Saturday, December 17, 2016

Abi dan Anin

Rasanya belum terlalu lama ketika aku masih bisa fokus menemani Abi sambil menggendong Anin atau menyusui Anin.
Menginjak Tahun 2016, seolah diriku menjadi dua.
Di satu sisi aku perlu fokus menemani Abi yang kegiatannya sudah mulai agak mendalam.
Sementara di sisi lain Anin mulai perlu ditemani juga all day long.

Memang waktu berlalu sangat cepat ya.
Hingga saat ini masih berusaha membagi dengan baik menjadi dua, baik porsi lahir maupun batin ke Abi dan Anin.
Sangat salut dengan para sahabat yang memiliki anak lebih dari dua.

Menjelang 8 tahun usia Abimanyu, dengan tubuh yang besar alias bongsor seperti anak berusia 10 tahun, mulai menunjukkan kemandiriannya. Terutama dalam keseharian membantuku membereskan rumah, memasak, membantu membawa barang ketika berbelanja, dan membantu apa saja on the spot ketika hanya bertiga berpetualang.
Aku sangat bersyukur, Abi juga sabar menemani dan menjaga Anin ketika diperlukan.
Abi mengalah dan sangat mengerti ketika aku perlu fokus ke Anin lebih banyak di saat tertentu dan atau ketika aku perlu menjalankan kegiatanku. Terimakasih ya Mas.
Di usia 7 tahun akhir ini Abi mulai suka dengan kegiatan fisik. Entah itu olahraga multilateral, futsal, dance, kungfu, atau parkour. Menurut Abi kegiatan-kegiatan fisik itu sangat keren.
Ya! Abi sudah mulai mengenal dan selalu ingin menjadi anak yang cool. Lucu deh.
Abi menyatakan ingin meningkatkan kemampuannya di bidang-bidang tersebut di atas saat ini.
Baiklah, kami ikuti saja. Semoga membuahkan hasil baik.
Di bidang musik, Abi sudah bisa menciptakan beberapa lagu instrumen dengan keyboard. Akan lebih baik jika dimodifikasi dengan midi memang, sepertinya menjadi agenda tahun depan saja.Bidang otomotif sementara ini Abi masih meng-update pengetahuan tentang jenis mobil.
Sementara, game - code - typing - menulis - menggambar - narasi - read aloud - virtual travel saat ini seolah hanya mengikuti waktu kosong saja.
Aku mencoba mengikuti dulu saja kemana arah laku Abi.
Selain itu, Abi mulai mengungkapkan banyak pertanyaan mendalam seputar emosi manusia, norma sosial, hubungan antara manusia, ras suku dan agama. Memang sudah waktunya juga.
Waktu tepat mendisuksikan hal ini dengan Abi hanyalah di malam hari, ketika Anin sudah terlelap.
Dan kegiatan ini terkadang sebagai bedtime story kami ketika tidak membaca buku cerita alias si mama capek. Walaupun diskusi hal ini juga ternyata menguras energiku hehe..
Pemahaman tentang 4E mulai aku bagikan ke Abi. Bagaimana mencapai mimpi, apa saja yang perlu dilakukan mencapai mimpi baik secara teknis pengetahuan yang perlu dimiliki maupun secara psikologis body mind and spirit yang perlu diolah.
Menjelaskan ke Abi perlu menggunakan gambar, atau secara visual. Cara ini lebih memudahkan Abi untuk paham daripada hanya diucapkan.
Kami yakin setiap anak memiliki caranya sendiri untuk meningkatkan diri.


Menjelang 2 tahun usia Anindhita, memiliki tubuh yang tinggi diantara anak-anak seusianya namun lebih mungil jika dibandingkan Abi di usia yang sama.
Anin sudah makan apa saja yang kami makan dan masih menyusu ASI.
Walaupun saat mulai berjalan dulu agak lambat - sekitar 14 bulan jalan - perkembangan motorik Anin sangat cepat. Antara lain sudah bisa menuang air dari dispenser ke gelas, makan dengan sendok, lompat dan loncat, naik turun tangga, mengambil dan memasukkan benda kecil ke lubang, corat-coret, dan mandi.
Kemampuan berbicara Anin juga cepat. Hingga saat ini Anin sudah sangat banyak bicara dan mengerti ketika diajak bicara lalu menjawab. Mulai suka dan sering menyanyi sambil bergoyang menari, bahkan terkadang ikut berlatih dance bersama Abi.
Sudah mulai bisa mengatakan tidak suka dan memilih yang disukainya lalu mempertahankan keingingannya dengan menangis. Terkadang menangis dijadikan alat ampuh supaya terpenuhi.
Dan tingkah jahil mulai muncul di Anin. Hmm..
Peluru-peluru sabar sudah saatnya ditembakkan lebih sering sekarang.





















