Saturday, May 30, 2015

Virtual Travel (3) : PHILIPPINES

Melanjutkan virtual travel project yang ketiga, dimana kali ini negara pilihan Abi adalah Filipina.
Seperti kegiatan yang sama sebelumnya, Abi mencari data di google sendiri lalu memindahkan ke power point kemudian mendesain tampilan presentasi power point tersebut.

Biasanya Abi akan presentasi secara verbal kepada papanya.
Menunjukkan hasil belajarnya. Tapi kali ini belum sempat didokumentasikan.

Semangat terus ya Mas.

-Tuhan Memberkati-

Thursday, May 28, 2015

Worksheet: DORA Science Done!

Sekitar setahun lalu aku iseng beli buku kegiatan Dora Science ini.
Sekedar untuk memantau perjalanan bermain dengan sains bersama Abi di usia 5 tahun saat itu.
Tidak setiap hari juga aku menyuguhkan buku ini ke Abi. Karena memang model HS di rumah kami yang mendekati unschooling di mana saat ini lebih mengarah ke apa yang ingin dilakukan Abi.

Setelah menginjak usia 6 tahun kemarin, kami kembali mereview bersama apa-apa saja yang belum ditengok (baca: dipelajari) di dalam buku ini.
Waktu itu memang masih aku pending untuk beberapa kegiatan yang berkaitan dengan membaca dan menulis karena Abi masih belum lancar.

Ternyata setelah lancar semua dengan sendirinya, sangat mudah bagiku berdiskusi dengan Abi ketika bersama-sama mengisi beberapa halaman yang masih belum terjawab.
Dan kembali kagum aku dibuatnya. Banyak hal yang kukira Abi belum mengerti, ternyata dikerjakannya dengan benar.  


Buku ini menurutku lumayan bagus dalam memaparkan sains yang sederhana. Diintegrasikan dengan menebalkan kata dan mencari kata juga ada teka-teki silang. Lebih pada pengetahuan teori, bukan praktek. Sementara kami biasanya melakukan praktek sains dengan buku yang berbeda, atau juga melihat dari youtube.

Abi bisa menemukan kata di dalam huruf-huruf tak beraturan, mengisi teka-teki silang bergambar, kemudian menginterpretasikan bentuk air bila dituang ke berbagai bentuk tempat, dan masih ada beberapa kegiatan lagi.
Satu yang menarik, ada kegiatan dimana Abi diminta menjelaskan apa itu merebus, menggoreng, memanggang, membakar. Ternyata Abi bisa menjelaskan dengan gaya bahasanya sendiri.



Dan akhirnya...
Abi pun lebih banyak mengerjakan secara mandiri.
Bukan serta merta aku kagum kepada Abi, namun kembali aku sungguh mengalami ketika kita bersabar dengan anak-anak dan membiarkan mereka bereksplorasi secara natural, justru disitulah mereka mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang lebih luas dan bermakna.

Nah...
Sekarang tugas kami untuk memberikan stimulus ke tahap yang lebih luas lagi deh.



-Tuhan Memberkati-

Thursday, May 21, 2015

KlubOASE: Pesta Kebon & Panjat Pohon

Berbagi kasih dan Berbagi makanan.
Mungkin kalimat di atas sangat tepat menggambarkan betapa serunya kemarin ini di KlubOASE.
Walaupun setiap Rabu selalu seru, namun hari ini rasanya membuat kami semakin bersatu padu (*eeaaaa..).

Kami merayakan bersama kebahagiaan hari lahir dan hari jadi pernikahan di bulan Mei ini.
Ternyata setelah terdata, total yang merayakan ada 21 orang. Wow! Itu sesuatu banget.
Rencana pun direalisasikan. Kami mengadakan Pesta Kebon dengan Potluck Raya, alias potluck besar-besaran semua membawa apapun yang  bisa dibawa. (*hahaha..)
Ada kue tart by Mella, tahu bakso dan krupuk opak, ayam pedes dan capcay, roti bolu kacang hijau, donat pisang, bikang ambon, pastry homemade, es buah, puding kentang, otak-otak.. apa lagi ya..
sampai lupa..

Sementara anak-anak Pramuka dengan Kak Andit dan Kak Siddiq dengan tema Rumah Pohon, para emak berbagi cerita sambil menyiapkan camilan (lebih tepatnya sih nyamil).
Anak-anak mendapatkan pengalaman seru lagi. Memanjat Pohon itu memang seru.
Proses yang dilalui mereka sangat banyak. Dari keberanian, keseimbangan, kekuatan tangan dan kaki, kesabaran mengantri giliran, kemampuan berbagi dan saling menjaga, komplit ya.

Loncatan besar lagi ditunjukkan oleh Abimanyu-ku.
Selama ini Abi masih belum berani betul untuk naik ke suatu tempat yang sangat tinggi.
Entah enggan entah takut, namun yang tampak sebenarnya adalah ketakutan. Seolah menjadi goyah dan tak seimbang badannya. Aku sendiri tidak terlalu memaksa. Bahkan tidak menstimulus juga.
Pikirku, "terlalu menggiring ke arah itu untuk apa juga, kalau Abi minat pasti akan mencoba sendiri".

Alhasil, hari ini sungguh hebat menurutku.
Abi memanjat pohon dengan tenangnya dan berhasil mencapai ujung anak tangga dan "bertengger" di batang pohon sebagai puncak panjatan. Hebat mas!

Foto KlubOASE by Kak Pras
Foto KlubOASE by Kak Pras


Rasanya ingin sekali mengabadikan momen ini.
Sayang ... saking heboh dan bahagianya .. kami lupa berfoto ala OASE seperti biasa.




