dan belakang, plat nomer, lalu pegangan untuk mobil supaya bisa "dikendarai" (baca: dibawa) kemana-mana.
Lucunya.. setelah mobil tersebu jadi dan Abi melakukan uji coba mondar-mandir ... Abi masih belum puas. Dia berpikir bagaimana caranya membuat atap mobil.

Setelah berdiskusi denganku, Abi menemukan ide untuk mencari kardus bekas yang lebih kecil lagi yang nanti bisa diselotip sebagai atap yang bisa buka tutup.









-Tuhan Memberkati-

Sunday, April 12, 2015

Anindhita 3mos

Di bulan April ini Anindhita berusia 3 bulan. Semakin lama semakin mirip Abimanyu.
Banyak orang yang bilang begitu juga ketika bertemu dan memperhatikan Anin. Mirip Abi berarti mirip papanya. Lagi deh .. hehe

Aku iseng membaca kembali ceritaku tentang masa bayi Abi. Menemukan cerita ketika usia Abi 3 bulan di sini dan memang benar.. Anin mirip Abi! :)

Waktu itu di usia yang sama dengan Anin saat ini, Abi harus berpisah dengan kami berdua karena alergi air dan udara lumayan berat di tempat kontrakan di daerah Jakarta Selatan. Proses menyusui yang dari awal sudah tidak full semakin terhenti.

Berbeda dengan keadaan Anin saat ini. Aku masih bisa menyusui penuh di rumah. Walaupun ketika di luar rumah Anin minum sufor ketika aku harus mondar-mandir entah setir, melatih paduan suara, dan atau menemani abi les musik. Anin cukup beruntung.

Perasaan yang muncul dalam diriku sangat membahagiakan. Prestasi kebanggaan tersendiri bagiku.
Di malam hari aku bisa menghasilkan ASI perah yang awalnya 20ml hingga sekarang hampir 100ml ketika siang berkegiatan di luar (Anin minum sufor). Dan aku bersyukur Anin sangat baik untuk mampu minum ASI langsung dan minum sufor dari botol dot.

Berat Anin 3 bulan ini adalah 6kg. Hampir sama dengan Abi di usia yang sama.
Anin sudah mulai kuat angkat kepala ketika tengkurap dan lebih suka digendong tegak.
Di siang hari Anin tidur 1.5 - 2 jam, sedangkan di malam hari setelah jam 6 Anin bisa tidur lebih lama. Sudah bisa lebih diperkirakan rutinitasnya.

Banyak sekali bersuara Anin sekarang, celoteh dengan berbagai macam nada juga senyuman yang manis sekali, bahkan kadang sampai tergelak. Kalau didengarkan musik Anin malah bengong. Hehe.. seolah membayangkan nada-nada berputar didalam pikirannya.

Kesehatan Anin sangat baik, bahkan bisa dikatakan sangat kuat.
Dibawa kesana-kemari Anin bisa. Dari yang menemani aku melatih paduan suara, atau menemani aku mengantar Abi les musik, atau mengikuti kegiatan Klub OASE, atau menemani kami ketika harus mencari keperluan, dll. Sungguh luar biasa. Terimakasih ya dek.

Semakin hari semakin sehat, semakin kuat, semakin bahagia.... selalu ...
Kami bertiga menyayangimu...

























-Tuhan Memberkati-

Wednesday, April 8, 2015

KlubOASE: Menempel Bunga Kering di Lilin

Bunga yang dikeringkan ternyata mampu memberikan bentuk dekorasi cantik yang lain daripada yang lain. 
Warna-warni indahnya menarik perhatian anak-anak pramuka KlubOASE kali ini.
Maka dari itu anak-anak diajak berkreasi dengan bunga kering dan lilin.

Awalnya adalah Tante Nur Aisyah yang menggeluti kerajinan bunga kering ini. Lalu Tante Nur berbagi dengan anak-anak untuk membuat kreasi lilin dan bunga kering ini.

Setelah upacara pembukaan dan briefing di lapangan, maka diadakan pembagian kelompok.
Anak-anak pun memulai kegiatan ini di dalam rumah. Setiap kelompok mendapatkan bunga kering masing-masing dari Tante Nur. Sementara anak-anak menyediakan sendiri lilin dan sendok makan.

Caranya adalah...
Sendok bagian cekung dihadapakan ke lilin yang menyala, sementara di bagian cembung diletakkan satu helai bunga kering. Setelah terasa panas, maka sendok segera ditempelkan ke lilin. Secara otomatis karena panas, maka lilin agak lunak dan bung kertas pun mampu tertempel di lilin tersebut. Yang mana sesudah beberapa menit lilin akan mengeras kembali, sehingga bunga menjadi kaku tertempel. Keren idenya!


Jadi deh kreasi Abimanyu dan teman-temannya.
Belajar sabar juga ya mas disini... hehehe...

-Tuhan Memberkati-

Sunday, April 5, 2015

Abimanyu & Origami

Dulu, bermain bersama origami hanya sekedar melipat asal atau dipotong tak menentu atau dilem sana sini tanpa bentuk. Lalu beranjak ke proses belajar menggunting untuk membuat bentuk yang jelas seperti segitiga, kotak, persegi, entah untuk membuat mobil, rumah, pesawat, dll.

Sekarang, aku memancing Abi dengan mengajaknya bermain melipat origami.
Memperkenalkan bahwa dengan melipat origami berbagai macam bentuk dapat dibuat dan dikreasikan. Dari sini aku mengamati proses tangan Abi dalam kemampuannya melipat.

Yang terpenting dari semuanya itu adalah sebuah proses.
Abi semakin seru berkegiatan menggunakan media lain. Abi mengenal bentuk lain dalam berkreasi.
Dan paling mendasar adalah kesabaran aku dan Abi ketika berinteraksi.

Kami belajar bersama dari google. Banyaaak sekali petunjuk yang bisa didapatkan untuk berkreasi dengan origami. Maka mulailah kami berpetualang.....
Jadi ketagihan sepertinya. Yeay! masuk deh dalam agenda.



-Tuhan Memberkati-

Friday, April 3, 2015

Abimanyu & PIXLR

PIXLR adalah sebuah program untuk mengedit foto/gambar secara online. 
Sejak adanya program PIXLR yang bisa diinstal di Android, Abi semakin sering mengeksplorasi daya imajinasinya dalam hal photo editing.
Tidak pernah absen dalam sehari untuk mengambil gambar apapun itu dan kemudian diedit menggunakan PIXLR tersebut.
Terkadang hasil edit Abi abstrak, namun tak jarang juga membuatku terkagum-kagum.

Menurutku, dari sini Abi bisa belajar bagaimana cara photo editing sederhana dan mudah, bagaimana perbedaan hasil edit antara yang Abi bayangkan dengan kenyataan secara penampakan, mengenal istilah baru dalam photo editing, dan secara tak langsung membantu Abi mengasah kemampuan berimajinasi hingga menjadi sebuah konsep.

Thank you PIXLR! 
Berikut beberapa hasil photo editing Abi menggunakan PIXLR.






-Tuhan Memberkati-