Sunday, August 30, 2015

FESPER 2015 - Day2 (2)

Waktu menunjukkan pukul 13.00, panitia pun mengundang kembali para peserta untuk melanjutkan Diskusi II setelah istirahat makan dan sholat.

Anak-anak ada yang mengikuti Pengamatan Matahari, Panahan, Atletik, Melukis Boneka Kayu, dan atau seseruan di Kampung Main. Keceriaan anak-anak memang tiada tandingannya. Melihat mereka asyik berkegiatan dan berproses bersama teman baru dan lama sangat ayem rasanya.


Tema Diskusi II : Keseharian HS

Sebenarnya aku agak lupa detil tema di Diskusi II ini. Tapi sepanjang ingatanku "Keseharian HS" sepertinya cukup mewakili. Di sini beberapa keluarga berbagi cerita tentang keseharian mereka bersama anak-anak. Ada keluarga Irma (3 anak), Annette (2 anak), Ade-Reza (2 anak), Gina-Gatot (2 anak), Raken-Reza (2 anak), Lini (2 anak), Siddiq (4 anak), Maria (3 anak), Patricia (1 anak). 
Keluarga praktisi HS tersebut memiliki model HS sendiri yang mereka terapkan dalam keseharian. Semua berjalan menyesuaikan dengan keunikan orang tua dan anak-anaknya. Dan justru sebenarnya itulah HS = Homeschooling. Karena Homeschooling adalah keluarga itu sendiri.


(c) FESPER2015

Setelah mendengar mereka berbagi, maka peserta dikelompokkan lagi untuk selanjutnya berdiskusi.
Diskusi ini mempunyai tujuan bahwa semakin terbuka wawasan baru bagaimana praktek HS di keluarga masing-masing. Aku sendiri menarik kesimpulan setiap orang tua yang hadir di FESPER kemarin sebenarnya sudah banyak mengerti tentang praktek HS itu sendiri, hanya saja kegalauan masih saja menjadi momok nomer satu yang menghambat mereka.

Galau terhadap apa? mungkin paling masuk akal dan paling umum jawabannya adalah Masa Depan Anak-Anak. Yang kemudian jika dirunut akan muncul, 'apakah aku sudah benar mendidiknya?', 'apakah cara aku memberikan penjelasan sudah pas?', 'apakah fasilitas dan arahan yang kuberikan sudah sesuai dengan keinginannya?'....
Hal-hal ini pasti akan melintas di benak setiap orang tua, tidak hanya praktisi HS.
Sehingga hanya satu kunci dari semuanya itu, yaitu Keyakinan.
Keyakinan akan satu VISI akan membawa kepada Kekompakan suami istri.
Kekompakan terhadap segala sesuatu disertai dengan contoh nyata akan memberikan teladan bagi anak-anak dan dengan sendirinya akan membawa kepada praktek HS yang paling cocok dengan keluarga itu sendiri.

Memang perlu ditarik sebuah garis besar terlebih dahulu.
VISI MISI keluarga tersebut apa. Lalu bagaimana bersama anak-anaka mencapai semuanya itu.
Dan garis-garis kecil yang merupakan tindakan nyata satu persatu yang didasari dengan nilai-nilai baik keluarga inilah yang diterapkan ke dalam keseharian pendidikan sebuah keluarga (HS).



Tema Diskusi III : lupa... ;)

Kalau yang tadi agak lupa, yang ini sangat lupa. Namun sesi ketiga ini justru paling penting karena kita bisa tanya langsung kepada sang maestro yaitu Pak Aar, Pak Dodik, dan Bu Septi. Mereka berbagi pengalaman dan juga bersedia menjawab pertanyaan yang muncul apapun itu dari para peserta.

Bicara tentang keseharian memang tiada habisnya.
Sangat bervariasi dan kadang mengintimidasi.. haha..
Tetap berpegang pada keunikan keluarga, pastinya kita aman.


*bersambung...



-Tuhan Memberkati-

FESPER 2015 - Day2 (1)

Jam 6.00 pagi, sudah terdengar dari pengeras suara, pengumuman untuk melakukan kegiatan olah raga pagi. Sudah bangun? Oh sudah... Hanya saja, brrr... dingin sekali... xixixi...

