Tuesday, February 24, 2015

KOPER.MANDIRI: Tree Watching

Minggu lalu kami mendapatkan kesempatan baik untuk bergabung kembali dengan Koper Mandiri.
Awalnya ada info dari Mba Vivien tentang kegiatan Koper Mandiri dalam waktu dekat, sekaligus bisa menjadi ajang bertemu. Kegiatan ini diselenggarakan oleh COP (Centre for Orangutan Protection) dimana berkumpulnya orang hebat penuh peduli terhadap hewan dan pepohonan sebagai habitat para hewan.



Kali ini kegiatan mereka adalah mendengarkan cerita tentang perlindungan orangutan dan Tree Watching. Disini anak-anak diajak mengamati hewan-hewan yang hidup atau bertandang ke pepohonan. Mengamati, mengenali nama hewan dan kemudian menggambar bentuk hewan tersebut.

Kami datang terlambat sehingga tidak sempat mengikuti cerita COP dan pemutaran video.
Untungnya masih bisa mengikuti Tree Watching dari awal.

Abi mengajak saudara sepupunya -Diva (6.5thn)- untuk ikut berkegiatan dengan teman-teman homeschoolernya. Wah ternyata kegiatan ini menarik perhatian mereka berdua. Sempat heboh mencari hewan di pepohonan dan tampak bahagia sekali ketika melihat langsung di depan mata beberapa hewan yang berbeda. Para volunteer COP sangat sabar mendampingi anak-anak yang mondar-mandir ingin tahu sana-sini.

Beberapa hewan yang ditemukan Abi adalah kupu-kupu, semut, belalang, dan laba-laba.
Abi mencoba menggambar semampunya dan berusaha meniru bentuk hewan tersebut secara langsung.
Wah pengalaman baru ya mas. Seru!




Usai Tree Watching, mereka berkumpul dan saling berdiskusi tentang apa yang mereka temukan.
Kemudian ada kuis tebakan juga. Abi mendapatkan pin COP dari hasil menjawab kuis. Hehehe..


Sementara anak-anak berkegiatan, aku sembari ngobrol sebentar dengan mba Vivien.
Memang sudah rencana bertemu, hanya saja waktunya kurang kondusif.
Semoga lain waktu bisa dilanjutkan.

-Tuhan Memberkati-

Thursday, February 19, 2015

Raport Homeschooling Abimanyu 2014

Kurang lebih setahun sudah Abimanyu menjalani sekolah di rumah alias Homeschooling (HS).
Raport HS pertama Abi ada di sini. Beberapa PR kami di Raport 2013 telah terealisasi.
Tahun 2014 ini Abi berusia 5 tahun. Semakin banyak kemampuan Abi yang berkembang dengan sangat baik. Bahkan terkadang membuat kami tak menyangka dengan semua itu.

Aku membaca beberapa artikel tentang Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini dan menemukan bentuk yang lebih cocok untuk diaplikasikan dalam keseharian Abimanyu saat ini. Memang tantangan dalam menjalani HS dari waktu ke waktu adalah menemukan bentuk yang tepat untuk setiap keluarga homeschooler.

Menurut beberapa artikel, perkembangan yang ada pada anak usia dini yaitu:
1. perkembangan motorik meliputi fisik kasar dan halus
2. perkembangan kognitif meliputi intelektual, sosio-emosional, bahasa, dan memori
3. perkembangan moral-spiritual
Selain pengamatan terhadap perkembangan di atas, fokus kami untuk Abimanyu saat ini adalah pemahaman nilai keluarga, nilai kehidupan dan alam semesta, dan kemampuan diri atau life skill.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

RAPORT HS ABIMANYU TAHUN 2014


Perkembangan Kemampuan Diri

Kami membiasakan Abi mengenal pekerjaan domestik (rumah tangga) seperti menyapu, mengepel, menyikat wc/bak mandi, merapikan tempat tidur, mencuci kendaraan, mencuci dan menjemur baju, mencuci alat makan, menyiram tanaman, merapikan ruangan di rumah, merapikan mainan, memasak, dsb. Selain juga kemampuan mengurus diri sendiri seperti mandi, makan, memakai baju, memakai jaket, memakai sepatu, memakai kaos kaki, memakai tas, packing, dsb.