Sungguh banyak pelajaran yang Abi dan Anin berikan kepada kami berdua sebagai orangtua.
Namun kurasakan lebih dalam lagi untukku sebagai seorang ibu.
Di luar segala keisengan mereka sehari-hari, aku sungguh bersyukur mereka adalah anak-anak yang sangat mau mengerti dengan kondisi orangtuanya. Aku belajar banyak dari kesabaran mereka yang sebegitu besar.
Terimakasih Tuhan atas kesempatan menjadi orangtua mereka.

-Tuhan Memberkati-

Tuesday, December 13, 2016

Syukur Menjelang Akhir Tahun

Ketika apa yang kita alami sedikit melenceng dari apa yang sudah direncanakan, pasti kita bertanya-tanya. Mengapa ini terjadi? Apa yang salah?

Yah mungkin tidak ada yang salah. Dan mungkin memang musti melewati rencana lain terlebih dahulu sebelum mencapai rencana yang kita buat.
Lautan kemungkinan memang sangat luas.

Menjelang akhir tahun 2016 ini, semakin mencapai kepasrahan semakin ditunjukkan berbagai keajaiban. Hampir semua rencana tercapai dengan sangat tepat. Namun skenario akhir yang kami buat sepertinya perlu sedikit modifikasi untuk mencapai ending yang kami yakini baik adanya. Dan pasti baik untuk berbagai relasi yang saling terkait hubungannya.

Ketika menyadari modifikasi itu mulai dilontarkan, aku sempat berontak dan memegang kuat skenario yang sudah kami buat. Di saat seperti ini, selftalk sungguh membantu membukakan jalan.
Mengajakku untuk melihat dari berbagai sudut pandang. Dan akhirnya membawaku pada keyakinan dan semangat baru.

Semangat yang berangkat dari hati penuh cinta dan syukur yang diselimuti kebahagiaan.
Dimana kebahagiaan adalah level energi tertinggi manusia.
Pancaran energi yang mampu membuat reaksi alam semesta pun indah.

Bersyukur atas pencapaian demi pencapaian hingga saat ini kami berdiri mandiri bersama.
Bersyukur atas proses pelajaran hidup Abimanyu yang semakin tampak nyata.
Bersyukur atas proses perkembangan Anindhita yang dapat dengan detil kami lihat.
Bersyukur atas kesempatan kami menjalani misi hidup kami bagi para kerabat dan sahabat.

Si Besar Mas Ganteng akan berusia 8 tahun, nanti Pebruari 2017.
Si Mungil Nduk Princess akan berusia 2 tahun, nanti Januari 2017.
Terimakasih ya atas pelajaran yang kalian ajarkan ke Mama dan Papa.



 
-Tuhan Memberkati-

Tuesday, August 2, 2016

Raport Homeschooling Abimanyu 2015

Baru saja tersadar bahwa aku telah melewatkan proses review terhadap perjalanan homeschooling Abi tahun 2015 kemarin. Ada anggota keluarga baru yang hadir di tahun itu memberi kesibukan baru yang seru.

Menurutku adalah penting untuk mereview proses HS yang kita jalankan bersama, dan idealnya setiap tahun. Bisa juga secara mendetil review dilakukan 3 bulanan atau 6 bulanan. Kembali lagi pada model keluarga masing-masing.

Tahun 2015 merupakan tahun kedua Abi bersekolah rumah di usia 6 tahun.
Perkembang dari tahun kemarin belum tampak terlalu signifikan.
Namun dengan hadirnya Baby Anin, kondisi yang berbeda dari sebelumnya membawa kami kepada ritme keseharian yang pastinya berbeda pula. Penyesuaian besar perlu dilakukan Abi juga.
Dari yang semua waktu kami untuknya, menjadi sebagian waktu ada untuknya.