Abi masih terlelap, sementara Anin sudah berkicau.
Di luar sudah terdengar suara teman-teman lain, ada yang siap mandi, ada yang bercanda dengan anak, ada yang masak untuk sarapan. Sibuk seseruan semua.

Jam 6.30 akhirnya beberapa peserta siap mengikuti senam pagi bersama kak Pras Oktav.
Ini senam model baru lho. Ada senam pinguin, mie bakso, SKJ, bebek, minang. 
Sampai tertawa ngakak-ngakak deh sambil senam. Tanpa terasa keringat bercucuran.
Semakin bercucuran ketika senam sambil gendong Anin.

Foto dari Grup FB FESPER2015

Di hari kedua ini orang tua diajak untuk banyak berbagi dan berdiskusi tentang homeschooling. 
Banyak praktisi HS pastinya baik senior maupun yang baru saja memulai, termasuk kami. Ada juga beberapa peserta yang sedang menjajaki dan ingin tahu seperti apa dan bagaimana sebenarnya homeschooling itu. 
Oya, FESPER 2015 ini seru lho pesertanya. Mereka yang bergabung mewakili hampir seluruh area Indonesia, seperti Payakumbuh, Bali, Semarang, Jogja, Surabaya, Jabodetabek, bahkan yang sempat berdomisili di luar negeri juga ada seperti dari Singapore, Oman, dan Amerika Serikat.

Tema Diskusi I : Apa Kendala HS dan Tips ber-HS.
Tema ini sangat cocok bagi para orang tua yang sedang ingin mengetahui lebih dalam apa itu HS dan bagaimana penerapannya dalam keseharian keluarga kita masing-masing.

Kendala HS biasanya mengerucut pada manajemen waktu dan materi/kurikulum.
Hampir di semua kelompok diskusi mengungkapkan hal yang sama tentang apa yang menjadi kendala dalam menjalankan HS.
Lucunya, sama sekali tidak ada poin "sosialisasi" dalam kendala HS ini. Nah!
Sepertinya sudah tercerahkan :P

Tips HS sangat beragam. Karena memang setiap keluarga memiliki caranya masing-masing dalam mencari kecocokan bentuk HS setiap harinya. Namun tetap, kekompakan orang tua (suami dan istri) memiliki porsi terbesar dalam membangun suasana HS yang ideal menurut keluarga tersebut.
Begitu orang tua kompak dan sepakat, maka komunikasi terhadap anak menjadi lancar pasti.
Bagi keluarga dengan anak balita, dengan kekompakan inilah bonding akan berkembang baik.
Dimana ketika usia anak balita, bondinglah yang utama dijalankan dalam keseharian.
Setelah itu, perjalanan HS pun akan mengalir mengikuti alur minat bakat anak yang terpancing oleh orang tua dan kemudian orang tua mendukung dengan pengarahan dan penyediaan fasilitas.

Dengan demikian, kendala tentang manajemen waktu ataupun materi/kurikulum semestinya dapat terpecahkan.
Misalnya, bonding yang terikat baik, makan anak balita akan nyaman bercerita apa saja. Sehingga ketika dia bertumbuh menjadi remaja, sudah terbiasa dengan arahan orang tua dan berdiskusi dengan orang tua untuk membuat kesepakatan-kesepakatan dalam melakukan tugasnya sehari-hari.
Dalam kesepakatan ini manajemen waktu dan materi pastilah akan terkuak dan terselesaikan.

Hmm.. ini analisaku sih ... Dan ini yang sedang kami lakukan terhadap Abi (6yo) dimana bonding, soft skill dan norma sosial (moral) adalah materi utama kami. Kegiatan hobi dan akademis menjadi bonus bagi kami jika Abi sudah sanggup menjalaninya saat ini.


