Friday, July 22, 2016

Puas di De'Ranch Lembang

Mumpung jalan sampai ke daerah Lembang, kami menyempatkan mampir bermain di De'Ranch.
Sementara papa Aji perlu menjalankan tugasnya untuk cek proyek yang sedang dikerjakan di Lembang, maka saatnya kami mengeksplorasi yang ada di sekitarnya.

De'Ranch merupakan salah satu tujuan utama para wisatawan ketika sedang berada di Lembang.
Keunikan utama yang membuat De'Ranch lain dari tempat wisata lain adalah kuda dengan nuansa cowboy dan area rumput yang sangat luas. Terletak di Jalan Maribaya 17 Kayuambon, tempat ini sudah agak di atas dan tentunya udara sejuk semakin dapat kita rasakan.

Kami sampai lokasi sekitar jam 10.00, kondisi cukup ramai. Matahari bersinar sangat cerah namun udara sejuk tetap semilir menyentuh kulit. Area parkir cukup luas dengan tanah terjal yang masih alami.
Tiket masuk ke area De'Ranch adalah Rp. 10,000,- /orang kalau tidak salah ingat dan bayi tidak dihitung.

Fasilitasi yang bisa kita dapatkan di sana sangat banyak. Detil informasi De'Ranch bisa dilihat di www.deranchlembang.com.
Abi langsung mengedarkan pandangan matanya kemana-mana. Memandangai hamparan rumput luas seolah ingin berguling di sana. Apalagi Anin, dimana ada tangga pasti akan dilewatinya lebih dari 5 kali.
Ditambah ada danau lengkap dengan perahu kayuhnya. Wah kegirangan deh.

Pertama, kami naik Delman dengan membayar Rp. 30.000/ putaran/ 3 orang. Begitu delmannya jalan Anin malah nangis. Belum terbiasa dengan goncangan akibat jalan terjal yang kami lalui dengan kuda sepertinya.
Setelah itu, Abi ternyata penasaran dengan rasanya naik kuda sendiri. Abi pun beli tiket sendiri Kuda Tunggang – Rp. 25.000/ putaran/ orang, lalu mengenakan kostum cowboy.
Dari wajahnya yang senyam-senyum terus tampak kalau Abi sangat puas bisa naik kuda.





Melanjutkan petualangan, kami bertiga mencoba naik perahu kayuh.
Masuklah kami ke perahu kecil yang bergoyang-goyang. Saatnya kami menjaga keseimbangan dan saat itu pula Anin mulai kuatir. Setengah putaran saja cukup membuat Anin merengek. Tidak nyaman rupanya.
Ya sudah. Anin jalan-jalan dulu saja. Sementara Abi menjadi penambang emas dan membeli tiket 20ribu untuk 15menit kalau tidak salah.

Banyak sekali permainan yang bisa dieksplorasi.
Anin memancing ikan kecil dan setelah tertangkap dikembalikan lagi ke kolam. Lalu memancing ikan magnet.
Abi naik sepeda track naik turun dan berkelok, masuk bola air juga, dan naik trampolin.
Setelah makan siang, kami berakhir di rerumputan yang hijau luas, lari-lari kesana kemari.

 

"Aku gak mau pulang..", kata Abi.
Wah, ada yang terkesan dengan tempat ini.
Lain kali ya ke sini lagi.

-Tuhan Memberkati-

Sunday, July 17, 2016

Berkunjung ke Bumi Langit Institute Imogiri

Hari ketiga Lebaran 2016 kami menyempatkan untuk berkunjung ke Bumi Langit Institute yang terletak di Jalan Imogiri - Mangunan, Yogyakarta.
Bumi Langit ini adalah milik keluarga Bapak Iskandar yang menerapkan sistem permakultur.
Permakultur pada dasarnya adalah bentuk dari peduli terhadap bumi, peduli dengan manusia, dan dari bentuk kepedulian tersebutlah kehidupan dapat berlangsung dengan baik.
Hal ini sangat tampak dari sikap ramah yang tulus dari Pak Iskandar dan seluruh anggota keluarga ketika menyambut para tamu/pelanggan yang datang ke Warung Bumi siang itu, termasuk kami.
Sempat berkenalan dengan Pak Iskandar dan mendengarkan cerita singkat tentang rencana sekolah informal yang akan beliau didirikan.
Wah turut mendukung Pak!

Kami berangkat agak siang dari Jalan Kaliurang dan sampai di Imogiri tepat jam makan siang.
Warung Bumi menyediakan berbagai menu makanan organik, hasil pertanian mereka.
Menu khas Bali sangat menonjol di sini, karena memang keluarga sebagian besar tinggal di Bali.
Selain di Yogya, permakultur juga mereka bangun di Bali.
Menu makanan dan minumannya mantab. Porsinya juga.Yang paling aku suka adalah ketika membeli oleh-oleh berupa roti tawar homemade warung bumi.
Roti tawarnya terlihat kasar dan besar ukurannya, setelah kita potong-potong dan makan di rumah ternyata lembut dan enaaaak sekali.

Hari itu pelanggan banyak berdatangan dari berbagai kota ke Warung Bumi.
Sampai-sampai seluruh anggota keluarga dikerahkan untuk melayani di atas (warung bumi).
Kami berencana turun untuk melihat area permakultur dan minta ijin kepada salah satu anggota keluarga yang masih sibuk mondar-mandir.
Sayangnya karena sibuk mereka tidak bisa menemani kami. Tak apa, lain waktu bisa datang lagi untuk penjelasan detil.

Dari mulut turunan, tampak sebuah rumah utama yang sepertinya tempat menerima tamu penting dan berkegiatan umum. Di depan rumah ada hamparan rumput hijau yang cukup luas untuk bermain Anin.
Lalu ada rumah masak dan rumah tempat hasil panen.
Turun lagi agak curam, kami menemukan berbagai tanaman sayur, ada juga bebek, dan instalasi biogas.
Tiba di persimpangan antara ke kiri turun atau ke kanan naik, kami memilih naik. Di atas ada instalasi solar cell untuk penyediaan listrik.
Sampai situ saja jalan-jalan, Abi dan Anin sudah meleleh.


Keren sekali ide, niat, dan realisasi Pak Iskandar dan keluarga.
Semoga dapat berlanjut dan menjadi inspirasi.
Oya informasi lebih lengkap bisa cek di www.bumilangit.org




-Tuhan Memberkati-