Di usia 5 tahun ini Abi mendapatkan porsi pekerjaan domestik menyikat wc, merapikan tempat tidur, merapikan mainan, menyapu, menyiram tanaman, dan membantu kami ketika tenaganya dibutuhkan.
Abi sudah menjalankan dengan cukup baik. Kadang atas kesadaran sendiri.
Sedangkan untuk diri sendiri, Abi masih perlu dibantu untuk memakai jaket, kaos kaki, mengancingkan celana jeans, memakai tas, dan packing.


Perkembangan Fisik Motorik

Perkembang fisik Abi bisa dikatakan meningkat pesat melebihi perkembangan anak-anak sebayanya.
Saat ini di usia 5 tahun, tinggi badan Abi sudah lebih dari 120cm dan berat badannya sekitar 28 kg.

MOTORIK KASAR
Koordinasi antara bagian tubuh Abi sudah semakin rapi dan optimal. Tampak dalam ketrampilannya menendang bola, menangkap bola, main engklek, melompat anak tangga yang lebih tinggi, kecepatan berlari, naik sepeda, panjat dinding dan kursi, dsb.
Oya pencapaian besar Abi secara adalah bisa naik sepeda roda dua dan ngebut hehehe...
Abi melakukannya secara mandiri. Yang dimaksud disini adalah Abi akhirnya bisa dengan sendirinya tanpa dibantu. Ada satu yang masih perlu perhatian, yaitu kontrol terhadap gerakan tangan dan kaki terhadap benda di sekitarnya.

MOTORIK HALUS
Kemampuan jari jemari Abi menunjukkan perkembangan yang baik.
Tampak dalam proses mewarnai yang sudah lebih rapi, membuat garis, menggambar apapun sudah lebih jelas bentuknya, menyusun lego dan puzzle, menempel.
Untuk menggunting dan melipat perkembangannya cukup, masih perlu ditingkatkan.
Sedangkan membaca dan menulis Abi melakukan dengan usaha sendiri dan mampu.
Jadi sekarang semua-semua dibaca dan menanyakan artinya saat dia tidak paham.

melyloelhabox.blogspot.com





















Perkembangan Kognitif

Kognisi dapat diartikan sebagai pengetahuan luas, daya nalar, kreativitas (daya cipta), kemampuan berbahasa, serta daya ingat.
Klasifikasi pengembangan kognitif terdiri dari visual, auditori, taktil, kinestetik, geometri dan aritmatika, dan sains permulaan. (http://bebydealova.blogspot.com/2012/11/makalah-pengembangan-kognitifafektif.html).
Tahapan perkembangan kognitif ada 4 menurut Jean Piaget, yaitu:
- tahap Sensorimotor (0-2 tahun)
- tahap Pra-Operasional (3-7 tahun)
- tahap Konkret-Operasional (8-11 tahun)
- tahap Formal-Operasional (12 tahun ke atas)

PERKEMBANGAN INTELEKTUAL
Tahap Pra-Operasional, dimana anak belajar menggunakan simbol, pemikiran yang belum logis dan sistematis, mulai memahami perbedaan mimpi dan kenyataan, serta berpikir secara egosentris. Hal ini cukup menjadi acuanku dalam mengamati keseharian Abi yang sesuai dengan tahapannya.
Sedangkan jika dipandang berdasarkan klasifikasinya, Abi paling menonjol di auditori dan kinestetik.
Ketika bermain musik, Abi sanggup menebak nada (not) yang dibunyikan dari pendengarannya.
Abi pun lebih mudah menerima arahan/perintah melalui gerakan atau ketika sedang bergerak, atau juga dengan cara Abi menyentuhnya langsung.