-------------------------------------------------------------------------------------------------

RAPORT HS ABIMANYU TAHUN 2015

Perkembangan Kemampuan Diri

Kemajuan yang tampak di usia 6 tahun ini adalah ketika Abi menyiram tanaman lebih rata kemudian mengembalikan selang seperti semula dengan rapi.
Menyiapkan alat makan dan mengambil makanannya sendiri mulai Abi pelajari. Sekaligus mengukur kemampuan perut atau sinyal laparnya.
Memakai jaket, mengancinkan celana jeans, memakai tas, dan packing telah selesai dipelajari Abi dengan baik. Tinggal memakai kaos kaki dan memasang sepatu bertali.

Tambahan kemampuan diri tahun ini adalah menjaga Baby Anin. Ketika mama perlu memasak atau mencuci baju atau belanja ke depan, Abi bertugas menjaga atau menemani Baby Anin.



Perkembangan Fisik Motorik

Semakin besar pastinya!
Di usia 6 tahun tinggi Abi hampir 130 cm dan berat badannya sekitar 35 kg.

MOTORIK KASAR
Abi mulai menunjukkan kemampuannya melompat lebih tinggi, misalkan dari tangga kelima atau naik pohon agak tinggi dibandingkan sebelumnya. Namun kontrol gerakan tubuh terhadap sekitar masih perlu ditingkatkan. Seperti menjatuhkan barang atau menabrak benda atau juga menyenggol orang lain.
Gerakan fisik yang memerlukan waktu lebih lama juga perlu diperkenalkan ke Abi untuk menjaga stamina juga pernafasan. Stretching yang Abi lakukan setiap pagi perlu peningkatan.

MOTORIK HALUS
Abi sudah mulai menulis agak rapi dengan huruf besar dan kecil. Namun memang proses menulis masih jarang kami terapkan, hanya mengikuti keinginan Abi. Paling sering dilakukan adalah menggambar dan mewarnai, dan di usia ini mulai tampak lebih komplit dan gambarnya mampu menceritakan sesuatu.
Permainan lego, lasy, dan block mulai berkembang dengan bentuk-bentuk yang baru.


Perkembangan Kognitif

Perkembangan intelektual, perkembangan sosio-emosional, bahasa, dan memori Abi di tahun 2015 masih sama dengan tahun sebelumnya. Hanya level pemahamannya sudah bertambah lagi.
Misalkan ketika Mama perlu menemani Baby Anin di kamar untuk tidur, Abi belajar untuk menerima dan akan bermain ruang tengah dengan tenang beberapa saat sampai Mama menyatakan aman.
Bahasa Inggris mulai menjadi kosakata tambahan dalam keseharian dan menjadi bahan diskusi juga.
Pengelolaan emosi Abi mengalami sedikit penurunan. Tapi aku sangat paham, ketika ada saatnya Abi merasa aku terlalu lama "bersama" Baby Anin.


Perkembangan Moral dan Spiritual

Proses yang kami jalankan masih sama dengan tahun kemarin.
Diskusi lebih dalam tentang kehidupan mulai sering terjadi yang terkait dengan apa yang Abi alami.
Masih perlu banyak peningkatan dalam hal ini.
Terutama untuk menjelaskan aksi dan reaksi yang perlu dilakukan di setiap kasus yang dihadapi.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sempat melihat cara seru mereview perjalanan hidup kita. Aku lupa waktu itu dimana menemukan cara ini.
Aku coba terapkan ke Abi sambil ngobrol santai. Bagus juga untuk bahan obrolan dan Abi bisa mengungkapkan dengan baik.




Pernyataan Abi yang membuatku kaget sekaligus terharu adalah di bagian "Kenangan Terindah".
Ternyata momen kelahiran Baby Anin sangat berkesan baginya.
Terimakasih ya Mas.
Terus Semangat!

-Tuhan Memberkati-


Nuansa Eropa di Farmhouse Lembang

Sementara waktu sebelum berkunjung ke daerah Eropa sana, kita bisa mencicipi suasana bergaya Eropa di Farmhouse Lembang.

