Monday, April 2, 2018

Mengenali Diri untuk Percaya Diri


Percaya Diri adalah sebuah keyakinan terhadap diri sendiri bahwa dirinya mampu untuk melakukan sesuatu dengan baik. Untuk menjadi percaya diri, kondisi yang aman dan nyaman sangat perlu. Hal ini disebutkan juga di https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/uploads/Dokumen/5504_2018-01-08/MEMBANTU%20ANAK%20PERCAYA%20DIRI.pdf.

Dalam proses belajar di rumah, kami mengajak anak-anak untuk mengenali diri terlebih dahulu sebagai bekal menuju apapun yang akan diraihnya nanti. Baik itu untuk pencapaian sebuah keahlian diri maupun sebagai tujuan kehidupan sesuai dengan fitrah dirinya.

Apa itu Diri? 
Sejak kecil Abi menerima pemahaman sederhana bahwa diri manusia terdiri dari tubuh, pikiran, dan hati. Ketiganya perlu berkoordinasi dengan baik agar apa yang menjadi misi kita, berhasil.
  • Pikiran bertugas sebagai yang paling aktif untuk merencanakan apapun yang diperlukan untuk mencapai sesuatu atau menghadapi sesuatu di depan kita.
  • Hati adalah yang terdekat dengan pencipta yang mampu memberikan kontrol terhadap pikiran yang ada kalanya menyimpang.
  • Tubuh sebagai pelaksana apa yang sudah "disepakati" pikiran dan hati untuk kemudian menjadi sebuah tindakan.

Anak senang sekali petualangan. Maka sering aku ajak Abi memahami tentang "Diri" ini dengan kata "Misi". Sebagai contoh, berpetualang di rumah dengan misi kerapihan, dengan nuansa bermain aku akan menanyakan sebuah benda menurut pikiran abi diletakkan di mana terkait misi "rapih" ini. 
Seru lho! Pikiran yang spontan terkadang disadari Abi tidak selalu tepat ketika Abi tenang dulu seolah menanyakannya kepada hati. Kemudian Abi akan merasakan bagaimana tubuhnya bereaksi ketika kondisi ruangan rapi atau tidak rapi.

Atau bisa juga dengan merasakan sebuah keindahan, melalui misi membersihkan taman rumah. Aku kadang mengajak Abi untuk bermain cabut rumput supaya taman kecil rumah kami tetap indah. Sesederhana itu.




Mendengarkan Tubuh
Salah satu kegiatan rutin di rumah sebagai bekal kepercayaan diri adalah mendengarkan tubuh.
Ketika kita mendengarkan tubuh maka cinta diri akan berkembang dan menguatkan kepercayaan diri. Dengan mendengarkan apa kebutuhan tubuh kita akan dapat melangkah dengan tepat dan sinkron dengan pikiran dan hati. 
Yang Abi lakukan adalah berterimakasih kepada tubuh atas apa yang sudah dilakukan bersama di hari itu lalu hening setiap malam saat berdoa menjelang tidur.

Image result for listening to your body quotes
https://federicaolivero.co.uk/quotes/fb6-choquette/

Tuesday, March 6, 2018

Menumbuhkan Minat Baca Abi Anin

Seperti kata pepatah: "Buku adalah Jendela Dunia", tampaknya membaca merupakan kegiatan yang perlu diprioritaskan.
Banyak buku yang dapat dibacakan oleh orang tua atau dibaca sendiri oleh anak-anak yang membukakan mata mereka terhadap hal-hal baru di dunia ini. 

Sejak usia si sulung, Abimanyu (Abi), mencapai 3 tahun, aku hampir setiap malam membacakannya buku sebagai ritual "bedtime story". Abi sangat menanti-nantikan ritual ini. Berbagai macam buku aku bacakan, seperti serial Rumah Kecil, Franklin, beberapa cerita fabel, dan cerita bergambar pembangun karakter lainnya.  

Selama proses tersebut, Abi tentu saja dengan caranya selalu bertanya banyak hal. Dari apa yang diceritakan, apa arti sebuah kata yang aku bacakan, reaksi dari seorang tokoh dalam cerita, atau bahkan Abi menanyakan gambar yang ada. Walaupun kadang pertanyaan Abi tidak mengacu pada buku bacaan yang diceritakan, namun aku tetap yakin bahwa cerita-cerita penuh hikmah ini terekam baik dalam benaknya.

Tidak melulu buku cerita ini aku bacakan satu arah, ada kalanya aku memberi kesempatan Abi untuk menceritakan kembali. Tentu saja dengan gaya bahasa Abi di usia itu. Saat ini dikenal dengan sebutan "story telling". Bisa dengan narasi dalam bentuk vokal, bisa juga dalam bentuk gambar. 
Selain membacakan buku, abjad aku perkenalkan sebatas simbol saja tanpa ada proses belajar mengeja.