PERKEMBANGAN SOSIO-EMOSIONAL
Abi memiliki kesempatan lebih luas dibanding sebelumnya dalam berinteraksi dengan orang lain, baik teman sebaya maupun yang anak lebih muda dan orang lebih tua usianya. Dengan kondisi ini Abi mulai menunjukkan keakuannya, apa yang menurutnya benar dan bagaimana menjelaskan yang dia pahami ke orang lain. Abi belajar untuk menerima pendapat yang berbeda.

PERKEMBANGAN BAHASA
Abi menunjukkan kemajuan yang baik. Tata bahasanya lebih teratur dan benar. Perbendaharaan kata juga lebih banyak.

PERKEMBANGAN MEMORI
Menurut informasi, di usia Abi ini adalah memori jangka pendek. Dan itu benar terjadi di Abi.
Namun terkadang Abi bisa menceritakan ingatan masa kecilnya ketika berusia 3 tahun.

diyahlaily.wordpress.com


Perkembangan Moral dan Spiritual

Spiritualitas dalam hal ini adalah mengajak Abi untuk lebih dekat dengan alam. Bahwa alam semesta memiliki keseimbangan terhadap segala sesuatu yang ada di atasnya. Hukum alam aksi dan reaksi adalah hukum yang paling mendasar yang berlaku di sekitar kita. Alam semesta mencatat setiap sikap kita baik kepada diri kita sendiri maupun kepada orang lain yang akan kembali kepada kita lagi.
Dari sini Abi lebih mudah untuk diajak berdiskusi tentang moral, bahwa penting untuk menghormati dan menghargai keberadaan orang lain di sekitar kita.

Kami juga mengajak Abi untuk mendengarkan hati dan tubuh. Bahwa tubuh itu adalah jujur dan hati yang terdalam selalu memberikan saran yang patut dipertimbangkan. Abi 5 tahun belajar mengasah kepekaannya terhadap tubuh dan hatinya.
Abi sudah cukup mampu untuk menerima kejujuran tubuh dibandingkan menuruti keinginan pikiran yang ada kalanya lebih agresif. Sebagai contoh ketika tubuh lelah sedangkan pikiran ingin terus berkegiatan fisik, Abi mampu mengolah hatinya untuk mengistirahatkan tubuh sementara waktu.

Secara kualitatif perkembangan moral dan spiritual Abi menurutku sudah baik. 
Namun tetap perlu pengawasan dan arahan untuk lebih baik lagi.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bentuk Raport HS kami ternilai secara deskriptif dan kualitatif. Sepertinya cukup untuk panduan kami saat ini dalam mendampingi Abi mengeluarkan kehebatannya.

Semakin hari semakin hebat ya Mas.
Mampukan mama papa untuk menjadi pendampingmu.


-Tuhan Memberkati-

Wednesday, February 18, 2015

Anindhita 1.5mos & Trauma Release

Otak bawah sadar itu memang sangat kuat. Entah apapun yang tersimpan didalamnya, pasti akan muncul di saat peristiwa yang serupa terjadi kembali. Secara sadar kita merasakan bahwa kita baik-baik saja namun tubuh akan bereaksi sebaliknya. Tubuh itu sangat jujur.

Hal ini terjadi padaku juga yang muncul dalam proses kelahiran dan menyusui Anindhita.
Berhasil melewati proses kelahiran Anindhita dengan Gentle Birth sungguh membuat aku menjadi lebih percaya diri dan lebih kuat, jika dibandingkan ketika Abimanyu dulu. Awalnya aku tak menyadari proses kelahiran Abimanyu menyimpan trauma tersendiri dalam tubuhku sampai Bidan mengatakan sebaliknya.
Ternyata reaksi tubuhku terbaca olehnya.

Aku mencoba mengingat dan berdamai dengan trauma itu.
Kondisi saat itu dimana mengharuskan aku dan Aji berjauhan ketika hamil Abimanyu sampai dengan kelahirannya sehingga aku merasa sendiri dan tak ingin mengalaminya kembali tersimpan di otak bawah sadarku.
Aku bersyukur bisa berdamai sehingga akhirnya proses Gentle Birth bisa kulalui, walaupun tidak sepenuhnya sempurna.