Sementara orang tua serius berbagi dan menimba ilmu, anak-anak mempunyai pilihan kegiatan seperti Roket Air, Pengamatan Kebun Raya, Panahan, Kreasi menghias boneka dengan KayaKayu, Permainan Tradisional, dan Fun Soccer.
Sangat beragam kegiatan yang bisa dipilih anak-anak dengan range usia yang sangat lebar.
Foto-foto kegiatan dapat dilihat di Grup FB FESPER2015.
Sayang sekali, aku pun tak sempat mendokumentasikan kegiatan Abi. Pastinya Abi heboh kesana kemari entah mengikuti kegiatan mana saja hehehe...

Bahagia melihat mereka tertawa lepas.

Foto dari Grup FB FESPER2015
-berlanjut-

Tuhan Memberkati

Sunday, August 23, 2015

FESPER2015 - Day1

Pagi hari pertama di FESPER 2015, panitia menyempatkan untuk briefing demi kelancaran acara.

Registrasi ulang dilakukan sekitar pukul 11.00 dilanjutkan dengan foto keluarga dengan background Gunung Gde Pangrango.
Dan ternyata kami lupa untuk berfoto bersama di hari pertama itu.


Setiap peserta mendapatkan nametag lengkap dengan namanya - nama kepala keluarga - no hp pendaftar - no kontak panitia koordinator lapangan dan panitia kesehatan - syair OST Fesper di bagian belakang -  denah lokasi dan jadwal acara FESPER 2015.

Kemudian peserta dapat menuju ke tenda masing-masing sesuai dengan informasi yang telah dipublikasikan di grup Facebook dan mengambil matras dan sleeping bag bagi yang memesan.

Kami berada di Dusun 11 mendapatkan no tenda 1101. Bersama 6 keluarga lainnya yang mana 5 keluarga di antaranya baru pertama kali bertemu.


Dari depan area camping hingga ujung belakang, tampak anak-anak berlarian ke sana kemari dengan bahagianya menapaki rerumputan yang lembab. Para orang tua ada yang sibuk mendirikan tenda, sibuk kenalan, sibuk menata barang bawaan. Suasana pagi menjelang siang di Cibodas hari pertama sangat beragam. Dan itu sangat menyenangkan untuk dipandang.

FESPER 2015 secara resmi dibuka pada pukul 13.00 oleh Bu Lala dan Pak Ketua Muh. Siddiq.
Setelah makan siang, orang tua acara bebas yang dimanfaatkan untuk saling mengenal satu sama lain dan berjejaring tentunya. Sementara anak-anak memiliki 3 pilihan kegiatan yang dapat diikuti yaitu Pengamatan Alam Sore, Fun Soccer, dan Kampung Main. Wow! seru sekali kegiatan anak ini.
Beberapa anak memilih bermain air di sungai kecil yang terletak di tengah area camping.

Hari pertama ini kami beradaptasi dengan dinginnya suhu di Cibodas.
Aku senewen sendiri memikirkan bagaimana Abi dan Anin. Tak disangka mereka sungguh kuat.
Abi bermain dengan teman-teman kesana kemari dan tertawa tiada henti.
Anin lihat sana sini dan tersenyum sesekali.


Hari pertama rasanya kurang fokus deh. Aku masih membantu urusan sewa sleeping bag dan matras dan Anin ditemani Aji siang itu. Dan kami belum sempat ngobrol banyak dengan para penghuni Dusun 11 yang baru lengkap penghuninya menjelang sore hari.

Malam hari pertama adalah acara keakraban.
Abi dan Anin sudah mulai mengantuk tak tertahankan menjelang waktu acara keakraban dimulai sehingga kami gagal ikut serta di malam keakraban tersebut.
Dan Dusun 11 pun belum sempat membahas akan seperti apa penampilan malam itu.
Haha.. agak kacau ini memang. Untung ada salah satu wakil yang berkenan tampil.

Agenda "Pengamatan Langit Malam" sepertinya batal karena langit sangat berawan kalau aku tidak salah mendengar.
Berhubung sudah masuk sleeping bag dan ikut terlelap bersama Abi dan Anin, jadi hanya mendengar sekilas infonya keesokan harinya.
Malam itu brrrr..... dingin sekali udaranya.