Di dalam https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/uploads/Dokumen/5587_2018-02-13/gom_buku2018.pdf, dijelaskan juga bahwa dengan membaca dapat membantu anak untuk:
1. menemukan kosa kata baru
2. meningkatkan kemampuan dalam mengungkapkan ide
3. meningkatan rasa ingin tahu
4. mengembangkan daya imajinasi 

Tampaknya sangat betul sekali artikel yang termuat di atas. Karena itulah yang dialami Abi. 
Video di bawah ini, Abi usia 5 tahun yang sedang berusaha menterjemahkan cerita Pohon Apel melalui gambar dan narasi vokal.


Thursday, March 1, 2018

Parent As Coach - by Naindra Pramudita

Mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu itu adalah sesuatu yang luar biasa. Apalagi ketika ilmu tersebut berkaitan dengan pola asuh anak di dalam keluarga.
Parent as Coach, adalah tema yang diusung oleh Mba Dita (Naindra Pramudita) dan dengan murah hati membagikan kepada kami semua hari Rabu, 28 February 2018 di Rumah Inspirasi.

Pada dasarnya, Coaching adalah tentang how to operate people.
Di kamus besar Bahasa Inggris, arti Coach adalah kereta, yaitu membawa orang dari satu titik ke titik yang lain, untuk maju ke titik yang lebih tinggi.

Parent as Coach adalah bagaimana kita merefleksikan diri kita ketika dulu diasuh oleh orang tua kita lalu menyadari akan menjadi orang tua seperti apakah kita.

Parent as Coach adalah bermitra dengan anak dalam suatu hubungan komunikasi yang mendorong proses kreatif untuk memaksimalkan potensi anak dan orang tua secara pribadi.

Image result for parent as coach



Mengacu dari buku Diana Sterling yang berjudul "The Parents as Coach Approach", Mba Dita mengingatkan kembali bahwa sebagai orang tua, tugas kita adalah sebatas mengarahkan anak-anak.

Proses Coaching mungkin tanpa sadar atau secara instuisi sudah dilakukan oleh sebagian besar kita, para orang tua, kepada anak-anak. Hanya mungkin saja, bisa dikatakan belum terkondisikan dengan baik. Sebagai contoh, ketika emosi memuncak atau marah, apakah kita sadar bahwa kita sedang marah tapi tidak mengeluarkan kata-kata yang tak perlu, tak fokus pada permasalahan, dan atau bahkan tak terkontrol?

Image result for parent as coach
Menyadari penuh dalam berinteraksi dengan anak adalah yang utama.
"Be Conscious!"
Anak adalah partner.
Setelah mereka belajar dari kita, maka kita akan belajar kembali dari mereka.
"We Re-Learn from Our Children"
Anak dan Orang Tua adalah jodoh.
Merekalah guru terbaik bagi masing-masing anak ataupun orang tua.


Sebelum kita menyadari proses Coaching kita kepada anak-anak, perlu diketahui beberapa hal mendasar. Bahwa semua perilaku manusia pada dasarnya memenuhi 5 kebutuhan dasar, yaitu:
1. Survival
2. Loving, Sex, Belonging
3. Power
4. Freedom
5. Fun


Sunday, January 28, 2018

Junior Original Concert (JOC) Yamaha Abi Tahun Ketiga

Tahun Ketiga Junior Original Concert (JOC) memberikan pengalaman baru bagi Abi.
Tak hanya merangkai beberapa not menjadi sebuah lagu. Namun Abi perlu belajar bagaimana lagu itu mampu menceritakan sesuatu yang terwakili dari judul yang Abi pilih.

Proses membuat lagu tersebut menjadi berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bisa jadi karena Abi saat ini berusia 9 tahun, di mana kemampuan imajinasi bergabung dengan kemampuan logikanya lebih tertata.

Pertama Abi memilih no-not utama sebagai awal lagu tanpa chord. Lalu dikombinasi dengan single note chord terlebih dahulu. Setelah itu tampaknya dia membayangkan lagu ini akan dibawa kemana.
Ketika Abi menuliskan judul lagunya adalah "Piknik di Padang Rumput", imajinasiku pun ikut berkembang ketika dia mencoba memainkan pilihan not-notnya tersebut kepadaku.

Kemajuan Abi di sini adalah kemampuannya dalam menceritakan bagaimana isi lagu tersebut.
Bahwa ada kawan-kawan yang sedang piknik di padang rumput saat cerah di pagi hari, lalu datang hujan deras yang membuat kawan-kawan ini berlarian mencari tempat berteduh. Namun di akhir cerita, mereka tetap menikmati piknik di padang rumput ini apapun cuacanya dan pulang ke rumah dengan kebahagiaan.