Tugasku selanjutnya adalah proses menyusui yang mana ternyata pengaruh bawah sadar itu lebih kuat.
Entah mengapa dengan segala upaya menuju ASI eksklusif kulakukan masih belum berhasil.
Minggu demi minggu kulalui dengan mencari tahu akar penyebabnya. Mencoba kilas balik dan berdamai.
Berdamai dengan kondisi saat menyusui Abimanyu dimana kami harus berpisah di usia Abi 3 bulan. Abi alergi air dan udara level berat untuk hidup di Jakarta sampai sempat opname di rumah sakit sedangkan aku belum bisa lepas dari pekerjaanku saat itu dan Aji harus bekerja di Surabaya.
Kesedihan dan kebingungan mendalam sebagai ibu baru saat itu sepertinya sangat melekat.

Di usia Anin 2 minggu aku patah arang. Saat puting lecet dan berdarah bersamaan dengan Anin yang terus menangis karena haus dan belum kenyang, kebingungan dan kepanikan menyerangku dan aku juga ikut menangis. Keputusan kami ambil untuk memberikan Anin susu formula.
Rasanya sedih sekali. Mengapa aku tidak bisa memberikan ASI saja? padahal upaya pemberdayaan menuju ASI-X sudah kulakukan. Suasana menjadi kurang nyaman.

Di minggu selanjutnya, porsi ASI dan SuFor masih 50% masing-masing per harinya.
Kembali aku mencoba berdamai dengan kondisi yang kemungkinan mempengaruhi kondisi ini. Aku juga merubah afirmasi menjadi "Terimakasih Payudara telah membantuku menyehatkan Anin, Semakin Hari Semakin Nyaman Menyusui, Produksi ASI meningkat sesuai kebutuhan Anin, dan ASI keluar ketika Anin membutuhkan dan menyusu".

Dan berhasil dengan perlahan. Menurut beberapa artikel yang aku baca di internet, bayi usia 1 bulan membutuhkan ASI 80-150 ml dalam sekali minum dan diberikan 8-12 kali dalam satu hari. Jadi total kebutuhan ASI adalah 640 - 1800 ml, atau kalau ditakar dengan botol dot bayi ukuran 60 ml  sekitar 30 botol. Setelah puting pulih dan afirmasi masih berjalan terus disertai massage, minggu selanjutnya, porsi ASI meningkat. Anin minum sufor sekitar 5-6 botol ukuran 50 ml dan sisanya ASI dalam satu hari.

Sampai saat ini aku masih terus berupaya dan tetap menjalankan pemberdayaan untuk ASI.
Di usia Anin 1.5 bulan ini, sudah berkurang lagi pemberian sufor menjadi 3-4 botol dalam satu hari.

Hari ini aku kembali menyadari. Misiku pulang ke Jogja kali ini adalah untuk bertemu orang-orang yang bisa menguatkanku untuk terus berupaya memberikan ASI kepada Anindhita. Lebih meyakinkan aku bahwa apa yang kujalani sudah benar tanpa mengikuti mitos-mitos yang bertebaran dan selalu menderaku.
Support dari teman-teman melalui dunia maya pun sangat membantuku. Apalagi ada kesempatan bertemu langsung dengan mereka seolah tubuhku recharge. Salah satu pesan sahabat yang tertanam kuat adalah.. "Intinya adalah Mindset, bagaimanapun kondisinya cukup kok ASI kita".

Aku bersyukur atas kesempatan ini. Atas teman-teman hebat dan Aji yang selalu mendukungku setiap saat.
Pasti! Aku terus berusaha yang terbaik untuk Anindhita.
Sungguh ajaib alam merespon begitu tepat dimana kita kurang menyadarinya.



-Tuhan Memberkati-