Farmhouse terletak di Jalan Raya Lembang No. 108. Dari kejauhan sudah nampak tulisan FARMHOUSE di depan area wisata ini. Udara yang sejuk semakin melengkapi suasana di sana.
Memasuki area depan Farmhouse, kita disambut dengan area parkir yang rapi dan rimbun penuh pohon juga bersih. Harga tiket masuk adalah Rp. 20,000,- dapat ditukarkan dengan susu farmhouse atau sosis bakar.

Menapaki jalan masuk menuju area wisata Farmhouse, kita disambut dengan suara gemericik curug/air terjun mini yang sangat jernih. Serasa ingin nyebur deh. Pemandangan indah pertama adalah kesenian dari kayu. Berbagai bentuk artistik dari batang pohon terpampang di pinggir jalan setapak dan memanjakan mata kita.
Sampai di ujung nanti akan ada toko kerajinan yang menjual berbagai souvenir.

Sebelum sampai di ujung, ada semacam gapura dan jalan lain menuju area cinta. Aku lupa namanya.
Area ini bertemakan cinta. Sehingga dimana-mana ada lambang cinta, termasuk gembok cinta dan pohon cinta, bahkan ada juga sumur keberuntungan (cinta) kalau aku tidak salah ingat.
Banyak sekali gembok yang dipasang di pagar gembok cinta sebagai tanda bahwa mereka telah datang ke tempat wisata ini. Banyak spot foto bagus di sini, seperti rumah hobbit salah satunya.





Melanjutkan perjalanan, kita bisa melihat rumah gaya Belanda sebagai tempat toko oleh-oleh. Dari baju, sepatu, makanan, dan pernak-pernik lain. Oya, toiletnya juga sangat bersih dan rapi. Kami tidak memasuki toko ini dan memilih untuk melanjutkan perjalanan.

Area selanjutnya adalah tempat berbagai hewan berkumpul.
Kami diperbolehkan memberi mereka makan dan bermain bersama mereka.
Ada sapi, kambing, ayam kate, kalkun, angsa, iguana, bunglon, marmut/kelinci, dan hamster yang ditempatkan dengan baik.
Mengikuti jalan setapak setelah area  hewan ini, kita akan menemukan bunga-bunga indah tertata rapi dan area kosong yang luas untuk mengambil foto.




Sementara itu, di sisi yang lain tampak sebuah bangunan bernuansa cowboy. Lagu-lagu country pun diputarkan dengan keras melalui speaker yang menghibur para pengunjung. Anin dan Abi cukup lama mondar-mandir menikmati area ini.

Ketika perut sudah mulai membunyikan alarmnya, restoran yang terletak di dekat toko oleh-oleh dapat menjawabnya dengan baik. Suasana resto ini sangat cozy dengan kursi sofa lembut, nyaman sekali untuk istirahat setelah berjalan jauh menapaki area demi area. Menu yang ditawarkan variatif dari menu Eropa sampai Indonesia.

Aku merekomendasikan tempat ini untuk melepas kepenatan dengan suasana yang nyaman.
Lebih enak berkunjung di siang menjelang sore hari, dimana sinar matahari sudah mulai meredup.

-Tuhan Memberkati-

Friday, July 22, 2016

Puas di De'Ranch Lembang

Mumpung jalan sampai ke daerah Lembang, kami menyempatkan mampir bermain di De'Ranch.
Sementara papa Aji perlu menjalankan tugasnya untuk cek proyek yang sedang dikerjakan di Lembang, maka saatnya kami mengeksplorasi yang ada di sekitarnya.

De'Ranch merupakan salah satu tujuan utama para wisatawan ketika sedang berada di Lembang.
Keunikan utama yang membuat De'Ranch lain dari tempat wisata lain adalah kuda dengan nuansa cowboy dan area rumput yang sangat luas. Terletak di Jalan Maribaya 17 Kayuambon, tempat ini sudah agak di atas dan tentunya udara sejuk semakin dapat kita rasakan.

Kami sampai lokasi sekitar jam 10.00, kondisi cukup ramai. Matahari bersinar sangat cerah namun udara sejuk tetap semilir menyentuh kulit. Area parkir cukup luas dengan tanah terjal yang masih alami.
Tiket masuk ke area De'Ranch adalah Rp. 10,000,- /orang kalau tidak salah ingat dan bayi tidak dihitung.