Hari pertama camping pertama bersama baby Anin belum berhasil aku taklukkan.. Hihi..
Tapi pasti besok lebih seru lagi...

-bersambung-


Tuhan Memberkati

Saturday, August 22, 2015

FESPER 2015 - Hectic!

====

Teng.. Waktu menunjukkan pukul 2.00 pagi.
"Anne, file di master data sudah aku update ya", sapaku ke Anne di Whats App (WA).
"Eh iya lia, aku baru mau mulai kerja ini. Cek uang yang masuk", balasnya.
"Oh baiklah. Aku tidur duluan ya", sahutku.

Tung... Besoknya jam 11.00 siang.
"Lia bisakah kita skype-an? ada yang perlu di-update", Raken berganti menyapaku via WA.
"Bentar lagi yah, aku masih nyusuin anin, mau tidur", balasku cepat.

=====

Itulah sepenggal kehebohan Tim Pendaftaran FESPER 2015 kemarin.
Sempat bengong pun sempat panik ketika harus memandangi sekitar 500 nama peserta.
Salut dengan antusiasme para peserta ini. 
Sampai hampir hafal nama-nama lengkap mereka, sehingga ketika bertemu di lokasi yang keluar di mulut kami: "Oooh yang namanya itu ya.. ".
Seru deh pokoknya!

Menjelang hari H, masih juga diakrabkan dengan nama-nama itu plus nama baru juga muncul. 
Anne dan Raken yang lebih banyak berkutat dengan nama dan angka hingga pada saat kami tiba di lokasi FESPER.

Sementara aku yang banyak acara, sampai lupa meluangkan waktu untuk packing.
Sehari sebelum hari H, masih juga belum rapi tas koper dan tas jinjing yang akan dibawa.
Baju mana yang akan dibawa, perbekalan yang diusahakan semaksimal mungkin untuk zero waste, tumbler, tupperware, alat mandi... wow! mulai hectic sendiri deh..

Akhirnya semalaman packing sambil terkantuk-kantuk dan terbayang beberapa teman yang sudah sampai di lokasi. Sudah terbawa suasana rupanya.

=====

Jreng!! 11 Agustus 2015 itu pun tiba.
"Jadi mau berangkat jam berapa ya?", tanyaku ke Aji.
"Ya uda yuk .. Jam 4 aja jalan..", jawabnya santai.
"Waks!!.. Mas Abiiii...bangun...", mendadak hectic lagi deh...

Jam 4.00 pagi kami jalan menuju lokasi FESPER di Cibodas.
Abi sendiri, dari yang masih liyer bangun tidur, malah jadi yang paling semangat di jalan. 
Sementara mataku terasa pedas dan lapar sekali untuk dipejamkan.

Tentu saja perjalanan lancar karena masih sangat pagi.
Jam 6.00 kami sudah sampai di lokasi disambut dengan udara dingin. Brrr....
Namun keindahan alam di sekitar lokasi sungguh menyihir mata ini untuk sejenak menikmatinya.
Terima kasih Tuhan masih bisa mengalami keagunganMu.



Setelah bongkar barang dan menuju tenda masing-masing, kami pun mulai dengan persiapan acara pertama FESPER yaitu registrasi ulang dan sewa alat camping.
Para peserta mulai berdatangan, sementara name tag masih belum terkelompokkan. 
Proses sewa tenda sedikit ada kekeliruan sehingga Anne harus mondar-mandir untuk cek.
Di sisi lain Anin sudah waktunya tidur (pake nenen), jadilah aku menyusui di tempat sewa tenda.
Hehehe.. ya ya.. Miss Hectic datang kembali.

Namun kehebohan itu sungguh membawa kenangan indah FESPER kali ini.
Aku merasa terhormat sekali dapat berpartisipasi membantu Anne dan Raken di Tim Pendaftaran.
Banyak belajar dalam berproses bersama. 

Jika dirangkai dalam satu kalimat.
Maka "hectic membawa nikmat".
Karena membuat suasana hangat.
Dan persahabatan bertamabah lekat.


-bersambung-


Tuhan Memberkati