Terimakasih atas kebersamaan ini.

-Tuhan Memberkati-

Tuesday, May 12, 2015

PIJAR: Pramuka Mendirikan Tenda

Ini kali kedua kami mengikuti kegiatan Pramuka di PIJAR.
Karena minggu sebelumnya beberapa anak tidak dapat hadir, kakak pembina berbaik hati untuk mengulang kembali tema kegiatan sebelumnya yaitu Belajar Mendirikan Tenda.
Wah senangnya Abimanyu mendapatkan pengalaman baru nan seru.

Sebelum kegiatan dimulai, anak-anak berkumpul dulu membentuk lingkaran.
Kemudian mereka berdoa bersama, dilanjutkan dengan tepuk seru.
Tepuk 3x Pramukaaa!!!.... prok prok prok...
Tepuk Semangat!... prok prok semangaaat!!!... teriakan mereka membahana.. hahaha..
Satu lagi yang membuat kami semua tertawa ... Tepuk PIJAR! Kompak, Semangat, Ceria!...
Anak-anak pun girang dibuatnya.




Mendirikan Tenda kecil yang cukup untuk 4 orang dewasa memerlukan waktu yang agak lama untuk anak-anak. That was no problem. Mereka menikmatinya. Tanya sana sini, bagaimana ini bagaimana itu, menunjukkan ketertarikan mereka terhadap segala hal yang sedang dihadapinya.
Abi mendapat tugas memegang frame double deck, yaitu frame (besi) untuk penutup tenda atau cover tenda agar terlindung dari air hujan lalu disusun bersama. Anak-anak sempat kesulitan memasang pasak kayu karena tanahnya sangat keras.
Namun akhirnya berhasil didirikan bersama. Hore!
Langsung deh heboh masuk ke tenda.

Setelah itu kakak pembina menunjukkan perlengkapan mini untuk berkemah/camping.
Contohnya adalah kompor super mini berikut panci super mini pula. Super mini yang fungsional.
Abimanyu bisa bengong memperhatikan perlengkapan tersebut, entah apa yang ada dipikirannya.




Seusai pramuka, anak-anak langsung berinteraksi dan mencari permainan sendiri. No Gadget..
Beberapa ada yang main sepak bola, ada yang utak-atik mainan robot dan mobil, atau main piano, ada juga yang hanya santai-santai saja.
Setiap hari memang selalu seru ya mas...




Sementara para emak saling sharing ini itu sambil sesekali mengecek anak sedang apa. Terutama yang masih sangat kecil seperti Anin.
Anin hebat diajak kesana kemarin selalu mengerti. Terimakasih ya cah ayu.

-Tuhan Memberkati-

Monday, May 11, 2015

Belajar Pasang Konblok

Sudah sejak lama memang rencana memberikan pijakan di kebun belakang. Awalnya pijakan tersebut hanya sekedar digunakan untuk santai atau sekedar menyiram tanaman di belakang.
Setelah beberapa teman berbagi cerita tentang menanam sayur sendiri, juga hidroponik, maka terlintas juga ide ini dalam benakku.

Cukup lama terealisasi rencana ini. Beberapa momen memang patut diprioritaskan saat itu.
Tetap bersyukur, kami dapat mewujudkan secara bertahap. Dan kami memilih untuk memasang konblok sebagai pijakan baru di kebun belakang.

Waktunya pun terasa pas. Walaupun sempat hampir dibatalkan karena ada tugas pelayanan untuk koor pernikahan. Tapi karena hasil diskusi akhirnya dimenangkan Abi, dan sepertinya memang sudah seharusnya, maka terealisasilah rencana pasang konblok ini. Terimakasih ya mas Abi yang telah mengingatkan kami.

Abi heboh seperti biasa ketika ada pengalaman baru yang akan diterimanya.
Dari pagi sudah tanya perlu beli apa, konblok beli dimana, sudah beli apa belum, kapan datangnya.
Lalu menceritakan kembali kepadaku ketika mobil pembawa pasir dan konblok datang. Padahal aku pun melihat mobil itu datang hehe...

Heboh tiada henti memang judulnya.
Papa mengajak Abi bermain Hukum Bernouli dengan selang kecil yang panjang dan diisi air.
Abi bisa melihat naik turunnya air di dalam selang tersebut. Kapan level tingginya sama dan kapan tidak sama ketika ujung yang lain dirubah-rubah posisinya. Bahwa di dalam selang tersebut terisi udara juga selain air.

Dan proses pemasangan konblok pun dimulai.
Abi dan Papa mengukur luasan yang akan dipasangi konblok terlebih dahulu. Lalu membuat garis batas tinggi dengan tali.
Selanjutnya pemindahan pasir dari carport ke kebun belakang dilakukan. Abi yang memasukkan pasir ke ember sementara Papa yang mondar-mandir membawa ember pasir.
Dilanjutkan dengan pemasangan konblok dan penyebaran pasir ke sela-sela konblok untuk mengisi rongga yang ada supaya lebih kuat.
Terakhir disiram agar lebih memadat pasirnya dan mengikat konblok.



Seru sekali melihatnya.
Keringat bercucuran di muka Abi hehehe... Tapi dia tetap semangat.
Justru kami yang selalu mengingatkan. "Kalau capek istirahat ya mas.."
Ketahuan orangtuanya kuatir sendiri ...

Sekitar 5 jam konblok pun terpasang rapi.
Waa terimakasih dua jagoanku yang baik.

-Tuhan Memberkati-