Fasilitasi yang bisa kita dapatkan di sana sangat banyak. Detil informasi De'Ranch bisa dilihat di www.deranchlembang.com.
Abi langsung mengedarkan pandangan matanya kemana-mana. Memandangai hamparan rumput luas seolah ingin berguling di sana. Apalagi Anin, dimana ada tangga pasti akan dilewatinya lebih dari 5 kali.
Ditambah ada danau lengkap dengan perahu kayuhnya. Wah kegirangan deh.

Pertama, kami naik Delman dengan membayar Rp. 30.000/ putaran/ 3 orang. Begitu delmannya jalan Anin malah nangis. Belum terbiasa dengan goncangan akibat jalan terjal yang kami lalui dengan kuda sepertinya.
Setelah itu, Abi ternyata penasaran dengan rasanya naik kuda sendiri. Abi pun beli tiket sendiri Kuda Tunggang – Rp. 25.000/ putaran/ orang, lalu mengenakan kostum cowboy.
Dari wajahnya yang senyam-senyum terus tampak kalau Abi sangat puas bisa naik kuda.





Melanjutkan petualangan, kami bertiga mencoba naik perahu kayuh.
Masuklah kami ke perahu kecil yang bergoyang-goyang. Saatnya kami menjaga keseimbangan dan saat itu pula Anin mulai kuatir. Setengah putaran saja cukup membuat Anin merengek. Tidak nyaman rupanya.
Ya sudah. Anin jalan-jalan dulu saja. Sementara Abi menjadi penambang emas dan membeli tiket 20ribu untuk 15menit kalau tidak salah.

Banyak sekali permainan yang bisa dieksplorasi.
Anin memancing ikan kecil dan setelah tertangkap dikembalikan lagi ke kolam. Lalu memancing ikan magnet.
Abi naik sepeda track naik turun dan berkelok, masuk bola air juga, dan naik trampolin.
Setelah makan siang, kami berakhir di rerumputan yang hijau luas, lari-lari kesana kemari.

 

"Aku gak mau pulang..", kata Abi.
Wah, ada yang terkesan dengan tempat ini.
Lain kali ya ke sini lagi.

-Tuhan Memberkati-

Sunday, July 17, 2016

Berkunjung ke Bumi Langit Institute Imogiri

Hari ketiga Lebaran 2016 kami menyempatkan untuk berkunjung ke Bumi Langit Institute yang terletak di Jalan Imogiri - Mangunan, Yogyakarta.
Bumi Langit ini adalah milik keluarga Bapak Iskandar yang menerapkan sistem permakultur.
Permakultur pada dasarnya adalah bentuk dari peduli terhadap bumi, peduli dengan manusia, dan dari bentuk kepedulian tersebutlah kehidupan dapat berlangsung dengan baik.
Hal ini sangat tampak dari sikap ramah yang tulus dari Pak Iskandar dan seluruh anggota keluarga ketika menyambut para tamu/pelanggan yang datang ke Warung Bumi siang itu, termasuk kami.
Sempat berkenalan dengan Pak Iskandar dan mendengarkan cerita singkat tentang rencana sekolah informal yang akan beliau didirikan.
Wah turut mendukung Pak!

Kami berangkat agak siang dari Jalan Kaliurang dan sampai di Imogiri tepat jam makan siang.
Warung Bumi menyediakan berbagai menu makanan organik, hasil pertanian mereka.
Menu khas Bali sangat menonjol di sini, karena memang keluarga sebagian besar tinggal di Bali.
Selain di Yogya, permakultur juga mereka bangun di Bali.
Menu makanan dan minumannya mantab. Porsinya juga.Yang paling aku suka adalah ketika membeli oleh-oleh berupa roti tawar homemade warung bumi.
Roti tawarnya terlihat kasar dan besar ukurannya, setelah kita potong-potong dan makan di rumah ternyata lembut dan enaaaak sekali.

Hari itu pelanggan banyak berdatangan dari berbagai kota ke Warung Bumi.
Sampai-sampai seluruh anggota keluarga dikerahkan untuk melayani di atas (warung bumi).
Kami berencana turun untuk melihat area permakultur dan minta ijin kepada salah satu anggota keluarga yang masih sibuk mondar-mandir.
Sayangnya karena sibuk mereka tidak bisa menemani kami. Tak apa, lain waktu bisa datang lagi untuk penjelasan detil.

Dari mulut turunan, tampak sebuah rumah utama yang sepertinya tempat menerima tamu penting dan berkegiatan umum. Di depan rumah ada hamparan rumput hijau yang cukup luas untuk bermain Anin.
Lalu ada rumah masak dan rumah tempat hasil panen.
Turun lagi agak curam, kami menemukan berbagai tanaman sayur, ada juga bebek, dan instalasi biogas.
Tiba di persimpangan antara ke kiri turun atau ke kanan naik, kami memilih naik. Di atas ada instalasi solar cell untuk penyediaan listrik.
Sampai situ saja jalan-jalan, Abi dan Anin sudah meleleh.


Keren sekali ide, niat, dan realisasi Pak Iskandar dan keluarga.
Semoga dapat berlanjut dan menjadi inspirasi.
Oya informasi lebih lengkap bisa cek di www.bumilangit.org




-Tuhan Memberkati-

Thursday, June 16, 2016

PIJAR: Drama Wortel Raksasa

Drama Wortel Raksasa ini terinspirasi dari cerita yang dibawakan dengan kompak dan jenaka oleh Komunitas Homeschooler dari Yogyakarta pada saat Festival Pendidikan Rumah (FESPER) di Salatiga dua tahun yang lalu.

Aku menawarkan kegiatan drama yang sama dengan narasi dan lagu yang sedikit berbeda kepada PIJAR dan ternyata disambut dengan sangat hangat. Drama ini kemudian dikemas dalam bentuk acara Pentas Seni (PENSI) PIJAR, sebagai PENSI 1. Diharapkan akan berlanjut ke PENSI selanjutnya dengan cerita yang lebih seru lagi pastinya.

Bahagia sekali ketika sambutan hangat bahkan panas menurutku diberikan secara maksimal oleh teman-teman PIJAR. Aku katakan "panas" karena mereka sangat antusias membantu persiapan drama ini dengan pembagian tugasnya masing-masing. Selama 2 bulan kami bahu-membahu saling bertukar pendapat juga tentang pernak-pernik yang muncul dalam persiapan drama, dari kostum, set panggung, latihan akting (peran), latihan pengucapan, latihan mc, latihan lagu, sound system, undangan, konsumsi, dll.

Sekitar 25 anak bersedia bermain peran dalam drama ini. Sebagian dari mereka menerima peran yang sudah ditentukan, namun yang lain ada yang minta perannya sendiri. Lucu dan salut dengan imajinasi dan keberanian mereka untuk mengungkapkan keinginan mereka dengan baik. Bahkan di awal latihan peran, mereka sudah sibuk sendiri memikirkan kostum yang akan dipakai nanti.
Gladi Bersih Drama Wortel Raksasa

Hari Minggu, tanggal 8 Mei 2016, di BaseCamp PIJAR, Rumah Mba Dian Noviyanto di Perumahan Neo Permata, PENSI 1 PIJAR dengan kegiatan Drama Wortel Raksasa pun terselenggarakan.



Jam 8.00 para pemeran sudah mulai berkumpul, mulai memakai kostum dan dipercantik/cakep dengan face painting. Di sini mereka belajar banyak toleransi, baik terhadap waktu, terhadap diri sendiri, dan terhadap sikap orang lain di saat-saat genting seperti itu. Mereka juga belajar bergerak cepat namun terkontrol, belajar mengerti waktu kapan perlu keluar atau kapan di dalam dulu sebelum saatnya dia berakting.

Wortel Raksasa Perfomer in Action





Salah satu adegan dramanya ...




Sinopsis Singkat dari Drama Wortel Raksasa ini adalah keluarga petani yang tanpa sadar memiliki wortel raksasa dikebunnya. Mereka mengalami kesulitan untuk mencabut wortel ini. Para superhero datang membantu keluarga petani untuk mencabutnya. Hingga akhirnya hanya seorang Tukang Jamu yang berhasil.
Kenapa hayo...



Salut !
Mereka tampil sangat luar biasa. Mengendalikan rasa takut atau grogi yang muncul ketika naik ke panggung dan tetap berdialog dan berperan dengan baik.
Kalian hebat anak-anak! Hidup PIJAR!


-Tuhan Memberkati-